Liputan6.com, Jakarta - Cara mengatasi nasi yang cepat bau dan kuning harus diperhatikan dengan seksama. Rice cooker menjadi salah satu alat dapur yang memudahkan proses memasak nasi sehari-hari. Namun, dalam penggunaannya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan karena kebiasaan saat mencuci beras, menakar air, memasak, hingga merawat rice cooker dapat memengaruhi kualitas nasi.
Jika cara memasak atau penyimpanannya kurang tepat, nasi bisa lebih cepat bau, menguning, terlalu lengket, atau menempel di dasar panci. Agar kondisi tersebut tidak mudah terjadi, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga nasi tetap enak, pulen, dan lebih tahan disimpan.
Berikut sederet cara yang bisa diterapkan saat memasak nasi menggunakan rice cooker, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (10/9).
1. Bersihkan Rice Cooker Secara Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326949/original/013015200_1787042725-8232496607138408141.jpeg)
Perbesar
Kebersihan rice cooker tidak hanya bergantung pada kondisi panci bagian dalam. Komponen lain yang bersentuhan dengan uap dan sisa nasi juga perlu diperhatikan, terutama bagian yang memang dapat dilepas untuk dicuci.
Melansir laman Martha Stewart, bagian rice cooker yang bisa dilepas sebaiknya dicuci menggunakan air hangat dan sabun, kemudian dikeringkan dengan baik. Bagian dalam alat juga perlu dilap agar tidak terus-menerus menyimpan kelembapan.
Membersihkan rice cooker secara rutin membantu mengurangi penumpukan sisa nasi, kotoran, dan kelembapan. Langkah ini penting terutama jika alat digunakan setiap hari.
2. Cuci Beras Sebelum Dimasak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499854/original/092636400_1770797030-mencucui_beras.jpg)
Perbesar
Sebelum memasukkan beras ke dalam rice cooker, luangkan waktu untuk membilasnya. Proses ini membantu mengurangi pati berlebih yang menempel pada permukaan butiran beras sehingga nasi tidak terlalu lengket setelah matang.
Mengutip laman Good Housekeeping, beras perlu dibilas sebelum dimasak untuk menghilangkan pati berlebih yang dapat membuat nasi menjadi terlalu menggumpal atau lembek.
Hal serupa juga dijelaskan oleh Food52. Salah satu panduannya menyebut bahwa beras tidak harus dicuci sampai airnya benar-benar bening; tujuan utamanya adalah mengurangi pati pada permukaan beras.
3. Sesuaikan Takaran Air dengan Jenis Beras
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301219/original/021684200_1784444846-2.jpg)
Perbesar
Takaran air tidak bisa disamaratakan untuk semua jenis beras. Beras putih, basmati, dan beras merah dapat membutuhkan jumlah air yang berbeda agar matang dengan tekstur yang sesuai.
Melansir Food52, jumlah air memang perlu disesuaikan dengan jenis beras. Sumber tersebut memberikan contoh rasio berbeda untuk beras berbulir panjang, basmati, dan beras merah.
Sementara itu, mengutip laman Good Housekeeping, pengujian mereka menggunakan perbandingan air dan beras yang berbeda antara beras putih dan beras merah. Karena itu, sebaiknya ikuti petunjuk pada kemasan beras atau panduan dari produsen rice cooker daripada menggunakan satu rasio untuk semua jenis beras.
4. Jangan Mengisi Rice Cooker Melebihi Kapasitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5015711/original/012748000_1732170744-1284510713_808510-5654.jpg)
Perbesar
Jumlah beras yang dimasak juga perlu diperhatikan. Memasukkan beras dan air terlalu banyak dapat membuat proses memasak kurang optimal dan meningkatkan kemungkinan air atau pati meluap selama proses berlangsung.
Mengutip laman Good Housekeeping, pengguna dianjurkan memperhatikan kapasitas rice cooker dan mengikuti petunjuk dari produsen. Sumber tersebut juga memasukkan menghindari pengisian berlebihan sebagai salah satu langkah untuk mendapatkan hasil nasi yang lebih baik.
Sebelum memasak, perhatikan garis batas yang terdapat pada panci rice cooker. Jika membutuhkan nasi dalam jumlah banyak, sesuaikan porsinya dengan kapasitas alat.
5. Jangan Sering Membuka Tutup Saat Nasi Dimasak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287658/original/024316800_1783240484-Gemini_Generated_Image_cajfggcajfggcajf.jpg)
Perbesar
Keinginan untuk mengecek nasi memang cukup umum, tetapi sebaiknya jangan terlalu sering membuka tutup rice cooker ketika proses memasak masih berlangsung. Uap di dalam alat merupakan bagian dari proses pemasakan nasi.
Melansir laman Food52, ketika nasi sedang dimasak dalam kondisi tertutup, sebaiknya nasi tidak diaduk atau disentuh hingga proses memasaknya selesai. Membuka tutup berulang kali juga dapat mengganggu proses pemasakan.
Karena itu, biarkan rice cooker menyelesaikan siklus memasaknya. Setelah indikator menunjukkan nasi telah matang, barulah tutup dibuka dan nasi dapat diolah lebih lanjut.
6. Gunakan Sedikit Minyak atau Mentega jika Nasi Sering Menempel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5123914/original/047339800_1738832682-Mentega.jpg)
Perbesar
Jika masalah yang sering muncul adalah nasi menempel atau meninggalkan lapisan di dasar panci, penggunaan sedikit minyak atau mentega dapat dicoba. Namun, cara ini merupakan pilihan tambahan dan bukan keharusan dalam setiap proses memasak nasi.
Mengutip laman SELF, salah satu cara yang dapat membantu mencegah nasi menempel adalah menumis bawang menggunakan sedikit minyak atau mentega sebelum beras dan air dimasukkan. Lemak tersebut membantu melapisi butiran nasi sekaligus memberikan rasa tambahan.
Untuk nasi putih biasa, penggunaan minyak atau mentega sebaiknya tetap dalam jumlah secukupnya. Jika panci rice cooker masih memiliki lapisan antilengket yang baik, tidak perlu menambahkan terlalu banyak lemak.
7. Diamkan Nasi Sebentar Setelah Matang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499853/original/063208400_1770797030-nasi_rice_cooker.jpg)
Perbesar
Begitu nasi matang, jangan buru-buru mengaduknya. Berikan waktu beberapa menit agar uap dan kelembapan di dalam nasi lebih merata.
Mengutip laman Good Housekeeping, nasi sebaiknya didiamkan sekitar 10 menit setelah matang sebelum di-fluff atau diaduk. Cara tersebut membantu menghasilkan tekstur yang lebih ringan dan butiran yang lebih terpisah.
Melansir laman Food52, beberapa metode memasak nasi juga menyarankan nasi tetap tertutup selama sekitar 10–15 menit setelah matang sebelum kemudian di-fluff.
Setelah didiamkan, aduk nasi secara perlahan dari bagian bawah menggunakan centong agar butiran tidak mudah hancur.
8. Simpan Nasi dengan Tepat jika Tidak Langsung Dimakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5002378/original/084828000_1731395002-chopsticks-steamer-with-rice.jpg)
Perbesar
Nasi yang tidak langsung disantap sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja dalam waktu lama. Jika masih ada sisa, pindahkan nasi ke wadah bersih dan simpan di kulkas agar kualitasnya tetap terjaga.
Nasi matang yang dibiarkan pada suhu ruang terlalu lama juga lebih berisiko mengalami pertumbuhan bakteri tertentu. Karena itu, menyimpan sisa nasi dengan benar menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas dan keamanannya.
Saat ingin disantap kembali, ambil secukupnya lalu panaskan hingga merata. Dengan begitu, nasi tidak hanya lebih terjaga kualitasnya, tetapi juga tidak terbuang sia-sia karena terlalu lama dibiarkan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengatasi Nasi yang Cepat Bau dan Kuning
1. Mengapa nasi yang dimasak dengan rice cooker bisa cepat bau?
Nasi dapat lebih cepat berubah aroma jika terlalu lama dibiarkan pada suhu yang tidak tepat atau penyimpanannya kurang baik. Kebersihan rice cooker juga perlu dijaga agar tidak ada sisa nasi dan kelembapan yang menumpuk.
2. Apa penyebab nasi menjadi kuning setelah dimasak?
Perubahan warna nasi dapat berkaitan dengan sisa nasi yang menempel, kelembapan, kebersihan rice cooker, atau nasi yang terlalu lama berada dalam kondisi hangat. Membersihkan alat secara rutin dan memperhatikan waktu penyimpanan dapat membantu mengurangi masalah tersebut.
3. Apakah beras harus dicuci sampai airnya benar-benar bening?
Tidak harus. Beras cukup dibilas untuk membantu mengurangi pati berlebih dan kotoran pada permukaannya. Air bilasan tidak selalu perlu sampai benar-benar jernih.
4. Apakah nasi boleh langsung diaduk setelah matang?
Sebaiknya nasi didiamkan beberapa menit setelah matang sebelum diaduk. Cara ini membantu kelembapan lebih merata sehingga tekstur nasi menjadi lebih ringan dan butirannya tidak terlalu mudah hancur.
5. Berapa lama nasi matang boleh disimpan?
Jika tidak langsung dimakan, nasi sebaiknya segera disimpan dengan benar, terutama dengan memasukkannya ke dalam kulkas dan menggunakan wadah yang bersih. Hindari membiarkan nasi matang terlalu lama pada suhu ruang karena dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

5 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345093/original/060016500_1789018381-2e778feb-3b95-4cc1-8474-fd11ab70e174.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522857/original/009993500_1772778881-4__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418012/original/013015200_1763559690-kereta_api.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424576/original/092300000_1764147657-2150795792.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293916/original/003793000_1783761292-Pangkas_pada_Waktu_yang_Tepat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315076/original/040729300_1785826533-3b030088-5842-4dd0-8a23-147b3dca5029.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345078/original/065368100_1789017882-Gemini_Generated_Image_ckz6apckz6apckz6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344962/original/010851400_1789013712-683c60a3-a7d8-47f7-b5c0-73cf5fe371a8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4698287/original/024801100_1703579564-KAI_Daop_9_Jember_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288707/original/089372700_1783330905-kelor_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292296/original/055683400_1783590087-Hiasan_Dinding_Peta_Dunia_dari_Papan_Kayu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344917/original/029802000_1789012333-25197.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341975/original/043700800_1788708603-1000514392.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378575/original/097428000_1760257288-Gemini_Generated_Image_9frse59frse59frs.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344901/original/040476300_1789012206-Gemini_Generated_Image_qfkz53qfkz53qfkz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344854/original/039236100_1789008385-1000516665.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462119/original/028522100_1767506156-20260104AA_Persija_vs_Persijap-12.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344840/original/056528900_1789008152-HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7850682/original/021382300_1780673642-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-11.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7828740/original/006011200_1780648545-b9376f3f-f73b-4cdf-9e60-9b04f434febe.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336541/original/057810300_1788165256-2150700358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5744932/original/052272700_1778643448-11fb065e-6d5a-4a8e-af8c-935083fae6f1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325772/original/012824000_1786935429-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_09.51.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336388/original/070866500_1788159552-051f86cb-0545-4991-a7f1-c5730be5aaaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242270/original/090051000_1669625532-043199800_1645433192-kevin-wolf-LgZfYaH6OAU-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336595/original/083266200_1788167124-f7575cef-c1ce-4105-bb37-74f1cfe3b27c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335997/original/062436600_1788086219-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193002/original/077128400_1745210638-Dean_Zandbergen_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337890/original/028721700_1788261978-edfxzx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922986/original/030767500_1724131220-WhatsApp_Image_2024-08-19_at_11.21.08_af746275.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335142/original/082058400_1787912714-ASDFGHGFDDFCDX.jpg)