6 Cara Menyimpan Sapu dan Alat Bersih agar Tidak Bau, Rumah Segar Setiap Hari

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Menjaga kebersihan rumah tidak cukup hanya rutin menyapu dan mengepel, tetapi juga perlu memperhatikan cara menyimpan sapu dan alat bersih agar tidak bau setelah dipakai. Penyimpanan yang kurang tepat membuat alat kebersihan lembap, kotor, dan mudah menimbulkan aroma tidak sedap.

Dengan menerapkan cara menyimpan sapu dan alat bersih agar tidak bau, peralatan akan lebih kering, awet, dan higienis. Penataan yang rapi juga memudahkan saat akan digunakan kembali tanpa risiko bau menyengat.

Selain itu, cara menyimpan sapu dan alat bersih agar tidak bau membantu mencegah perkembangbiakan bakteri dan jamur. Rumah pun tetap bersih, segar, dan nyaman untuk seluruh penghuni.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara menyimpan sapu dan alat bersih agar tidak bau, Senin (5/1/2026).

Cara Menyimpan Sapu dan Alat Bersih agar Tidak Bau

Berikut ini cara menyimpan sapu dan alat kebersihan:

1. Bersihkan Sapu Setelah Digunakan

Setiap selesai menyapu, buang kotoran besar seperti rambut dan debu yang menempel pada sapu. Kotoran kecil yang tersangkut dapat dibersihkan menggunakan sisir bekas agar bulu sapu tetap bersih dan tidak menjadi sumber bau.

2. Cuci Sapu Secara Berkala

Lakukan pembersihan mendalam dengan merendam sapu berbahan plastik dalam air hangat yang dicampur cuka dan sedikit sabun cuci piring. Untuk sapu berbahan serat alami, cukup rendam sebentar agar bulu tidak rusak, lalu bilas hingga bersih.

3. Keringkan Sapu Hingga Benar-Benar Kering

Setelah dicuci, jemur sapu di bawah sinar matahari sampai kering sempurna. Pengeringan maksimal membantu membunuh bakteri dan mencegah jamur penyebab bau apek.

4. Gantung Sapu dengan Posisi Tepat

Simpan sapu dengan cara digantung dan posisi bulu menghadap ke atas. Metode ini mencegah bulu bengkok, tetap bersih, serta membantu sirkulasi udara agar sapu tidak lembap dan berbau.

5. Rawat Kain Pel dengan Benar

Bilas kain pel hingga bersih setelah digunakan, lalu cuci dengan deterjen atau campuran cuka dan baking soda untuk menghilangkan bau. Pastikan kain pel dijemur sampai benar-benar kering sebelum disimpan.

6. Simpan Alat Kebersihan di Area Berventilasi Baik

Letakkan pel, ember, dan alat kebersihan lainnya di tempat kering dengan sirkulasi udara yang baik. Simpan pel dalam posisi berdiri atau digantung, serta bersihkan ember pel secara rutin agar tidak menimbulkan bau tak sedap.

Cara Mencegah Bau pada Alat Kebersihan

Berikut ini cara mencegah bau pada alat kebersihan:

1. Bersihkan Setelah Digunakan

Setiap selesai dipakai, alat kebersihan seperti sapu, pel, dan sikat harus segera dibersihkan dari debu, rambut, serta sisa kotoran yang menempel. Alat yang dibiarkan kotor dan basah dapat menjadi tempat berkembangnya kuman, jamur, bahkan menarik perhatian serangga seperti kecoak dan tikus.

2. Keringkan Secara Menyeluruh

Pastikan semua alat kebersihan benar-benar kering sebelum disimpan. Kelembapan merupakan penyebab utama bau apek karena memicu pertumbuhan bakteri dan jamur. Jemur alat di tempat yang terkena udara atau sinar matahari agar tidak menyimpan sisa air.

3. Simpan di Tempat yang Tepat

Simpan alat kebersihan di area yang sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara baik. Hindari menyimpannya di tempat lembap tanpa ventilasi, seperti kamar mandi tertutup, karena dapat mempercepat munculnya jamur, merusak alat, dan menimbulkan bau tidak sedap.

Optimalkan Penyimpanan Alat Kebersihan Lainnya

Berikut ini cara optimalkan penyimpanan alat kebersihan:

1. Bersihkan dan Keringkan Sikat Secara Rutin

Setelah digunakan, sikat harus dicuci hingga bersih dari sisa kotoran. Secara berkala, rendam sikat dalam air panas yang dicampur sedikit sabun untuk membunuh bakteri. Setelah itu, keringkan dan simpan dengan posisi bulu menghadap ke atas agar tidak lembap dan berbau.

2. Rawat Lap dan Sarung Tangan dengan Benar

Lap dan sarung tangan wajib dicuci bersih setiap selesai digunakan, bahkan sebaiknya direndam dengan air hangat untuk menghilangkan bakteri. Pastikan keduanya benar-benar kering sebelum disimpan agar tidak menimbulkan bau apek atau jamur.

3. Sediakan Wadah Khusus Penyimpanan

Gunakan keranjang atau kotak khusus untuk menyimpan lap dan sarung tangan. Penyimpanan terpisah membantu menjaga kebersihan, mencegah kontaminasi silang, serta membuat area penyimpanan lebih rapi.

4. Cuci Pengki Setelah Digunakan

Pengki sering menjadi tempat berkumpulnya debu dan kotoran. Oleh karena itu, cuci pengki dengan sabun cuci piring setiap selesai digunakan, lalu keringkan sebelum disimpan agar tidak menjadi sumber bau.

5. Manfaatkan Ruang Vertikal untuk Penyimpanan

Pasang pengait, penjepit, atau gantungan di dinding atau bagian dalam pintu untuk menggantung sapu dan pel. Cara ini membantu alat lebih cepat kering dan menghemat ruang.

6.  Pisahkan Alat Basah dan Kering

Simpan alat kebersihan basah dan kering pada gantungan atau rak yang berbeda. Pemisahan ini penting untuk mencegah kelembapan berlebih, pertumbuhan jamur, dan bau tidak sedap.

Q & A Seputar Topik

Mengapa alat kebersihan seperti sapu dan pel bisa berbau tidak sedap?

Alat kebersihan berbau tidak sedap karena sisa kotoran, kelembapan, dan pertumbuhan bakteri atau jamur yang tidak dibersihkan atau dikeringkan dengan benar setelah digunakan.

Bagaimana cara membersihkan sapu secara mendalam agar tidak bau?

Sapu dapat dibersihkan secara mendalam dengan menyingkirkan kotoran besar, menyisir rambut dengan sisir bekas, lalu merendamnya dalam larutan air hangat, cuka, dan sabun cuci piring sebelum dibilas dan dijemur hingga kering.

Apa yang harus dilakukan setelah menggunakan kain pel agar tidak bau dan berjamur?

Setelah digunakan, bilas kain pel secara menyeluruh, cuci dengan larutan pembersih atau di mesin cuci, lalu keringkan sepenuhnya di bawah sinar matahari atau di area berventilasi baik sebelum disimpan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|