7 Cara Memangkas Pohon Mangga agar Cepat Berbuah, Panen Melimpah Sepanjang Tahun

6 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki pohon mangga yang berbuah lebat dan konsisten adalah dambaan setiap pekebun, baik skala rumahan maupun komersial. Namun, seringkali pohon mangga hanya tumbuh rimbun tanpa menghasilkan buah yang diharapkan, atau produksinya tidak optimal. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kurangnya pemahaman tentang teknik pemangkasan yang tepat.

Pemangkasan atau pruning merupakan praktik krusial dalam budidaya mangga yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan pohon, merangsang pembentukan bunga dan buah, serta menjaga produktivitas tanaman. Dengan pemangkasan yang benar, energi tanaman dapat dialihkan secara efisien untuk menghasilkan buah, bukan hanya pertumbuhan vegetatif.

Artikel ini akan mengulas tujuh cara memangkas pohon mangga agar cepat berbuah, mulai dari pembentukan struktur pohon sejak dini hingga pemeliharaan rutin pasca-panen. Penerapan teknik-teknik ini akan membantu Anda mendapatkan hasil panen mangga yang melimpah dan berkualitas. Berikut selengkapnya: 

Pemangkasan Bentuk pada Pohon Muda

Pemangkasan bentuk, atau formative pruning, adalah langkah awal yang fundamental dalam membimbing pertumbuhan pohon mangga muda. Proses ini idealnya dilakukan saat pohon berusia sekitar 6 hingga 12 bulan, bertujuan untuk membentuk struktur tajuk yang kokoh dan ideal sejak dini. Dengan struktur yang baik, cahaya matahari dapat menembus seluruh bagian tanaman secara merata, yang esensial untuk fotosintesis optimal dan pembentukan buah di kemudian hari.

Langkah-langkah pemangkasan bentuk meliputi pemilihan batang utama sebagai poros tengah pohon yang kuat. Selanjutnya, tunas-tunas samping yang tumbuh di bawah ketinggian 50-60 cm dari permukaan tanah harus dipangkas untuk mencegah persaingan nutrisi dan membentuk batang yang bersih.

Penting untuk menyisakan 3 hingga 5 cabang utama yang tumbuh menyebar secara merata, membentuk kerangka dasar pohon yang seimbang. Struktur ini tidak hanya mendukung pertumbuhan yang kuat, tetapi juga mempermudah pemeliharaan dan pemanenan buah di masa mendatang.

Pemangkasan Produksi setelah Panen

Setelah musim panen berakhir, pohon mangga memerlukan peremajaan melalui pemangkasan produksi agar siap berbuah kembali di musim berikutnya. Pemangkasan ini berfokus pada pembuangan cabang-cabang yang telah tua, kering, atau tidak lagi produktif.

Cabang-cabang yang tidak produktif ini dapat menjadi beban bagi tanaman, menghabiskan energi yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan cabang baru yang lebih subur dan berpotensi menghasilkan buah. Memangkasnya akan mengalihkan energi tersebut ke bagian pohon yang lebih vital.

Selain itu, pemangkasan produksi juga melibatkan pemotongan cabang yang terlalu rapat atau saling bersilangan. Hal ini membantu meningkatkan sirkulasi udara dan penetrasi cahaya ke dalam kanopi pohon, mengurangi risiko penyakit dan mendorong pembentukan bunga baru.

Membuang Cabang yang Tidak Produktif atau Tunas Air

Pemangkasan cabang yang tidak produktif, termasuk tunas air, merupakan praktik penting untuk mengoptimalkan alokasi energi pada pohon mangga. Tunas air adalah tunas yang tumbuh tegak lurus di ketiak cabang dan umumnya tidak menghasilkan buah, melainkan hanya menyerap nutrisi.

Dengan membuang cabang-cabang yang tidak produktif dan tunas air, tanaman dapat mengalihkan energi yang terbuang percuma tersebut ke pembentukan bunga dan buah. Ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan produktivitas pohon mangga.

Aktivitas pemangkasan ini juga membantu mengurangi kepadatan kanopi, yang pada gilirannya meningkatkan paparan sinar matahari dan sirkulasi udara. Lingkungan yang lebih baik ini akan mendukung kesehatan pohon secara keseluruhan dan merangsang fase generatif.

Meningkatkan Penetrasi Cahaya dan Sirkulasi Udara

Pemangkasan yang strategis secara signifikan membantu meningkatkan penetrasi cahaya matahari dan aliran udara ke seluruh bagian kanopi pohon mangga. Cahaya matahari yang cukup sangat penting untuk proses fotosintesis, yang merupakan dasar produksi energi bagi tanaman.

Sirkulasi udara yang baik di dalam kanopi tidak hanya membantu menjaga kelembaban pada tingkat optimal, tetapi juga secara efektif menekan risiko serangan penyakit. Jamur dan hama cenderung berkembang biak di lingkungan yang lembab dan kurang cahaya.

Dengan kondisi pencahayaan dan sirkulasi udara yang lebih baik, pohon mangga akan lebih sehat dan lebih giat dalam memunculkan tunas-tunas baru yang berpotensi menjadi bunga dan buah. Ini adalah salah satu kunci untuk panen yang melimpah.

Merangsang Pertumbuhan Tunas Baru

Salah satu tujuan utama dari pemangkasan pohon mangga adalah untuk merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru yang produktif. Tunas-tunas baru ini adalah lokasi di mana bunga dan buah akan muncul, sehingga pemangkasan menjadi pemicu penting dalam siklus reproduksi tanaman.

Teknik pemangkasan yang tepat dapat mengalihkan fokus pertumbuhan dari vegetatif (daun dan cabang) ke generatif (bunga dan buah). Ini dilakukan dengan membuang bagian-bagian yang tidak perlu, sehingga nutrisi dan hormon pertumbuhan terkonsentrasi pada pembentukan tunas yang akan berbuah.

Pemangkasan juga berperan dalam memperbaiki kualitas buah yang dihasilkan. Dengan merangsang tunas baru, pohon dapat menghasilkan buah dengan ukuran dan rasa yang lebih baik, serta memastikan distribusi nutrisi yang merata ke setiap buah.

Menjaga Bentuk dan Ukuran Kanopi Pohon

Pemangkasan bentuk sangat esensial untuk membentuk kerangka pohon mangga agar tidak tumbuh terlalu tinggi dan menghasilkan cabang yang kuat serta teratur. Struktur kanopi yang ideal akan memudahkan proses pemeliharaan, termasuk penyemprotan dan pemanenan buah.

Dengan menjaga ukuran kanopi yang sesuai, pohon mangga dapat mempertahankan produktivitas tinggi karena energi tidak terbuang untuk pertumbuhan vegetatif yang tidak terkontrol. Cabang-cabang yang teratur dan menyebar juga memastikan setiap bagian pohon mendapatkan paparan cahaya yang cukup.

Pembentukan kerangka dasar tanaman (kanopi) melalui pemangkasan secara berkala juga berkontribusi pada estetika pohon. Pohon mangga yang terawat dengan kanopi yang rapi akan terlihat lebih menarik di pekarangan rumah atau kebun.

Membuang Cabang Mati, Sakit, atau Rusak

Pemangkasan juga harus mencakup pembuangan cabang-cabang yang mati, sakit, atau rusak. Cabang-cabang ini tidak hanya tidak produktif, tetapi juga dapat menjadi sumber infeksi atau tempat berkembang biaknya hama dan penyakit yang dapat menyebar ke bagian lain pohon.

Membuang ranting yang mati atau terinfeksi membantu mencegah penyebaran jamur dan hama lainnya, karena organisme ini cenderung berkembang biak di tempat yang lembab dan pada jaringan tanaman yang lemah. Dengan demikian, kesehatan pohon secara keseluruhan akan terjaga.

Selain itu, pemangkasan juga membersihkan area kanopi yang padat dan membuang cabang yang tumpang tindih. Ini meningkatkan sirkulasi udara dan penetrasi cahaya, menciptakan lingkungan yang tidak kondusif bagi patogen dan mendukung pertumbuhan tunas sehat.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Kapan waktu terbaik memangkas pohon mangga?

Waktu terbaik memangkas pohon mangga adalah setelah panen selesai. Pada fase ini, pohon memasuki masa pemulihan sehingga pemangkasan dapat merangsang pertumbuhan tunas baru yang berpotensi menghasilkan bunga dan buah di musim berikutnya.

2. Apakah semua cabang mangga perlu dipangkas?

Tidak semua cabang perlu dipangkas. Fokus utama adalah membuang cabang yang mati, sakit, tidak produktif, terlalu rapat, atau tumbuh tidak teratur seperti tunas air. Cabang utama yang sehat tetap dipertahankan sebagai kerangka pohon.

3. Berapa sering pohon mangga harus dipangkas?

Pemangkasan ideal dilakukan secara rutin 1–2 kali dalam setahun, terutama setelah panen dan saat diperlukan untuk perawatan. Pemangkasan ringan juga bisa dilakukan sewaktu-waktu jika ditemukan cabang yang rusak atau tidak sehat.

4. Apa manfaat utama pemangkasan pada pohon mangga?

Manfaat utama pemangkasan adalah meningkatkan produktivitas buah, memperbaiki sirkulasi udara dan pencahayaan, merangsang pertumbuhan tunas baru, serta menjaga kesehatan dan bentuk pohon agar lebih teratur.

5. Kenapa pohon mangga tidak berbuah meski sudah besar?

Beberapa penyebabnya antara lain kurang sinar matahari, pemangkasan yang tidak tepat, kekurangan nutrisi, atau terlalu banyak pertumbuhan vegetatif. Pemangkasan yang benar dapat membantu mengalihkan energi tanaman ke pembentukan bunga dan buah.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|