Liputan6.com, Jakarta - Urban farming atau pertanian perkotaan kini semakin berkembang di berbagai kota besar, memanfaatkan lahan sempit seperti halaman rumah, balkon, atap bangunan, hingga lahan kosong yang tidak terpakai. Kegiatan ini hadir sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan sekaligus mendekatkan masyarakat dengan sumber pangan yang sehat. Selain itu, urban farming juga menjadi bentuk pemanfaatan ruang kota yang lebih produktif sehingga lingkungan menjadi lebih hijau dan asri.
Menanam selada merupakan pilihan yang sangat baik untuk pemula karena tanaman ini mudah dirawat, cepat panen, dan cocok ditanam di segala iklim. Selada hidroponik, misalnya, dapat dipanen lebih cepat, sekitar 30–40 hari setelah tanam. Selain itu, selada memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti menjaga berat badan, membantu penderita sembelit, melawan berbagai penyakit, dan meningkatkan kesehatan umum karena kaya akan nutrisi seperti vitamin, mineral, dan serat.
Penggunaan botol plastik bekas sebagai media tanam adalah solusi kreatif untuk mengurangi sampah plastik sekaligus memulai kebun mini di rumah. Praktik ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan volume sampah plastik di lingkungan, tetapi juga menawarkan solusi praktis dan ekonomis bagi para pegiat tanaman.
Artikel ini akan memberikan panduan lengkap mengenai cara menanam selada di botol plastik bekas, mulai dari penyemaian benih hingga masa panen, yang sangat cocok untuk pemula, anak kos, atau siapa pun yang memiliki lahan terbatas. Jadi simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (5/1/2026).
1. Persiapan Alat dan Bahan untuk Menanam Selada
Sebelum memulai proses menanam selada di botol plastik bekas, ada beberapa alat dan bahan yang perlu Anda siapkan. Memastikan semua perlengkapan tersedia akan membuat proses berkebun Anda lebih efisien dan menyenangkan. Persiapan yang matang adalah kunci keberhasilan dalam budidaya selada.
Pemilihan alat dan bahan yang tepat juga akan memengaruhi pertumbuhan tanaman selada. Dengan mempersiapkan semua kebutuhan ini, Anda akan memiliki fondasi yang kuat untuk memulai proyek menanam selada di botol plastik bekas Anda. Ini juga membantu memastikan lingkungan tumbuh yang optimal bagi tanaman selada.
- Botol Plastik Bekas (ukuran 1,5L–2L): Botol bekas air mineral atau botol lainnya dapat dimanfaatkan sebagai pot. Ukuran 1,5 liter atau lebih ideal untuk menanam selada. Pastikan botol sudah dicuci bersih sebelum digunakan.
- Gunting/Cutter: Digunakan untuk memotong botol plastik menjadi dua bagian.
- Sumbu Kain Flanel: Berfungsi sebagai sumbu yang dapat menyerap air dan nutrisi dari wadah bawah ke media tanam di atas, penting untuk sistem hidroponik sederhana.
- Media Tanam: Pilihan meliputi tanah gembur + kompos + sekam (perbandingan 2:1:1), cocopeat + arang sekam, atau rockwool untuk sistem hidroponik.
- Benih Selada: Pilih benih selada hijau, selada keriting, atau selada romaine yang berkualitas baik.
- Pupuk: Bisa NPK 16-16-16, pupuk cair organik, atau larutan nutrisi hidroponik A dan B (AB Mix).
- Air Bersih: Diperlukan untuk penyiraman dan pembuatan larutan nutrisi.
- Wadah untuk Penyemaian: Baki atau gelas plastik dapat digunakan sebagai wadah awal penyemaian.
- Pinset (opsional): Berguna untuk memindahkan benih atau bibit dengan hati-hati.
2. Persiapan Botol Plastik Bekas untuk Media Tanam
Memanfaatkan botol plastik bekas sebagai media tanam adalah langkah cerdas untuk mengurangi limbah dan menghemat biaya. Persiapan botol yang tepat akan memastikan tanaman selada Anda tumbuh optimal. Proses ini juga merupakan bagian penting dari cara menanam selada di botol plastik bekas yang efektif.
Botol plastik bekas dapat dengan mudah diubah menjadi pot tanaman yang fungsional, menyediakan wadah yang memadai untuk pertumbuhan akar tanpa biaya tambahan. Dengan persiapan botol yang cermat, Anda telah menciptakan wadah tanam yang fungsional dan ramah lingkungan untuk selada Anda.
- Cuci Bersih Botol Plastik Bekas: Pastikan botol bekas air mineral atau botol lainnya sudah dicuci bersih sebelum digunakan untuk mencegah kontaminasi.
- Potong Botol Menjadi Dua Bagian: Potong botol plastik menjadi dua bagian. Bagian atas biasanya digunakan untuk media tanam, sementara bagian bawah untuk menampung air atau larutan nutrisi.
- Lubangi Bagian Bawah untuk Drainase: Buat beberapa lubang kecil di dasar bagian bawah botol untuk drainase air jika menggunakan media tanah. Lubang ini penting untuk sirkulasi air dan mencegah busuk akar.
- Lubangi Tutup Botol untuk Sumbu Flanel: Buat lubang di bagian tutup botol untuk tempat sumbu kain flanel, terutama untuk sistem hidroponik sumbu.
- Cat atau Lapisi Botol dengan Lakban Hitam (opsional): Pewarnaan botol dapat memperindah penampilan sekaligus mencegah sinar matahari menembus media tanam, yang dapat menyebabkan tumbuhnya lumut. Lumut dapat mengganggu penyerapan air atau nutrisi oleh tanaman.
3. Penyemaian Benih Selada yang Tepat
Penyemaian benih adalah tahap awal yang krusial dalam budidaya selada, baik hidroponik maupun konvensional. Proses ini bertujuan untuk memberikan lingkungan yang cukup air, bersih, dan stabil agar benih dapat berkecambah dengan baik. Ini merupakan langkah fundamental dalam cara menanam selada di botol plastik bekas.
Perawatan yang cermat selama penyemaian akan menghasilkan bibit selada yang sehat dan kuat, siap untuk dipindahkan ke botol tanam. Memastikan benih mendapatkan kondisi optimal sejak awal akan sangat memengaruhi keberhasilan panen nantinya.
- Rendam Benih Selada: Rendam benih di dalam air bersih selama 12–24 jam hingga tumbuh *sprout* (kecambah).
- Siapkan Media Semai: Gunakan rockwool basah atau campuran tanah halus sebagai media semai. Jika menggunakan rockwool, iris dan buat lubang kecil untuk benih.
- Tabur Benih di Media Semai: Tempatkan benih selada yang sudah *sprout* ke dalam lubang rockwool atau taburkan di permukaan media tanah. Jangan terlalu dalam.
- Simpan di Tempat Teduh dan Jaga Kelembapan: Basahi rockwool menggunakan semprotan air lembut dan letakkan di tempat yang memperoleh sinar matahari langsung setelah 2-3 hari di tempat teduh.
- Pindahkan Bibit Setelah 10–14 Hari: Bibit siap dipindahkan jika sudah memiliki 4 helai daun, umumnya setelah 10 hari penyemaian.
4. Penyiapan Media Tanam di Botol Plastik
Menanam selada di botol plastik bekas dapat dilakukan dengan dua metode utama: sistem tanah atau sistem hidroponik sederhana (wick system). Kedua metode ini memiliki keunggulan masing-masing dan dapat disesuaikan dengan preferensi serta ketersediaan bahan Anda, menjadikannya bagian penting dari cara menanam selada di botol plastik bekas.
Pemilihan metode ini akan menentukan jenis media tanam dan cara nutrisi disalurkan ke tanaman. Baik sistem tanah maupun hidroponik sumbu, keduanya efektif untuk menanam selada di lahan terbatas.
A. Sistem Tanah
Sistem tanah adalah metode yang paling umum dan mudah dilakukan, terutama bagi pemula. Metode ini memanfaatkan campuran media tanam yang kaya nutrisi untuk mendukung pertumbuhan selada. Ini adalah pilihan yang solid untuk memulai kebun selada mini Anda.
Pastikan media tanam memiliki drainase yang baik untuk mencegah genangan air yang bisa merusak akar selada. Campuran yang tepat akan menyediakan aerasi dan nutrisi esensial bagi tanaman.
- Isi Bagian Bawah Botol dengan Kerikil/Arang: Lapisan kerikil atau arang di dasar botol akan membantu drainase air berlebih dan mencegah media tanam menjadi terlalu padat.
- Tambahkan Campuran Tanah Gembur, Kompos, dan Sekam: Isi botol dengan campuran tanah gembur, kompos, dan sekam mentah dengan perbandingan 2:1:1. Media ini menyediakan aerasi yang baik dan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.
- Buat Lubang Tanam Kecil di Tengah Media: Setelah media tanam terisi, buat lubang tanam kecil di bagian tengah untuk menempatkan bibit selada nantinya.
B. Sistem Hidroponik Sederhana (Wick System)
Sistem hidroponik sumbu (*wick system*) adalah metode menanam tanpa tanah yang memanfaatkan sumbu kain flanel untuk mengalirkan larutan nutrisi ke akar tanaman. Metode ini cocok untuk menghemat tempat dan air, serta merupakan salah satu cara menanam selada di botol plastik bekas yang efisien.
Sistem ini memungkinkan tanaman mendapatkan nutrisi secara konsisten melalui sumbu, mengurangi kebutuhan penyiraman manual. Ini juga meminimalkan risiko penyakit yang berasal dari tanah.
- Pasang Sumbu Flanel: Masukkan kain flanel melalui lubang yang dibuat di tutup botol. Pastikan sumbu cukup panjang hingga menyentuh dasar wadah nutrisi di bagian bawah botol.
- Letakkan Media Tanam (Rockwool atau Cocopeat): Gunakan bagian atas botol yang dibalik sebagai pot. Letakkan bibit selada (biasanya di rockwool) di netpot, lalu masukkan ke lubang pada bagian atas botol.
- Isi Bagian Bawah Botol dengan Larutan Nutrisi Hidroponik: Isi wadah bawah dengan larutan nutrisi hidroponik A & B. Untuk tahap awal, campurkan 2,5 ml nutrisi A, 2,5 ml nutrisi B, dan 1 liter air, lalu ukur hingga 500 ppm.
5. Pemindahan Bibit Selada ke Botol Tanam
Setelah bibit selada memiliki 4 helai daun atau berusia sekitar 10-14 hari setelah semai, bibit siap untuk dipindahkan ke botol tanam yang sudah disiapkan. Proses pemindahan ini memerlukan kehati-hatian agar akar tanaman tidak rusak, memastikan kelanjutan pertumbuhan yang sehat dalam cara menanam selada di botol plastik bekas Anda.
Keberhasilan tahap ini sangat penting untuk adaptasi bibit ke lingkungan barunya. Bibit yang dipindahkan dengan baik akan lebih cepat beradaptasi dan tumbuh subur.
- Pindahkan Bibit dengan Hati-hati: Saat memisahkan semaian, lakukan dengan hati-hati dan usahakan agar akar tidak banyak yang terputus. Anda bisa mencungkil bibit daripada langsung mencabutnya.
- Padatkan Media di Sekitar Bibit: Setelah bibit diletakkan di lubang tanam, timbun kembali dengan media tanam dan padatkan perlahan di sekitar bibit.
- Siram dengan Air Secukupnya: Pada tahap awal setelah pindah tanam, siram media tanam agar membasahi sumbu (untuk sistem hidroponik) atau untuk membantu bibit beradaptasi. Simpan bibit di tempat yang teduh terlebih dahulu selama 2-3 hari sebelum diletakkan di bawah sinar matahari penuh.
6. Perawatan dan Pemupukan Selada di Botol
Perawatan yang konsisten dan pemupukan yang tepat adalah kunci keberhasilan menanam selada di botol plastik bekas. Ini akan memastikan tanaman mendapatkan nutrisi dan kondisi lingkungan yang optimal untuk tumbuh subur, menjadi bagian krusial dari cara menanam selada di botol plastik bekas.
Dengan perawatan yang baik, Anda akan menghasilkan selada yang subur dan sehat, siap untuk dipanen. Perhatikan kebutuhan spesifik tanaman selada Anda untuk hasil terbaik.
- Sinar Matahari Cukup: Letakkan botol di tempat yang terkena sinar matahari minimal 6 jam sehari, idealnya sinar matahari pagi.
- Penyiraman Teratur (sistem tanah): Siram tanaman 2–3 kali sehari karena media di botol cenderung cepat kering. Selada rentan layu jika kekurangan air.
- Pemupukan Berkala: Beri pupuk cair atau NPK setiap 3 hari sekali, dimulai sekitar lima hari setelah pindah tanam.
- Ganti Larutan Nutrisi (hidroponik): Cek selada hidroponik secara rutin, minimal 2 hari sekali. Ganti larutan nutrisi setiap 1–2 minggu dan jaga ketinggian air serta kepekatannya.
- Bersihkan Lumut: Bersihkan lumut di botol secara berkala, misalnya seminggu sekali, agar tidak mengganggu penyerapan air atau nutrisi.
7. Masa Panen Selada dari Botol Plastik Bekas
Masa panen adalah momen yang paling ditunggu-tunggu setelah semua upaya perawatan dalam cara menanam selada di botol plastik bekas. Selada termasuk tanaman yang cepat panen, sehingga Anda tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menikmati hasilnya yang segar.
Memanen selada pada waktu yang tepat akan memastikan rasa dan tekstur yang optimal. Ada beberapa cara untuk memanen selada, tergantung pada preferensi Anda.
- Siap Panen dalam 25–40 Hari: Selada umumnya siap panen sekitar 20-30 hari setelah pindah tanam. Untuk selada hidroponik, masa panen biasanya antara 30–40 hari setelah pindah tanam.
- Ciri Selada Siap Panen: Panen selada saat daunnya berwarna hijau segar dan ukuran daunnya mencapai 20–30 cm. Selada yang dipanen pada usia 25 hari biasanya masih enak dan belum pahit.
- Gunakan Gunting Bersih: Ada dua metode panen: panen total dengan memotong semua bagian tanaman, atau panen selektif dengan memotong beberapa lembar daun yang sudah cukup besar. Gunakan alat potong yang bersih.
- Panen di Pagi Hari: Sebaiknya panen selada di pagi hari karena kandungan air dalam selada relatif lebih tinggi saat pagi, sehingga rasanya lebih segar. Setelah dipanen, segera cuci selada dengan air bersih mengalir.
Menanam selada di botol plastik bekas adalah solusi praktis dan ramah lingkungan yang memungkinkan Anda memiliki pasokan sayuran segar di rumah. Metode ini sangat cocok untuk pemula, anak kos, atau siapa pun yang memiliki lahan terbatas, karena tidak memerlukan keahlian khusus dan dapat dilakukan dengan biaya minimal. Dengan mengikuti panduan lengkap ini, Anda dapat memulai kebun selada mini Anda sendiri. Jangan ragu untuk mencoba dan berbagi hasil panen Anda!
FAQ
Q: Jenis selada apa yang cocok ditanam di botol plastik bekas?
A: Selada hijau, selada keriting (red/green), dan selada romaine cocok karena adaptif dan cepat tumbuh dalam wadah terbatas.
Q: Berapa lama selada bisa dipanen setelah ditanam di botol plastik bekas?
A: Rata-rata selada siap panen dalam 25–40 hari setelah pindah tanam, tergantung jenis dan perawatannya.
Q: Apakah perlu menggunakan pupuk khusus untuk menanam selada di botol plastik bekas?
A: Bisa menggunakan pupuk NPK 16-16-16, pupuk cair organik, atau nutrisi hidroponik AB Mix, tergantung metode tanam yang digunakan.
Q: Bagaimana cara mencegah hama pada selada yang ditanam di botol plastik bekas?
A: Selada relatif tahan hama. Pastikan sirkulasi udara baik dan hindari kelembapan berlebih untuk mencegah masalah, serta bersihkan lumut secara berkala.
Q: Bisakah menggunakan botol bekas selain air mineral untuk menanam selada?
A: Bisa, asalkan botol bersih, transparan atau dilapisi untuk mencegah lumut, dan cukup besar untuk perkembangan akar selada.

1 day ago
23
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455659/original/004422000_1766723384-Desain_Teras_Sederhana_Tanpa_Terlihat_Sempit__Cocok_untuk_Santai_Sambil_Ngeteh_di_Rumah_Model_Teras_dengan_Lantai_Keramik_Dingin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460394/original/001974700_1767248776-Lakukan_Perawatan_Rutin___Pantau_Perilaku_Ikan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464982/original/077886900_1767756157-rumah_tanpa_pagar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465242/original/081309400_1767762336-tutup_nasi7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464969/original/008578100_1767755732-kandang_ayam_anti_bau_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464968/original/016879100_1767755700-Gemini_Generated_Image_hilnz3hilnz3hiln.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458635/original/039673400_1767085708-Ide_Jualan_Takjil_Bulan_Puasa_2026_yang_Paling_Laris_Es_Buah_Segar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465106/original/011990100_1767759193-cincin_tunangan1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464891/original/058811700_1767753850-Penyebab_Bau_Apek_di_Rumah_yang_Bukan_dari_Sampah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465060/original/053786600_1767757822-Membersihkan_Nat_Keramik_yang_Menghitam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464885/original/021242200_1767753466-kandang_bebek_anti_hujan_4a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464948/original/013494500_1767755381-253bc926-7bd1-47bd-975a-dd759cddf095.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464863/original/089342600_1767752256-unnamed__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437451/original/014334700_1765253535-Ide_Jualan____Receh____tapi_Banyak_Dicari_dan_Cepat_Laris_di_Dalam_Gang_Usaha_Camilan_dan_Jajanan_Ringan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4319270/original/062686100_1675950105-WhatsApp_Image_2023-02-09_at_20.24.28.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4317754/original/028876200_1675852194-TV_Panasonic_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464855/original/057151700_1767750985-BabySafe_Digital_Slow_Cooker_1_5_L_babysafe_coid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464930/original/092456600_1767754315-Model_Gamis_Terbaru_Anak_Remaja_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464849/original/012469300_1767750711-Model_Roster_yang_Kurang_Cocok_untuk_Rumah_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4772480/original/082625300_1710408770-front-view-brown-wooden-desk_140725-79250.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346547/original/050266700_1757611715-1000212638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345226/original/041083400_1757522822-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_21.04.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348384/original/003877900_1757825996-b7f6d9ca-e00f-4e00-9787-25786983c949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342863/original/048679300_1757402585-Andrew_Patrick_Jung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352977/original/026381200_1758162791-FOTO_ASLI__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358973/original/097683800_1758617071-Gemini_Generated_Image_182xmm182xmm182x.jpg)