Liputan6.com, Jakarta - Talenan kayu masih menjadi pilihan banyak orang karena kuat, ramah pisau, dan terlihat alami di dapur. Namun, tanpa perawatan yang tepat, talenan kayu rentan lembap dan menjadi tempat tumbuh jamur serta bakteri. Kondisi ini tentu berisiko bagi kebersihan makanan yang diolah setiap hari. Karena itu, memahami tipe merawat talenan kayu yang benar sangat penting agar alat dapur ini tetap awet dan higienis. Perawatan rutin juga membantu menjaga aroma dan warna alami kayu.
Banyak orang mengira mencuci talenan kayu dengan air saja sudah cukup. Padahal, kesalahan kecil dalam perawatan bisa membuat talenan cepat rusak dan berbau tidak sedap. Kayu memiliki pori-pori yang mudah menyerap air dan sisa makanan jika tidak dibersihkan dengan benar. Dengan menerapkan tipe merawat talenan kayu yang sesuai, risiko jamur dapat ditekan secara signifikan. Selain lebih aman, talenan juga bisa digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.
1. Cuci Talenan Kayu Segera Setelah Digunakan
Mencuci talenan kayu segera setelah digunakan mencegah sisa makanan menempel terlalu lama. Sisa bahan mentah seperti daging dan ikan dapat menjadi sumber bakteri jika dibiarkan. Gunakan air mengalir dan sabun lembut untuk membersihkan permukaannya. Langkah ini merupakan dasar dari tipe merawat talenan kayu yang higienis.
Hindari merendam talenan kayu dalam air terlalu lama. Perendaman membuat kayu menyerap air dan menjadi lembap di bagian dalam. Kondisi ini memicu jamur dan retakan halus pada permukaan. Membersihkan dengan cepat dan tepat adalah kunci utama perawatan talenan kayu.
2. Gunakan Sabun yang Lembut dan Aman
Sabun cuci piring yang terlalu keras dapat merusak serat kayu talenan. Pilih sabun lembut yang efektif mengangkat lemak tanpa membuat kayu kering berlebihan. Cara ini membantu menjaga struktur kayu tetap kuat. Dalam tipe merawat talenan kayu, pemilihan sabun sering kali diabaikan padahal sangat penting.
Setelah disabuni, bilas talenan hingga tidak ada sisa busa. Residu sabun yang tertinggal bisa terserap ke dalam kayu. Hal ini dapat memengaruhi aroma dan rasa makanan. Pembilasan menyeluruh menjaga talenan tetap aman digunakan.
3. Keringkan dengan Benar Setelah Dicuci
Talenan kayu harus segera dikeringkan setelah dicuci. Gunakan lap bersih untuk menyeka permukaan hingga tidak ada air tersisa. Kelembapan yang tertinggal dapat menjadi pemicu utama jamur. Ini adalah bagian penting dari tipe merawat talenan kayu yang sering diremehkan.
Setelah dilap, posisikan talenan secara berdiri atau miring. Posisi ini membantu sirkulasi udara di seluruh permukaan. Jangan menumpuk talenan dalam kondisi basah. Pengeringan yang tepat membuat talenan lebih tahan lama dan higienis.
4. Jangan Menyimpan di Tempat Lembap
Tempat penyimpanan sangat memengaruhi kondisi talenan kayu. Menyimpan di area lembap seperti dekat wastafel meningkatkan risiko jamur. Kayu akan menyerap kelembapan dari udara sekitar. Oleh karena itu, tipe merawat talenan kayu juga mencakup pemilihan lokasi penyimpanan.
Pilih tempat kering dengan sirkulasi udara baik. Rak terbuka lebih disarankan dibanding lemari tertutup yang lembap. Pastikan talenan benar-benar kering sebelum disimpan. Langkah ini membantu menjaga kebersihan dan umur pakai talenan.
5. Olesi Minyak Khusus Kayu Secara Berkala
Mengoleskan minyak mineral food grade membantu melindungi pori-pori kayu. Minyak ini mencegah air dan sisa makanan meresap ke dalam talenan. Proses ini juga menjaga warna kayu tetap alami. Dalam tipe merawat talenan kayu, perawatan minyak sangat dianjurkan.
Lakukan pengolesan minyak setidaknya sebulan sekali. Gunakan kain bersih dan oleskan secara merata ke seluruh permukaan. Diamkan beberapa jam agar minyak meresap sempurna. Talenan akan terasa lebih halus dan terlindungi.
6. Gunakan Lemon atau Cuka untuk Menghilangkan Bau
Bau tidak sedap pada talenan kayu bisa diatasi secara alami. Lemon dan cuka memiliki sifat antibakteri yang efektif. Gosok permukaan talenan dengan potongan lemon atau larutan cuka. Cara ini termasuk tipe merawat talenan kayu yang alami dan aman.
Setelah digosok, bilas dengan air bersih dan keringkan. Metode ini membantu mengurangi bakteri tanpa bahan kimia keras. Aroma segar juga membuat talenan lebih nyaman digunakan. Lakukan secara berkala untuk hasil optimal.
7. Pisahkan Talenan untuk Bahan Mentah dan Matang
Menggunakan satu talenan untuk semua bahan meningkatkan risiko kontaminasi silang. Bakteri dari daging mentah dapat berpindah ke makanan matang. Idealnya, sediakan talenan khusus untuk bahan tertentu. Ini merupakan bagian penting dari tipe merawat talenan kayu yang higienis.
Dengan pemisahan ini, talenan lebih mudah dirawat. Risiko bau dan noda membandel juga berkurang. Kebersihan dapur menjadi lebih terjaga. Kebiasaan ini sangat dianjurkan untuk keamanan pangan.
8. Amplas Permukaan Jika Mulai Kasar
Permukaan talenan kayu bisa menjadi kasar seiring waktu. Goresan pisau dapat menjadi tempat bersarang bakteri. Mengamplas ringan membantu meratakan kembali permukaan. Ini adalah langkah lanjutan dalam tipe merawat talenan kayu.
Gunakan amplas halus dan lakukan secara perlahan. Setelah diamplas, bersihkan debu kayu hingga tuntas. Olesi kembali dengan minyak kayu agar terlindungi. Talenan akan kembali halus dan siap digunakan.
9. Ganti Talenan Jika Sudah Retak Parah
Talenan kayu yang retak dalam sebaiknya tidak digunakan lagi. Retakan menjadi tempat ideal bagi bakteri dan jamur. Kondisi ini sulit dibersihkan secara menyeluruh. Dalam tipe merawat talenan kayu, mengetahui kapan harus mengganti juga penting.
Mengganti talenan yang rusak adalah langkah bijak untuk kesehatan. Jangan memaksakan penggunaan talenan yang sudah tidak layak. Talenan baru yang dirawat dengan benar akan lebih aman. Kebersihan dapur pun tetap terjaga.
Pertanyaan seputar Tips Merawat Talenan Kayu
1. Apakah talenan kayu aman digunakan sehari-hari?
Talenan kayu aman digunakan jika dirawat dengan benar dan rutin dibersihkan. Perawatan yang tepat mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.
2. Seberapa sering talenan kayu perlu diolesi minyak?
Idealnya talenan kayu diolesi minyak mineral sebulan sekali. Jika sering digunakan, pengolesan bisa dilakukan lebih sering.
3. Apakah talenan kayu boleh dicuci dengan air panas?
Air panas boleh digunakan sesekali, tetapi tidak disarankan terlalu sering. Suhu tinggi dapat membuat kayu cepat retak dan kering.
4. Mengapa talenan kayu mudah berjamur?
Talenan kayu mudah berjamur karena menyerap air dan kelembapan. Kesalahan dalam pengeringan dan penyimpanan menjadi penyebab utama.

1 day ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466703/original/072497400_1767852107-Pagar_Kombinasi_GRC.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462441/original/067847300_1767579710-Pisau-dapur-BOLDe-Super-Utensil-Electra-Series-BOLDe-Official-Store.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467125/original/020001900_1767863900-Gemini_Generated_Image_blgkf9blgkf9blgk.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460813/original/018976000_1767321694-Takjil_Ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3964246/original/052423500_1647403184-pexels-steve-johnson-861414.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5184097/original/028236800_1744263915-top-view-fresh-radishes-wooden-kitchen-board-with-knife-with-cauliflower-bucket-with-lettuce-zucchinis-isolated-grey-wooden-wall.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464784/original/016285200_1767744875-Treatment_Etching.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465296/original/063978600_1767764175-nanam3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466676/original/072845900_1767851305-atap_rendah_4a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261956/original/064642400_1671083327-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466501/original/096896200_1767846452-Bersihkan_Minyak_Jelantah_Bekas_Gorengan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437626/original/077525200_1765258377-Taman_Vertikal_Stroberi___Tomat_Ceri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/715405/original/cuci_baju.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467015/original/083021900_1767860149-Gemini_Generated_Image_ln9fnjln9fnjln9f.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466639/original/061974800_1767850313-Seragam_PKK_Nasional_dengan_Desain_Asimetris_pada_Bagian_Bawah__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5431278/original/089133500_1764734488-Model_Rumah_Minimalis_Kecil_dengan_Mezzanine_yang_Estetik_dan_Fungsional_Gaya_Skandinavia_Santai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5275552/original/044237000_1751882343-pexels-matthias-oben-2060028-3687927.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466988/original/016967000_1767859701-kebun_teras_kecil_5b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2940624/original/051318400_1571204673-shutterstock_432863212.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346547/original/050266700_1757611715-1000212638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345226/original/041083400_1757522822-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_21.04.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348384/original/003877900_1757825996-b7f6d9ca-e00f-4e00-9787-25786983c949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342863/original/048679300_1757402585-Andrew_Patrick_Jung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352977/original/026381200_1758162791-FOTO_ASLI__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358973/original/097683800_1758617071-Gemini_Generated_Image_182xmm182xmm182x.jpg)