Liputan6.com, Jakarta - Cara mencuci kain pel hitam dengan bahan sederhana perlu dilakukan dengan tepat agar kain benar-benar bersih dan tidak meninggalkan kotoran saat digunakan. Meski warnanya tidak mudah terlihat kusam, kain pel hitam cenderung menyimpan sisa debu dan noda, terutama jika sering dipakai membersihkan dapur, kamar mandi, atau area luar rumah, sehingga berisiko membuat lantai tetap lengket.
Banyak orang masih mencuci kain pel hanya dengan air dan sabun biasa, padahal cara ini sering membuat kotoran dan bau tidak terangkat sempurna. Padahal, ada beberapa bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah dan efektif membersihkan serat kain pel, membuatnya lebih ringan, bebas bau, dan siap digunakan kembali untuk kebutuhan sehari-hari. Berikut cara mencuci kain pel hitam dengan bahan sederhana, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Selasa (10/2/2026).
1. Cuci Kain Pel Hitam dengan Air Panas untuk Melonggarkan Kotoran
Air panas menjadi salah satu cara paling mudah untuk membantu membersihkan kain pel hitam, terutama bila kain sudah dipakai berkali-kali dan terasa berat saat diperas. Panas dari air membantu melonggarkan sisa minyak, debu, dan kotoran yang menempel di serat kain. Cara ini bisa dilakukan tanpa tambahan bahan lain jika kain pel hanya terkena debu ringan, namun lebih efektif jika dipadukan dengan bahan pembersih sederhana.
Langkahnya cukup mudah. Siapkan ember atau baskom, lalu isi dengan air panas secukupnya, bukan air mendidih, agar tangan tetap aman saat memeras. Masukkan kain pel hitam ke dalam air panas dan rendam selama 10–15 menit. Selama proses perendaman, tekan kain pel beberapa kali agar air panas masuk ke bagian dalam kain, karena kotoran sering terjebak di lipatan kain.
Setelah direndam, angkat kain pel lalu bilas dengan air mengalir sambil diremas perlahan. Jika air rendaman berubah menjadi gelap pekat, itu tanda kotoran mulai terangkat. Ulangi pembilasan sampai air yang keluar dari kain tidak terlalu keruh, lalu lanjutkan ke proses pencucian berikutnya jika masih ada noda atau bau.
2. Gunakan Sabun Cuci Piring untuk Mengangkat Minyak dan Sisa Lengket
Sabun cuci piring sering tersedia di rumah dan bisa menjadi pilihan untuk mencuci kain pel hitam, terutama bila kain digunakan di area dapur atau lantai yang sering terkena tumpahan makanan. Sabun jenis ini dirancang untuk melarutkan minyak, sehingga membantu mengurangi rasa lengket yang sering tertinggal pada kain pel setelah dipakai.
Caranya, siapkan ember berisi air hangat atau air suhu ruang, lalu tambahkan sabun cuci piring secukupnya. Masukkan kain pel hitam ke dalam larutan tersebut, kemudian remas dan putar kain pel di dalam air selama beberapa menit. Fokuskan pada bagian ujung kain yang biasanya paling banyak menempel kotoran. Jika perlu, gosok bagian tertentu menggunakan tangan agar noda lebih mudah lepas.
Setelah proses perendaman singkat dan peremasan, bilas kain pel dengan air mengalir sampai busa hilang. Pastikan tidak ada sisa sabun karena residu sabun dapat membuat lantai terasa licin saat kain pel dipakai lagi. Jika kain masih terasa berat atau air bilasan masih berwarna gelap, ulangi proses dengan larutan baru agar hasilnya lebih bersih.
3. Tambahkan Garam Dapur untuk Membantu Mengangkat Noda dan Lumpur
Garam dapur bukan hanya untuk memasak, tetapi juga bisa dipakai untuk membantu membersihkan kain pel hitam, terutama jika kain terkena lumpur, tanah, atau debu yang menempel tebal. Garam bekerja dengan cara membantu mengikis kotoran yang menempel di serat kain saat kain diremas, sehingga noda lebih mudah luruh tanpa harus memakai bahan tambahan yang sulit ditemukan.
Untuk menggunakannya, campurkan satu hingga dua sendok makan garam ke dalam ember berisi air hangat. Aduk sampai garam larut, lalu masukkan kain pel hitam dan rendam sekitar 10 menit. Setelah itu, remas kain pel secara perlahan, lalu angkat dan gosok bagian yang terlihat kotor menggunakan tangan. Jika kain pel memiliki bagian lipatan tebal, pastikan bagian tersebut dibuka agar larutan garam meresap.
Setelah selesai, bilas kain pel dengan air bersih sampai tidak ada sisa kotoran yang tertinggal. Bila kain pel digunakan untuk area luar rumah, metode ini bisa membantu mempercepat pembersihan karena garam membantu memisahkan tanah dari serat kain. Setelah dibilas, kain pel bisa diperas dan dijemur atau langsung masuk ke tahap pencucian tambahan jika masih ada bau.
4. Pakai Cuka Dapur untuk Mengurangi Bau dan Sisa Kotoran yang Menempel
Kain pel hitam sering memunculkan bau setelah dipakai, terutama bila tidak langsung dicuci dan dibiarkan lembap terlalu lama. Salah satu bahan sederhana yang bisa digunakan adalah cuka dapur. Cuka sering dipakai untuk membantu mengurangi bau serta melonggarkan sisa kotoran yang sulit hilang dengan air biasa.
Cara penggunaannya cukup praktis. Siapkan ember berisi air hangat, lalu tambahkan cuka dapur sekitar 3–5 sendok makan. Masukkan kain pel hitam dan rendam selama 15–20 menit. Saat direndam, remas kain beberapa kali agar larutan masuk ke serat kain. Jika kain pel memiliki bau yang kuat, rendaman bisa dibuat lebih lama tanpa harus menambah banyak bahan.
Setelah proses perendaman, bilas kain pel dengan air bersih sampai aroma cuka berkurang. Jika diperlukan, cuci kembali menggunakan sedikit sabun agar kain tidak meninggalkan bau pada lantai saat digunakan. Langkah terakhir, peras kain hingga airnya turun, lalu jemur di tempat yang terkena sirkulasi udara agar kain cepat kering dan tidak kembali lembap.
5. Manfaatkan Baking Soda untuk Mengangkat Kotoran yang Menempel di Serat
Baking soda sering digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, termasuk membantu membersihkan kain pel hitam. Bahan ini bisa dipakai ketika kain pel tampak bersih tetapi masih terasa berat dan air bilasan masih keruh. Baking soda membantu mengangkat sisa kotoran yang menempel di serat kain serta mengurangi bau yang muncul karena kain sering dipakai berulang.
Langkahnya, siapkan ember berisi air hangat lalu masukkan dua sendok makan baking soda. Aduk sampai tercampur, kemudian rendam kain pel selama 15 menit. Setelah itu, remas kain pel secara perlahan, lalu putar kain di dalam air agar baking soda bekerja merata. Jika ada bagian yang terlihat lebih gelap, tekan dan gosok dengan tangan hingga kotoran mulai lepas.
Setelah perendaman selesai, bilas kain pel menggunakan air bersih. Pada tahap ini, biasanya air bilasan akan berubah menjadi lebih gelap karena kotoran yang sebelumnya menempel mulai terangkat. Ulangi pembilasan sampai air yang keluar dari kain tidak lagi terlalu pekat, lalu peras kain hingga tidak ada air berlebih sebelum dijemur.
6. Gunakan Jeruk Nipis untuk Membersihkan Kain Pel yang Terkena Noda Membandel
Jeruk nipis dapat digunakan untuk membantu membersihkan kain pel hitam yang terkena noda tertentu, misalnya bekas air kotor, cipratan makanan, atau noda yang membuat kain tampak belang. Kandungan air jeruk nipis sering dimanfaatkan untuk membantu meluruhkan noda dan mengurangi bau, sehingga kain pel bisa lebih nyaman digunakan kembali.
Cara pakainya, peras dua hingga tiga buah jeruk nipis, lalu campurkan airnya ke dalam ember berisi air hangat. Rendam kain pel hitam selama 15 menit, kemudian remas kain secara perlahan. Jika ada bagian noda yang terlihat lebih tebal, gosok bagian tersebut dengan tangan sambil tetap berada di dalam rendaman agar noda lebih cepat terangkat.
Setelah itu, bilas kain pel sampai bersih. Jika kain pel terasa masih licin atau masih ada noda yang menempel, ulangi rendaman dengan air jeruk nipis yang baru. Setelah proses selesai, kain pel perlu diperas sampai tidak ada air berlebih, lalu dijemur di tempat yang tidak lembap agar kain tidak kembali berbau saat disimpan.
7. Campuran Sabun dan Air Garam
Jika kain pel hitam perlu segera digunakan kembali, metode campuran sabun dan air garam bisa menjadi cara cepat. Kombinasi ini membantu membersihkan sisa kotoran sekaligus mengurangi rasa lengket yang sering muncul setelah mengepel lantai. Cara ini cocok dipakai saat kain pel dipakai untuk area yang sering dilewati, sehingga kebersihannya perlu dijaga tanpa proses panjang.
Langkah pertama, isi ember dengan air hangat, lalu tambahkan sedikit sabun cuci piring dan satu sendok makan garam. Aduk sampai larut, kemudian masukkan kain pel hitam. Remas kain pel beberapa kali selama 3–5 menit, lalu gosok bagian ujung kain yang paling sering menyentuh lantai. Proses ini membantu mengangkat kotoran yang menempel tanpa perlu direndam terlalu lama.
Setelah itu, bilas kain pel dengan air bersih sampai tidak ada busa. Pastikan air bilasan tidak lagi gelap pekat agar kain tidak meninggalkan sisa kotoran saat dipakai kembali. Jika sudah cukup bersih, peras kain pel hingga airnya turun, lalu kain bisa langsung digunakan atau dijemur sebentar untuk mengurangi kelembapan sebelum dipakai kembali.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Kenapa kain pel hitam cepat bau meski sudah dicuci?
Kain pel hitam cepat bau karena sisa kotoran masih tertinggal di serat kain, terutama jika hanya dicuci dengan air biasa. Bau juga muncul karena kain dibiarkan lembap terlalu lama sebelum dijemur.
2. Apakah kain pel harus direndam sebelum dicuci?
Perendaman membantu melonggarkan kotoran yang menempel dan membuat proses pencucian lebih cepat. Cara ini berguna jika kain pel sudah dipakai berkali-kali atau terkena noda tebal.
3. Bolehkah mencuci kain pel dengan sabun cuci piring?
Sabun cuci piring bisa dipakai karena membantu melarutkan minyak dan mengangkat kotoran lengket. Namun kain harus dibilas sampai bersih agar tidak meninggalkan residu sabun.
4. Apa bahan rumahan yang bisa menghilangkan bau kain pel?
Cuka dapur, baking soda, dan jeruk nipis dapat membantu mengurangi bau. Bahan tersebut biasanya dipakai dengan cara direndam beberapa menit sebelum dibilas.
5. Berapa kali kain pel sebaiknya dicuci dalam seminggu?
Frekuensinya tergantung pemakaian, namun kain pel sebaiknya dicuci setiap selesai digunakan agar kotoran tidak mengendap. Jika dipakai setiap hari, pencucian rutin membantu kain tetap bersih dan tidak meninggalkan noda di lantai.

2 days ago
7
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501339/original/080668200_1770894502-C1DX6872.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497136/original/011486900_1770617792-unnamed__34_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501338/original/065898200_1770894342-1000767223.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501306/original/065445400_1770893330-ide_teras_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5438342/original/084461400_1765283146-1000729339.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500438/original/065990200_1770865687-02195dda-c889-485f-8084-7308cdf686a9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501167/original/018318800_1770888705-media_tanam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500177/original/083454500_1770818615-Persib_Bandung_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501108/original/010304200_1770887350-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___21_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500708/original/027883900_1770874159-Menara_Besi_Siku_dengan_Atap_Estetis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5312156/original/028552100_1754906320-1000195600.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501113/original/025238700_1770887500-Gemini_Generated_Image_5lfkx35lfkx35lfk_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501068/original/068566300_1770886596-toren3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501062/original/052192000_1770886539-unnamed__21_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5500141/original/066832800_1770816457-87691.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500540/original/090564600_1770869495-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4869964/original/002787400_1718938306-egg-7345934_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/3565733/original/054429600_1631144940-20210904BL_PSIS_Semarang_vs_Persela_Lamongan_Babak_2_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500487/original/021155800_1770867683-teras_tanaman_gantung_7a.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)