7 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sajadah, Bikin Ibadah Lebih Khusyuk

1 day ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Cara menghilangkan bau apek pada sajadah penting diketahui agar perlengkapan ibadah tetap bersih dan nyaman digunakan setiap hari. Sajadah yang jarang dirawat dengan tepat mudah menimbulkan bau tidak sedap akibat kelembapan, sisa air wudu, keringat, atau residu sabun yang tidak terbilas sempurna sehingga memicu pertumbuhan bakteri dan jamur pada serat kain.

Kondisi ini tentu dapat mengurangi kenyamanan dan kekhusyukan saat beribadah, sehingga menjaga kebersihan sajadah menjadi hal yang perlu diperhatikan. Dengan menerapkan beberapa langkah praktis dan perawatan yang tepat, sajadah bisa kembali bersih, segar, serta siap digunakan kapan saja tanpa gangguan bau apek. Berikut cara menghilangkan bau apek pada sajadah, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (11/2/2026). 

Perhatikan Bahan Sajadah Sebelum Mencuci

Sebelum memulai proses pencucian, langkah pertama yang krusial adalah memeriksa label perawatan yang biasanya tersemat di pinggir sajadah. Label ini memberikan informasi penting mengenai jenis bahan sajadah dan petunjuk pencucian yang sesuai, memastikan Anda tidak merusak serat kain atau warnanya.

Beberapa jenis sajadah, seperti yang terbuat dari sutra halus, tidak disarankan untuk dicuci menggunakan air dan deterjen biasa, melainkan memerlukan penanganan khusus. Demikian pula, sajadah berbahan karpet tebal sebaiknya dihindari pencucian dengan mesin cuci agar tidak mudah kusut dan tetap awet.

Jika sajadah tidak memiliki label perawatan, lebih aman untuk mencucinya secara manual menggunakan tangan. Hal ini akan membantu menjaga kualitas bahan dan bentuk sajadah, terutama untuk sajadah yang memiliki detail atau bordiran.

Gunakan Cairan Pembersih Noda pada Area Rawan

Bagian sajadah yang paling sering kotor dan rawan bau apek adalah area tempat sujud, karena sering terkena air wudu atau keringat. Paparan kelembaban dan kotoran ini dapat menyebabkan munculnya noda kuning dan bau tidak sedap pada sajadah.

Untuk mengatasi noda kuning dan bau apek pada area ini, Anda dapat menggunakan cairan pembersih noda khusus. Cairan ini diformulasikan untuk mengangkat kotoran membandel dan menetralisir bau yang tidak diinginkan.

Setelah mengoleskan cairan pembersih noda pada area yang bermasalah, sikatlah dengan lembut hingga noda dan bau apeknya hilang. Pastikan untuk tidak menyikat terlalu keras agar tidak merusak serat sajadah.

Rendam dan Sikat Sajadah dengan Lembut

Setelah mengidentifikasi bahan sajadah dan menangani noda, sajadah dapat direndam dalam air yang telah dilarutkan deterjen. Proses perendaman ini sangat efektif untuk membantu mengangkat kotoran dan debu yang menempel pada serat kain.

Khusus untuk sajadah berbahan karpet tebal, Anda bisa menyikat bagian belakang sajadah dengan lembut. Penggunaan sikat bertekstur lembut akan membantu membersihkan kotoran tanpa merusak permukaan sajadah.

Setelah proses perendaman dan penyikatan, bilas sajadah dengan air bersih hingga tidak ada sisa deterjen yang tertinggal. Pembilasan yang bersih adalah kunci untuk mencegah bau apek di kemudian hari.

Pilih Deterjen yang Tepat untuk Hasil Maksimal

Pemilihan deterjen yang tepat memegang peranan penting dalam menjaga kebersihan dan kesegaran sajadah. Disarankan menggunakan deterjen cair yang dilengkapi dengan pelembut, karena formula ini mampu mengangkat kotoran secara efektif.

Selain itu, deterjen dengan pelembut juga membantu menjaga serat kain sajadah tetap lembut dan nyaman saat digunakan. Beberapa jenis deterjen bahkan memiliki formula khusus yang mampu menangkal bakteri penyebab bau apek, sehingga sajadah akan lebih higienis.

Penggunaan pelembut atau pewangi pakaian tambahan juga dapat menjadi pilihan untuk membuat sajadah lebih harum dan lembut. Aroma yang segar akan meningkatkan kenyamanan saat beribadah, menjadikan sajadah selalu siap pakai.

Bilas Sajadah Hingga Bersih Tuntas

Proses pembilasan adalah tahap yang sangat krusial dan tidak boleh diabaikan. Pastikan sajadah dibilas hingga benar-benar bersih dan tidak ada sisa sabun atau deterjen yang tertinggal pada serat kain.

Residu sabun atau deterjen yang tidak terbilas sempurna dapat menjadi penyebab utama munculnya bau apek pada sajadah setelah kering. Sisa bahan kimia ini dapat menjadi media pertumbuhan bakteri dan jamur.

Setelah dibilas bersih, sajadah dapat dikeringkan dengan cara diurut atau diperas perlahan untuk mengurangi sisa air yang terperangkap di dalamnya. Ini akan mempercepat proses pengeringan selanjutnya.

Kibaskan Sajadah Sebelum Proses Penjemuran

Sebelum menjemur sajadah, sangat disarankan untuk mengibaskan sajadah terlebih dahulu. Langkah sederhana ini memiliki manfaat besar dalam proses pengeringan.

Mengibaskan sajadah akan membantu mengurangi kadar air yang terperangkap di dalam serat kain. Dengan berkurangnya air, proses pengeringan akan menjadi lebih cepat dan efisien.

Selain itu, mengibaskan sajadah juga membantu mencegah kelembaban berlebih yang dapat memicu pertumbuhan jamur dan bau apek jika sajadah terlalu lama basah. Lakukan beberapa kali kibasan untuk hasil optimal.

Jemur Sajadah di Area Terbuka dan Kering Sempurna

Pengeringan yang benar merupakan kunci utama untuk mencegah bau apek pada sajadah. Jemurlah sajadah di area terbuka yang memiliki sirkulasi udara baik, namun hindari paparan sinar matahari langsung yang terlalu terik.

Sinar matahari langsung yang berlebihan dapat memudarkan warna sajadah atau bahkan merusak serat kainnya, terutama untuk bahan-bahan tertentu. Pilihlah tempat yang teduh namun tetap mendapatkan angin yang cukup.

Hal terpenting adalah memastikan sajadah benar-benar kering 100% sebelum diangkat, dilipat, atau disimpan. Kelembaban yang sedikit saja masih terperangkap dapat menyebabkan pertumbuhan jamur dan bau apek yang sulit dihilangkan.

Pertanyaan dan Jawaban seputar Topik

1. Apa penyebab sajadah mengeluarkan bau apek?

Bau apek pada sajadah umumnya disebabkan oleh kelembaban, sisa air wudu, keringat, serta residu deterjen yang tidak terbilas bersih sehingga memicu jamur dan bakteri.

2. Apakah sajadah boleh dicuci menggunakan mesin cuci?

Tergantung bahan sajadah. Sajadah tipis umumnya aman dicuci dengan mesin, sementara sajadah berbahan karpet tebal atau berserat halus sebaiknya dicuci manual.

3. Bagaimana cara menghilangkan bau apek pada sajadah tanpa merusak kain?

Gunakan deterjen cair yang lembut, sikat secara perlahan pada area bernoda, bilas hingga bersih, lalu keringkan sempurna di tempat bersirkulasi udara baik.

4. Apakah sisa deterjen bisa menyebabkan sajadah bau setelah dicuci?

Ya, sisa deterjen yang tidak terbilas tuntas dapat menumpuk di serat kain dan menjadi penyebab utama bau apek setelah sajadah mengering.

5. Bagaimana cara menjemur sajadah agar tidak bau apek?

Jemur sajadah di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik hingga benar-benar kering, dan hindari sinar matahari langsung yang terlalu terik.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|