7 Cara Ternak Ikan Gabus di Kolam Terpal untuk Pemula, Raih Untung Melimpah

1 week ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Ikan gabus (Channa striata) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang menjanjikan di Indonesia. Dikenal karena kandungan protein albuminnya yang tinggi, ikan gabus memiliki nilai gizi yang baik dan banyak dicari untuk keperluan kesehatan, menjadikan permintaan pasar terhadap ikan ini cukup stabil dan tinggi.

Bagi para pemula yang tertarik terjun ke dunia budidaya ikan, metode ternak ikan gabus di kolam terpal menawarkan solusi yang efisien, hemat biaya, dan fleksibel. Keunggulan kolam terpal terletak pada kemudahan penempatan, baik di pekarangan rumah maupun lahan terbatas, serta pengelolaan limbah yang relatif lebih mudah dibandingkan kolam tanah.

Artikel ini akan mengulas secara komprehensif 7 cara ternak ikan gabus di kolam terpal untuk pemula, mulai dari tahapan persiapan kolam hingga proses panen. Dengan panduan ini, diharapkan para pembudidaya dapat mencapai hasil optimal dan meraih keuntungan yang maksimal dari usaha budidaya ikan gabus.

Persiapan Kolam Terpal yang Ideal

Langkah awal yang krusial dalam budidaya ikan gabus adalah persiapan kolam terpal yang tepat. Pemilihan lokasi kolam sebaiknya jauh dari pemukiman untuk memudahkan pengelolaan limbah, meskipun bisa juga di pekarangan rumah. Gunakan terpal dengan ukuran yang sesuai, seperti 2 m x 5 m dengan kedalaman 100-150 cm, dan bangun rangka kolam yang kokoh dari kayu, bambu, atau batako.

Setelah rangka kolam siap, isi kolam dengan air dan diamkan selama 3-5 hari sebelum penebaran bibit. Proses ini penting agar mikroorganisme alami, lumut, dan cacing dapat tumbuh sebagai pakan alami bagi ikan gabus. Pakan alami ini akan sangat membantu dalam mendukung pertumbuhan awal benih ikan.

Pastikan ketinggian air kolam berada di kisaran 60-100 cm. Ketinggian air yang optimal ini akan memberikan ruang gerak yang cukup bagi ikan dan membantu menjaga stabilitas suhu air, sehingga lingkungan kolam menjadi lebih nyaman bagi ikan gabus.

Pemilihan dan Penebaran Benih Ikan Gabus Berkualitas

Keberhasilan budidaya sangat bergantung pada kualitas benih yang dipilih. Pilihlah benih ikan gabus yang memiliki ukuran seragam, sekitar 5-8 cm, aktif bergerak, dan bebas dari tanda-tanda penyakit. Benih yang sehat akan lebih adaptif dan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi.

Untuk membedakan jenis kelamin, ikan jantan umumnya memiliki kepala oval dan warna gelap, dengan lubang genital berwarna merah. Sementara itu, ikan betina biasanya berwarna lebih terang dengan kepala yang lebih bulat. Saat menebar benih, gunakan metode aklimatisasi untuk mengurangi stres pada ikan, yaitu dengan mengapungkan wadah benih di kolam selama beberapa waktu agar suhu air menyesuaikan.

Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, saat suhu air paling nyaman dan matahari tidak terlalu terik. Kepadatan ideal penebaran benih adalah 40-60 ekor per meter persegi, untuk menghindari persaingan berlebih dan memastikan pertumbuhan ikan yang optimal.

Manajemen Kualitas Air Kolam untuk Pertumbuhan Optimal

Kualitas air merupakan faktor penentu utama kesehatan dan pertumbuhan ikan gabus. Pembudidaya harus rutin memantau kualitas air untuk menghindari stres dan penyakit pada ikan. Perubahan kualitas air yang drastis dapat menyebabkan ikan mudah terserang penyakit dan menghambat pertumbuhannya.

Jaga kadar pH air agar tetap stabil, dengan rentang pH terbaik berkisar antara 4-9. Selain itu, pastikan suhu air kolam berada di kisaran 26-30°C. Fluktuasi pH dan suhu yang ekstrem dapat membahayakan ikan gabus dan memicu timbulnya masalah kesehatan.

Kandungan oksigen terlarut dalam air juga harus diperhatikan, minimal 1 mg/L, dan idealnya sekitar 5-6 ppm. Oksigen yang cukup sangat penting untuk proses respirasi ikan. Jika kadar oksigen rendah, ikan akan menjadi stres dan rentan terhadap penyakit.

Pemberian Pakan yang Tepat untuk Ikan Gabus

Nutrisi yang cukup dan seimbang sangat penting untuk pertumbuhan ikan gabus. Berikan pakan sebanyak 3 kali sehari, dengan jumlah 3-5% dari bobot total ikan. Penyesuaian jumlah pakan perlu dilakukan seiring dengan bertambahnya bobot ikan.

Gunakan pelet yang memiliki kandungan protein 15-25% dan lemak sekitar 15%. Kandungan nutrisi ini mendukung perkembangan otot dan energi ikan. Pilihlah pelet dengan kualitas baik yang mudah dicerna oleh ikan gabus.

Sebagai alternatif, pakan tambahan dapat berupa usus ayam atau ikan rucah. Ikan gabus juga dapat diberi pakan alami seperti ikan kecil, keong sawah, udang, cacing sutra, dan cacing tanah, yang kaya akan nutrisi dan disukai ikan gabus.

Pengendalian Hama dan Penyakit pada Budidaya Ikan Gabus

Pengendalian hama dan penyakit adalah aspek penting untuk menjaga kelangsungan hidup ikan gabus. Jika ditemukan ikan yang sakit, segera lakukan isolasi untuk mencegah penyebaran penyakit ke ikan lain. Pengamatan rutin terhadap kondisi ikan sangat diperlukan.

Untuk memperkuat daya tahan tubuh ikan gabus, berikan suplemen organik cair secara teratur. Suplemen ini dapat meningkatkan imunitas ikan sehingga lebih tahan terhadap serangan penyakit dan perubahan lingkungan.

Salah satu keuntungan menggunakan kolam terpal adalah kemampuannya meminimalkan risiko serangan hama dan predator. Lingkungan kolam terpal yang tertutup dan terkontrol lebih mudah dijaga dari gangguan luar, sehingga ikan gabus dapat tumbuh dengan lebih aman.

Perawatan dan Pemantauan Rutin untuk Hasil Maksimal

Selain memantau kualitas air, lakukan sampling bobot ikan setiap 2-3 minggu sekali. Sampling ini bertujuan untuk menyesuaikan jumlah pakan yang diberikan agar sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan ikan, mencegah kelebihan atau kekurangan pakan.

Kolam terpal dikenal lebih mudah dirawat dan dibersihkan dibandingkan dengan kolam tanah atau beton. Kemudahan ini mengurangi waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk pemeliharaan, menjadikannya pilihan ideal bagi pemula.

Penggunaan teknologi bioflok juga dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan efisiensi pakan dan mempercepat pertumbuhan ikan. Sistem bioflok membantu mengelola limbah organik dan mengubahnya menjadi sumber pakan tambahan bagi ikan, sehingga menekan biaya pakan dan mempercepat masa panen.

Strategi Panen Ikan Gabus yang Efisien

Panen ikan gabus dapat dilakukan setelah 8-10 bulan, ketika ikan mencapai bobot sekitar 250-500 gram per ekor. Ukuran ini merupakan bobot ideal untuk penjualan di pasaran, terutama untuk konsumsi.

Namun, pembudidaya juga dapat memilih untuk memanen lebih cepat, yaitu dalam waktu 5-6 bulan, dengan hasil sekitar 5 ekor per kilogram. Panen lebih awal ini bisa menjadi strategi untuk perputaran modal yang lebih cepat, meskipun dengan ukuran ikan yang lebih kecil.

Pada usia 6 bulan, ikan gabus umumnya sudah memiliki daging yang tebal dan ketahanan tubuh yang baik. Proses panen dapat dilakukan secara bertahap, memilih ikan yang sudah mencapai ukuran pasar, sementara ikan lainnya dibiarkan tumbuh lebih besar untuk panen berikutnya.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Ternak Ikan Gabus di Kolam Terpal

1. Apakah budidaya ikan gabus di kolam terpal cocok untuk pemula?

Ya, budidaya ikan gabus di kolam terpal sangat cocok untuk pemula karena tidak membutuhkan lahan luas, biaya pembuatan kolam relatif murah, serta perawatannya lebih mudah dibandingkan kolam tanah. Ikan gabus juga dikenal tahan terhadap kondisi lingkungan yang kurang ideal.

2. Berapa ukuran kolam terpal ideal untuk ternak ikan gabus?

Ukuran kolam terpal yang ideal untuk pemula adalah sekitar 2 x 5 meter dengan kedalaman 100–150 cm. Ketinggian air sebaiknya dijaga pada kisaran 60–100 cm agar ikan gabus memiliki ruang gerak yang cukup dan kualitas air tetap stabil.

3. Berapa lama waktu panen ikan gabus di kolam terpal?

Ikan gabus umumnya dapat dipanen setelah 8–10 bulan pemeliharaan dengan bobot 250–500 gram per ekor. Namun, panen lebih cepat juga bisa dilakukan pada usia 5–6 bulan jika menargetkan ukuran pasar yang lebih kecil.

4. Pakan apa yang paling baik untuk pertumbuhan ikan gabus?

Pakan terbaik untuk ikan gabus adalah pelet dengan kandungan protein 15–25% dan lemak sekitar 15%. Selain itu, ikan gabus juga dapat diberi pakan tambahan seperti ikan rucah, keong sawah, cacing, atau usus ayam untuk mempercepat pertumbuhan.

5. Bagaimana cara menjaga kualitas air kolam terpal ikan gabus?

Kualitas air dijaga dengan memastikan pH air berada di kisaran 4–9, suhu 26–30°C, serta kandungan oksigen terlarut minimal 1 mg/L. Penggantian air secara berkala dan pemantauan rutin sangat penting untuk mencegah penyakit dan menjaga pertumbuhan ikan tetap optimal.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|