- Apa penyebab utama anak tantrum?
- Berapa lama durasi normal tantrum pada anak?
- Apakah tantrum pada anak merupakan hal yang normal?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Tantrum merupakan hal yang sering terjadi pada anak usia dini dan menjadi bagian dari proses perkembangan emosi. Kondisi ini kerap muncul tiba-tiba dan membuat orang tua kesulitan menentukan cara merespons yang tepat, terutama saat terjadi di situasi yang tidak terduga. Tak jarang, orang tua turut merasa panik, terlebih jika kondisinya berlangsung di tempat umum.
Pada dasarnya, tantrum adalah cara anak mengekspresikan perasaan yang belum bisa disampaikan dengan jelas. Rasa marah, kecewa, atau lelah sering muncul dalam bentuk tangisan atau perilaku yang sulit dikendalikan. Karena itu, respons orang tua sangat berpengaruh terhadap cara anak belajar mengelola emosinya.
Bagi para orang tua yang ingin memahami kondisi anak saat emosinya tengah meledak, berikut Liputan6.com hadirkan 7 caranya. Simak informasi selengkapnya, dihadirkan sebagai pedoman parenting sehari-hari, Kamis (16/4).
Orang Tua Ambil Jeda dan Pantau Anak saat Mulai Meluapkan Ekspresi
Disampaikan seorang mantan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Miftahul Ulum, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Tiara Sayyida, tantrum hal yang umum dirasakan oleh anak-anak sebagai respons akan kondisi yang membuatnya tidak nyaman. Di momen itu, orang tua dimungkinkan untuk tidak ikut menampilkan rasa emosional atau ikut memarahi.
Untuk itu, ketika anak mulai menunjukkan tanda-tanda tantrum, langkah pertama yang dapat dilakukan orang tua adalah mengambil jeda dan memantau ekspresi anak. Tantrum seringkali terjadi tanpa mengenal tempat dan situasi, sehingga membuat orang tua merasa panik. Namun, penting bagi orang tua untuk tetap tenang dan memberikan waktu bagi anak untuk meluapkan perasaannya.
Memberikan ruang bagi anak untuk meluapkan emosinya ini berbeda dari pembiaran sepenuhnya. Orang tua perlu mendampingi anak dari jarak dekat untuk memantau perilaku yang mungkin menyakiti diri sendiri atau orang lain. Jika tantrum terjadi di rumah, orang tua dapat memberikan waktu 1 hingga 2 menit bagi anak untuk menenangkan diri di tempat yang aman.
"Tantrum itu bukan tanda anak nakal, nah ini sebenarnya fase awal munculnya emosi karena anak sedang belajar mengekspresikan dirinya. Pemicunya juga banyak, bisa karena merasa lelah atau mungkin tidak cukup tidur. Perubahan lingkungan juga bisa jadi pemicu, karena anak merasa tidak nyaman dengan situasi yang tidak biasa anak rasakan," kata Tiara, saat dihubungi Liputan6, Minggu (12/4).
Jangan Menampilkan Emosi saat Anak Mulai Berontak
Menurut lulusan IAIN Cirebon, jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) tersebut, orang tua bisa pelan-pelan untuk belajar menjaga ketenangan diri saat menghadapi anak yang sedang tantrum. Reaksi orang tua terhadap kemarahan anak dapat memengaruhi cara anak belajar mengelola emosi mereka.
Membalas dengan teriakan atau kemarahan hanya akan membuat anak semakin sulit menenangkan diri, karena anak yang tantrum membutuhkan kehadiran orang tua yang tenang. Orang tua perlu menghindari memarahi, mengancam, atau berdebat dengan anak ketika anak sedang tantrum.
Tindakan ini tidak akan efektif dan berpotensi menimbulkan trauma pada anak. Sebaliknya, orang tua dapat menarik napas dalam-dalam dan mengingat bahwa tantrum adalah bagian dari perkembangan anak.
"Jadi jangan sampai ayah atau ibu dari anak ikut terpancing emosinya, ini tidak akan mengubah situasi," ucapnya.
Saat Anak Mulai Berhenti Marah dan Menangis Orang Tua Bisa Validasi Emosi
Setelah anak mulai tenang dan berhenti meluapkan emosinya, orang tua dapat mulai memvalidasi perasaan anak. Validasi emosi adalah proses mengakui dan menerima perasaan seseorang tanpa menghakimi. Ini menunjukkan kepada anak bahwa emosi mereka wajar untuk dirasakan.
Memvalidasi perasaan anak tidak sama dengan membenarkan keinginan anak. Langkah ini dilakukan agar anak tahu bahwa orang tua tidak memahami maksud dan keinginannya. Validasi emosi membantu anak merasa dimengerti dan aman secara emosional. Mereka pun akan merasa dipahami dan cenderung lebih tenang.
"Bilang saja secara langsung ke anak bahwa kita tidak memahami apa yang dirasakan, di sini anak akan menjelaskan keinginannya. Setelah itu, tawarkan empati dan dukungan kepada anak soal apa yang dirasakan," tambahnya.
Sampaikan Secara Tegas Tapi Tenang Bahwa Tindakan Marah Tidak Baik
Ketika anak melakukan tindakan merusak saat tantrum, orang tua perlu menyampaikan batasan dengan tegas namun tetap tenang. Jika anak mulai memukul, menggigit, atau menendang, orang tua harus menjelaskan bahwa perilaku tersebut dapat menyakiti diri sendiri atau orang lain. Penting untuk menegur anak bahwa perilakunya tidak dapat diterima.
Bersikap tegas dan disiplin pada anak yang sedang tantrum akan membantu anak memahami bahwa sikap tantrum tidak akan membuat mereka mendapatkan keinginannya. Setelah anak tenang, orang tua dapat berbicara dengan jelas dan tenang, menjelaskan mengapa perilaku mereka tidak diterima.
Konsistensi dalam batasan dan aturan juga penting dalam menghadapi tantrum anak. Orang tua tidak boleh berubah pikiran karena merasa kasihan melihat anak yang tantrum, karena hal ini dapat mengajarkan anak bahwa tantrum adalah cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
Yakinkan Anak Bahwa Orang Tua Tidak Akan Menghakimi agar Merasa Aman
Menciptakan lingkungan yang aman secara emosional adalah hal penting bagi anak. Orang tua perlu meyakinkan anak bahwa mereka tidak akan menghakimi perasaan anak. Validasi emosi membantu anak merasa dimengerti dan diterima, yang merupakan pondasi penting bagi kesehatan mental anak.
Mendengarkan anak tanpa menghakimi atau menyalahkan adalah cara untuk menunjukkan empati. Ketika anak merasa dipahami oleh orang yang dekat dengan mereka, mereka akan menyesuaikan diri dan menerima emosi sebagai sesuatu yang nyata.
Anak yang tervalidasi cenderung lebih mandiri dan mampu mengelola emosinya. Mereka juga tidak mudah takut gagal karena merasa diterima, bukan dihakimi. Validasi bukan memanjakan, melainkan menguatkan, dan membantu anak mengembangkan rasa aman untuk berbicara.
"Pokoknya jangan sampai menghukum anak ketika tantrum, karena hal ini dapat membuat anak menjadi takut dan tidak aman. Bahayanya akan terbawa saat sudah dewasa," kata Tiara yang dulu mengajar sebagai guru PAUD sejak Juli 2023 sampai Juni 2024 itu.
Perkuat Bounding saat Suasana Sudah Cair
Setelah tantrum mereda dan emosi anak kembali stabil, orang tua dapat memperkuat ikatan dengan anak. Memberikan pelukan yang hangat serta membisikkan kata-kata yang menenangkan dapat membantu anak merasa nyaman. Hal ini bukan berarti orang tua harus memenuhi keinginan anak, melainkan memberikan dukungan emosional.
Validasi emosi dan respons yang tenang dari orang tua berkontribusi pada kualitas hubungan keluarga. Ini membantu anak membangun kepercayaan yang lebih dalam terhadap orang tuanya. Anak yang merasa aman secara emosional tahu bahwa orang tuanya dapat menerima perasaannya.
Memperkuat ikatan emosional setelah tantrum membantu anak merasa lebih dekat dengan orang tua. Kesabaran dalam merespons tantrum juga memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak, menciptakan lingkungan yang aman bagi mereka untuk belajar mengatur emosi.
Selalu Ajak Anak Diskusi Dalam Hal Apapun agar Emosinya Stabil saat Tantrum
Membangun kebiasaan diskusi dengan anak secara rutin dapat membantu menstabilkan emosi mereka. Anak yang terbiasa divalidasi emosinya lebih mampu mengelola emosi secara sehat. Setelah tantrum mereda, penting bagi orang tua untuk berbicara dengan anak secara jelas dan tenang.
Orang tua dapat mengajak anak berbicara mengenai perasaannya, menanyakan mengapa anak menangis atau marah di tempat yang sepi. Membantu anak menamai emosinya, seperti mengatakan "sepertinya kamu kecewa" atau "kamu kelihatan sedih," membantu anak mengenali dan memahami perasaannya.
Diskusi yang konsisten akan membentuk anak yang percaya diri dan stabil secara emosi. Anak belajar memahami emosi bukan hanya dari apa yang ia rasakan, tetapi dari bagaimana orang dewasa merespons perasaannya.
"Mungkin bisa diperkuat komunikasinya ya saat anak tantrum, ini akan membangun rasa aman, dan anak bisa mengelola emosi," tambah perempuan 24 tahun yang kini menekuni profesi konseling di salah satu yayasan pendidikan wilayah Kabupaten Cirebon.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Apa penyebab utama anak tantrum?
A: Penyebab utama anak tantrum adalah keterbatasan kemampuan bahasa anak dalam mengekspresikan perasaannya.
Q: Berapa lama durasi normal tantrum pada anak?
A: Durasi tantrum pada anak biasanya berlangsung sekitar 2 hingga 15 menit.
Q: Apakah tantrum pada anak merupakan hal yang normal?
A: Ya, tantrum adalah bagian normal dari perkembangan emosi anak usia dini.
Q: Kapan orang tua harus khawatir dan membawa anak ke dokter karena tantrum?
A: Orang tua perlu membawa anak ke dokter jika tantrum berlanjut atau semakin parah.
Q: Apa yang tidak boleh dilakukan orang tua saat anak tantrum?
A: Orang tua tidak boleh membalas dengan teriakan atau kemarahan saat anak tantrum.

4 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3904777/original/070543400_1642301129-pexels-tim-douglas-6205626.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551343/original/033473800_1775723574-2cc982ef-8adb-473a-b7da-8fdd0e706584.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557603/original/084288600_1776340522-erick_t.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557531/original/072163800_1776333869-pohon_sawo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556615/original/026624600_1776261517-Indonesia_v_Malaysia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4543099/original/063176100_1692367362-20230818AA_BRI_Liga_1_Persita_Tangerang_Vs_PSS_Sleman-29.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4572738/original/042697000_1694519263-MODENA_D100_-_Gas_Instant_Water_Heater.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557330/original/054197200_1776326008-unnamed__37_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532589/original/036931100_1773658491-2151989784.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557496/original/099902200_1776332068-1000397949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557303/original/082287300_1776325164-Kompor_Listrik_Anak_Kos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557538/original/062254400_1776333927-20260416IQ_Vietnam_U-17_vs_Timor_Leste_U-17-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491309/original/073509300_1770090891-Gemini_Generated_Image_a8tg0ba8tg0ba8tg.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557222/original/065881200_1776322418-Gemini_Generated_Image_mhdhr3mhdhr3mhdh.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557278/original/032987500_1776324395-rumah_kampung_HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557115/original/065860700_1776318651-Gemini_Generated_Image_pjkhu7pjkhu7pjkh.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/553271/original/110711bfoto-padi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483954/original/066692300_1769409311-Gemini_Generated_Image_7s2vva7s2vva7s2v.png)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452923/original/061535600_1766463159-Gelang_serut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453046/original/024157300_1766466396-Kebun_Bebas_Hama_dan_Pestisida.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3293682/original/072535700_1605093228-circular-white-pills-spilling-from-glass-bottle-yellow-background_23-2147867015.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5138272/original/076888800_1740023227-allec-gomes-5-rU7F9bj9A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452950/original/038809600_1766463357-natal8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453250/original/000931700_1766473380-Ular_Hijau_Ekor_Merah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453131/original/081345800_1766470696-Gemini_Generated_Image_yhj4aryhj4aryhj4.png)