Liputan6.com, Jakarta - Memelihara jenis ikan yang cocok dipelihara dekat kandang ayam rumahan menjadi salah satu solusi cerdas untuk memaksimalkan lahan terbatas. Sistem terpadu antara kolam ikan dan kandang ayam telah lama diterapkan oleh peternak karena mampu menghemat biaya pakan sekaligus meningkatkan produktivitas pekarangan.
Konsep ini dikenal sebagai sistem mina ayam atau longyam, yaitu menggabungkan budidaya ikan dengan peternakan ayam dalam satu area. Sisa pakan ayam yang jatuh ke kolam dapat dimanfaatkan ikan sebagai sumber makanan tambahan, sementara unsur organik dari kotoran ayam membantu meningkatkan kesuburan perairan.
Namun, tidak semua ikan cocok dipelihara di dekat kandang ayam. Diperlukan jenis ikan yang tahan terhadap perubahan kualitas air, mampu memanfaatkan sumber pakan alami, serta memiliki tingkat pertumbuhan yang baik. Berikut beberapa pilihan ikan terbaik yang bisa Anda pertimbangkan.
1. Ikan Nila
Ikan nila merupakan pilihan paling populer dalam sistem budidaya terpadu dengan ayam. Nila dikenal sebagai ikan yang sangat adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan.
Keunggulan utama ikan nila adalah pertumbuhannya yang cepat. Dalam waktu beberapa bulan saja, ikan ini sudah dapat mencapai ukuran konsumsi. Selain itu, nila mampu hidup pada perairan dengan kandungan bahan organik yang relatif tinggi, sehingga cocok ditempatkan di area dekat kandang ayam.
Ikan nila juga termasuk omnivora. Mereka dapat memanfaatkan plankton, lumut, sisa pakan ayam, serta bahan organik lain yang terdapat di kolam. Hal ini membantu menekan biaya pakan harian.
Bagi peternak rumahan yang baru mencoba sistem mina ayam, nila menjadi pilihan yang relatif aman karena tingkat keberhasilannya cukup tinggi.
2. Ikan Lele
Jika berbicara mengenai jenis ikan yang cocok dipelihara dekat kandang ayam rumahan, maka lele hampir selalu masuk dalam daftar utama.
Lele memiliki daya tahan luar biasa terhadap perubahan kualitas air. Bahkan ketika air kolam terlihat lebih keruh dibanding kolam ikan lainnya, lele masih dapat tumbuh dengan baik selama kadar oksigen tidak terlalu rendah.
Sifat lele yang rakus juga menjadi keuntungan tersendiri. Berbagai sisa pakan ayam yang jatuh ke kolam dapat segera dimanfaatkan sebagai sumber makanan tambahan. Karena itu, biaya operasional budidaya lele sering kali lebih rendah dibanding beberapa jenis ikan lainnya.
Selain mudah dipelihara, lele juga memiliki pasar yang luas. Permintaan konsumsi lele di berbagai daerah relatif stabil sepanjang tahun sehingga peluang keuntungannya cukup menjanjikan.
3. Ikan Gurame
Gurame dikenal sebagai ikan bernilai ekonomis tinggi yang cocok dikombinasikan dengan peternakan ayam skala rumahan.
Berbeda dengan lele dan nila yang cenderung agresif dalam mencari pakan, gurame memiliki kebiasaan mengonsumsi bahan nabati. Sisa sayuran, daun-daunan, atau pakan ayam yang mengandung bahan tumbuhan dapat dimanfaatkan oleh ikan ini.
Kelebihan lain gurame adalah harga jualnya yang umumnya lebih tinggi dibanding banyak ikan konsumsi lainnya. Meskipun pertumbuhannya relatif lebih lambat, nilai ekonominya mampu memberikan keuntungan menarik bagi peternak.
Kolam gurame yang berada di dekat kandang ayam juga dapat memperoleh tambahan nutrisi alami dari unsur organik yang masuk ke dalam perairan, selama jumlahnya tidak berlebihan.
4. Ikan Patin
Patin merupakan alternatif menarik bagi peternak yang ingin memperoleh hasil panen berukuran besar.
Ikan ini memiliki kemampuan beradaptasi yang cukup baik terhadap lingkungan budidaya. Patin juga termasuk ikan yang mudah menerima berbagai jenis pakan tambahan, termasuk sisa pakan yang berasal dari area kandang ayam.
Tekstur dagingnya yang lembut serta permintaan pasar yang terus meningkat membuat patin layak dipertimbangkan. Dalam sistem terpadu, patin dapat membantu memanfaatkan nutrisi yang tersedia di kolam sehingga pertumbuhannya lebih efisien.
5. Ikan Mas
Ikan mas telah lama menjadi salah satu komoditas budidaya favorit masyarakat Indonesia.
Kemampuannya mencari makanan hingga ke dasar kolam membuat ikan ini mampu memanfaatkan berbagai bahan organik yang mengendap. Dalam lingkungan yang dikelola dengan baik, ikan mas dapat tumbuh cukup cepat dan menghasilkan panen yang menguntungkan.
Namun, dibandingkan lele dan nila, ikan mas sedikit lebih sensitif terhadap kualitas air. Karena itu, pengelolaan kolam harus dilakukan dengan lebih cermat agar kadar oksigen tetap stabil.
6. Ikan Mujair
Mujair masih satu keluarga dengan nila dan memiliki karakteristik yang hampir serupa.
Ikan ini terkenal tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan serta mampu memanfaatkan pakan alami yang tersedia di kolam. Mujair juga memiliki kemampuan reproduksi yang tinggi sehingga populasi dapat berkembang dengan cepat apabila tidak dikendalikan.
Bagi peternak rumahan yang mengutamakan kemudahan pemeliharaan, mujair menjadi salah satu pilihan terbaik karena kebutuhan perawatannya relatif sederhana.
7. Ikan Bawal Air Tawar
Bawal air tawar dikenal memiliki pertumbuhan yang cepat dan nafsu makan yang tinggi.
Dalam sistem budidaya dekat kandang ayam, bawal dapat memanfaatkan berbagai sumber makanan tambahan yang tersedia di kolam. Selain itu, ikan ini memiliki nilai jual yang cukup baik di pasaran.
Meski demikian, kepadatan tebar harus diperhatikan agar tidak terjadi persaingan pakan yang berlebihan. Dengan manajemen yang tepat, bawal air tawar dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang menjanjikan.
Mengapa Ikan dan Ayam Cocok Dipelihara Bersama?
Sistem budidaya terpadu ikan dan ayam memberikan banyak keuntungan. Selain menghemat ruang, peternak juga dapat mengurangi biaya pakan dan pupuk kolam. Dalam beberapa sistem tradisional, kandang ayam bahkan dibangun tepat di atas kolam sehingga sebagian sisa pakan dan kotoran ayam langsung dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan plankton sebagai pakan alami ikan.
Meski demikian, pengelolaan kualitas air tetap harus diperhatikan. Kelebihan bahan organik dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen sehingga berdampak buruk bagi ikan. Karena itu, pemilihan spesies yang tahan menjadi faktor penting.
Tips Sukses Memelihara Ikan Dekat Kandang Ayam
Agar sistem budidaya terpadu berjalan optimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Pastikan Sirkulasi Udara Baik
Kolam dan kandang harus mendapatkan aliran udara yang lancar. Sinar matahari yang cukup membantu menekan bau tidak sedap sekaligus menjaga kualitas lingkungan budidaya.
2. Gunakan Jaring Pengaman
Pemasangan jaring di atas kolam membantu mencegah ikan melompat keluar. Selain itu, jaring juga mengurangi masuknya kotoran ayam dalam jumlah berlebihan yang dapat merusak kualitas air.
3. Pantau Warna Air Kolam
Air yang terlalu hijau pekat menandakan pertumbuhan plankton berlebihan. Kondisi ini berisiko menyebabkan kekurangan oksigen terutama pada malam hari.
4. Hindari Kepadatan Berlebih
Baik ayam maupun ikan harus dipelihara dengan kepadatan yang sesuai. Kepadatan berlebihan dapat memicu stres, penyakit, dan penurunan produktivitas.
5. Lakukan Penggantian Air Secara Berkala
Walaupun ikan tertentu sangat tahan terhadap kondisi lingkungan, penggantian sebagian air tetap diperlukan untuk menjaga kesehatan ikan dalam jangka panjang.
Pertanyaan Seputar Ikan yang Bisa Dibudidayakan Rumahan
1. Apakah semua ikan bisa dipelihara dekat kandang ayam?
Tidak. Sebaiknya pilih ikan yang tahan terhadap perubahan kualitas air seperti nila, lele, gurame, mujair, atau patin.
2. Apakah kotoran ayam bisa langsung menjadi pakan ikan?
Tidak secara langsung. Kotoran ayam membantu menyuburkan kolam sehingga menghasilkan plankton dan organisme kecil yang dapat dimanfaatkan ikan sebagai pakan alami.
3. Ikan apa yang paling mudah dipelihara untuk pemula?
Lele dan nila merupakan pilihan terbaik karena memiliki tingkat adaptasi yang sangat tinggi dan perawatannya relatif mudah.
4. Apakah kolam harus berada tepat di bawah kandang ayam?
Tidak harus. Kolam dapat dibuat di samping kandang selama masih memungkinkan pemanfaatan sumber nutrisi dan pakan yang tersedia.
5. Berapa lama ikan bisa dipanen dalam sistem budidaya rumahan?
Tergantung jenisnya. Lele umumnya dapat dipanen dalam 2–4 bulan, sedangkan nila sekitar 4–6 bulan dan gurame membutuhkan waktu lebih lama.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

7 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257765/original/001942600_1781255459-3164903219143735572.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257890/original/049338800_1781261386-Scale_Up.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4295114/original/060254000_1674043893-Persebaya_Surabaya_Bantai_Persita_Tangerang_5-0_di_Liga_1-Ichsan-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257736/original/007864900_1781254058-HL_panel_surya.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6718602/original/081755600_1779534644-BL1_1011.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257709/original/014419800_1781252880-ternak_makan_labu.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257728/original/080214000_1781253158-6559767714204059747.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256217/original/005318700_1781150311-Gemini_Generated_Image_g1r3vag1r3vag1r3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257651/original/099981500_1781250429-Kandang_Ayam_Postal_Baja_Ringan_Memanjang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257642/original/060080900_1781250208-Gemini_Generated_Image_m8pw9om8pw9om8pw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512875/original/070428300_1771996878-Ide_Usaha_Jasa_Isi_Pulsa_dan_Token_Listrik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5323663/original/044194100_1755789623-1000089235.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7814202/original/064502900_1780631718-kombinasi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257650/original/021540000_1781250431-52a59a65-83b7-4088-9370-e688e40bc48a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257557/original/030589300_1781247520-Gemini_Generated_Image_8dp8c98dp8c98dp8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257633/original/074509200_1781250095-hewan_di_dapur5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257594/original/076623300_1781249168-15402940858310970870.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257490/original/095798200_1781245057-Gemini_Generated_Image_acvxopacvxopacvx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257574/original/084785600_1781248152-11569607384765376307.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8232855/original/095362900_1781093208-20260609BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mozambik_FIFA_Matchday_2026-13.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502338/original/063581900_1770977596-model_kebun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502616/original/001046200_1770990653-Pohang_Steelers.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)