Liputan6.com, Jakarta - Memanfaatkan barang bekas untuk budidaya semakin diminati karena lebih hemat, praktis, dan cocok diterapkan di rumah dengan lahan terbatas. Salah satu ide yang menarik untuk dicoba adalah ternak ikan gabus di galon bekas. Wadah galon yang mudah ditemukan ternyata bisa diubah menjadi kolam mini sederhana untuk membesarkan ikan gabus, terutama karena jenis ikan ini dikenal tangguh, mampu beradaptasi di ruang terbatas, dan relatif tahan terhadap kondisi air yang berubah.
Menariknya, budidaya ikan gabus di galon bekas tidak selalu membutuhkan modal besar atau peralatan yang rumit. Dengan pengaturan air, kepadatan tebar, serta pakan yang tepat, galon bekas dapat menjadi media budidaya yang efisien untuk skala rumah tangga. Selain bisa dimanfaatkan sebagai sumber lauk di rumah, metode ini juga menarik bagi pemula yang ingin mencoba budidaya ikan dengan cara yang lebih sederhana dan hemat tempat. Artikel ini akan membahas cara ternak ikan gabus di galon bekas mulai dari persiapan wadah hingga perawatan agar ikan tumbuh optimal.
Langkah 1: Pilih dan Bersihkan Galon Bekas
Mulailah dengan memilih galon bekas air mineral yang masih layak digunakan. Pastikan kondisi galon kuat, tidak bocor, tidak retak, tidak pecah, dan tidak mengalami penyok parah. Hindari memakai galon yang pernah digunakan untuk menyimpan deterjen, oli, atau bahan kimia lain karena residunya dapat beracun bagi ikan gabus.
Setelah galon dipilih, cuci menggunakan sabun dan air hingga benar-benar bersih. Bilas sampai tidak ada sisa busa, lalu lakukan sterilisasi sederhana menggunakan garam krosok untuk membantu mengurangi risiko jamur dan kontaminasi pada bibit. Setelah itu, keringkan galon di tempat teduh.
Langkah 2: Modifikasi Galon Menjadi Kolam Mini
Agar galon nyaman digunakan sebagai wadah budidaya, potong bagian atas sekitar 10–15 cm dari mulut galon menggunakan cutter atau gergaji besi. Bukaan ini akan memudahkan proses pemberian pakan, pengamatan pertumbuhan ikan, sekaligus membantu sirkulasi udara.
Pasang jaring pengaman di bagian atas agar ikan gabus tidak melompat keluar. Jika ingin menambahkan aerator, buat satu lubang kecil di sisi galon sebagai jalur selang agar pemasangan lebih rapi.
Langkah 3: Siapkan Air Budidaya
Isi galon menggunakan air bersih hingga sekitar 70–80% volume wadah. Jangan langsung memasukkan bibit. Endapkan air selama minimal 12–24 jam agar kandungan klorin berkurang dan suhu air menjadi lebih stabil.
Proses pengendapan juga membantu terbentuknya mikroorganisme alami yang dapat mendukung lingkungan budidaya. Untuk membantu menjaga kualitas air dan menstabilkan pH, tambahkan sedikit daun ketapang atau EM4 perikanan secukupnya.
Langkah 4: Pilih Bibit Ikan Gabus yang Berkualitas
Bibit menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan budidaya. Pilih ikan gabus yang sehat, aktif bergerak, ukuran seragam, dan idealnya memiliki panjang sekitar 4–6 cm atau 5–8 cm.
Perhatikan kondisi tubuh ikan. Pilih yang permukaannya licin, sirip lengkap, mata normal, dan tidak menunjukkan tanda penyakit. Bibit sehat biasanya tumbuh lebih cepat, lebih tahan stres, dan penggunaan pakannya lebih efisien.
Langkah 5: Tebar Bibit dengan Teknik Aklimatisasi
Sebelum bibit dimasukkan ke galon, lakukan aklimatisasi terlebih dahulu agar ikan tidak stres akibat perubahan suhu dan kondisi air. Diamkan wadah bibit di permukaan air beberapa saat lalu campurkan sedikit demi sedikit air dari galon.
Untuk ukuran galon bekas, jumlah ideal sekitar 5–10 ekor per galon. Hindari kepadatan berlebih karena dapat memicu stres dan mempercepat penurunan kualitas air. Keseragaman ukuran juga penting karena ikan gabus memiliki sifat kanibal.
Langkah 6: Atur Pemberian Pakan Secara Teratur
Pakan utama dapat berupa pelet khusus atau pelet apung dengan kadar protein minimal sekitar 35%. Agar pertumbuhan lebih cepat, pakan dapat dikombinasikan dengan pakan alami seperti cacing sutra, cacing tanah, kutu air, ikan kecil, ikan rucah, keong sawah, udang, bekicot, anak katak, berudu, atau limbah dapur berprotein hewani.
Berikan pakan sebanyak 2–3 kali sehari dengan jumlah secukupnya atau yang dapat habis dalam waktu 5–10 menit. Sebagai acuan, dosis harian bisa berada di kisaran 3–5% dari bobot total ikan agar air tidak cepat kotor akibat sisa pakan.
Langkah 7: Jaga Kualitas Air Tetap Stabil
Kualitas air menjadi salah satu penentu utama keberhasilan ternak ikan gabus di galon. Air yang keruh, bau, atau mengandung amonia tinggi dapat membuat ikan stres, menurunkan nafsu makan, dan memicu penyakit.
Usahakan suhu berada di kisaran 28–31°C dengan pH sekitar 6–7,8. Oksigen terlarut ideal berada pada kisaran 3–6 mg/L meskipun ikan gabus masih mampu bertahan pada kondisi lebih rendah. Lakukan penggantian air sekitar 20–30% setiap 3–4 hari atau lebih cepat bila air mulai keruh dan berbau. Aerator dapat digunakan untuk membantu sirkulasi jika kepadatan ikan cukup tinggi.
Langkah 8: Cegah Penyakit Sejak Awal
Beberapa gangguan yang sering muncul antara lain penyakit bintik putih, jamur, infeksi bakteri seperti Aeromonas dan Pseudomonas, hingga gangguan akibat kekurangan nutrisi.
Pencegahan paling efektif adalah menjaga kualitas air, memberi pakan seimbang, menjaga kepadatan tetap ideal, dan menerapkan kebersihan wadah. Penggunaan probiotik juga dapat membantu menjaga kesehatan media budidaya. Jika ada ikan yang terlihat sakit, segera pisahkan agar tidak menular ke ikan lain.
Langkah 9: Panen Ikan Gabus
Dengan perawatan yang konsisten, ikan gabus umumnya dapat dipanen dalam waktu sekitar 3–5 bulan tergantung kualitas bibit, pakan, dan kondisi pemeliharaan.
Budidaya ikan gabus di galon bekas menarik karena modalnya relatif kecil, tidak membutuhkan lahan luas, serta lebih mudah dikontrol. Selain bisa memenuhi kebutuhan lauk rumah tangga, metode ini juga berpotensi menjadi usaha sampingan dengan nilai ekonomi yang cukup menjanjikan.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Berapa ekor ikan gabus yang ideal dalam satu galon bekas?
Umumnya sekitar 5–10 ekor per galon agar ikan tidak stres dan kualitas air lebih mudah dijaga.
2. Berapa lama ikan gabus di galon bekas bisa dipanen?
Dengan perawatan dan pakan yang baik, ikan gabus umumnya dapat dipanen dalam waktu sekitar 3–5 bulan.
3. Apakah ikan gabus harus memakai aerator?
Tidak wajib, karena ikan gabus memiliki organ pernapasan tambahan. Namun aerator dapat membantu menjaga sirkulasi dan kualitas air.
4. Pakan apa yang paling cocok untuk ikan gabus?
Pelet berprotein tinggi dapat menjadi pakan utama, lalu bisa dikombinasikan dengan pakan alami seperti cacing, ikan kecil, atau keong.
5. Kenapa ikan gabus tidak boleh dicampur ukuran berbeda?
Karena ikan gabus memiliki sifat kanibal sehingga ikan yang lebih besar berisiko memangsa ikan yang lebih kecil.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

10 hours ago
6
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257765/original/001942600_1781255459-3164903219143735572.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257890/original/049338800_1781261386-Scale_Up.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4295114/original/060254000_1674043893-Persebaya_Surabaya_Bantai_Persita_Tangerang_5-0_di_Liga_1-Ichsan-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257736/original/007864900_1781254058-HL_panel_surya.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6718602/original/081755600_1779534644-BL1_1011.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257709/original/014419800_1781252880-ternak_makan_labu.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257728/original/080214000_1781253158-6559767714204059747.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256217/original/005318700_1781150311-Gemini_Generated_Image_g1r3vag1r3vag1r3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482045/original/041589900_1769156674-Gemini_Generated_Image_nfgdwhnfgdwhnfgd.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257651/original/099981500_1781250429-Kandang_Ayam_Postal_Baja_Ringan_Memanjang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257642/original/060080900_1781250208-Gemini_Generated_Image_m8pw9om8pw9om8pw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512875/original/070428300_1771996878-Ide_Usaha_Jasa_Isi_Pulsa_dan_Token_Listrik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5323663/original/044194100_1755789623-1000089235.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7814202/original/064502900_1780631718-kombinasi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257650/original/021540000_1781250431-52a59a65-83b7-4088-9370-e688e40bc48a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257557/original/030589300_1781247520-Gemini_Generated_Image_8dp8c98dp8c98dp8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257633/original/074509200_1781250095-hewan_di_dapur5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257490/original/095798200_1781245057-Gemini_Generated_Image_acvxopacvxopacvx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257574/original/084785600_1781248152-11569607384765376307.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8232855/original/095362900_1781093208-20260609BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mozambik_FIFA_Matchday_2026-13.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502338/original/063581900_1770977596-model_kebun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502616/original/001046200_1770990653-Pohang_Steelers.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)