- Apa itu edible garden di rumah?
- Apakah teras rumah kecil bisa dijadikan edible garden?
- Tanaman apa yang paling cocok untuk edible garden di teras rumah?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Konsep edible garden di teras rumah kecil untuk pemula kini menjadi tren yang sangat digemari karena memberikan manfaat ganda bagi keluarga. Edible garden adalah konsep taman yang ditanami berbagai tanaman yang bisa dimakan, seperti sayuran, buah-buahan, rempah, dan tanaman herbal.
Berbeda dengan taman hias biasa, edible garden menggabungkan fungsi estetika dan manfaat konsumsi, sehingga selain terlihat indah juga bisa dipanen untuk kebutuhan dapur sehari-hari. Teras rumah yang biasanya terbatas kini bisa disulap menjadi area produktif dengan penataan kreatif dan rapi.
Konsep edible garden di teras adalah solusi cerdas bagi masyarakat urban yang ingin memiliki sumber pangan mandiri. Penerapan teknologi penyiraman otomatis atau mandiri terbukti meningkatkan keberhasilan panen di lahan terbatas hingga 40%. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (27/03/2026).
1. Vertical Garden dengan Rak Bertingkat
Konsep vertikal garden adalah salah satu solusi paling populer untuk memaksimalkan ruang teras yang sempit. Dengan memanfaatkan dinding atau pagar teras sebagai media tanam, Anda bisa menanam lebih banyak tanaman tanpa mengorbankan luas lantai yang ada. Rak bertingkat dari bahan kayu, besi, atau bahkan palet bekas bisa menjadi struktur utama yang menopang deretan pot tanaman pangan.
Untuk pemula, pilih tanaman yang ringan dan mudah tumbuh di pot kecil seperti selada, bayam, kangkung, kemangi, atau daun bawang. Tanaman-tanaman ini tidak membutuhkan akar yang dalam sehingga sangat cocok untuk ditanam di polybag tipis atau pot kecil yang digantung di rak vertikal. Anda cukup menyiramnya setiap pagi atau sore hari, dan tanaman akan tumbuh subur dengan perawatan minimal.
Kelebihan konsep ini adalah tampilannya yang estetik sekaligus hemat tempat, dinding teras yang semula kosong berubah menjadi "tembok hijau" yang segar dan produktif. Untuk tampilan yang lebih rapi, gunakan pot atau polybag dengan warna serupa agar terlihat harmonis. Konsep vertical garden ini sangat cocok bagi pemula karena tidak butuh banyak waktu dan biaya untuk memulainya.
2. Pot Serbaguna dengan Sistem Tanam Campuran (Companion Planting)
Companion planting atau tanam campuran adalah teknik menanam beberapa jenis tanaman dalam satu pot atau area yang berdekatan secara saling menguntungkan. Misalnya, tomat cherry bisa ditanam berdampingan dengan kemangi karena kemangi dipercaya mengusir hama yang menyerang tomat secara alami. Konsep ini sangat cocok diterapkan di teras kecil karena menghemat ruang dan pot sekaligus meningkatkan hasil panen.
Untuk pemula, mulailah dengan kombinasi tanaman yang mudah seperti cabai rawit dengan daun bawang, atau mentimun mini dengan kangkung. Satu pot berukuran sedang (diameter 30–40 cm) sudah cukup untuk menampung dua jenis tanaman sekaligus tanpa saling bersaing nutrisi. Pilih media tanam yang gembur dan kaya nutrisi seperti campuran tanah, kompos, dan sekam bakar agar pertumbuhan optimal.
Selain hemat ruang, companion planting juga membantu mengurangi kebutuhan pestisida karena beberapa tanaman secara alami mengusir hama. Ini menjadi nilai tambah besar bagi pemula yang belum terbiasa menangani hama tanaman. Dengan satu pot yang tepat, kamu bisa mendapatkan dua hingga tiga jenis sayuran atau rempah sekaligus dalam waktu bersamaan.
3. Mini Herb Garden di Pojok Teras
Mini herb garden atau kebun rempah mini adalah konsep yang paling simpel dan cocok untuk pemula absolut. Cukup siapkan empat hingga enam pot kecil berisi tanaman rempah seperti kemangi, seledri, mint, rosemary, kunyit, atau jahe mini, lalu susun di sudut teras yang terkena sinar matahari. Tanaman rempah pada umumnya sangat tahan banting, tidak mudah mati, dan bisa dipanen berkali-kali dari batang yang sama.
Keuntungan memilih tanaman rempah sebagai edible garden pertama adalah karena hampir semua jenis rempah memiliki nilai ekonomis tinggi dan sering dibutuhkan dalam masakan sehari-hari. Daripada membeli kemangi atau seledri di pasar setiap minggu, Anda bisa langsung memetiknya segar dari teras sendiri. Ini bukan hanya menghemat pengeluaran belanja, tetapi juga memastikan kesegaran dan kebersihan bahan masakan yang dikonsumsi.
Perawatannya pun sangat mudah, tanaman rempah hanya butuh disiram setiap hari dan sesekali dipupuk dengan pupuk organik cair setiap dua minggu sekali. Tidak perlu menyemprot pestisida karena sebagian besar rempah sudah memiliki aroma yang mengusir serangga secara alami. Mini herb garden di pojok teras adalah titik awal yang sempurna bagi siapa pun yang baru ingin mencoba berkebun pangan di rumah.
4. Konsep Raised Bed Mini dari Kayu atau Bambu
Raised bed atau bedengan mini yang ditinggikan adalah konsep berkebun di mana tanaman ditanam dalam wadah kotak yang dibuat sedikit lebih tinggi dari permukaan lantai teras. Wadah ini bisa dibuat dari kayu bekas, bambu, atau bahan bangunan sederhana lainnya dengan biaya yang sangat terjangkau. Ukurannya bisa disesuaikan dengan lebar teras, misalnya 60 x 40 cm sudah cukup untuk menanam beragam sayuran sekaligus.
Kelebihan raised bed adalah akar tanaman mendapatkan ruang tumbuh yang lebih optimal dibandingkan pot biasa, sehingga hasil panen cenderung lebih baik dan lebih cepat. Anda bisa menanam sayuran seperti bayam, pakcoy, sawi, selada keriting, atau wortel mini dalam satu bedengan yang sama. Sistem ini juga memudahkan pengaturan drainase air agar akar tanaman tidak terendam dan busuk.
Bagi pemula, raised bed mini sangat direkomendasikan karena memberi pengalaman berkebun yang lebih "nyata" dibandingkan sekadar menanam di pot. Proses membuat bedengan pun bisa menjadi kegiatan DIY (Do It Yourself) yang menyenangkan bersama anggota keluarga. Dengan satu raised bed mini di teras, Anda sudah bisa memanen sayuran segar untuk kebutuhan dapur dalam waktu dua hingga empat minggu saja.
5. Berkebun Hidroponik Sederhana di Teras
Hidroponik adalah metode menanam tanaman tanpa tanah, melainkan menggunakan air yang telah dicampur nutrisi khusus sebagai media tumbuhnya. Sistem ini sangat cocok untuk teras kecil karena tidak membutuhkan media tanah yang berat dan kotor, serta bisa diatur dalam susunan yang sangat kompak dan hemat ruang. Untuk pemula, sistem hidroponik yang paling mudah dimulai adalah sistem wick (sumbu) atau NFT (Nutrient Film Technique) skala rumahan.
Tanaman yang paling cocok untuk hidroponik pemula di teras adalah selada, kangkung, pakcoy, bayam hijau, dan beberapa jenis herbal seperti mint dan basil. Tanaman-tanaman ini memiliki siklus pertumbuhan yang cepat. Kit hidroponik starter untuk pemula kini sudah banyak tersedia di toko online dengan harga yang terjangkau, lengkap dengan nutrisi AB mix dan panduan perawatan.
Hidroponik sederhana sejatinya sangat mudah dirawat karena tidak ada gulma, tidak perlu mencangkul, dan penggunaan airnya jauh lebih hemat dibandingkan berkebun konvensional. Cukup periksa kadar nutrisi dan pH air seminggu sekali, serta pastikan tanaman mendapat sinar matahari atau cahaya lampu grow light yang cukup. Konsep hidroponik mini di teras adalah pilihan ideal bagi pemula yang menginginkan hasil panen bersih, cepat, dan anti ribet.
6. Konsep Upcycling: Kebun Pangan dari Barang Bekas
Upcycling garden adalah konsep edible garden yang memanfaatkan barang-barang bekas di rumah sebagai wadah atau media tanam. Ember cat bekas, botol plastik besar, kaleng biskuit, jerigen minyak, bahkan sepatu boot lama bisa disulap menjadi pot tanaman yang unik dan estetik. Konsep ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga sangat hemat biaya.
Proses persiapannya sangat mudah, bersihkan wadah bekas, buat lubang drainase di bagian bawah, isi dengan media tanam berupa campuran tanah dan kompos, lalu tanam bibit sayuran atau rempah pilihanmu. Untuk tampilan yang lebih menarik, bisa mengecat wadah bekas dengan warna-warna cerah atau motif lucu sebelum menggunakannya sebagai pot. Susunan pot dari barang bekas di teras juga bisa menjadi elemen dekorasi yang unik dan berkarakter.
Konsep upcycling garden sangat cocok bagi pemula yang ingin mencoba berkebun tanpa tekanan finansial besar. Anda bisa mulai dari satu atau dua wadah bekas terlebih dahulu, lalu mengembangkannya secara bertahap sesuai ketersediaan barang dan lahan di teras. Selain mendapatkan tanaman pangan yang bermanfaat, Anda juga turut berkontribusi mengurangi sampah rumah tangga secara nyata.
7. Taman Pangan Tematik: Edible Garden Bertema Dapur Nusantara
Konsep tematik ini mengajak pemula untuk merancang edible garden berdasarkan satu tema khusus, misalnya "dapur nusantara" yang berisi tanaman-tanaman khas masakan Indonesia. Anda bisa mengumpulkan tanaman seperti lengkuas, jahe, kunyit, serai, daun salam, daun jeruk, kencur, dan cabai rawit dalam satu area teras yang tertata rapi. Dengan tema yang jelas, kebun tidak hanya produktif tetapi juga terasa personal dan bermakna secara budaya.
Keunggulan edible garden bertema adalah membuat proses berkebun lebih terarah dan menyenangkan karena Anda punya visi yang jelas tentang apa yang ingin ditanam dan digunakan. Tanaman rempah dan bumbu dapur Nusantara pada umumnya sangat kuat dan adaptif terhadap cuaca tropis Indonesia, sehingga cocok ditanam di luar ruangan tanpa perlindungan ekstra.
Untuk pemula, mulailah dengan empat hingga lima jenis tanaman rempah Nusantara yang paling sering digunakan dalam masakan sehari-hari. Susun pot-potnya secara tematik dengan label nama tanaman yang cantik agar terlihat seperti "kebun dapur" sungguhan. Konsep taman pangan tematik ini membuktikan bahwa edible garden di teras kecil bisa tampil se-profesional dan se-estetik kebun-kebun yang ada di majalah berkebun sekalipun.
FAQ
- Apa itu edible garden di rumah?Edible garden adalah konsep taman yang ditanami tanaman yang bisa dimakan seperti buah, sayur, atau rempah sehingga taman tidak hanya indah tetapi juga bermanfaat untuk kebutuhan dapur.
- Apakah teras rumah kecil bisa dijadikan edible garden?Bisa, karena banyak tanaman buah mini yang dapat tumbuh di pot kecil, rak vertikal, atau keranjang gantung sehingga tidak membutuhkan lahan luas.
- Tanaman apa yang paling cocok untuk edible garden di teras rumah?Sayuran daun seperti selada, bayam, kangkung, serta tanaman cepat panen seperti cabai dan tomat ceri sangat cocok.
- Berapa lama sinar matahari yang dibutuhkan untuk kebun teras?Sebagian besar tanaman pangan membutuhkan setidaknya 6 hingga 8 jam sinar matahari langsung setiap hari.
- Apakah edible garden membutuhkan banyak perawatan?Tidak harus, dengan pemilihan tanaman yang tepat dan penerapan teknik anti ribet seperti sistem penyiraman otomatis, perawatannya bisa sangat mudah.
- Bagaimana cara memaksimalkan ruang agar hasil panen lebih banyak?Gunakan sistem vertikal (rak atau pipa), gantung pot di dinding, dan manfaatkan setiap sudut kosong termasuk pagar atau lorong.
- Apakah edible garden harus menggunakan tanah?Tidak harus, bisa menggunakan sistem hidroponik sederhana atau media tanam seperti cocopeat dan sekam.

6 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539778/original/051715100_1774620041-pexels-cottonbro-6591158.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539636/original/028207400_1774608632-Cara_Buat_Rak_Buku_Estetik_dari_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539581/original/011177000_1774605812-jenis_usaha_untuk_remaja_SMA_yang_ingin_punya_penghasilan_sendiri_tanpa_ganggu_sekolah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539532/original/009179500_1774603850-model_kandang_ayam_ramah_pemula_yang_mudah_dibersihkan_setiap_hari.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539499/original/003249500_1774602376-desain_rumah_kecil_dengan_atap_pelana_tinggi_agar_lebih_sejuk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539681/original/034920000_1774611250-cara_memanfaatkan_kaleng_bekas_wafer_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539706/original/006684600_1774613954-Kep._Solomon_vs_Bulgaria-19__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518732/original/009848300_1772516929-Kebun_Buah_dalam_Pot_Besar_untuk_Teras_Depan_Minimalis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539477/original/076981800_1774601743-usaha_rumahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538651/original/029906800_1774543386-1000300891.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539698/original/000048900_1774612710-Kep._Solomon_vs_Bulgaria-08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539710/original/044608300_1774614422-WhatsApp_Image_2026-03-27_at_4.54.16_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539435/original/060851900_1774600643-desain_kebun_rumah_di_gang_sempit_tapi_tetap_hijau.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538652/original/090667000_1774543386-1000301122.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4891460/original/009070400_1720966058-000_Hkg2347145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520906/original/099504000_1772664978-burung_puy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539673/original/033517500_1774610857-Kep._Solomon_vs_Bulgaria-12.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508983/original/035798900_1771646536-desain_kebun_sayur__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539214/original/012816400_1774594195-cover_fux.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3308345/original/083500600_1606419043-man-beige-coat-frozen-food-section-large-supermarket-opens-refrigerator-vegetables-close-up_120897-1920__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452923/original/061535600_1766463159-Gelang_serut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453046/original/024157300_1766466396-Kebun_Bebas_Hama_dan_Pestisida.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452950/original/038809600_1766463357-natal8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5138272/original/076888800_1740023227-allec-gomes-5-rU7F9bj9A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3293682/original/072535700_1605093228-circular-white-pills-spilling-from-glass-bottle-yellow-background_23-2147867015.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)