7 Kota Paling Stres di Asia Tenggara, Jakarta Ternyata Masuk Salah Satunya

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Kota-kota di Asia Tenggara terus berkembang sebagai pusat ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan tempat tinggal jutaan orang. Namun, pertumbuhan tersebut juga berjalan bersama dengan sejumlah persoalan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari, termasuk tingkat stes penduduknya.

Menurut penelitian dari William Russell pada 2023, sejumlah kota di Asia Tenggara masuk dalam daftar kota dengan tingkat stres tertinggi di dunia. Penilaian tersebut menempatkan Ho Chi Minh City di posisi teratas kawasan Asia Tenggara dengan skor 5,77 dari 10 dan peringkat ke-13 secara global.

Jakarta juga masuk dalam daftar tersebut. Ibu kota Indonesia berada ini turut sejajar dengan posisi secara global. Lantas, kota mana saja yang memiliki tingkat stres tinggi di Asia Tenggara? Untuk mengetahuinya, simak informasi selengkapnya berikut, dihadirkan Liputan6, Jumat (4/9).

1. Ho Chi Minh City, Vietnam

Ho Chi Minh City menjadi kota dengan skor stres tertinggi di Asia Tenggara dalam data William Russell 2023. Kota di Vietnam tersebut memperoleh skor 5,77 dari 10 dan berada di peringkat ke-13 dalam daftar global. Posisi ini membuat Ho Chi Minh City menjadi kota Asia Tenggara dengan skor tertinggi dalam penelitian tersebut.

Penilaian William Russell tidak hanya melihat satu persoalan di sebuah kota. Sejumlah faktor yang digunakan mencakup kondisi lingkungan, ruang hijau, kebersihan, tekanan finansial, biaya hidup, keamanan, serta angka bunuh diri. Karena itu, skor tersebut menggambarkan gabungan beberapa kondisi perkotaan.

Posisi Ho Chi Minh City menunjukkan bahwa tekanan kehidupan perkotaan bisa muncul dari berbagai sisi. Pertumbuhan penduduk, aktivitas ekonomi, kebutuhan mobilitas, dan kondisi lingkungan menjadi bagian dari faktor yang diperhitungkan dalam pemeringkatan.

2. Hanoi, Vietnam

Hanoi berada di posisi kedua untuk kawasan Asia Tenggara dengan skor 5,64. Ibu kota Vietnam tersebut menempati peringkat ke-18 dalam daftar global William Russell. Dengan posisi tersebut, Hanoi menjadi kota kedua di kawasan yang masuk dalam daftar setelah Ho Chi Minh City.

Kedua kota Vietnam itu berada cukup berdekatan dalam pemeringkatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa kondisi perkotaan yang dinilai William Russell tidak hanya terjadi pada satu kota, tetapi juga terlihat pada kota lain dalam negara yang sama.

Dalam penelitian tersebut, kota dibandingkan berdasarkan beberapa indikator yang berkaitan dengan lingkungan dan kehidupan masyarakat. Hasil akhirnya kemudian digunakan untuk menghasilkan skor stres bagi masing-masing kota yang masuk dalam penelitian.

3. Manila, Filipina

Manila menempati posisi ketiga di Asia Tenggara dengan skor 5,61. Dalam pemeringkatan global, ibu kota Filipina tersebut berada di peringkat ke-19. Selisih skor Manila dengan Hanoi juga tidak besar sehingga keduanya berada pada posisi yang berdekatan dalam daftar.

Sebagai kawasan perkotaan dengan jumlah penduduk besar, Manila menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan aktivitas masyarakat dan kondisi kota. Faktor seperti polusi, kepadatan, biaya kehidupan, dan tekanan ekonomi menjadi bagian dari konteks yang perlu diperhatikan ketika membaca hasil pemeringkatan.

Namun, skor William Russell tidak berarti setiap penduduk Manila mengalami stres dengan tingkat yang sama. Data tersebut merupakan hasil penggabungan sejumlah indikator kota, sehingga tidak bisa digunakan untuk menyimpulkan kondisi mental setiap orang.

4. Bangkok, Thailand

Bangkok berada di posisi keempat Asia Tenggara dengan skor 4,75 dan menempati peringkat ke-40 secara global. Posisi tersebut membuat ibu kota Thailand berada satu tingkat di atas Jakarta dalam daftar kota Asia Tenggara yang masuk pemeringkatan William Russell.

Bangkok merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi dan pariwisata di kawasan Asia Tenggara. Tingginya aktivitas perkotaan membuat berbagai faktor seperti mobilitas, kepadatan, lingkungan, dan biaya hidup menjadi bagian dari kondisi yang perlu diperhatikan.

Dalam membaca hasil ini, penting untuk melihat skor sebagai gambaran berdasarkan indikator yang digunakan William Russell. Pemeringkatan tersebut bukan survei mengenai perasaan masyarakat setiap hari, sehingga hasilnya tidak bisa disamakan dengan survei kesehatan mental penduduk.

5. Jakarta, Indonesia

Jakarta menempati posisi kelima di Asia Tenggara dengan skor 4,72 dan berada di peringkat ke-41 secara global. Artinya, Jakarta berada tepat di bawah Bangkok dan menjadi satu-satunya kota dari Indonesia yang masuk tujuh besar Asia Tenggara dalam daftar tersebut.

Masuknya Jakarta dalam daftar berkaitan dengan sejumlah indikator yang digunakan dalam penelitian William Russell. Penilaian tersebut melihat faktor lingkungan dan sosial-ekonomi yang bisa memengaruhi tekanan kehidupan di perkotaan.

Hasil tersebut juga perlu ditempatkan sesuai konteks waktunya. Data yang digunakan berasal dari penelitian William Russell untuk 2023, sehingga daftar ini tidak bisa dianggap sebagai pengukuran kondisi Jakarta pada 2026. Pemeringkatan juga tidak menyatakan bahwa seluruh warga Jakarta mengalami tingkat stres yang sama.

6. Phuket, Thailand

Phuket berada di posisi keenam Asia Tenggara dengan skor 4,31 dan menempati peringkat ke-46 secara global. Kota ini memiliki skor lebih rendah dibandingkan Bangkok dan Jakarta dalam pemeringkatan William Russell.

Kehadiran Phuket dalam daftar menunjukkan bahwa penelitian tersebut tidak hanya mencakup ibu kota atau pusat pemerintahan. Kota tujuan wisata juga masuk dalam penilaian ketika memenuhi cakupan kota yang dianalisis.

Perbedaan skor antarkota memperlihatkan bahwa kondisi setiap wilayah memiliki hasil yang berbeda ketika sejumlah indikator digabungkan. Karena itu, daftar ini lebih tepat digunakan untuk membandingkan hasil indeks daripada menentukan kota mana yang membuat semua penduduknya mengalami stres.

7. Kuala Lumpur, Malaysia

Kuala Lumpur berada di posisi ketujuh Asia Tenggara dengan skor 3,99. Dalam daftar global, ibu kota Malaysia tersebut menempati peringkat ke-51. Dari tujuh kota Asia Tenggara yang tercantum, Kuala Lumpur memiliki skor terendah.

Perbedaan skor tersebut menunjukkan jarak hasil penilaian antara kota yang berada di posisi pertama dan ketujuh. Ho Chi Minh City memperoleh skor 5,77, sedangkan Kuala Lumpur berada pada angka 3,99 berdasarkan indikator yang digunakan dalam penelitian.

Dengan demikian, posisi Kuala Lumpur tidak berarti penduduknya terbebas dari tekanan kehidupan. Skor tersebut hanya menunjukkan hasil perbandingan berdasarkan indikator William Russell dan perlu dibaca sebagai indeks kondisi perkotaan, bukan ukuran perasaan setiap individu.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar 7 Kota Paling Stres di Asia Tenggara

Apa kota paling stres di Asia Tenggara?

Ho Chi Minh City, Vietnam, menjadi kota dengan skor stres tertinggi di Asia Tenggara dalam data William Russell 2023 dengan skor 5,77 dan peringkat ke-13 secara global.

Apakah Jakarta masuk kota paling stres di Asia Tenggara?

Ya. Jakarta berada di posisi kelima Asia Tenggara dengan skor 4,72 dan peringkat ke-41 secara global berdasarkan data tersebut.

Apa kota paling stres kedua di Asia Tenggara?

Hanoi, Vietnam, berada di posisi kedua dengan skor 5,64 dan peringkat ke-18 secara global.

Apa faktor yang digunakan William Russell?

William Russell menggunakan sejumlah faktor seperti polusi, ruang hijau, kebersihan, tekanan finansial, biaya hidup, keamanan, dan angka bunuh diri dalam penelitian kota tahun 2023.

Apakah pemeringkatan ini mengukur tingkat stres penduduk?

Tidak secara langsung. William Russell menggabungkan sejumlah indikator kota menjadi skor, sehingga hasilnya tidak bisa dianggap sebagai pengukuran kondisi mental setiap penduduk.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|