7 Model Cincin Emas buat Tunangan yang Anti Pasaran tapi Tetap Elegan, Inspirasi di 2026

1 month ago 19

Liputan6.com, Jakarta - Memilih cincin tunangan merupakan momen penting yang sarat makna, melambangkan komitmen abadi antara dua insan. Namun, di tengah banyaknya pilihan, banyak pasangan mendambakan cincin yang tidak hanya indah, tetapi juga unik dan mencerminkan kepribadian mereka. Cincin emas tunangan yang anti pasaran menjadi dambaan, menawarkan sentuhan personal yang berbeda dari desain konvensional.

Dengan pilihan yang beragam, Anda dapat menemukan cincin emas tunangan yang tidak hanya indah di mata, tetapi juga kaya akan cerita dan makna. Cincin ini akan menjadi pengingat akan perjalanan cinta yang unik dan janji suci yang akan diukir, jauh dari kesan pasaran dan lebih dekat pada ekspresi diri yang otentik. Melansir dari berbagai sumber, Rabu (10/12), simak ulasan informasinya berikut ini. 

1. Cincin Toi et Moi

Cincin Toi et Moi, yang secara harfiah berarti "kamu dan aku" dalam bahasa Prancis, adalah model cincin tunangan yang istimewa. Desain ini menampilkan dua batu permata yang diletakkan berdampingan atau saling berdekatan pada satu cincin, melambangkan penyatuan dua jiwa yang saling mencintai. Konsep ini memberikan makna mendalam bagi pasangan yang ingin merepresentasikan ikatan mereka secara visual.

Keunikan cincin Toi et Moi terletak pada kemampuannya untuk tidak menggunakan satu batu permata tunggal seperti cincin solitaire tradisional. Sebaliknya, dua batu permata, seringkali dengan bentuk atau ukuran yang berbeda, disatukan untuk menciptakan tampilan yang harmonis dan personal. Pasangan dapat memilih kombinasi batu yang melambangkan kepribadian masing-masing atau momen penting dalam hubungan mereka, seperti berlian dan safir, atau dua berlian dengan potongan yang berbeda.

Keanggunan cincin Toi et Moi berasal dari simetri atau asimetri yang disengaja dari kedua batu tersebut, menciptakan daya tarik visual yang unik. Desain ini memungkinkan kreativitas dalam pemilihan bentuk batu, misalnya kombinasi oval dan pear, atau dua berlian bulat. Cincin ini dapat dibuat dari berbagai jenis emas seperti emas kuning, emas putih, atau rose gold, yang dapat disesuaikan dengan preferensi pribadi.

2. Cincin dengan Bezel Setting

Bezel setting merupakan metode pemasangan batu permata di mana logam mengelilingi seluruh atau sebagian tepi batu, menahannya dengan aman di tempatnya. Teknik ini berbeda dari prong setting yang lebih umum, di mana batu dipegang oleh cakar-cakar kecil. Pemasangan ini menawarkan tampilan yang lebih modern dan perlindungan maksimal bagi batu permata.

Keunikan bezel setting terletak pada tampilannya yang lebih ramping, minimalis, dan modern dibandingkan dengan prong setting. Desain ini sangat cocok untuk mereka yang memiliki gaya hidup aktif karena memberikan perlindungan maksimal pada batu permata dari benturan atau goresan. Logam yang melingkari batu bertindak sebagai pelindung, mengurangi risiko batu terlepas atau rusak.

Keanggunan bezel setting berasal dari garis-garisnya yang bersih dan kemampuannya untuk membuat batu permata terlihat lebih besar dan menonjol. Logam yang mengelilingi batu juga dapat menyembunyikan inklusi atau noda di tepi batu, meningkatkan keindahan keseluruhannya. Tersedia dalam full bezel (melingkari seluruh batu) atau partial bezel (melingkari sebagian batu) untuk variasi estetika. 

3. Cincin East-West Setting

Cincin East-West setting adalah model di mana batu permata tengah, terutama yang berbentuk memanjang seperti oval, emerald, marquise, atau pear, dipasang secara horizontal melintasi jari, bukan secara vertikal. Pergeseran orientasi ini memberikan tampilan yang segar dan modern pada cincin tunangan klasik.

Keunikan dari model East-West setting adalah pergeseran orientasi batu dari vertikal ke horizontal yang memberikan tampilan modern dan tidak konvensional. Ini adalah pilihan yang bagus bagi pasangan yang ingin cincin tunangan yang mencerminkan individualitas dan keinginan untuk sedikit menyimpang dari tradisi. Orientasi ini juga dapat membuat batu permata terlihat lebih besar dan menonjol di jari.

Keanggunan East-West setting terletak pada kemampuannya untuk menonjolkan bentuk unik dari batu permata memanjang dan memberikan kesan yang lebih luas pada jari. Desain ini dapat terlihat sangat ramping dan canggih, terutama ketika dipadukan dengan bezel setting atau double claw prongs untuk sentuhan vintage

4. Cincin Tiga Batu dengan Sentuhan Modern

Cincin tiga batu secara tradisional melambangkan masa lalu, masa kini, dan masa depan hubungan pasangan, menjadikannya simbol yang sangat romantis dan bermakna. Untuk membuatnya anti pasaran, sentuhan modern dapat ditambahkan pada desain klasik ini, menjadikannya lebih personal dan unik.

Keunikan cincin tiga batu dengan sentuhan modern dapat dicapai dengan berbagai cara. Alih-alih tiga batu dengan ukuran dan bentuk yang sama, pasangan bisa memilih batu tengah yang lebih besar dengan dua batu samping yang lebih kecil dan berbeda bentuk, misalnya cushion tengah dengan half-moon di sampingnya. Penggunaan batu permata berwarna sebagai batu samping juga dapat memberikan kontras yang menarik dan ekspresif. Desain pita cincin juga bisa dibuat lebih unik, seperti dengan tekstur anyaman atau desain asimetris.

Keanggunan model ini terletak pada keseimbangan antara makna tradisional dan ekspresi pribadi. Dengan memilih kombinasi batu dan desain pita yang tidak biasa, cincin tiga batu tetap mempertahankan simbolisme yang kuat sambil menampilkan gaya yang lebih kontemporer dan personal. 

5. Cincin Art Deco Cluster

Cincin Art Deco Cluster terinspirasi dari gaya Art Deco tahun 1920-an dan 1930-an, yang dikenal dengan pola geometris yang berani, detail yang rumit, dan nuansa arsitektur. Gaya ini menawarkan estetika yang mewah dan berbeda dari kebanyakan desain cincin tunangan modern, menjadikannya pilihan anti pasaran.

Keunikan cincin ini sering menampilkan berlian atau batu permata yang disusun dalam pola geometris yang kompleks, seperti segi delapan, persegi, atau segitiga, menciptakan efek cluster yang memukau. Penggunaan berbagai jenis batu permata berwarna seperti safir, zamrud, atau rubi juga umum dalam desain Art Deco, memberikan sentuhan warna yang kaya dan dramatis. Pola-pola ini menghasilkan tampilan yang sangat terstruktur dan artistik.

Keanggunan Art Deco Cluster terletak pada detailnya yang rumit, simetri yang presisi, dan nuansa vintage yang mewah. Desain ini memancarkan kemewahan dan kecanggihan dari era yang glamor, menjadikannya pilihan yang unik dan berkelas bagi mereka yang menghargai sejarah dan seni. 

6. Cincin Tunangan Terinspirasi Alam (Nature-Inspired)

Cincin Nature-Inspired mengambil inspirasi dari keindahan dunia alami, menampilkan motif organik seperti daun, sulur, bunga, atau pola botani lainnya. Model ini sangat cocok bagi pasangan yang mencintai alam dan ingin simbol komitmen mereka mencerminkan keindahan dan keabadian lingkungan.

Keunikan model ini sangat personal dan seringkali dibuat secara handcrafted, dengan setiap detail mencerminkan keindahan alam yang unik. Cincin ini bisa menggunakan batu permata yang tidak konvensional seperti moss agate, alexandrite, atau opal, yang semakin memperkuat tema alami. Desainnya seringkali asimetris dan mengalir, meniru bentuk-bentuk alami yang ditemukan di alam.

Keanggunan cincin Nature-Inspired terletak pada desainnya yang halus, detail yang artistik, dan koneksinya dengan alam. Motif bunga atau daun yang melingkar pada pita cincin dapat memberikan kesan romantis dan eterik, menjadikannya pilihan yang sempurna bagi mereka yang mencari simbol komitmen yang unik dan bermakna. 

7. Cincin Bypass/Open Band

Cincin Bypass atau Open Band memiliki desain di mana pita cincin tidak sepenuhnya bertemu di bagian atas, menciptakan celah atau dua ujung yang saling melewati. Desain ini menawarkan estetika modern dan artistik yang berbeda dari cincin tunangan tradisional yang melingkar penuh, menjadikannya pilihan yang anti pasaran.

Keunikan desain bypass memberikan tampilan yang modern dan artistik, karena pita cincin seolah-olah "memeluk" batu permata atau menciptakan ruang negatif yang menarik. Beberapa model bahkan menampilkan dua batu permata di setiap ujung pita yang terbuka, mirip dengan konsep Toi et Moi tetapi dengan struktur pita yang berbeda. Desain ini memberikan kesan dinamis dan tidak konvensional, cocok bagi mereka yang mencari sesuatu yang benar-benar unik.

Keanggunan cincin Bypass/Open Band terletak pada fluiditas dan dinamismenya. Desain ini dapat membuat jari terlihat lebih panjang dan ramping, menambahkan sentuhan keanggunan yang tak terduga. Dengan pilihan emas kuning, putih, atau rose gold, serta penambahan berlian atau batu permata lainnya, cincin ini dapat disesuaikan untuk menciptakan tampilan yang sangat personal dan elegan, jauh dari desain cincin tunangan yang umum. 

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apa itu cincin Toi et Moi?

Jawaban: Cincin Toi et Moi adalah model cincin tunangan yang menampilkan dua batu permata diletakkan berdampingan atau berdekatan, melambangkan penyatuan dua jiwa yang saling mencintai.

2. Mengapa memilih cincin dengan Bezel Setting?

Jawaban: Bezel setting menawarkan perlindungan maksimal pada batu permata dari benturan atau goresan, serta tampilan yang modern, ramping, dan minimalis.

3. Apa keunikan cincin East-West Setting?

Jawaban: Keunikan East-West Setting terletak pada penempatan batu permata memanjang secara horizontal melintasi jari, memberikan tampilan yang segar, modern, dan tidak konvensional.

4. Bagaimana cincin tiga batu bisa tampil modern?

Jawaban: Cincin tiga batu bisa tampil modern dengan kombinasi batu permata berbeda ukuran atau bentuk, penggunaan batu berwarna, atau desain pita cincin yang unik seperti tekstur anyaman.

5. Apa yang membuat cincin Art Deco Cluster unik?

Jawaban: Cincin Art Deco Cluster unik karena menampilkan berlian atau batu permata yang disusun dalam pola geometris kompleks, terinspirasi gaya tahun 1920-an dengan detail rumit dan nuansa vintage mewah.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|