- Sejak usia berapa anak bisa diajarkan mengatur uang THR?
- Apakah anak boleh menghabiskan sebagian uang THR?
- Bagaimana cara membuat anak tertarik menabung?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Momen Lebaran selalu menjadi waktu yang paling dinanti oleh anak-anak karena mereka biasanya menerima uang THR dari orang tua, kakek-nenek, paman, bibi, maupun kerabat lainnya yang datang bersilaturahmi. Jumlah uang yang diterima terkadang cukup banyak bagi anak, sehingga tidak jarang mereka langsung menghabiskannya untuk membeli mainan, jajanan, atau barang yang sebenarnya tidak terlalu mereka butuhkan. Situasi ini sebenarnya bisa menjadi kesempatan yang sangat baik bagi orang tua untuk mulai mengenalkan konsep pengelolaan uang secara sederhana kepada anak.
Alih-alih membiarkan uang THR habis dalam waktu singkat, orang tua dapat menjadikan momen ini sebagai sarana pembelajaran tentang bagaimana cara mengatur uang dengan bijak sejak usia dini. Anak-anak yang belajar mengelola uang sejak kecil biasanya akan lebih memahami nilai uang, mampu menahan keinginan yang tidak terlalu penting, serta terbiasa membuat keputusan finansial yang lebih bijaksana ketika mereka tumbuh dewasa nanti.
1. Ajarkan Konsep Membagi Uang
Langkah pertama yang bisa dilakukan orang tua adalah mengajarkan anak bahwa uang yang mereka terima tidak harus langsung dihabiskan sekaligus, melainkan dapat dibagi ke dalam beberapa bagian sesuai dengan tujuan penggunaannya. Konsep sederhana seperti membagi uang untuk ditabung, dibelanjakan, dan disedekahkan dapat membantu anak memahami bahwa uang memiliki fungsi yang berbeda-beda dan tidak semuanya digunakan untuk memenuhi keinginan sesaat.
Orang tua dapat mempraktikkan konsep ini dengan cara yang menyenangkan, misalnya menggunakan tiga amplop atau tiga celengan dengan label yang berbeda seperti “tabungan”, “belanja”, dan “berbagi”. Dengan cara visual seperti ini, anak akan lebih mudah memahami bahwa uang yang mereka miliki perlu dikelola secara terencana, bukan sekadar digunakan secara impulsif tanpa dipikirkan terlebih dahulu.
Selain itu, orang tua juga bisa menjelaskan proporsi pembagian uang dengan cara yang sederhana, misalnya setengah dari uang THR dimasukkan ke tabungan, sebagian kecil untuk sedekah, dan sisanya boleh digunakan untuk membeli sesuatu yang diinginkan. Metode ini dapat membantu anak belajar membuat keputusan finansial sederhana sekaligus melatih mereka untuk tidak menghabiskan semua uang yang dimiliki dalam satu waktu.
2. Kenalkan Pentingnya Menabung
Mengajarkan anak tentang kebiasaan menabung merupakan salah satu langkah penting dalam membangun literasi keuangan sejak dini, terutama ketika mereka baru saja menerima uang THR yang jumlahnya lebih besar dari biasanya. Anak perlu memahami bahwa uang yang disimpan hari ini dapat memberikan manfaat di masa depan, terutama ketika mereka ingin membeli sesuatu yang lebih mahal atau lebih penting.
Orang tua bisa memulai dengan menjelaskan konsep menabung menggunakan contoh yang mudah dipahami anak, seperti menabung sedikit demi sedikit hingga akhirnya bisa membeli sepeda, mainan favorit, atau barang lain yang mereka inginkan. Penjelasan seperti ini membuat anak memahami bahwa menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi juga cara untuk mencapai tujuan yang lebih besar.
Agar anak semakin termotivasi, orang tua juga dapat membantu mereka membuat target tabungan yang jelas dan realistis. Misalnya, jika anak ingin membeli mainan tertentu, orang tua bisa menunjukkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menabung hingga jumlah uang yang diperlukan tercapai, sehingga anak belajar tentang kesabaran, perencanaan, dan nilai dari usaha yang mereka lakukan.
3. Libatkan Anak Saat Membuat Rencana Pengeluaran
Melibatkan anak dalam proses perencanaan penggunaan uang THR dapat membantu mereka belajar membuat keputusan yang lebih bijak sejak dini. Alih-alih langsung memberikan uang tanpa arahan, orang tua dapat mengajak anak berdiskusi tentang apa saja yang ingin mereka lakukan dengan uang tersebut, sehingga anak merasa dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.
Dalam proses diskusi ini, orang tua dapat membantu anak menyusun daftar keinginan atau barang yang ingin dibeli, lalu bersama-sama menentukan mana yang paling penting untuk diprioritaskan terlebih dahulu. Cara ini membantu anak memahami bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi sekaligus dan bahwa memilih prioritas adalah bagian penting dari pengelolaan uang.
Selain itu, kebiasaan membuat rencana pengeluaran juga dapat melatih kemampuan berpikir anak agar lebih terstruktur ketika menggunakan uang. Ketika anak terbiasa merencanakan pengeluaran sejak kecil, mereka akan lebih mudah memahami konsep perencanaan keuangan yang lebih kompleks ketika dewasa nanti.
4. Berikan Kebebasan dengan Batasan
Memberikan anak kebebasan untuk menggunakan sebagian uang THR mereka merupakan langkah penting agar mereka dapat belajar mengelola uang secara mandiri. Namun, kebebasan ini tetap perlu disertai dengan batasan yang jelas agar anak tidak menggunakan seluruh uangnya secara impulsif tanpa mempertimbangkan dampaknya.
Orang tua bisa menetapkan aturan sederhana, misalnya anak hanya boleh menggunakan sejumlah tertentu dari uang THR untuk membeli barang yang mereka inginkan, sementara sisanya harus tetap disimpan atau ditabung. Dengan cara ini, anak tetap merasakan kebebasan memilih, tetapi juga belajar tentang pentingnya disiplin dalam menggunakan uang.
Pengalaman menggunakan uang sendiri juga dapat menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi anak. Ketika mereka merasakan bagaimana rasanya uang cepat habis karena digunakan tanpa perencanaan, mereka akan lebih memahami pentingnya mengatur pengeluaran dengan lebih bijak di masa mendatang.
5. Gunakan Celengan atau Rekening Tabungan Anak
Salah satu cara yang cukup efektif untuk menumbuhkan kebiasaan menabung pada anak adalah dengan menyediakan celengan khusus yang digunakan untuk menyimpan uang THR mereka. Celengan dapat menjadi simbol nyata dari proses menabung yang sedang dilakukan anak, sehingga mereka dapat melihat secara langsung bagaimana uang mereka bertambah dari waktu ke waktu.
Celengan transparan sering kali menjadi pilihan yang menarik karena anak dapat melihat isi uang di dalamnya tanpa harus membukanya. Melihat jumlah uang yang semakin bertambah dapat memberikan rasa puas dan memotivasi anak untuk terus menabung serta menahan keinginan untuk menggunakan uang secara sembarangan.
Selain celengan, orang tua juga dapat mempertimbangkan membuka rekening tabungan khusus anak di bank. Dengan memiliki rekening sendiri, anak dapat mulai mengenal sistem keuangan yang lebih formal dan memahami bahwa uang dapat disimpan dengan aman serta digunakan untuk tujuan yang lebih besar di masa depan.
6. Jadikan Kesempatan untuk Belajar tentang Sedekah
Selain menabung dan berbelanja, orang tua juga dapat memanfaatkan momen THR untuk mengajarkan anak tentang pentingnya berbagi dengan sesama. Anak perlu memahami bahwa sebagian dari uang yang mereka miliki dapat digunakan untuk membantu orang lain yang membutuhkan, sehingga mereka belajar tentang nilai empati dan kepedulian sosial.
Orang tua dapat menjelaskan bahwa sedekah tidak harus dalam jumlah besar, tetapi yang terpenting adalah niat untuk berbagi dengan orang lain. Anak bisa diajak memilih sendiri sebagian kecil dari uang THR mereka untuk dimasukkan ke kotak amal atau diberikan kepada orang yang membutuhkan.
Ketika anak dilibatkan secara langsung dalam kegiatan berbagi, mereka akan memahami bahwa uang bukan hanya alat untuk memenuhi keinginan pribadi, tetapi juga sarana untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Nilai ini sangat penting dalam membentuk karakter anak agar tumbuh menjadi pribadi yang dermawan dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
7. Berikan Contoh dari Orang Tua
Salah satu cara paling efektif untuk mengajarkan anak tentang pengelolaan uang adalah melalui contoh nyata yang diberikan oleh orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak cenderung meniru kebiasaan yang mereka lihat, sehingga perilaku orang tua dalam mengatur keuangan akan sangat memengaruhi cara anak memandang uang.
Orang tua dapat menunjukkan kebiasaan baik seperti membuat daftar belanja, menabung secara rutin, atau menyisihkan sebagian uang untuk sedekah. Ketika anak melihat bahwa orang tua juga melakukan hal-hal tersebut secara konsisten, mereka akan lebih mudah memahami bahwa mengatur uang adalah kebiasaan penting yang perlu dilakukan oleh semua orang.
Selain itu, orang tua juga bisa melibatkan anak dalam aktivitas sederhana seperti menghitung uang tabungan, menyusun anggaran belanja kecil, atau memutuskan kapan waktu yang tepat untuk membeli sesuatu. Dengan cara ini, anak tidak hanya mendengar nasihat tentang pengelolaan uang, tetapi juga melihat langsung bagaimana praktiknya dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Sejak usia berapa anak bisa diajarkan mengatur uang THR?
Anak biasanya sudah bisa mulai dikenalkan konsep dasar pengelolaan uang sejak usia 5–7 tahun melalui cara sederhana seperti menabung dan membagi uang.
2. Apakah anak boleh menghabiskan sebagian uang THR?
Boleh, selama jumlahnya masih dalam batas yang disepakati dan anak tetap menyisihkan sebagian untuk tabungan atau tujuan lain.
3. Bagaimana cara membuat anak tertarik menabung?
Orang tua bisa membuat target tabungan yang jelas, seperti membeli mainan tertentu, sehingga anak merasa memiliki tujuan yang ingin dicapai.
4. Apakah perlu membuka rekening tabungan untuk anak?
Tidak wajib, tetapi rekening tabungan dapat membantu anak mengenal sistem keuangan sejak dini dan belajar menyimpan uang dengan lebih aman.
5. Berapa persen uang THR yang sebaiknya ditabung anak?
Sebagai panduan sederhana, sekitar 40–60 persen uang THR bisa dialokasikan untuk tabungan, sementara sisanya dapat digunakan untuk kebutuhan lain.

2 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520844/original/042712800_1772646463-aksesoris.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524748/original/027348700_1772984123-Baju_Seragam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531692/original/036994400_1773631437-broiler.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524694/original/042655200_1772973340-Gemini_Generated_Image_aqv829aqv829aqv8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525488/original/040359300_1773043795-Gemini_Generated_Image_q1sv1oq1sv1oq1sv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4015479/original/084089800_1651898783-mother-holds-newborn-boy-her-arms-while-she-feeds-him.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500582/original/083177200_1770871033-Gemini_Generated_Image_2j8pjk2j8pjk2j8p.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461719/original/099491300_1767433319-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508496/original/060186900_1771577652-ide_lebaran8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3135852/original/023104700_1590262356-292076-P6REN7-836.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4429029/original/098270800_1684200414-pexels-andrea-piacquadio-3756168_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516334/original/097318500_1772282902-Dekorasi_Ruang_Tamu_untuk_Lebaran_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529573/original/032179900_1773371862-unnamed__78_.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3308345/original/083500600_1606419043-man-beige-coat-frozen-food-section-large-supermarket-opens-refrigerator-vegetables-close-up_120897-1920__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452923/original/061535600_1766463159-Gelang_serut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452950/original/038809600_1766463357-natal8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453046/original/024157300_1766466396-Kebun_Bebas_Hama_dan_Pestisida.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5138272/original/076888800_1740023227-allec-gomes-5-rU7F9bj9A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3293682/original/072535700_1605093228-circular-white-pills-spilling-from-glass-bottle-yellow-background_23-2147867015.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)