Liputan6.com, Jakarta - Berkebun tanaman sayur dan pangan, yang mencakup sayuran dan bahan pangan pokok, telah menjadi tren yang digemari banyak orang di tengah gaya hidup serba cepat. Praktik ini tidak hanya memberikan akses mudah ke makanan segar, tetapi juga membawa sejumlah manfaat positif bagi kesehatan, keuangan, dan lingkungan. Menanam sayuran sendiri dapat membantu menghemat uang dan memastikan asupan nutrisi yang lebih tinggi serta bebas pestisida.
Bagi individu dengan jadwal padat, tantangan waktu dan perawatan seringkali menjadi penghalang utama untuk memulai hobi berkebun. Banyak yang khawatir tidak memiliki cukup waktu untuk menyiram, memupuk, atau mengatasi hama. Padahal, ada banyak jenis tanaman sayur dan pangan yang dirancang untuk tumbuh subur dengan intervensi minimal.
Artikel ini hadir untuk memberikan solusi praktis dengan merekomendasikan tanaman sayur dan pangan yang minim perawatan. Kriteria tanaman ini meliputi ketahanan terhadap kondisi lingkungan bervariasi, kebutuhan penyiraman yang tidak intensif, serta ketahanan alami terhadap hama dan penyakit. Dengan memilih tanaman yang tepat, Anda dapat menikmati hasil panen segar dari halaman rumah tanpa harus mengorbankan waktu berharga Anda. Berikut rekomendasi tanaman sayur yang minim perawatan, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamsi (1/1/2025).
Kangkung, Si Cepat Panen yang Adaptif
Kangkung merupakan salah satu jenis tanaman sayur tropis yang sangat adaptif dan dikenal memiliki pertumbuhan luar biasa cepat. Tanaman ini menyukai sinar matahari penuh serta kondisi tanah yang cukup lembap, menjadikannya pilihan ideal untuk berbagai iklim. Kangkung juga merupakan sumber vitamin A, vitamin C, dan serat yang baik untuk kesehatan tubuh.
Budidaya kangkung relatif mudah dan dapat dilakukan di musim apa saja, bahkan tahan terhadap cuaca panas ekstrem. Tanaman sayur ini tidak memerlukan perawatan khusus yang rumit; cukup disiram secara rutin dan sesekali diberikan pupuk organik. Kemampuannya untuk terus tumbuh setelah panen, dengan menyisakan pangkal tanaman, menjadikannya pilihan yang sangat efisien bagi pekebun sibuk.
Kangkung dapat ditanam di lahan sempit sekitar rumah, baik secara konvensional, hidroponik, maupun di polybag. Untuk penanaman di polybag, siapkan wadah dengan diameter minimal 20-30 cm dan kedalaman sekitar 15-20 cm. Pastikan wadah memiliki lubang drainase yang baik. Tanaman kangkung sudah bisa dipanen pada umur 3 minggu dari penanaman biji, atau sekitar 25–30 hari setelah tanam.
Dengan metode pemotongan batang sekitar 2-3 cm di atas permukaan tanah, panen dapat dilakukan setiap 2-3 minggu sekali. Satu tanaman kangkung bahkan bisa menghasilkan panen hingga 15 kali, menunjukkan efisiensi tinggi dari tanaman pangan ini.
Bayam, Sumber Nutrisi Tahan Panas
Bayam adalah tanaman sayur yang sangat tahan terhadap panas dan dapat tumbuh subur di bawah sinar matahari langsung. Tanaman ini merupakan sumber nutrisi penting seperti vitamin A, vitamin C, dan zat besi yang bermanfaat bagi tubuh. Keunggulan bayam menjadikannya pilihan populer untuk kebun rumah.
Termasuk tanaman yang adaptif, bayam tidak membutuhkan lahan luas untuk pertumbuhannya. Selain itu, tanaman ini jarang terserang hama, sehingga perawatannya menjadi lebih mudah. Bayam dapat tumbuh subur pada tempat yang teduh maupun di bawah sinar matahari, bahkan bisa ditanam dalam ruangan yang dekat ambang jendela.
Untuk penanaman, cukup tanam biji bayam di polybag dengan campuran tanah, kompos, dan sedikit sekam. Jika menggunakan pot, sebaiknya pilih ukuran sekitar 6-8 inci untuk mendukung pertumbuhan akar yang optimal. Penyiraman dua kali sehari sudah cukup untuk merangsang pertumbuhannya.
Tanaman bayam dapat dipanen dalam waktu sekitar 30–35 hari setelah tanam. Siklus panen yang cepat ini menjadikan bayam sebagai salah satu tanaman sayur dan pangan favorit bagi pekebun sibuk yang menginginkan hasil instan.
Sawi Hijau, Sayuran Cepat Tumbuh di Musim Kemarau
Sawi hijau adalah tanaman sayur populer di Indonesia yang dapat tumbuh dengan baik selama musim kemarau. Tanaman ini memiliki daun lebar dan tebal, yang secara alami membantu melindungi sawi dari sengatan sinar matahari berlebih. Sawi juga kaya akan vitamin A, vitamin C, dan kalsium yang penting untuk kesehatan tulang dan mata.
Termasuk sayuran yang cepat tumbuh, sawi tidak rewel dalam perawatannya, cocok untuk pekebun pemula. Tanaman ini tahan terhadap cuaca panas dan ideal ditanam di tempat dengan intensitas cahaya sekitar 3-4 jam sehari. Sawi hijau membutuhkan tempat yang lembap dan media tanam yang kaya unsur hara.
Anda bisa menanam sawi dari biji atau bibit yang sudah disemai sebelumnya, memberikan fleksibilitas dalam memulai budidaya. Polybag berukuran sedang sudah cukup untuk mendukung sistem perakarannya. Selama rutin disiram dan mendapatkan sinar matahari yang cukup, sawi bisa dipanen dalam waktu 35–40 hari.
Kecepatan panen dan kemudahan perawatan menjadikan sawi hijau sebagai pilihan tanaman sayur dan pangan yang praktis untuk kebun rumah Anda.
Bawang Merah dan Putih, Bumbu Dapur Esensial Minim Perawatan
Bawang merah dan bawang putih adalah bumbu dapur esensial yang hampir selalu dibutuhkan dalam setiap masakan, sehingga kebutuhan pasarnya terus meningkat. Hal ini menjadikan budidaya bawang merah dan putih sangat menguntungkan. Kedua tanaman pangan ini menawarkan peluang besar bagi pekebun rumahan.
Kedua jenis bawang ini termasuk sayuran yang cepat panen dan relatif minim perawatan. Bawang putih, khususnya, dianggap sebagai salah satu tanaman yang paling sedikit membutuhkan perhatian. Ini menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang memiliki jadwal padat.
Bawang merah bisa ditanam langsung dari siungnya tanpa perlu proses penyemaian yang rumit. Cukup tanam sebagian siung ke dalam polybag atau pot, dan pastikan media tanam tidak terlalu basah agar tidak membusuk. Bawang putih umumnya ditanam di musim gugur, dengan perawatan yang tidak rumit, hanya perlu memperhatikan penyiraman dan pencahayaan yang cukup.
Bawang merah dapat dipanen dalam waktu sekitar 50–60 hari, baik daunnya maupun umbinya. Sementara itu, bawang putih membutuhkan waktu lebih lama, sekitar 240-270 hari setelah tanam. Meskipun demikian, hasil panen yang berlimpah dan kegunaannya yang vital di dapur membuatnya sepadan dengan penantian.
Cabai, Tanaman Pedas Tahan Panas dan Berbuah Berulang
Cabai adalah tanaman sayur yang sangat populer di Indonesia dan dapat tumbuh dengan baik di musim kemarau. Tanaman ini merupakan sumber vitamin C dan antioksidan yang baik, memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Keberadaannya hampir selalu ada di setiap dapur rumah tangga.
Tanaman cabai tahan panas dan membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk tumbuh serta berbuah secara optimal. Perawatannya tidak sulit, dan setelah mulai berbuah, cabai bisa dipanen berkali-kali dari satu tanaman yang sama. Ini memberikan pasokan cabai segar yang berkelanjutan.
Cabai sangat cocok ditanam di polybag, terutama bagi Anda yang ingin selalu memiliki stok cabai segar. Gunakan polybag berukuran minimal 30 cm dan media tanam yang gembur agar akar dapat berkembang secara optimal. Cukup pastikan cabai mendapat sinar matahari penuh dan berikan pupuk secara berkala.
Waktu panen cabai memang lebih lama dibanding sayuran daun, yaitu sekitar 60–90 hari. Namun, kemampuannya untuk terus berbuah dan minim perawatan menjadikannya pilihan tanaman sayur dan pangan yang menguntungkan dalam jangka panjang.
Rosemary dan Thyme, Herba Minim Perawatan Sepanjang Tahun
Rosemary (Salvia rosmarinus) dan Thyme (Thymus vulgaris) adalah herba abadi yang sangat cocok untuk pekebun sibuk. Rosemary, tanaman Mediterania dengan aroma khas, sering digunakan dalam masakan dan aromaterapi. Thyme, di sisi lain, adalah herba serbaguna yang tumbuh rendah dan memiliki banyak kegunaan kuliner.
Kedua herba ini dikenal sangat minim perawatan. Rosemary sangat menyukai diabaikan, tahan kekeringan, dan sebagian besar bebas dari serangan hama. Thyme juga tumbuh subur di tanah yang kurang subur, tidak masalah jika lupa disiram, dan akan tumbuh kembali setiap tahun tanpa perlu penanaman ulang.
Rosemary membutuhkan sinar matahari penuh, sekitar 6-8 jam sehari, serta tanah berpasir dengan drainase yang baik. Siram rosemary hanya saat tanah terasa kering di antara penyiraman. Thyme juga memerlukan sinar matahari penuh, tanah berpasir, dan drainase yang baik. Tanaman thyme juga cukup disiram setiap 10-15 hari.
Kemudahan perawatan dan kemampuan panen sepanjang tahun menjadikan rosemary dan thyme sebagai pilihan tanaman pangan dan sayur yang praktis. Anda dapat menikmati herba segar kapan pun dibutuhkan tanpa banyak usaha.
Kacang Panjang, Sumber Protein Tahan Panas yang Produktif
Kacang panjang adalah tanaman sayur yang tahan panas dan dapat tumbuh dengan baik di musim kemarau. Tanaman ini merupakan sumber protein, serat, dan vitamin B yang baik untuk diet sehari-hari. Keunggulannya dalam beradaptasi dengan iklim panas menjadikannya favorit di banyak daerah.
Untuk jenis bush beans (kacang polong semak), tanaman ini tidak membutuhkan tiang atau teralis, menjadikannya pilihan yang sangat minim perawatan. Kacang panjang dapat menghasilkan banyak polong dalam waktu sekitar 2 bulan, menawarkan panen yang cepat dan berlimpah.
Tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk tumbuh dan berbuah secara optimal. Tanam biji sedalam 1-2 inci, dengan jarak tanam sekitar 4 inci antar biji. Penting untuk menjaga tanah tetap lembap, tetapi hindari kondisi yang terlalu basah agar akar tidak membusuk.
Kacang panjang dapat dipanen dalam waktu 50-60 hari setelah tanam. Produktivitas tinggi dan perawatan yang relatif mudah menjadikan kacang panjang sebagai pilihan tanaman sayur dan pangan yang efisien untuk kebun rumah Anda.
Tips Umum Berkebun Tanaman Sayur dan Pangan Minim Perawatan
Untuk memaksimalkan efisiensi dan mengurangi waktu perawatan di kebun Anda, terapkan beberapa tips praktis berikut. Tips ini dirancang khusus untuk pekebun sibuk yang ingin hasil maksimal dengan usaha minimal. Dengan strategi yang tepat, berkebun tanaman sayur dan pangan bisa menjadi hobi yang menyenangkan dan tidak membebani.
- Gunakan sistem irigasi tetes atau soaker hose: Sistem ini mengalirkan air langsung ke akar tanaman, mengurangi penguapan dan menghemat waktu penyiraman. Dengan soaker hose, Anda bisa menyiram seluruh kebun hanya dengan memutar keran, sangat praktis.
- Manfaatkan mulsa (mulch): Lapisan mulsa di permukaan tanah membantu menahan kelembapan, menekan pertumbuhan gulma, dan mengatur suhu tanah. Mulsa organik juga akan terurai seiring waktu, memperkaya tanah Anda dengan nutrisi alami.
- Pilih media tanam berkualitas: Media tanam yang kaya nutrisi dan memiliki drainase baik akan mendukung pertumbuhan tanaman yang sehat tanpa perlu banyak intervensi. Ini adalah investasi awal yang akan mempermudah perawatan jangka panjang.
- Tanam dalam wadah/polybag: Metode ini cocok untuk lahan sempit dan memberikan kontrol lebih baik terhadap kondisi tanah dan air. Banyak tanaman sayur dan pangan dapat tumbuh subur di polybag, seperti kangkung dan cabai.
- Lakukan perawatan rutin 15 menit/hari: Luangkan waktu singkat setiap hari untuk memeriksa tanaman, menyiram jika perlu, atau mencabut gulma kecil. Konsistensi ini akan mencegah masalah besar menumpuk dan menjaga kebun tetap sehat.
Menerapkan tips ini akan sangat membantu Anda dalam mengelola kebun tanaman sayur dan pangan Anda. Dengan demikian, Anda bisa menikmati hasil panen segar tanpa merasa terbebani oleh jadwal perawatan yang padat.
Menanam tanaman sayur dan pangan minim perawatan adalah solusi realistis dan berkelanjutan bagi Anda yang memiliki gaya hidup sibuk namun ingin menikmati manfaat berkebun. Dengan memilih jenis tanaman yang tepat, Anda tidak perlu mengorbankan waktu berharga untuk perawatan intensif. Anda tetap bisa mendapatkan hasil panen segar yang sehat langsung dari halaman rumah.
FAQ
Q: Apa saja tanaman sayur dan pangan yang bisa tumbuh tanpa sinar matahari penuh?
A: Bayam, sawi, kangkung, dan herbal seperti thyme dapat bertahan di tempat teduh parsial atau dengan intensitas cahaya matahari yang tidak terlalu tinggi.
Q: Bagaimana cara menanam tanaman minim perawatan di lahan sempit?
A: Anda dapat menggunakan polybag, vertical garden, atau container gardening. Tanaman seperti kangkung, cabai, dan herbal sangat cocok untuk metode ini karena tidak memerlukan lahan luas.
Q: Berapa frekuensi penyiraman yang ideal untuk tanaman ini?
A: Umumnya, tanaman minim perawatan membutuhkan penyiraman 1-2 kali seminggu, tergantung pada kondisi cuaca dan jenis tanaman. Penting untuk memeriksa kelembapan tanah dengan menyentuhnya; jika bagian atas tanah terasa kering, saatnya menyiram.
Q: Apakah perlu menggunakan pupuk kimia?
A: Tidak harus. Pupuk kompos atau pupuk kandang sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kebanyakan tanaman minim perawatan. Pupuk organik juga membantu membangun kesehatan tanah dalam jangka panjang.
Q: Tanaman sayur dan pangan apa yang bisa dipanen berulang?
A: Kangkung, bayam, sawi, cabai, rosemary, thyme, dan bush beans adalah beberapa contoh tanaman yang dapat dipanen berulang kali. Kangkung, misalnya, dapat dipanen hingga 15 kali dari satu tanaman yang sama.

9 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5321659/original/003930200_1755677673-20250816AA_Persita_Tangerang_vs_Persebaya_Surabaya-31.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457738/original/029233400_1767024543-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5460633/original/004515200_1767261079-IMG_0480.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460621/original/058715300_1767260151-model_cincin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429809/original/092733700_1764645012-000_32RQ793.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460608/original/003971100_1767259572-Gemini_Generated_Image_t5w6smt5w6smt5w6_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460578/original/095180900_1767258462-kolam_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354183/original/007818500_1758201833-cesar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460530/original/052201400_1767256059-Gemini_Generated_Image_an4014an4014an40_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460693/original/009350000_1767267600-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453421/original/028351900_1766478156-frozen_nugget__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460490/original/052114600_1767253538-Gemini_Generated_Image_4kiykk4kiykk4kiy_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460544/original/012952900_1767257018-063_1498828068.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460472/original/045771400_1767252695-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5442650/original/014883100_1765550561-20251212BL_Timnas_Indonesia_U-22_Vs_Myanmar_SEA_Games_2025-56.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460458/original/047154400_1767252016-Gemini_Generated_Image_fo0qebfo0qebfo0q_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454226/original/014679600_1766553657-Menanam_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460591/original/068061200_1767258710-ChatGPT_Image_1_Jan_2026__16.09.23.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400184/original/044015200_1762068222-InShot_20251102_134540718.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355485/original/050496700_1758339034-unnamed__1_.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346547/original/050266700_1757611715-1000212638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5338264/original/048399000_1756968798-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5339933/original/067743600_1757137253-unnamed_-_2025-09-06T122212.122.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5339299/original/025399500_1757052533-unnamed_-_2025-09-05T125024.466.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345226/original/041083400_1757522822-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_21.04.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5338093/original/002133400_1756964690-Gemini_Generated_Image_e2yjtbe2yjtbe2yj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5339336/original/027918600_1757053950-Gemini_Generated_Image_g2jz1pg2jz1pg2jz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5337693/original/019292600_1756953990-Gemini_Generated_Image_50x1oc50x1oc50x1.jpg)