Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat hidroponik dari pipa paralon bekas tanpa bor menjadi solusi praktis untuk memulai hobi berkebun hemat biaya dengan memanfaatkan barang bekas di rumah. Di tengah tren urban farming yang semakin populer menjelang 2026, Anda tidak perlu alat canggih seperti bor listrik karena dengan kreativitas dan peralatan sederhana, pipa paralon bekas bisa diubah menjadi media tanam hidroponik yang produktif.
Sistem hidroponik memudahkan perawatan karena tanpa tanah, dengan nutrisi langsung dari air yang kaya mineral, serta penggunaan pipa paralon yang tahan lama dan kuat. Berbagai sayuran daun seperti selada, pakcoy, hingga sawi hijau bisa ditanam meski lahan terbatas, menjadikannya cocok untuk pemula yang ingin mencoba metode berkebun praktis dengan risiko minim. Berikut cara membuat hidroponik dari pipa paralon bekas tanpa bor, dirangkum Liputan6.com pada Sabtu (4/4/2026).
1. Menyiapkan Pipa Paralon Bekas
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengumpulkan pipa paralon bekas dengan diameter minimal tiga inci agar akar tanaman leluasa. Pastikan pipa dalam kondisi yang masih layak pakai dan tidak memiliki keretakan yang besar pada bagian badannya tersebut. Bersihkan sisa tanah atau semen yang menempel pada pipa menggunakan air mengalir agar sistem pengairan tetap sangat lancar.
Pipa yang bersih akan mencegah timbulnya lumut atau bakteri yang bisa mengganggu kesehatan tanaman sayur yang sedang Anda tanam. Jika pipa terlalu panjang, Anda bisa memotongnya menjadi beberapa bagian sesuai dengan luas lahan yang tersedia di rumah. Ukuran yang seragam akan memudahkan Anda saat merangkai pipa-pipa tersebut menjadi satu kesatuan sistem hidroponik yang rapi. Persiapan bahan yang baik adalah kunci utama agar instalasi hidroponik Anda bisa bertahan dalam jangka waktu lama.
2. Membuat Lubang dengan Solder
Karena kita tidak menggunakan mesin bor, maka alat alternatif yang paling efektif digunakan adalah solder listrik yang sangat panas. Panaskan solder terlebih dahulu, lalu buatlah titik-titik lubang pada bagian atas pipa paralon dengan jarak sekitar lima belas sentimeter. Tekan solder secara perlahan hingga plastik paralon meleleh dan membentuk sebuah lubang yang bulat dengan ukuran yang sangat pas.
Gunakan botol bekas atau netpot sebagai acuan ukuran lubang agar nantinya wadah tanaman bisa masuk dengan sangat presisi sekali. Jika tidak ada solder, Anda bisa menggunakan besi panjang yang dipanaskan di atas kompor gas hingga berwarna kemerahan. Lakukan proses ini di ruangan terbuka agar asap hasil lelehan plastik tidak terhirup langsung oleh hidung dan paru-paru Anda. Pastikan pinggiran lubang sudah halus agar tidak melukai tangan Anda saat melakukan perawatan tanaman sayur setiap hari.
3. Merakit Rangka Penyangga Pipa
Rangka penyangga sangat penting untuk menjaga posisi pipa tetap stabil dan tidak mudah terguling saat terkena angin yang kencang. Anda bisa memanfaatkan kayu sisa atau bambu yang dipotong-potong untuk membentuk struktur penyangga berbentuk huruf "A" yang sangat kuat. Ikatkan pipa paralon pada rangka menggunakan tali rafia atau kabel tis agar posisinya tidak bergeser saat diisi air.
Pastikan posisi pipa sedikit miring agar air bisa mengalir dengan lancar dari ujung satu ke ujung pipa yang lainnya. Kemiringan yang ideal akan membantu sirkulasi oksigen dalam air menjadi lebih baik bagi kesehatan akar tanaman hidroponik Anda. Anda juga bisa menempelkan rangka ini pada dinding pagar rumah untuk menghemat penggunaan ruang lantai yang sangat terbatas. Rangka yang kokoh akan menjamin keselamatan instalasi hidroponik Anda selama masa pertumbuhan tanaman hingga waktu panen tiba nanti.
4. Menutup Ujung Pipa Paralon
Kedua ujung pipa harus ditutup dengan rapat agar air nutrisi tidak terbuang sia-sia keluar dari sistem instalasi yang dibuat. Anda bisa menggunakan tutup pipa pabrikan (cap) atau memanfaatkan plastik tebal yang diikat kuat menggunakan karet ban bekas. Pastikan tidak ada kebocoran sekecil apa pun pada bagian penutup ini agar penggunaan air menjadi jauh lebih efisien.
Pada salah satu penutup, buatlah satu lubang kecil sebagai jalur masuk selang air dari bak penampung nutrisi di bawah. Penutup yang rapat juga berfungsi untuk menjaga suhu air di dalam pipa agar tetap stabil dan tidak terlalu panas. Jika suhu air terlalu panas, akar tanaman bisa mengalami pembusukan yang akan menyebabkan tanaman Anda menjadi cepat mati. Gunakan lem pipa jika diperlukan untuk memastikan sambungan antara pipa dan penutup benar-benar kedap air secara sangat sempurna.
5. Menyiapkan Bak Nutrisi Air
Bak nutrisi berfungsi sebagai wadah untuk menampung air yang sudah dicampur dengan pupuk cair khusus hidroponik atau nutrisi AB Mix. Anda bisa menggunakan ember bekas cat atau kontainer plastik yang sudah tidak terpakai lagi untuk fungsi penting ini. Letakkan bak nutrisi di bawah ujung pipa yang paling rendah agar air bisa kembali ke bak melalui gaya gravitasi.
Pastikan bak nutrisi tertutup rapat agar tidak menjadi sarang nyamuk dan tidak tercemar oleh kotoran dari lingkungan luar rumah. Bak yang berwarna gelap lebih disarankan karena mampu mencegah pertumbuhan lumut yang berlebihan di dalam air nutrisi tersebut. Periksalah ketersediaan air di dalam bak secara rutin, terutama saat cuaca sedang sangat terik agar tanaman tidak kekurangan cairan. Air nutrisi yang bersih adalah sumber kehidupan utama bagi tanaman hidroponik Anda agar bisa tumbuh dengan sangat subur.
6. Memasang Pompa Air Kecil
Untuk mengalirkan air dari bak ke atas pipa, Anda memerlukan pompa air kecil seperti yang biasa digunakan pada akuarium. Pasangkan selang pada pompa dan masukkan ujung selang ke dalam lubang yang sudah dibuat pada penutup pipa paling atas. Pompa ini akan bekerja secara terus-menerus untuk menjaga aliran air tetap stabil di dalam seluruh sistem hidroponik Anda.
Pilihlah pompa yang memiliki konsumsi daya listrik yang rendah agar tidak membebani biaya pengeluaran bulanan keluarga Anda di rumah. Arus air yang tenang akan membantu akar tanaman menyerap nutrisi dengan lebih optimal tanpa merusak struktur akar yang halus. Pastikan kabel listrik terpasang dengan aman dan terlindung dari percikan air guna menghindari risiko terjadinya arus pendek listrik. Penggunaan pompa otomatis ini akan sangat memudahkan Anda karena tidak perlu menyiram tanaman secara manual setiap pagi dan sore.
7. Menyiapkan Media Tanam Netpot
Gunakan botol plastik bekas yang dipotong bagian bawahnya sebagai wadah tanaman atau sering disebut dengan istilah netpot darurat yang murah. Buatlah lubang-lubang kecil pada dinding botol agar akar tanaman bisa keluar dan bersentuhan langsung dengan aliran air nutrisi. Anda bisa menggunakan kain flanel sebagai sumbu untuk membantu menarik air ke atas menuju media tanam yang kering.
Isilah netpot dengan media tanam yang ringan seperti arang sekam, rockwool, atau kerikil kecil yang sudah dicuci bersih dengan air. Masukkan bibit tanaman yang sudah berusia sekitar sepuluh hari ke dalam netpot dengan posisi akar yang menghadap ke bawah. Letakkan netpot ke dalam lubang pipa paralon yang sudah disiapkan sebelumnya dengan posisi yang tegak dan sangat stabil. Penggunaan kain flanel sangat penting terutama bagi pemula agar bibit tanaman tidak kering saat pompa sedang tidak dinyalakan.
8. Perawatan dan Penambahan Nutrisi
Setelah semua instalasi terpasang dengan benar, lakukan pemantauan harian terhadap pertumbuhan daun dan juga kondisi akar tanaman sayur Anda. Tambahkan nutrisi AB Mix secara berkala sesuai dengan petunjuk dosis agar tanaman mendapatkan asupan mineral yang sangat cukup. Jaga kebersihan lingkungan sekitar pipa agar tidak ada hama serangga yang menyerang daun sayuran yang sedang tumbuh hijau.
Pastikan instalasi hidroponik Anda mendapatkan paparan sinar matahari pagi yang cukup minimal selama enam jam setiap hari secara rutin. Sinar matahari sangat dibutuhkan untuk proses fotosintesis agar tanaman bisa tumbuh dengan cepat dan memiliki warna yang segar. Bersihkan pipa dari endapan nutrisi setiap satu bulan sekali agar aliran air tetap lancar dan tidak tersumbat kotoran. Dengan perawatan yang baik, Anda bisa menikmati hasil panen sayuran sehat dalam waktu sekitar tiga puluh hingga empat puluh hari saja.
Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan
Apakah bisa menanam selain sayuran daun di pipa paralon?
Bisa, namun lebih disarankan untuk tanaman yang akarnya tidak terlalu besar seperti stroberi atau tanaman herbal seperti daun mint.
Berapa kali air nutrisi harus diganti dalam sebulan?
Sebaiknya kuras dan ganti air nutrisi setiap 2 minggu sekali untuk mencegah pengendapan mineral dan menjaga kualitas air tetap segar.
Bagaimana jika listrik mati dan pompa tidak menyala?
Jika menggunakan sistem sumbu (kain flanel), tanaman masih bisa bertahan beberapa jam. Namun, sebaiknya segera berikan air manual pada media tanam.
Jenis pipa paralon apa yang paling aman untuk tanaman?
Gunakan pipa paralon tipe AW atau D yang bebas dari kandungan timbal (lead-free) agar sayuran yang dihasilkan benar-benar sehat dikonsumsi.

2 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546139/original/072176100_1775275622-anggur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546039/original/080034800_1775269787-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546128/original/005318300_1775275389-rumah_sederhana2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544830/original/093052700_1775118602-a576bdd8-b5e0-4aca-ae8d-33238d59bdbb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546018/original/072473700_1775268665-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546060/original/056924500_1775270809-Gemini_Generated_Image_wse1jtwse1jtwse1__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546001/original/052236800_1775264100-pipa_pvc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5157752/original/047163700_1741623134-james.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4849943/original/094071800_1717234415-WhatsApp_Image_2024-06-01_at_16.05.17.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3995094/original/079810900_1649911877-cdoncel-3cHmnTxXSbU-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545958/original/067977400_1775228900-Gemini_Generated_Image_x3nfchx3nfchx3nf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545990/original/038869200_1775260950-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400184/original/044015200_1762068222-InShot_20251102_134540718.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4789531/original/047657400_1711842914-20240331-Malam_Paskah-AFP_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3098900/original/029012900_1586501984-karolina-bobek-JOQqqe2YYng-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546011/original/073505200_1775264664-WhatsApp_Image_2026-04-03_at_22.28.16.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544092/original/043700500_1775051921-Dony.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3308345/original/083500600_1606419043-man-beige-coat-frozen-food-section-large-supermarket-opens-refrigerator-vegetables-close-up_120897-1920__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452923/original/061535600_1766463159-Gelang_serut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3293682/original/072535700_1605093228-circular-white-pills-spilling-from-glass-bottle-yellow-background_23-2147867015.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453046/original/024157300_1766466396-Kebun_Bebas_Hama_dan_Pestisida.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452950/original/038809600_1766463357-natal8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5138272/original/076888800_1740023227-allec-gomes-5-rU7F9bj9A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)