Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat pupuk organik cair dari sampah dapur tidak hanya mengurangi tumpukan sisa makanan, tetapi juga menyediakan nutrisi esensial bagi pertumbuhan tanaman. Mengelola limbah rumah tangga kini bisa lebih bermanfaat, terutama bagi Anda yang gemar berkebun.
Sampah dapur yang seringkali dianggap tidak berguna, ternyata memiliki potensi besar untuk diubah menjadi pupuk organik cair yang kaya nutrisi. Pemanfaatan sisa-sisa makanan seperti kulit buah, sayuran, hingga air cucian beras merupakan langkah cerdas dalam mendukung pertanian berkelanjutan.
Selain ramah lingkungan, penggunaan pupuk organik cair juga membantu meningkatkan kesuburan tanah dan kesehatan tanaman secara alami. Ini adalah langkah praktis dalam menerapkan cara membuat pupuk organik cair dari sampah dapur yang efektif. Berikut Liputan6.coma ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (10/02/2026).
1. Pupuk Organik Cair dari Sisa Buah dan Sayur
Pupuk organik cair yang berasal dari sisa buah dan sayur merupakan metode yang umum serta efektif untuk mengelola limbah dapur. Sisa-sisa seperti kulit buah, potongan sayuran, atau buah yang mulai busuk dapat diolah menjadi nutrisi penting bagi pertumbuhan tanaman. Proses ini berkontribusi signifikan dalam mengurangi volume sampah organik rumah tangga.
Untuk memulai pembuatan POC ini, bahan organik seperti sisa sayuran dan buah-buahan perlu dipotong atau dirajang menjadi ukuran kecil. Selanjutnya, bahan-bahan tersebut dicampur dengan gula merah atau molase yang berfungsi sebagai sumber energi vital bagi mikroorganisme pengurai. Campuran ini kemudian dimasukkan ke dalam wadah tertutup rapat, lalu ditambahkan air secukupnya hingga semua bahan terendam sempurna.
Proses fermentasi biasanya memerlukan waktu antara 2 hingga 4 minggu, di mana mikroorganisme akan aktif menguraikan bahan organik menjadi bentuk yang mudah diserap oleh tanaman. Selama fermentasi, penting untuk sesekali membuka tutup wadah guna mengeluarkan gas yang terbentuk. Setelah pupuk matang, larutan disaring untuk memisahkan ampasnya, dan POC siap digunakan untuk menyuburkan tanaman.
2. Pupuk Organik Cair dari Air Cucian Beras (Air Leri)
Air cucian beras atau yang dikenal juga sebagai air leri adalah limbah dapur yang kaya akan nutrisi esensial bagi tanaman. Kandungan karbohidrat, vitamin B, serta mineral seperti fosfor dan nitrogen dalam air ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang subur. Memanfaatkan air leri menjadi POC adalah cara sederhana dan ramah lingkungan untuk mengubah limbah menjadi sumber nutrisi berharga.
Proses pembuatan POC dari air leri ini terbilang mudah, yakni:
- Air cucian beras pertama-tama ditampung dalam wadah yang tertutup rapat.
- Untuk mempercepat proses fermentasi dan sekaligus meningkatkan kandungan gizi pupuk, disarankan untuk menambahkan sedikit gula merah atau molase sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme.
- Beberapa metode juga merekomendasikan penambahan EM4 sebagai starter fermentasi untuk hasil yang lebih optimal.
- Larutan ini kemudian didiamkan selama 1 hingga 2 minggu atau sekitar 5-7 hari, agar proses fermentasi alami dapat berlangsung. Selama periode ini, mikroorganisme akan berkembang biak dan membantu menguraikan bahan organik yang terkandung dalam air beras.
- Setelah fermentasi selesai, pupuk cair ini siap digunakan setelah diencerkan terlebih dahulu, baik untuk disiramkan langsung ke tanaman maupun disemprotkan pada daun.
3. Pupuk Organik Cair dengan Aktivator EM4
Penggunaan Effective Microorganism 4 (EM4) sebagai aktivator dapat secara signifikan mempercepat proses pembuatan pupuk organik cair dari sampah dapur. EM4 mengandung beragam mikroorganisme menguntungkan yang sangat efektif dalam membantu dekomposisi bahan organik. Metode ini terbukti sangat efisien untuk mengolah berbagai jenis limbah organik rumah tangga.
Bahan-bahan yang diperlukan untuk metode ini meliputi sampah organik seperti sisa sayuran, buah-buahan, atau limbah dapur lainnya, gula merah atau molase, air, dan tentu saja EM4. Sampah organik harus dirajang atau dipotong kecil-kecil, kemudian dicampur dengan air dan gula merah yang telah dilarutkan. Setelah itu, EM4 ditambahkan ke dalam campuran untuk memulai proses fermentasi.
Campuran ini kemudian difermentasi dalam wadah yang tertutup rapat selama 2 hingga 4 minggu. Sangat penting untuk membuka tutup wadah sesekali setiap hari guna mengeluarkan gas yang dihasilkan selama proses fermentasi, mencegah wadah meledak. Setelah fermentasi selesai, pupuk akan mengeluarkan bau khas seperti tape, menandakan bahwa ia siap disaring dan diaplikasikan pada tanaman.
4. Pupuk Organik Cair dari Kulit Telur (dengan Cuka)
Kulit telur yang sering dianggap sebagai limbah dapur sebenarnya kaya akan kalsium karbonat, nutrisi penting untuk penguatan dinding sel tanaman dan mencegah kerontokan buah. Namun, kalsium dalam kulit telur sulit diserap langsung oleh tanaman. Oleh karena itu, pengolahan dengan cuka dapat membantu melarutkan kalsium menjadi bentuk yang lebih mudah diserap.
Untuk membuat POC kalsium dari kulit telur, langkah pertama adalah mencuci bersih kulit telur, mengeringkannya, dan menghancurkannya hingga menjadi serbuk halus. Semakin halus serbuknya, semakin cepat nutrisi kalsium dapat tersedia dan larut. Serbuk kulit telur ini kemudian direndam dalam cuka putih atau cuka apel yang akan bereaksi dengan kalsium karbonat.
Proses perendaman ini umumnya memakan waktu beberapa hari hingga kulit telur larut sepenuhnya dan tidak ada lagi gelembung gas yang keluar dari larutan. Larutan kalsium cair yang dihasilkan ini dapat langsung diaplikasikan pada tanaman, terutama sangat bermanfaat saat tanaman memasuki masa generatif untuk mendukung pembentukan buah. Pupuk ini sangat cocok untuk tanaman yang menyukai kondisi tanah yang sedikit asam.
5. Pupuk Organik Cair dari Ampas Kopi dan Teh
Ampas kopi dan teh adalah limbah dapur sehari-hari yang seringkali langsung dibuang, padahal keduanya mengandung nutrisi bermanfaat bagi tanaman. Ampas kopi kaya akan nitrogen yang penting untuk pertumbuhan vegetatif, sementara ampas teh mengandung tanin dan nutrisi mikro lainnya yang mendukung kesehatan tanaman secara keseluruhan.
Untuk membuat POC dari ampas kopi dan teh, kumpulkan ampas kopi dan teh bekas pakai dari konsumsi harian Anda. Campurkan ampas tersebut dengan air bersih dan tambahkan gula merah atau molase, yang akan berfungsi sebagai sumber karbon esensial bagi mikroorganisme. Perbandingan umum yang disarankan adalah 1 bagian ampas, 1 bagian gula merah, dan 10 bagian air untuk hasil fermentasi yang optimal.
Campuran ini kemudian difermentasi dalam wadah tertutup rapat selama kurang lebih 2 hingga 3 minggu. Penting untuk secara rutin membuka tutup wadah sesekali guna melepaskan gas yang terbentuk selama proses fermentasi, mencegah penumpukan tekanan.
Setelah proses fermentasi selesai dan tidak tercium lagi bau menyengat, saring larutan untuk memisahkan ampasnya. POC ampas kopi dan teh yang sudah jadi siap digunakan setelah diencerkan terlebih dahulu sebelum diaplikasikan pada tanaman.
6. Pupuk Organik Cair dari Bonggol Pisang
Bonggol pisang, bagian bawah batang pisang yang sering dibuang setelah panen merupakan sumber mikroorganisme lokal (MOL) yang sangat baik dan bermanfaat bagi tanaman. Bonggol pisang mengandung bakteri baik yang berperan penting dalam menyuburkan tanah dan secara signifikan meningkatkan pertumbuhan tanaman.
Pemanfaatan bonggol pisang menjadi POC adalah cara yang efektif untuk mengurangi limbah pertanian dan dapur, sekaligus mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Proses pembuatan MOL bonggol pisang dimulai dengan mencincang bonggol pisang hingga halus untuk mempercepat proses dekomposisi.
Cincangan bonggol pisang ini kemudian direndam dalam air, seringkali ditambahkan air cucian beras dan gula merah atau molase, yang berfungsi sebagai aktivator fermentasi dan sumber nutrisi bagi mikroorganisme. Campuran ini dimasukkan ke dalam wadah tertutup rapat dan disimpan di tempat yang gelap untuk fermentasi optimal.
Fermentasi biasanya berlangsung selama 1 hingga 2 minggu, atau sekitar 7 hari, dengan pengadukan searah jarum jam setiap pagi untuk memastikan distribusi mikroorganisme merata. Selama fermentasi, gas akan terbentuk, sehingga tutup wadah perlu dibuka sesekali untuk melepaskan tekanan.
7. Pupuk Organik Cair dari Sisa Nasi Basi
Nasi basi yang sering dianggap sebagai limbah tak berguna, ternyata dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang sangat bermanfaat bagi tanaman. Nasi basi mengandung mikroorganisme yang dapat diaktifkan untuk membantu proses dekomposisi bahan organik dan menyediakan nutrisi esensial bagi tanaman. Ini merupakan cara yang sangat mudah dan ekonomis untuk mengurangi limbah makanan rumah tangga.
Untuk membuat POC dari nasi basi, pertama-tama nasi basi dibentuk menjadi bola-bola kecil. Bola-bola nasi ini kemudian diletakkan dalam wadah tertutup rapat selama sekitar 3 hari hingga permukaannya ditumbuhi jamur kekuningan. Pastikan wadah disimpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung agar proses pertumbuhan jamur berjalan optimal.
Jamur yang tumbuh ini merupakan koloni mikroorganisme yang akan berperan penting dalam proses fermentasi. Setelah nasi berjamur, pindahkan bola-bola nasi tersebut ke dalam botol dan tambahkan larutan gula (bisa gula pasir atau gula merah) dengan perbandingan yang tepat, misalnya 5 sendok makan gula per liter air.
Gula berfungsi sebagai makanan bagi mikroorganisme untuk berkembang biak. Tutup botol rapat, kocok sesekali, dan buka sebentar untuk mengeluarkan gas yang terbentuk. Fermentasi akan berlangsung sekitar 5 hari hingga 1 minggu, atau sampai tercium aroma seperti tape. Setelah itu, saring larutan dan POC siap digunakan.
8. Pupuk Organik Cair dari Sisa Ikan/Tulang Ikan
Sisa ikan atau tulang ikan merupakan sumber nutrisi makro dan mikro yang sangat baik dan lengkap untuk tanaman terutama nitrogen, fosfor, dan kalium. Pemanfaatan limbah ikan ini menjadi pupuk organik cair (POC) dapat secara signifikan meningkatkan kesuburan tanah dan mempercepat pertumbuhan tanaman. Ini adalah cara efektif untuk mengurangi limbah dapur sekaligus menyediakan nutrisi berkualitas tinggi.
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk membuat POC dari sisa ikan. Salah satunya adalah metode emulsi ikan, di mana sisa ikan dicampur dengan serbuk kayu, molase, dan air, kemudian difermentasi selama dua minggu. Metode lain yang dikenal adalah hidrolisat ikan, dengan memblender ikan hingga mencapai konsistensi gelatin, lalu ditambahkan gula dan bakteri lactobacillus untuk proses fermentasi selama 2-4 minggu.
Metode yang lebih sederhana melibatkan penggunaan kaldu ikan atau sisa ikan yang telah dicincang halus, dicampur dengan tetes tebu atau gula merah, air kelapa, dan EM4 sebagai aktivator. Campuran ini kemudian difermentasi dalam botol tertutup rapat selama kurang lebih 21 hari atau tiga minggu. Penting untuk membuka tutup botol setiap hari guna mengeluarkan gas yang terbentuk. Setelah matang, POC ikan akan kaya akan asam amino dan nutrisi yang mudah diserap oleh tanaman, menjadikannya pupuk yang sangat efektif.
FAQ
- Apa itu pupuk organik cair dari sampah dapur? Pupuk organik cair dari sampah dapur adalah larutan nutrisi yang dihasilkan dari fermentasi limbah organik rumah tangga seperti sisa buah, sayur, dan nasi basi, yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman.
- Mengapa harus membuat POC dari sampah dapur? Membuat POC dari sampah dapur membantu mengurangi limbah, menghemat biaya pupuk, dan menyediakan nutrisi alami yang aman bagi tanaman dan lingkungan.
- Bahan apa saja yang bisa digunakan untuk membuat POC dari sampah dapur? Bahan yang bisa digunakan antara lain sisa buah, sayur, air cucian beras, ampas kopi/teh, kulit telur, bonggol pisang, nasi basi, dan sisa ikan.
- Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat POC? Waktu fermentasi bervariasi tergantung bahan dan metode, umumnya antara 1 hingga 4 minggu.
- Bagaimana cara mengetahui POC sudah matang dan siap digunakan? POC yang sudah matang biasanya memiliki bau seperti tape atau fermentasi yang tidak menyengat, dan tidak ada lagi pembentukan gas yang signifikan.
- Apakah POC dari sampah dapur aman untuk semua jenis tanaman? Ya, POC dari sampah dapur umumnya aman dan bermanfaat untuk berbagai jenis tanaman karena menyediakan nutrisi organik.
- Bagaimana cara mengaplikasikan POC pada tanaman? POC harus diencerkan dengan air terlebih dahulu sebelum disiramkan ke media tanam atau disemprotkan pada daun tanaman.

2 days ago
7
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501339/original/080668200_1770894502-C1DX6872.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497136/original/011486900_1770617792-unnamed__34_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501338/original/065898200_1770894342-1000767223.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501306/original/065445400_1770893330-ide_teras_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5438342/original/084461400_1765283146-1000729339.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500438/original/065990200_1770865687-02195dda-c889-485f-8084-7308cdf686a9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501167/original/018318800_1770888705-media_tanam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500177/original/083454500_1770818615-Persib_Bandung_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501108/original/010304200_1770887350-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___21_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500708/original/027883900_1770874159-Menara_Besi_Siku_dengan_Atap_Estetis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5312156/original/028552100_1754906320-1000195600.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501113/original/025238700_1770887500-Gemini_Generated_Image_5lfkx35lfkx35lfk_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501068/original/068566300_1770886596-toren3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501062/original/052192000_1770886539-unnamed__21_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5500141/original/066832800_1770816457-87691.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500540/original/090564600_1770869495-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4869964/original/002787400_1718938306-egg-7345934_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/3565733/original/054429600_1631144940-20210904BL_PSIS_Semarang_vs_Persela_Lamongan_Babak_2_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500487/original/021155800_1770867683-teras_tanaman_gantung_7a.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)