Liputan6.com, Jakarta - Menjalankan usaha ternak paling aman untuk pemukiman padat kini bukan lagi sekadar impian, melainkan peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Dengan keterbatasan lahan di lingkungan urban, para wirausahawan dituntut untuk lebih kreatif dalam memilih jenis usaha yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga tidak menimbulkan gangguan bagi lingkungan sekitar. Konsep ini menjadi solusi cerdas bagi mereka yang ingin berbisnis dari rumah.
Pertimbangan khusus sangat diperlukan saat memilih usaha ternak paling aman untuk pemukiman padat, terutama terkait faktor kebisingan, aroma, dan pengelolaan limbah. Aspek-aspek ini krusial untuk menjaga kenyamanan dan harmoni dengan tetangga sekitar. Kesuksesan bisnis ini sangat bergantung pada pemilihan jenis hewan yang tepat serta sistem operasional yang ramah lingkungan.
Berikut ini telah Liputan6 ulas, delapan jenis usaha ternak paling aman untuk pemukiman padat yang telah terbukti sukses dijalankan di area perkotaan, pada Minggu (22/2). Fokus utama adalah pada aspek kebersihan, efisiensi ruang, dan potensi keuntungan yang menjanjikan, tanpa mengorbankan ketenteraman lingkungan. Dengan demikian, peluang bisnis usaha ternak paling aman untuk pemukiman padat dapat diwujudkan secara optimal.
1. Budidaya Maggot BSF
Budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) menawarkan inovasi peternakan urban yang ekonomis dan berkontribusi pada pengelolaan limbah organik. Maggot ini mampu mengkonversi sampah organik seperti sisa makanan menjadi biomassa berkualitas tinggi dalam waktu singkat. Prosesnya tidak menghasilkan bau menyengat jika dikelola dengan baik, bahkan membantu mengurangi volume sampah hingga 80%.
Aspek komersial budidaya maggot BSF sangat menjanjikan karena tingginya permintaan dari sektor akuakultur dan peternakan unggas. Maggot kaya protein (40-44%) dengan asam amino esensial lengkap, menjadikannya alternatif pakan superior. Investasi awal yang relatif kecil dan manajemen sederhana membuatnya cocok untuk pemula dengan potensi profit tinggi.
2. Sistem Budikdamber
Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) adalah konsep pertanian hemat ruang yang mengintegrasikan akuakultur dan hidroponik. Sistem ini memanfaatkan simbiosis mutualisme, di mana kotoran ikan menjadi nutrisi bagi tanaman, sementara tanaman menyaring air untuk ikan. Keunggulan utamanya adalah jejak lahan minimal dengan produktivitas maksimal, ideal untuk lahan sempit di pemukiman padat.
Secara ekonomi, budikdamber menawarkan dua sumber pendapatan: penjualan ikan konsumsi dan sayuran organik yang banyak diminati. Ikan lele dapat dipanen dalam 2-3 bulan, sementara sayuran seperti kangkung bisa dipanen berkelanjutan. Sistem ini juga edukatif dan berpotensi menjadi agrowisata skala kecil atau lokakarya pertanian.
3. Peternakan Burung Kenari
Budidaya burung kenari menggabungkan hobi dan keuntungan, di mana suara merdunya justru menjadi daya tarik lingkungan. Kenari dikenal bersih dan perawatannya rendah, dengan kotoran kering yang tidak berbau menyengat. Sistem kandang vertikal memungkinkan pemeliharaan jumlah besar tanpa lahan luas, sangat cocok untuk rumah tinggal biasa.
Permintaan pasar untuk kenari berkualitas sangat tinggi dengan harga stabil, terutama untuk jenis show quality atau indukan genetik unggul. Industri kontes burung berkicau di Indonesia menciptakan permintaan premium untuk kenari dengan performa vokal superior. Tren memelihara hewan peliharaan juga membuka pasar luas bagi kenari sebagai pendamping ideal di apartemen.
4. Vermiculture Cacing Tanah
Budidaya cacing tanah adalah bisnis dengan operasional paling tenang dan ramah lingkungan, berlangsung dalam kondisi gelap dan lembab tanpa gangguan suara atau visual. Cacing tanah sangat efektif mengkonversi limbah organik menjadi vermikompos atau kascing, pupuk organik premium bernilai jual tinggi. Sistem budidaya dapat dilakukan bertumpuk menggunakan kotak atau nampan, memaksimalkan produktivitas di ruang terbatas.
Rantai nilai vermikultur sangat beragam, meliputi penjualan cacing hidup sebagai pakan ikan dan burung, vermikompos untuk pertanian organik, serta kokon cacing. Industri kosmetik dan farmasi juga mulai melirik ekstrak cacing tanah. Dengan manajemen dan kontrol kualitas tepat, bisnis ini dapat sangat menguntungkan dengan dampak lingkungan minimal.
5. Ternak Kelinci
Peternakan kelinci hias menawarkan bisnis unik yang menggabungkan kelucuan dan kelayakan ekonomi. Kelinci memiliki perilaku tenang dan bersih, dengan sistem buang air besar terkontrol jika manajemen alas kandang tepat. Jenis kelinci hias seperti Holland Lop atau Netherland Dwarf memiliki nilai pasar signifikan lebih tinggi dari kelinci pedaging.
Permintaan stabil datang dari penggemar hewan peliharaan dan kolektor, didukung pertumbuhan industri hewan peliharaan di Indonesia. Pembiakan kelinci hias memerlukan pengetahuan genetik untuk menghasilkan keturunan berkualitas pameran. Selain penjualan langsung, bisnis ini bisa dikembangkan dengan layanan perawatan, penitipan, dan konsultasi pembiakan.
6.Ternak Jangkrik
Budidaya jangkrik menawarkan proposisi unik di mana suara yang dihasilkan dianggap menenangkan, berbeda dari kebisingan ternak lain. Jangkrik adalah sumber protein sangat efisien dengan rasio konversi pakan baik, menjadikannya pilihan berkelanjutan. Sistem pertanian menggunakan susunan baki telur memungkinkan budidaya kepadatan tinggi di ruang ringkas, ideal untuk perkotaan.
Permintaan pasar jangkrik sangat beragam, dari pakan burung kicau dan reptil, hingga pasar protein alternatif untuk konsumsi manusia. Industri makanan hewan peliharaan juga menciptakan peluang produk olahan jangkrik. Dengan siklus hidup singkat dan reproduksi tinggi, budidaya jangkrik menawarkan pengembalian investasi cepat bagi pengusaha skala kecil.
7. Budidaya Ikan Hias
Budidaya ikan hias memadukan aspek artistik dan komersial dalam bisnis yang sangat menguntungkan. Sistem budidaya dapat diimplementasikan secara vertikal menggunakan akuarium dinding atau toples hemat ruang dan estetis. Fokus pada pembiakan berkualitas dengan seleksi genetik menghasilkan spesimen dengan pewarnaan dan sirip superior bernilai premium.
Kompetisi akuaskaping dan pameran ikan yang populer menciptakan permintaan tinggi untuk spesimen berkualitas. Pemasaran digital melalui media sosial memungkinkan akses langsung ke kolektor dan penggemar, memperluas jangkauan pasar. Membiakkan varietas langka atau mengembangkan strain baru dapat menghasilkan margin keuntungan luar biasa.
8. Hewan Peliharaan Mini
Peternakan hamster dan sugar glider mewakili segmen hewan peliharaan eksotis yang tumbuh pesat di Indonesia. Hewan-hewan mungil ini memerlukan ruang minimal namun menawarkan hiburan tinggi, menjadikannya ideal untuk gaya hidup perkotaan. Operasi pembiakan dapat dijalankan di dalam ruangan dengan ventilasi dan kontrol suhu tepat, tanpa mengganggu lingkungan.
Tren pasar menunjukkan peningkatan penerimaan hewan peliharaan eksotis di kalangan milenial dan Gen-Z. Pengaruh media sosial sangat besar dalam mendorong permintaan, dengan konten viral yang meningkatkan minat pasar. Membiakkan varietas khusus atau color morphs langka dapat menghasilkan harga premium, sementara paket perawatan lengkap menciptakan aliran pendapatan tambahan.
QnA: Panduan Praktis Usaha Ternak Pemukiman Padat
Q1: Apakah ada izin khusus yang diperlukan untuk usaha ternak di pemukiman padat?
A: Umumnya usaha skala kecil tidak memerlukan izin khusus, namun sebaiknya koordinasi dengan RT/RW setempat untuk menghindari komplain. Untuk budidaya ikan atau maggot BSF biasanya tidak ada masalah regulasi.
Q2: Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ternak ini?
A: Modal bervariasi dari Rp 500.000 untuk budikdamber hingga Rp 5.000.000 untuk breeding kenari berkualitas. Maggot BSF dan cacing tanah paling terjangkau dengan modal di bawah Rp 1.000.000.
Q3: Mana yang paling cepat menghasilkan keuntungan?
A: Maggot BSF dan budikdamber paling cepat dengan harvest pertama dalam 2-4 minggu. Cricket farming juga relatif cepat dengan siklus 35-40 hari dari telur hingga dewasa.

11 hours ago
9
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509874/original/082244800_1771775505-20260222IQ_Dewa_United_vs_Boreo_FC-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509864/original/094893400_1771772347-bueno.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509867/original/017318500_1771773193-20260222IQ_Dewa_United_vs_Boreo_FC-08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4948278/original/016784000_1726761342-IMG_20240919_223005.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509754/original/077715500_1771750898-paes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504523/original/039746200_1771239952-Febri.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1633757/original/094910200_1498384856-mosquito-del-dengue.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5312156/original/028552100_1754906320-1000195600.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505985/original/090246400_1771402531-kecoa_di_dapur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509677/original/071075100_1771743136-unnamed__19_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509569/original/062617400_1771733633-Shayne_Pattynama-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509612/original/003722700_1771738499-Gemini_Generated_Image_llsqztllsqztllsq_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509668/original/068731400_1771743012-Jepara__Solo__Padang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498686/original/033215600_1770714433-WhatsApp_Image_2026-02-10_at_15.58.21.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503876/original/024973000_1771215537-Kecoak_Muncul_dari_Kamar_Mandi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342854/original/002615400_1757402192-barba.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1290404/original/015557200_1468741040-_20160716NH_Bobotoh__05.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509583/original/060367900_1771734679-Gemini_Generated_Image_qr2nc0qr2nc0qr2n_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509440/original/085584400_1771712902-Gemini_Generated_Image_faltggfaltggfalt_2.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)