Liputan6.com, Jakarta - Budidaya ikan nila di ember atau yang populer disebut budikdamber semakin diminati masyarakat, terutama di wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan. Metode ini dinilai praktis, murah, dan bisa dilakukan siapa saja, bahkan oleh pemula. Tidak heran jika budikdamber menjadi solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan protein sekaligus menambah penghasilan keluarga.
Namun, di balik kemudahannya, banyak pelaku budikdamber yang justru mengalami kegagalan panen. Ikan tumbuh lambat, sering mati mendadak, hingga hasil panen jauh dari harapan. Kondisi ini umumnya bukan disebabkan oleh jenis ikannya, melainkan kesalahan teknis dalam proses pemeliharaan.
Liputan6.com akan membahas secara mendalam kesalahan ternak nila di ember yang bikin gagal panen, disertai penjelasan ilmiah yang merujuk pada laman pertanian dan jurnal ilmiah, agar Anda dapat menghindarinya sejak awal, Kamis (8/1/2026).
Mengapa Budidaya Nila di Ember Bisa Gagal?
Berdasarkan berbagai penelitian dan praktik lapangan, kegagalan budidaya ikan nila di ember umumnya disebabkan oleh manajemen lingkungan yang kurang tepat. Media ember memiliki volume air terbatas sehingga kualitas air sangat mudah berubah. Kesalahan kecil yang diabaikan dapat berdampak besar terhadap kelangsungan hidup ikan.
Menurut Boyd (1982), kualitas air menjadi faktor paling krusial dalam budidaya ikan air tawar, terutama pada sistem dengan volume kecil. Hal ini diperkuat oleh Setijaningsih & Umar (2015) yang menyebutkan bahwa perubahan kualitas air secara drastis dapat menurunkan pertumbuhan ikan nila secara signifikan.
Berikut ini adalah berbagai kesalahan ternak nila di ember yang bikin gagal panen yang paling sering terjadi.
1. Padat Tebar Terlalu Tinggi
Kesalahan pertama yang sering dilakukan pemula adalah menebar benih ikan nila terlalu banyak dalam satu ember. Banyak yang berpikir semakin banyak ikan, maka semakin besar hasil panen. Padahal, padat tebar berlebih justru mempercepat penurunan kualitas air.
Penelitian Yunus et al. (2014) menunjukkan bahwa padat tebar tinggi meningkatkan stres ikan, menurunkan kadar oksigen terlarut, serta memicu kematian massal. Untuk ember berukuran 80 liter, jumlah ideal benih nila berkisar 50–60 ekor dengan ukuran seragam.
2. Tidak Mengontrol Kualitas Air
Air yang keruh, berbau, atau berubah warna sering diabaikan oleh pembudidaya pemula. Padahal, kualitas air yang buruk menjadi sumber utama penyakit ikan.
Menurut Boyd (1982), akumulasi sisa pakan dan kotoran ikan meningkatkan amonia yang bersifat toksik. Jika tidak dilakukan penggantian air secara rutin, ikan nila akan mengalami gangguan pernapasan hingga mati. Inilah salah satu kesalahan ternak nila di ember yang bikin gagal panen paling fatal.
3. Pemberian Pakan Berlebihan
Banyak pembudidaya beranggapan bahwa pemberian pakan berlebih akan mempercepat pertumbuhan ikan. Faktanya, pakan yang tidak termakan justru mengendap dan merusak kualitas air.
NRC (1977) menegaskan bahwa pakan ikan harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi dan kemampuan konsumsi ikan. Pemberian pakan idealnya dilakukan 2–3 kali sehari dalam jumlah yang habis dalam waktu 5 menit.
4. Benih Ikan Tidak Berkualitas
Benih ikan nila yang cacat, ukurannya tidak seragam, atau berasal dari sumber tidak jelas berisiko tinggi menyebabkan kegagalan budidaya. Benih yang lemah lebih mudah terserang penyakit dan kalah bersaing dalam mendapatkan pakan.
BSN (2000) merekomendasikan penggunaan benih bersertifikat dengan kondisi fisik sehat, gerakan aktif, dan ukuran seragam agar tingkat kelangsungan hidup (survival rate) tetap tinggi.
5. Tidak Melakukan Grading Ikan
Ikan nila memiliki sifat kompetitif. Jika tidak dilakukan grading atau pemisahan ukuran, ikan yang lebih besar akan mendominasi pakan dan ruang gerak.
Setijaningsih & Umar (2015) menyebutkan bahwa ketidakseimbangan ukuran ikan dalam satu wadah dapat menurunkan laju pertumbuhan ikan kecil dan meningkatkan risiko kanibalisme. Grading sebaiknya dilakukan setiap 2 minggu.
6. Penggantian Air yang Salah
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah mengganti air terlalu banyak atau terlalu sering. Penggantian air secara total dapat menyebabkan ikan stres akibat perubahan suhu dan pH yang drastis.
Berdasarkan praktik budikdamber yang direkomendasikan dalam Jurnal ALAMTANA (Nursandi et al., 2021), penggantian air idealnya dilakukan sekitar 30–50% dari total volume, dan hanya saat air mulai berbau atau keruh.
7. Kurangnya Oksigen Terlarut
Meski ikan nila dikenal tahan terhadap kondisi oksigen rendah, bukan berarti oksigen bisa diabaikan. Ember dengan kepadatan tinggi tetap membutuhkan suplai oksigen tambahan.
Menurut Boyd (1982), kadar oksigen terlarut yang rendah akan memperlambat metabolisme ikan dan meningkatkan risiko kematian. Penggunaan aerator sederhana sangat dianjurkan, terutama pada ember dengan padat tebar tinggi.
8. Penempatan Ember yang Tidak Tepat
Meletakkan ember di bawah sinar matahari langsung sepanjang hari dapat meningkatkan suhu air secara ekstrem. Suhu tinggi mempercepat pembusukan sisa pakan dan menurunkan kadar oksigen.
Idealnya, ember ditempatkan di area yang teduh namun tetap mendapatkan sirkulasi udara yang baik.
FAQ Seputar Ternak Nila di Ember
1. Berapa lama panen ikan nila di ember?
Umumnya ikan nila dapat dipanen setelah umur 4–6 bulan dengan bobot 300–500 gram per ekor.
2. Apakah budikdamber cocok untuk pemula?
Sangat cocok, asalkan mengikuti panduan teknis dan menghindari kesalahan dasar.
3. Apakah air ember harus diganti setiap hari?
Tidak. Penggantian air dilakukan jika air mulai keruh atau berbau, sekitar 30–50% volume.
4. Apakah ikan nila bisa dipelihara tanpa aerator?
Bisa, namun penggunaan aerator sangat dianjurkan untuk hasil optimal dan mencegah stres ikan.
5. Berapa jumlah ideal ikan nila dalam ember 80 liter?
Sekitar 50–60 ekor benih ukuran 7–8 cm.

1 day ago
8
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425298/original/063734000_1764220674-Camilan_pedas_kemasan_bertema_natal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468168/original/002527300_1767942851-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468096/original/009926300_1767941918-Taman_Gantung_di_Railing_Mezzanine__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468141/original/090262900_1767942510-Gemini_Generated_Image_vlyqnavlyqnavlyq_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4647405/original/021478500_1699921826-young-woman-using-home-technology.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468448/original/054808600_1767950967-unnamed_-_2026-01-09T162824.673.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468393/original/055330000_1767949011-Gemini_Generated_Image_h50cyrh50cyrh50c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468060/original/050521800_1767940801-Teras_terasa_lapang_dengan_Penerapan_Cermin_Dinding_Outdoor__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434026/original/021848500_1764909430-unnamed_-_2025-12-05T112718.671.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467985/original/090479700_1767939578-Gamis_Rompi_Lepas_Kerah_Sanghai__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467996/original/087988900_1767939643-Gemini_Generated_Image_reah22reah22reah_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463710/original/077328100_1767668817-ilustrasi_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467952/original/027714200_1767937940-Gemini_Generated_Image_grueubgrueubgrue_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1352023/original/042981900_1474457725-youtube.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467649/original/079820400_1767926279-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468116/original/033157100_1767942039-bersihkan_rambut_rontok3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467739/original/025612700_1767929070-Ibu_anggota_Kelompok_Wanita_Tani_berjualan__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467938/original/050070500_1767936717-kebun_modal_0_1a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307861/original/026520700_1754487526-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467697/original/078364900_1767927866-Toples_lebaran_bahan_Kristal__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346547/original/050266700_1757611715-1000212638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345226/original/041083400_1757522822-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_21.04.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348384/original/003877900_1757825996-b7f6d9ca-e00f-4e00-9787-25786983c949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342863/original/048679300_1757402585-Andrew_Patrick_Jung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352977/original/026381200_1758162791-FOTO_ASLI__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358973/original/097683800_1758617071-Gemini_Generated_Image_182xmm182xmm182x.jpg)