6 Desain Kandang Ayam Petelur Supaya Produksi Telur Banyak

16 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Desain kandang ayam petelur memiliki peran sangat penting dalam menentukan tinggi rendahnya produksi telur, karena kandang yang nyaman akan membuat ayam lebih sehat, tidak mudah stres, serta mampu bertelur secara konsisten dalam jangka waktu panjang. Banyak peternak mengalami penurunan produksi bukan karena pakan, melainkan karena desain kandang yang kurang memperhatikan sirkulasi udara, pencahayaan, kepadatan, dan kebersihan lingkungan.

Oleh karena itu, pemilihan desain kandang tidak boleh asal atau sekadar mengikuti tren, melainkan harus disesuaikan dengan kebutuhan biologis ayam petelur serta kondisi iklim dan lahan yang dimiliki. Dengan desain kandang yang tepat, ayam dapat mencapai puncak produksi secara optimal, kualitas telur lebih baik, dan risiko penyakit dapat ditekan seminimal mungkin.

1. Kandang Baterai Tunggal

Kandang baterai tunggal merupakan desain kandang ayam petelur yang paling banyak digunakan karena mampu mengontrol aktivitas ayam secara individual sehingga energi yang dihasilkan lebih fokus untuk produksi telur. Dalam sistem ini, satu ayam ditempatkan dalam satu petak kandang dengan ukuran ideal sekitar 40 × 45 × 45 cm agar ayam tetap nyaman bergerak tanpa merasa tertekan.

Desain lantai kandang dibuat sedikit miring ke depan sehingga telur yang dihasilkan dapat langsung menggelinding keluar dan tidak terinjak oleh ayam, kondisi ini membantu menjaga kebersihan telur sekaligus mengurangi tingkat kerusakan. Selain itu, pakan dan minum diletakkan di bagian depan kandang agar mudah dijangkau dan memudahkan peternak dalam pengontrolan konsumsi harian ayam.

Dengan sistem individual seperti ini, ayam tidak perlu berebut pakan, tingkat stres lebih rendah, serta produktivitas telur dapat dipantau secara akurat per ekor, sehingga kandang baterai tunggal sangat cocok untuk peternak yang menargetkan produksi telur tinggi dan stabil.

2. Kandang Baterai Bertingkat

Kandang baterai bertingkat dirancang untuk memaksimalkan kapasitas ayam dalam lahan terbatas tanpa mengurangi kenyamanan ternak. Desain ini biasanya dibuat dua hingga empat tingkat ke atas dengan rangka yang kuat dan jarak antar tingkat yang cukup agar sirkulasi udara tetap lancar.

Setiap tingkat harus dirancang agar kotoran dari kandang atas tidak langsung mengenai ayam di bawahnya, biasanya dengan sistem talang atau penampung kotoran. Pengaturan ini penting karena kebersihan kandang sangat berpengaruh terhadap kesehatan ayam dan keberlanjutan produksi telur.

Jika pencahayaan dan ventilasi diperhitungkan dengan baik, kandang baterai bertingkat mampu menghasilkan telur dalam jumlah besar secara efisien, sehingga sangat cocok untuk usaha petelur skala menengah hingga besar.

3. Kandang Postal dengan Sarang Bertelur

Kandang postal adalah desain kandang lantai yang memungkinkan ayam bergerak lebih bebas, namun tetap harus dirancang dengan kepadatan yang sesuai agar ayam tidak stres. Kepadatan ideal pada kandang postal berkisar antara lima hingga tujuh ekor per meter persegi, tergantung ukuran ayam dan kondisi lingkungan.

Agar ayam bertelur di tempat yang bersih dan aman, kandang postal wajib dilengkapi kotak sarang bertelur atau nest box yang diletakkan di area agak gelap dan tenang. Sarang yang nyaman akan mendorong ayam bertelur secara teratur dan mengurangi kebiasaan bertelur sembarangan.

Dengan manajemen kebersihan yang baik serta penggantian alas sekam secara rutin, kandang postal dapat mendukung produksi telur yang stabil sekaligus menekan risiko penyakit akibat kelembapan berlebih.

4. Kandang Panggung dengan Lantai Terangkat

Kandang panggung dirancang dengan posisi lantai yang terangkat sekitar 50 hingga 100 cm dari permukaan tanah, bertujuan untuk menjaga kandang tetap kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Desain ini sangat cocok diterapkan di daerah dengan kelembapan tinggi atau rawan banjir.

Lantai kandang biasanya menggunakan bilah bambu atau kawat yang memiliki celah agar kotoran langsung jatuh ke bawah, sehingga ayam tidak bersentuhan langsung dengan kotoran. Kondisi kandang yang bersih dan kering akan meningkatkan kesehatan ayam dan memperpanjang masa produksi telur.

Selain itu, desain kandang panggung memudahkan proses pembersihan serta mengurangi bau amonia, sehingga ayam lebih nyaman dan produktivitas telur dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

5. Kandang Semi Terbuka dengan Ventilasi Maksimal

Kandang semi terbuka dirancang dengan sebagian besar dinding menggunakan kawat atau jaring untuk memaksimalkan aliran udara dan cahaya alami. Desain ini sangat efektif untuk mengurangi panas berlebih yang sering menjadi penyebab utama stres pada ayam petelur.

Atap kandang dibuat lebih tinggi dengan bahan yang mampu meredam panas, sehingga suhu di dalam kandang tetap berada pada kisaran ideal 24–30 derajat Celsius. Suhu yang stabil akan membantu ayam mempertahankan ritme bertelur secara normal.

Dengan ventilasi maksimal dan pencahayaan yang cukup, kandang semi terbuka mampu menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung produktivitas telur, terutama di daerah beriklim panas.

6. Kandang Kombinasi Modern dengan Sistem Otomatis

Kandang kombinasi modern merupakan desain kandang baterai yang dilengkapi dengan sistem pakan, minum, dan pencahayaan otomatis. Sistem ini memungkinkan ayam mendapatkan nutrisi dan air secara konsisten tanpa terganggu faktor keterlambatan pemberian pakan.

Pencahayaan diatur menggunakan lampu LED dengan durasi total 14–16 jam per hari untuk menstimulasi hormon reproduksi ayam agar tetap aktif bertelur. Pengaturan cahaya yang stabil membantu menjaga siklus produksi telur sepanjang masa bertelur.

Dengan manajemen modern dan kontrol yang lebih presisi, kandang kombinasi ini sangat efektif untuk meningkatkan efisiensi produksi telur sekaligus mengurangi tenaga kerja.

Pertanyaan dan Jawaban 

Apa desain kandang ayam petelur paling baik? Kandang baterai dengan ventilasi dan pencahayaan cukup merupakan desain paling efektif untuk produksi telur tinggi.

Berapa ukuran kandang ideal per ekor ayam petelur? Ukuran ideal berkisar 40 × 45 × 45 cm untuk sistem kandang baterai.

Apakah kandang harus terkena sinar matahari? Ya, cahaya alami penting untuk menjaga ritme bertelur ayam.

Berapa lama pencahayaan yang dibutuhkan ayam petelur? Ayam petelur membutuhkan pencahayaan sekitar 14–16 jam per hari.

Apakah kandang panggung lebih baik dari kandang lantai? Kandang panggung lebih unggul dari segi kebersihan dan kelembapan, terutama di daerah lembap.

Apakah desain kandang memengaruhi kualitas telur? Desain kandang yang baik membantu menghasilkan telur yang lebih bersih dan berkualitas.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|