Liputan6.com, Jakarta - Menanam pohon buah di halaman rumah memang bisa memberikan banyak manfaat, mulai dari membuat suasana lebih rindang hingga menghasilkan buah segar untuk dikonsumsi sendiri. Namun, tidak semua jenis pohon buah aman ditanam terlalu dekat dengan bangunan rumah. Beberapa pohon memiliki sistem akar yang sangat agresif dan mampu tumbuh cepat hingga berisiko merusak lantai, saluran air, bahkan fondasi rumah dalam beberapa tahun.
Banyak orang baru menyadari dampaknya setelah muncul retakan pada teras, dinding, atau permukaan tanah di sekitar rumah. Akar pohon yang terus membesar dapat menyusup ke celah bangunan dan mendorong struktur di sekitarnya secara perlahan. Karena itu, penting memahami jenis pohon buah yang sebaiknya tidak ditanam terlalu dekat dengan rumah agar tidak menimbulkan kerusakan jangka panjang. Berikut pohon buah yang akarnya bisa merusak fondasi rumah dalam 5 tahun beserta alasan dan hal yang perlu diperhatikan sebelum menanamnya.
Pohon Buah dengan Potensi Merusak Fondasi Rumah
Beberapa jenis pohon buah dikenal memiliki sistem perakaran yang kuat dan invasif, sehingga berpotensi merusak fondasi rumah jika ditanam terlalu dekat.
- Mangga: Pohon mangga dikenal sebagai salah satu tanaman buah favorit di Indonesia, namun memiliki sistem akar tunggang yang sangat kuat dan mampu menembus lapisan tanah keras. Akar utama ini berfungsi menopang pohon yang bisa tumbuh besar, tetapi juga dapat memberikan tekanan pada struktur tanah di sekitar fondasi rumah. Selain akar tunggang, pohon mangga juga memiliki akar lateral yang menyebar luas mencari air dan nutrisi, berpotensi masuk ke celah fondasi atau saluran air, menyebabkan retakan dinding atau lantai terangkat.
- Rambutan: Pohon rambutan memiliki tajuk rimbun, namun sistem akarnya tergolong agresif dan menyebar secara horizontal dengan cepat untuk menyerap air dalam jumlah besar. Situasi ini dapat menyebabkan gangguan pada sistem drainase serta meningkatkan risiko kebocoran atau kerusakan pada instalasi air. Jika dibiarkan, akar rambutan dapat terus berkembang dan menekan tanah di sekitar bangunan, memicu pergeseran kecil pada fondasi rumah. Akar ini dapat menembus dan merusak fondasi jika ditanam terlalu dekat, menyebabkan retakan dinding atau ketidakstabilan struktur.
- Durian: Pohon durian dikenal memiliki akar yang agresif dan berpotensi merusak fondasi rumah jika ditanam terlalu dekat. Sistem perakarannya yang kuat dapat memberikan tekanan signifikan pada struktur tanah dan fondasi bangunan.
- Nangka: Pohon nangka adalah pohon berukuran besar dengan akar agresif yang bisa merusak fondasi. Meskipun menambah kesan alami, buahnya yang besar dan berat, ditambah getahnya, dapat mengganggu kebersihan dan estetika halaman saat jatuh.
- Alpukat: Akar pohon alpukat memiliki potensi merusak bangunan di dekatnya. Untuk mengurangi kerusakan, disarankan memilih batang bawah yang kurang invasif dan menanamnya sejauh 7,5 meter dari bangunan. Akar alpukat merusak dinding dengan memberikan tekanan fisik saat tumbuh membesar, atau secara tidak langsung dengan menyerap air dari tanah sehingga menyebabkan pergeseran fondasi.
- Sawo: Sawo memiliki sistem akar kuat yang mampu menopang pohon besar, membutuhkan ruang tumbuh luas. Akar sawo dapat berkembang horizontal maupun vertikal, berpotensi mengganggu struktur di sekitarnya. Akar yang menyebar luas ini sering mencari sumber air hingga ke bawah fondasi rumah, menyebabkan keretakan atau gangguan pada saluran air yang tertanam di dalam tanah.
- Jambu Biji: Jambu biji sering dianggap aman, namun akarnya cukup agresif dan mampu menyebar luas di dalam tanah. Akar ini aktif mencari air dan nutrisi, sehingga dapat menjangkau area di sekitar fondasi rumah dan masuk ke celah kecil. Kondisi ini dapat memperbesar retakan yang sudah ada, serta mengganggu sistem drainase.
- Jambu Air: Jambu air memiliki sistem akar yang cenderung dangkal namun menyebar luas di permukaan tanah, sering menyebabkan perubahan struktur tanah. Akar ini dapat mengangkat paving atau lantai jika tidak memiliki ruang cukup. Karena sifat menyebarnya, akar jambu air juga dapat menjangkau fondasi rumah dan masuk ke celah-celah kecil, menyebabkan kerusakan struktural, terutama pada rumah dengan fondasi dangkal.
- Pepaya: Akar pohon pepaya yang menjalar sangat dalam ke bawah tanah akan merusak fondasi dan mengancam ketahanan rumah. Tanah di sekitar menjadi tidak padat karena akar pepaya, menciptakan lubang yang bisa membuat rumah terlihat miring atau dinding retak jika dibiarkan terlalu lama.
Mengapa Akar Pohon Merusak Fondasi Rumah?
Akar pohon dapat merusak fondasi rumah melalui beberapa mekanisme utama yang perlu dipahami. Pertama, akar pohon secara alami akan tumbuh ke arah sumber air dan nutrisi. Jika ada kelembapan di sekitar fondasi atau saluran pipa yang bocor, akar akan tumbuh ke arah tersebut, bahkan menembus celah kecil pada fondasi.
Kedua, seiring bertambahnya usia pohon, diameter akar akan membesar dan memberikan tekanan lateral pada dinding fondasi. Tekanan fisik ini dapat menyebabkan fondasi melengkung, retak, atau bahkan terangkat dari posisinya.
Ketiga, akar pohon menyerap air dari tanah, yang dapat menyebabkan tanah di sekitar fondasi mengering dan menyusut. Pengeringan tanah yang ekstrem ini memicu penurunan dan pergerakan yang tidak merata pada bangunan, terutama pada rumah dengan fondasi dangkal, yang berpotensi menimbulkan retakan pada dinding atau lantai. Terakhir, akar yang menyebar luas juga dapat mengganggu sistem drainase dan menyebabkan penyumbatan pada saluran air.
Pertimbangan Penting Sebelum Menanam Pohon Buah
Sebelum memutuskan untuk menanam pohon buah di pekarangan rumah, ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan secara matang.
Pertama, pilihlah jenis pohon yang akarnya tidak agresif atau invasif. Beberapa pohon buah yang relatif aman untuk ditanam dekat rumah karena akarnya tidak terlalu agresif antara lain jeruk (varietas kerdil), delima, sawo (varietas kerdil), kedondong, pisang, belimbing, dan kelengkeng mini. Kedua, jarak tanam yang aman sangat krusial untuk mencegah kerusakan di kemudian hari.
Sebagai aturan umum, tanam pohon dengan jarak minimal 3–5 meter dari bangunan. Untuk pohon yang tingginya di bawah 8 meter, jarak minimal 3 meter dari bangunan; untuk pohon setinggi 8-15 meter, jarak minimal 4-6 meter; dan untuk pohon yang tingginya lebih dari 15 meter, jarak minimal 10-15 meter.
Ketiga, pertimbangkan ukuran pohon saat dewasa, baik tinggi maupun lebar kanopi, karena akar pohon umumnya akan tumbuh satu hingga tiga kali lebar kanopinya. Keempat, kondisi tanah juga berpengaruh, di mana tanah yang subur dan gembur dapat mendukung pertumbuhan akar yang lebih baik, namun tanah yang padat mungkin memerlukan jarak tanam yang lebih lebar. Terakhir, pahami karakteristik sistem perakaran pohon yang akan ditanam, apakah akar tunggang yang dalam atau akar serabut yang menyebar luas.
Cara Efektif Mencegah Kerusakan Fondasi Akibat Akar Pohon
Untuk mencegah kerusakan fondasi rumah akibat akar pohon yang agresif, beberapa langkah proaktif dapat dilakukan.
1. Prioritaskan menanam pohon buah dengan sistem akar yang tidak agresif atau invasif, seperti varietas kerdil atau yang dikenal memiliki akar tidak merusak.
2. Jaga jarak tanam yang aman dengan menanam pohon pada jarak yang cukup jauh dari fondasi rumah, disesuaikan dengan perkiraan ukuran pohon saat dewasa.
3. Gunakan penghalang akar (root barrier) yang ditempatkan di sekitar sistem akar pohon saat penanaman untuk mengendalikan arah pertumbuhan akar. Penghalang akar, terbuat dari plastik tebal atau geotekstil, dipasang vertikal dengan kedalaman 60-100 cm untuk mencegah akar merusak struktur sekitar seperti bangunan atau saluran pipa.
4. Untuk lahan terbatas, menanam pohon buah dalam pot besar (tabulampot) adalah solusi efektif, asalkan pot memiliki drainase yang baik dan media tanam yang subur.
5. Jika akar sudah mendekati fondasi, pemangkasan akar secara berkala bisa dilakukan dengan mencungkil akar menggunakan kapak dan mencabut tunas yang tumbuh hingga akar berhenti tumbuh, namun lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak kesehatan pohon.
6. Pastikan pohon mendapatkan cukup air di lokasi yang jauh dari bangunan untuk mengurangi kecenderungan akar mencari air ke arah fondasi.
7. Tambahkan mulsa serpihan kayu atau mulsa kayu keras di sekitar akar untuk membantu meningkatkan retensi kelembapan tanah dan mengelola pertumbuhan akar yang tidak terkendali.
8. Perhatikan sistem drainase di sekitar rumah agar berfungsi baik, menghindari genangan air yang dapat menarik akar pohon ke arah fondasi. Jika kerusakan sudah terjadi, segera konsultasikan dengan ahli arborist dan spesialis fondasi untuk penilaian dan solusi yang tepat.
Pertanyaan Umum Pohon Buah yang Akarnya Bisa Merusak Fondasi Rumah dalam 5 Tahun
1. Apakah akar pohon alpukat bisa merusak fondasi rumah?
Ya, akar pohon alpukat memiliki potensi merusak fondasi rumah, terutama jika ditanam terlalu dekat, melalui tekanan fisik dan perubahan kadar air tanah.
2. Berapa jarak aman menanam pohon alpukat dari dinding rumah?
Jarak aman yang direkomendasikan adalah minimal 7,5 meter (25 kaki) dari struktur bangunan, meskipun beberapa ahli menyarankan hingga 10-15 meter untuk pohon besar.
3. Pohon buah apa saja yang akarnya berpotensi merusak fondasi rumah?
Pohon buah seperti mangga, rambutan, durian, nangka, alpukat, sawo, jambu biji, jambu air, dan pepaya memiliki akar yang kuat dan invasif yang berpotensi merusak fondasi rumah.

7 hours ago
7
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7091160/original/085147400_1779872717-3688283135570345549.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7092319/original/080692400_1779873966-2734745100938099672.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402068/original/007110400_1762236460-Kolam_Ember_Bak_Plastik__Budikdamber___Solusi_Super_Hemat_Lahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6490067/original/076873900_1779348220-Sistem_Irigasi_Tetes_Otomatis_dengan_Timer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7090580/original/060767000_1779871946-7916716639042759874.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7084523/original/007025400_1779865300-HL_roster.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7081273/original/056441800_1779861808-Gemini_Generated_Image_2fvdf42fvdf42fvd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7082758/original/094496300_1779863371-ayam_HL.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6481797/original/067892200_1779341326-unnamed__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547353/original/029424800_1775456871-unnamed-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7081732/original/016812400_1779862147-markisa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528221/original/045047200_1773258676-peralta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7079646/original/089135400_1779859850-a73d9c07-3d60-43f6-91ac-2d2920f71463.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7079159/original/073884100_1779859377-13115870224934415379.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6997403/original/082455100_1779767631-dony__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6478248/original/064508000_1779338391-rak_kayu_pokcoy_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/947230/original/080797700_1438786131-Jimmy_Napitupulu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7076598/original/007843300_1779856294-1345113026885720659.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7077115/original/033305500_1779857088-7732070775181021891.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519151/original/033576300_1772532081-cat_teras_senada_lantai_6.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495693/original/051356400_1770394579-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_10.19.48_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5207890/original/044419100_1746284199-Ilustrasi_-_Maarten_Paes_copy.jpg)