Liputan6.com, Jakarta Overhead pass adalah teknik mengoper bola dari atas kepala menggunakan kedua tangan yang dirancang untuk melewati penjagaan lawan. Memahami bagaimana cara melakukan overhead pass menjadi bekal penting bagi setiap pemain basket, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman, karena operan ini memungkinkan distribusi bola jarak jauh secara cepat dan akurat.
Cara melakukan overhead pass diawali dengan memegang bola di atas kepala menggunakan kedua tangan, melangkahkan kaki ke arah target, lalu melempar bola dengan gerakan meluruskan lengan dan sentakan pergelangan tangan. Teknik ini menjadi andalan dalam situasi permainan bola basket saat fast break, skip pass, maupun ketika menghadapi tekanan pertahanan lawan yang rapat.
Overhead pass dalam bola basket merupakan operan dua tangan yang dilemparkan dari atas kepala pemain ke rekan setim, berbeda dari chest pass atau bounce pass karena lintasan bolanya melewati pertahanan lawan. Menurut pedoman pengembangan pemuda dari NBA, overhead pass umumnya dipakai saat pemain bertahan menghalangi jalur operan langsung, terutama dalam skenario fast break. Steve Nash, legenda NBA dan salah satu playmaker terbaik sepanjang masa, dikutip dari The Coaching Toolbox menyatakan, "Gunakan kemampuan menembakmu untuk menjadi pengoper yang lebih baik, dan kemampuan mengopermu untuk menjadi penembak yang lebih baik."
1. Cara Melakukan Overhead Pass: Persiapan Posisi Awal dan Pegangan Bola
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8580865/original/019775800_1782540868-4032454279940417621.jpeg)
Perbesar
Langkah pertama yang menentukan keberhasilan sebuah overhead pass terletak pada persiapan posisi tubuh dan cara memegang bola. Tanpa fondasi yang tepat, lemparan akan kehilangan tenaga maupun akurasi. Berikut langkah-langkah bagaimana cara melakukan overhead pass yang benar dimulai dari persiapan awal.
-
Posisikan tubuh dalam triple threat stance: Awali overhead pass dari posisi triple threat, yaitu sikap siap di mana pemain bisa melakukan dribble, shooting, atau passing kapan saja. Berdiri tegak dengan kedua kaki dibuka selebar bahu, lutut sedikit ditekuk, dan berat badan terdistribusi merata. Posisi ini memberi keseimbangan sekaligus menyiapkan tubuh untuk bergerak cepat.
-
Pegang bola dengan kedua tangan secara mantap: Rentangkan jari-jari lebar dan bentuk huruf "W" dengan ibu jari di bagian belakang bola. Kedua telapak tangan berada di sisi kanan dan kiri bola, bukan di bawahnya. Pegangan yang tepat memastikan kontrol penuh saat bola diangkat ke atas kepala.
-
Angkat bola ke posisi di atas kepala: Bola dimulai dari posisi dada atau langsung di atas kepala. Pastikan kedua siku sedikit ditekuk dan sejajar dengan telinga, bukan melebar ke samping. Posisi ini menjaga bola tetap terlindungi dari jangkauan lawan yang berusaha merebut.
-
Jaga pandangan tetap ke arah target: Arahkan pandangan mata ke rekan setim yang akan menerima bola. Membaca posisi dan pergerakan rekan setim sejak awal membantu menentukan waktu pelepasan bola yang paling tepat, termasuk saat melakukan passing dalam permainan basket.
Posisi tangan harus berada di kedua sisi bola dengan jari-jari terbuka lebar untuk membentuk fondasi kontrol yang kokoh, karena penempatan tangan yang tepat sangat penting untuk menjaga kepemilikan bola hingga saat pelepasan. John Wooden, pelatih legendaris UCLA, dikutip dari NJ Life Hacks menyatakan, "Saya percaya pada hal-hal dasar: perhatian dan penyempurnaan detail-detail kecil yang mungkin sering diabaikan."
2. Cara Melakukan Overhead Pass: Teknik Melempar dan Follow-Through yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8580867/original/025299300_1782540868-Untitled4.jpg)
Perbesar
Setelah posisi dan pegangan bola siap, tahap selanjutnya yang menentukan kualitas operan adalah teknik melempar. Bagaimana cara melakukan overhead pass dengan lemparan yang kuat namun tetap terkendali akan diuraikan melalui langkah-langkah berikut.
-
Langkahkan kaki ke arah target: Ambil satu langkah ke arah rekan setim yang menjadi target operan, sebaiknya dengan kaki dominan, meskipun tergantung pada kaki pivot yang digunakan. Langkah ini berfungsi membangun momentum dan menambah kekuatan lemparan secara signifikan.
-
Dorong dengan kaki belakang untuk menghasilkan tenaga: Setelah menanamkan kaki yang melangkah pertama, dorong dari kaki belakang untuk menciptakan tenaga yang cukup guna melempar bola jarak jauh melintasi lapangan. Kekuatan lemparan overhead pass tidak semata berasal dari lengan, melainkan dari seluruh rantai kinetik tubuh mulai dari kaki hingga ujung jari.
-
Luruskan kedua lengan ke depan dan sentakkan pergelangan tangan: Sambil melangkah ke arah target, luruskan siku dan sentakkan pergelangan tangan untuk menciptakan backspin pada bola, di mana lengan bergerak dalam rentang gerak yang pendek dan mayoritas gerakan berasal dari siku, bukan bahu. Sentakan pergelangan tangan inilah yang memberi akurasi operan sekaligus kecepatan rotasi bola.
-
Lakukan follow-through ke arah target: Setelah bola terlepas dari tangan, kedua lengan harus tetap mengarah lurus ke target dengan telapak tangan menghadap ke bawah. Gerakan follow-through ini memastikan arah dan kecepatan bola konsisten, sehingga rekan setim dapat menangkap bola dengan nyaman di area dada.
-
Jaga bola agar tidak tertarik ke belakang kepala: Kedua tangan harus tetap menempel pada bola sepanjang waktu dan bola tidak boleh bergerak lebih jauh ke belakang dari posisi sejajar kepala. Banyak pemain berusaha menambah tenaga dengan mengayunkan bola terlalu jauh ke belakang, padahal hal ini justru memperlambat pelepasan dan memudahkan lawan merebut bola.
Baca juga: Chest Pass Adalah Teknik Mengoper Bola dari Depan Dada, Begini Caranya
Variasi overhead pass dengan gerakan ayunan minimal ke belakang mengandalkan kekuatan dari sentakan pergelangan tangan yang melebar di titik pelepasan, dan sering digunakan untuk pelepasan bola yang lebih cepat serta memberi potensi tipuan arah operan. Phil Jackson, pelatih legendaris NBA peraih 11 cincin juara, dikutip dari Hoop Coach menyatakan, "Basket adalah olahraga yang melibatkan jalinan halus para pemain dalam kecepatan penuh hingga mereka berpikir dan bergerak sebagai satu kesatuan."
3. Cara Melakukan Overhead Pass dalam Berbagai Situasi Pertandingan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8580868/original/030381300_1782540868-Untitled5.jpg)
Perbesar
Menguasai teknik dasar saja belum cukup tanpa memahami kapan dan di mana harus menggunakannya. Penerapan overhead pass dalam konteks permainan nyata membutuhkan kemampuan membaca situasi lapangan. Berikut langkah-langkah cara melakukan overhead pass sesuai dengan kondisi pertandingan yang sering ditemui.
-
Saat dijaga ketat oleh lawan (tight defense): Ketika menghadapi pertahanan ketat, overhead pass memungkinkan pemain mengoper bola melewati lengan lawan yang terentang. Posisikan bola tinggi di atas kepala, baca celah di atas bahu lawan, lalu lempar bola dengan cepat dan datar ke target. Teknik ini berbeda dari bounce pass yang memanfaatkan pantulan lantai untuk melewati penjagaan rendah.
-
Saat memulai fast break setelah rebound: Overhead pass memainkan peran kunci dalam menjaga alur serangan, terutama saat transisi, karena memungkinkan tim memindahkan bola dari pertahanan ke penyerangan dengan cepat sehingga tercipta peluang mencetak angka sebelum pertahanan lawan siap. Setelah merebut bola rebound dalam permainan basket, segera posisikan bola di atas kepala dan lempar ke arah rekan yang berlari menuju ring lawan.
-
Saat melakukan skip pass dalam zona pertahanan lawan: Overhead pass memberikan sudut lintasan yang berbeda untuk bola dan ideal dalam situasi seperti mengoper melewati pemain bertahan, skip pass, atau mengoper ke area post. Gunakan overhead pass untuk memindahkan bola dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya secara diagonal, melewati beberapa pemain bertahan sekaligus.
-
Antisipasi pergerakan rekan setim: Untuk menghasilkan overhead pass yang akurat, penting untuk mengantisipasi pergerakan rekan setim dengan membaca bahasa tubuh dan menyesuaikan sasaran lemparan. Arahkan lemparan sedikit di depan lintasan lari rekan setim, bukan langsung ke posisinya saat ini, agar bola tiba tepat waktu.
Baca juga: Cara Menggiring Bola yang Dibenarkan dalam Permainan Basket
Kareem Abdul-Jabbar, salah satu pemain terhebat sepanjang sejarah NBA, dikutip dari Basketball For Coaches menyatakan, "Operan tambahan dan usaha ekstra di pertahanan selalu menyelesaikan tugas." Overhead pass juga membantu tim menyebarkan permainan di lapangan dengan memungkinkan operan jarak jauh yang memindahkan bola dari satu sisi ke sisi lain, sehingga membuat pertahanan lawan lebih sulit memprediksi dan bereaksi.
Kesalahan Umum Saat Melakukan Overhead Pass dan Tips Menghindarinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8580869/original/034936900_1782540868-Untitled6.jpg)
Perbesar
Meskipun teknik dasarnya terlihat sederhana, banyak pemain basket kerap melakukan kesalahan saat mempraktikkan overhead pass, terutama di tingkat pemula. Overhead pass merupakan keterampilan yang sangat berguna namun rentan kehilangan kekuatan dan kecepatan karena kesalahan teknis, yang menimbulkan masalah umum seperti intersepsi dan defleksi bola oleh lawan. Mengenali dan memperbaiki kebiasaan buruk ini akan meningkatkan kualitas overhead pass secara signifikan.
Pat Summitt, pelatih basket wanita tersukses dalam sejarah NCAA, dikutip dari Coach's Clipboard menyatakan, "Kepercayaan diri adalah hasil dari kerja keras yang memberikanmu hak untuk berhasil."
-
Pegangan bola terlalu lemah atau posisi tangan salah: Kesalahan yang sering dilakukan pemain adalah tidak memiliki pegangan yang tepat pada bola; solusinya, rentangkan jari-jari lebar dan arahkan ibu jari ke bawah untuk mendapatkan kontrol yang lebih baik. Pegangan yang longgar menyebabkan bola mudah terlepas atau melenceng dari target. Berlatihlah memegang bola dengan tekanan merata di semua jari, layaknya teknik pegangan dasar dalam passing bola basket.
-
Mengandalkan kekuatan berlebihan tanpa teknik: Salah satu kesalahan paling umum adalah mengandalkan kekuatan berlebihan daripada teknik, karena pemain sering berusaha melempar bola sekeras mungkin yang justru mengakibatkan operan tidak akurat. Fokuslah pada koordinasi gerak tubuh dan sentakan pergelangan tangan yang presisi, bukan sekadar tenaga mentah.
-
Membawa bola terlalu jauh ke belakang kepala: Operan ini sering tertukar dengan lemparan ala sepak bola di mana bola ditarik ke belakang kepala, padahal overhead pass dalam basket dilakukan dengan posisi bola tepat di atas kepala. Mengayunkan bola ke belakang memperlambat pelepasan dan memberi waktu bagi lawan untuk bereaksi. Latihlah gerakan cepat dari posisi triple threat atau setelah pivot langsung ke atas kepala.
-
Menahan bola terlalu lama di atas kepala: Pemain terkadang menahan bola terlalu lama di atas kepala sehingga memudahkan pemain bertahan mengantisipasi arah operan. Overhead pass harus dilakukan dalam satu gerakan cepat dan mulus: angkat bola, langkahkan kaki, dan lempar tanpa jeda berlebihan.
-
Tidak melangkahkan kaki ke arah target: Melempar bola hanya mengandalkan lengan tanpa melangkah ke depan menghasilkan operan yang lemah dan lambat. Langkah ke depan memberikan momentum tambahan yang esensial, terutama untuk operan jarak jauh yang menjadi keunggulan utama overhead pass.
-
Timing pelepasan bola yang tidak tepat: Timing yang buruk menjadi masalah lain karena overhead pass sering digunakan untuk jarak yang lebih jauh, sehingga operan yang salah waktu dapat dengan mudah berujung pada turnover. Solusinya, berlatih rutin dengan rekan menggunakan drill operan bergerak seperti overhead pass sambil berlari menyamping atau three-on-two fast break.
-
Mengabaikan latihan rutin: Untuk meningkatkan overhead pass, berlatihlah secara konsisten dengan drill seperti wall pass, partner passing, dan full-court pass, sambil fokus menjaga bentuk yang benar serta meningkatkan kekuatan dan akurasi. Sama seperti teknik lay up atau dribbling, overhead pass membutuhkan pengulangan agar menjadi gerakan otomatis.
Baca juga: Asal Mula Permainan Bola Basket, Sejarah, dan Teknik Dasarnya
Terry Stotts, mantan pelatih kepala Portland Trail Blazers, dikutip dari Basketball For Coaches menyatakan, "Fundamental permainan selalu sama di mana pun kamu berada: mengoper, menggiring, menembak, bertahan, rebound, screen, bermain keras dan bersama." Membangun kebiasaan teknik overhead pass yang benar melalui latihan berulang akan meminimalkan kesalahan saat tekanan pertandingan meningkat.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Overhead Pass
Apa perbedaan overhead pass dengan chest pass dan bounce pass?
Overhead pass dilakukan dari posisi di atas kepala menggunakan kedua tangan, sehingga efektif untuk melewati penjagaan tinggi lawan dan operan jarak jauh. Sementara itu, chest pass dilemparkan dari depan dada secara mendatar untuk jarak pendek hingga menengah, sedangkan bounce pass memanfaatkan pantulan lantai untuk melewati pertahanan rendah. Setiap teknik memiliki kegunaan spesifik yang disesuaikan dengan situasi di lapangan.
Kapan waktu yang paling tepat untuk menggunakan overhead pass?
Overhead pass paling efektif digunakan dalam tiga situasi utama: saat dijaga ketat oleh lawan sehingga jalur operan datar tertutup, saat memulai serangan cepat (fast break) setelah rebound, dan saat melakukan skip pass untuk memindahkan bola dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya melewati zona pertahanan. Teknik ini juga berguna saat melakukan operan masuk (inbound pass) karena lintasan bola yang lebih tinggi membuatnya sulit dijangkau oleh pemain bertahan.
Bagaimana cara melatih overhead pass agar lebih akurat dan kuat?
Latihan overhead pass bisa dimulai dengan drill wall pass, yaitu berdiri sekitar 3-5 meter dari dinding dan melempar bola ke target tertentu secara berulang. Tingkatkan ke latihan berpasangan dengan jarak yang bertahap ditambah, lalu lanjutkan ke drill full-court pass untuk membangun kekuatan lemparan jarak jauh. Menambahkan elemen tekanan pertahanan ringan dalam latihan juga sangat dianjurkan agar terbiasa melakukan overhead pass dalam kondisi permainan sesungguhnya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

3 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578256/original/056286300_1782536565-dvVPydNbiYcqWraLvYl5S6Byfyasvjvq3oDKEv2V.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4477079/original/090625300_1687419920-Riset.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737988/original/027942000_1707374607-pexels-skip-class-13548721.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510667/original/040509700_1771834944-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_15.08.24.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8586726/original/099343900_1782550609-Semifinal_MLSC_All_Stars_12_Kudus_vs_Surabaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263033/original/087599000_1781856655-8e8pXPK9AyN4YYf2AlR1uuV8t5vee2YnmZ9qXqpD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578311/original/035907600_1782536627-YXBa45vDtdEYzgKRrDlPJUU4I5WCZD2XEQ5nGRNe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4352452/original/085780100_1678353980-20230309-Larangan-Impor-Baju-Bekas-Faizal-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516719/original/098019600_1782442247-MHGSDC1JneBJEvlmsjGcnmbUcFHyI94d1Rwt6nfZ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578483/original/086395300_1782536869-fahmi-fakhrudin-nzyzAUsbV0M-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516172/original/033183300_1782441636-Rvai4Q48YQrgjPsiSRKW4ayMMd7ugRcIb0VAEvLl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4984091/original/066941400_1730181985-pexels-ekaterina-bolovtsova-4051137.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3153154/original/023813700_1592217405-technology-686298_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4440392/original/009825500_1684987474-mathis-jrdl--RIHgVIKjYI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2877942/original/053432500_1565348974-img_BS9CBFo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8575192/original/046209600_1782532042-9144698472429757201.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563984/original/065188900_1776922526-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263031/original/050114800_1781856653-3kzjRNq5KSlJNO4aVyJ2KHC7I5SbM932kp7GYRBa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8573292/original/098492400_1782528470-gendut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472983/original/024742200_1782381700-Ce9Bn1eF3Ngm5Z5T91Xzx3RfRQw4IKburTcffQwz.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315665/original/049375700_1755165938-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__2_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
