:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4477079/original/090625300_1687419920-Riset.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta Banyak orang menggunakan istilah "kasat mata" dalam percakapan maupun tulisan sehari-hari, tetapi tidak sedikit yang keliru memahami maknanya. Dikutip dari KBBI, arti kasatmata adalah dapat dilihat, nyata, konkret. Dengan kata lain, kasat mata artinya merujuk pada segala sesuatu yang bisa diamati secara langsung oleh indera penglihatan tanpa bantuan alat khusus.
Sementara itu, "tak kasatmata" adalah istilah yang merujuk pada hal-hal yang tidak dapat diamati atau dilihat dengan mata telanjang, mencakup aspek-aspek yang lebih abstrak seperti konsep, ide, emosi, dan energi. Pemahaman yang tepat tentang kasat mata artinya menjadi penting agar tidak terjadi salah kaprah dalam berkomunikasi.
Dilansir dari The Free Dictionary, istilah "visible to the naked eye" bermakna mampu dipersepsikan oleh penglihatan normal tanpa bantuan atau augmentasi apa pun. Konsep ini sejalan dengan definisi kasatmata dalam bahasa Indonesia yang menekankan pada kemampuan memahami arti kata secara konkret dan nyata.
Pengertian Kasatmata: Definisi Lengkap dan Arti Sebenarnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180345/original/031031000_1743753891-female-doctor-diagnosing-melanoma-body-female-patient.jpg)
Perbesar
Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kasatmata didefinisikan sebagai "dapat dilihat; nyata; konkret." Ketika sesuatu dikatakan kasatmata, itu berarti hal tersebut dapat diamati dan diverifikasi langsung dengan indra penglihatan, tanpa memerlukan alat khusus atau interpretasi yang rumit. Definisi ini menempatkan kasatmata sebagai kata sifat (adjektiva) yang menjelaskan kondisi suatu objek atau fenomena yang bisa ditangkap secara visual.
Dalam kehidupan sehari-hari, konsep kasatmata sering digunakan untuk merujuk pada fakta-fakta yang jelas dan dapat dibuktikan. Misalnya, jika seseorang mengatakan "saya memiliki buah apel di tangan," hal ini dapat diverifikasi dengan melihat buah apel tersebut secara langsung. Informasi ini tidak memerlukan penjelasan lebih lanjut karena keberadaannya dapat dilihat secara kasatmata. Dalam konteks makna kata bahasa Indonesia, kasatmata memiliki makna denotatif yang bersifat literal.
Konsep abstrak dan konkret sudah lama menjadi pembahasan dalam filsafat. Jean Piaget menggunakan istilah "concrete" dan "formal" untuk menggambarkan dua jenis pembelajaran berbeda, di mana pemikiran konkret melibatkan fakta serta deskripsi tentang objek sehari-hari yang nyata. Dalam konteks bahasa Indonesia, kasatmata merupakan padanan langsung dari konsep "concrete" atau "tangible" yang berarti nyata dan bisa disentuh atau dilihat.
Vladimir Kefalov, Ph.D., profesor bidang oftalmologi dan ilmu visual di University of California, Irvine, menjelaskan dalam sebuah laporan ilmiah di ScienceDaily bahwa kemampuan sel saraf mata kita (photoreceptor) dirancang untuk menangkap energi cahaya. Secara ilmiah, spektrum cahaya tampak yang kasatmata bagi manusia mencakup panjang gelombang sekitar 400 hingga 700 nanometer.
Pernyataan ini menegaskan bahwa kemampuan mata manusia untuk melihat sesuatu secara kasatmata memiliki batas fisiologis yang ditentukan oleh spektrum tertentu dalam ilmu pengetahuan.
Penulisan yang Benar Menurut KBBI: Kasatmata atau Kasat Mata?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554169/original/063394400_1776061509-7.jpg)
Perbesar
Salah satu kesalahan paling umum terkait kata ini adalah soal penulisan. Banyak orang menuliskannya terpisah menjadi "kasat mata," padahal bentuk baku yang diakui oleh KBBI adalah "kasatmata" tanpa spasi. Berikut penjelasan lengkap mengenai penulisan kata baku ini.
Sebagaimana dikutip dari Wikikamus bahasa Indonesia, "kasat mata" dengan spasi ditandai sebagai bentuk tidak baku di dalam KBBI. Meskipun demikian, istilah tersebut masih dapat dimengerti, terlebih lagi dalam percakapan lisan tidak akan terlihat perbedaan signifikan. Namun, untuk keperluan penulisan dan ejaan yang benar, ada baiknya mengikuti kaidah sesuai KBBI, yaitu penulisan tanpa menggunakan spasi.
-
Kasatmata (tanpa spasi) — Ini adalah bentuk baku yang diakui secara resmi dalam KBBI. Kata ini merupakan kata majemuk yang terdiri dari gabungan "kasat" dan "mata" yang menyatu menjadi satu leksem. Dalam penulisan formal seperti karya ilmiah, dokumen resmi, dan laporan, bentuk inilah yang wajib digunakan.
-
Kasat Mata (dengan spasi) — Bentuk ini tidak baku menurut KBBI. Meskipun sering dijumpai dalam media sosial dan percakapan informal, penulisan terpisah seperti ini tidak sesuai kaidah kata baku bahasa Indonesia.
-
Kelas kata — Kasatmata termasuk dalam kelas kata adjektiva (kata sifat) karena berfungsi menjelaskan sifat atau keadaan suatu objek. Contoh penggunaannya: "bukti yang kasatmata" berarti bukti yang nyata dan bisa dilihat.
-
Kata majemuk dalam bahasa Indonesia — Sama seperti kata majemuk lainnya, penulisan kasatmata menyatu sesuai kaidah pembentukan kata dalam bahasa Indonesia. Hal ini serupa dengan kata "matahari" yang juga ditulis tanpa spasi.
-
Rujukan penulisan — Penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar saat ini mengacu secara resmi pada dua pedoman utama dari Badan Bahasa, yaitu Ejaan yang Disempurnakan (EYD) Edisi V dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (catatan: PUEBI sudah tidak berlaku sejak tahun 2022).
-
Verifikasi melalui KBBI Daring — Siapa pun bisa memastikan penulisan yang benar dengan mengakses laman kamus online KBBI resmi milik kemdikbud.go.id.
Perbedaan Kasatmata dan Tak Kasatmata dalam Kehidupan Sehari-hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502583/original/033784100_1770989448-6.jpg)
Perbesar
Memahami perbedaan antara kasatmata dan tak kasatmata sangat penting dalam penggunaan bahasa Indonesia yang tepat. Kasatmata merupakan istilah yang mengacu pada segala sesuatu yang dapat diamati dan nyata dengan mata telanjang, sedangkan tak kasatmata mengacu pada hal-hal yang tidak dapat dilihat secara langsung oleh mata telanjang. Perbedaan ini bukan sekadar perkara kebahasaan, melainkan juga menyangkut cara manusia memahami dunia di sekitarnya.
Hal yang kasatmata meliputi semua objek fisik yang bisa ditangkap oleh penglihatan: bangunan, tumbuhan, hewan, benda-benda di rumah, hingga perubahan cuaca yang terlihat di langit. Sebagaimana disampaikan MasterClass, "Pemikiran konkret adalah bentuk berpikir literal yang melibatkan dunia fisik, bukan analogi, idiom, dan inferensi yang lebih dalam." Konsep ini sejalan dengan makna kasatmata yang menekankan pada realitas fisik yang dapat dimaknai secara denotatif.
Emosi seperti cinta, kebahagiaan, atau rasa syukur tidak dapat dilihat secara fisik, tetapi memiliki dampak yang sangat kuat pada kehidupan kita. Begitu pula dengan konsep abstrak seperti keadilan, moralitas, dan kebebasan, yang memainkan peran sentral dalam kehidupan sosial. Semua hal tersebut masuk dalam kategori tak kasatmata. Menariknya, banyak fenomena dalam sains juga tidak kasatmata. Banyak hal yang tidak terlihat oleh mata manusia, misalnya gravitasi, gelombang radio, atau suara.
Dalam perspektif sains, batas antara kasatmata dan tak kasatmata ditentukan oleh kemampuan biologis manusia. Mata manusia hanya mampu menangkap 0,0035% dari keseluruhan spektrum elektromagnetik. Artinya, sebagian besar realitas di alam semesta sesungguhnya bersifat tak kasatmata bagi persepsi visual manusia tanpa bantuan teknologi. Pemahaman ini membuka wawasan bahwa dunia memiliki dimensi jauh lebih luas dari apa yang tampak oleh mata.
Konsep "Visible to the Naked Eye" dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan
![[Bintang] Kapankah Malam Lailatul Qadar?](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/6U_aDPNV88KOioSWeNztC48_zhk=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2239127/original/019379600_1528186699-astrology-astronomy-beautiful-713664.jpg)
Perbesar
Istilah kasatmata memiliki padanan erat dengan frasa Inggris "visible to the naked eye" yang banyak digunakan dalam dunia ilmu pengetahuan, khususnya astronomi dan fisika. Konsep ini memberikan dimensi baru dalam memahami kasat mata artinya secara lebih luas melampaui sekadar definisi kamus.
Merujuk Encyclopedia Wikipedia, dalam astronomi, "naked eye" (mata telanjang) digunakan untuk mengamati peristiwa dan objek langit yang terlihat tanpa peralatan, seperti konjungsi planet, komet yang melintas, hujan meteor, dan asteroid paling terang termasuk 4 Vesta.
-
Jumlah bintang kasatmata — Terdapat sekitar 6.000 bintang yang dapat diamati dengan mata telanjang manusia. Angka ini menunjukkan betapa terbatasnya kemampuan penglihatan kita dibandingkan keseluruhan objek di alam semesta.
-
Batas magnitudo — Dalam kondisi langit gelap yang tipikal, mata telanjang dapat melihat bintang dengan magnitudo tampak hingga +6. Bintang dengan magnitudo lebih tinggi memerlukan sistem optik seperti teleskop untuk diamati.
-
Spektrum cahaya tampak — Mata manusia hanya mampu mendeteksi rentang sempit radiasi elektromagnetik yang dikenal sebagai spektrum tampak, mencakup panjang gelombang cahaya sekitar 400 hingga 700 nanometer yang berhubungan dengan warna-warna pelangi.
-
Cahaya inframerah yang tersembunyi — Panjang gelombang lain seperti inframerah dan ultraviolet seharusnya tidak terlihat oleh mata manusia. Namun, ilmuwan Washington University menemukan bahwa dalam kondisi tertentu, retina masih dapat menangkap cahaya inframerah.
-
Planet kasatmata — Lima planet dapat dikenali dari Bumi dengan mata telanjang: Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus. Fakta ini menunjukkan bahwa beberapa objek astronomi memang bersifat kasatmata tanpa perlu peralatan modern.
-
Polusi cahaya — Peristiwa yang mungkin di luar kendali juga bisa memengaruhi visibilitas, termasuk polusi cahaya, tutupan awan, cuaca buruk, dan masalah mata yang belum ditangani. Ini berarti sesuatu yang seharusnya kasatmata bisa menjadi tak kasatmata karena faktor lingkungan.
Contoh Penggunaan Kata Kasatmata dalam Kalimat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188074/original/076513400_1595483838-20200723-Operasi-Patuh-Jaya-2020-di-Jalan-Letjen-Suprapto-Jakpus-FANANI-2.jpg)
Perbesar
Setelah memahami arti dan penulisan bakunya, penting untuk mengetahui cara menggunakan kata kasatmata secara tepat dalam kalimat. Orang yang menggunakan penalaran konkret membuat keputusan berdasarkan detail-detail nyata dan kasatmata yang mereka lihat di sekitarnya. Prinsip ini berlaku dalam komunikasi sehari-hari di mana penggunaan kata yang tepat sangat penting untuk kejelasan pesan.
-
Dalam konteks hukum — "Pelanggaran tak kasatmata, seperti pengemudi yang tidak memiliki SIM, menjadi kelemahan dalam sistem tilang elektronik." Kalimat ini menunjukkan bahwa tidak semua pelanggaran bisa dilihat dengan mata.
-
Dalam konteks pekerjaan — "Hanya pekerjaan yang kasatmata yang bisa saya lakukan." Artinya, hanya pekerjaan yang hasilnya bisa dilihat secara objek nyata yang mampu dikerjakan.
-
Dalam konteks sains — "Bakteri tidak kasatmata, sehingga diperlukan mikroskop untuk mengamatinya." Kalimat ini mengilustrasikan keterbatasan penglihatan manusia terhadap objek berukuran sangat kecil.
-
Dalam konteks sosial — "Perubahan iklim sudah menunjukkan dampak yang kasatmata di berbagai belahan dunia." Di sini, kata kasatmata menegaskan bahwa dampak tersebut sudah nyata dan bisa dilihat langsung.
-
Dalam konteks spiritual — "Manusia membutuhkan perlindungan dari gangguan yang kasatmata maupun tak kasatmata." Kalimat ini membedakan gangguan fisik dan gangguan yang bersifat gaib.
-
Dalam konteks pendidikan — "Guru dituntut untuk memberikan contoh aktivitas belajar yang hasilnya kasatmata." Ini merujuk pada hasil belajar yang bisa diukur dan dilihat secara konkret.
-
Dalam konteks kesehatan — "Gejala penyakit yang kasatmata lebih mudah didiagnosis dibandingkan gangguan psikologis." Penggunaan ini membedakan antara gejala fisik yang bisa didiagnosis secara visual dan yang tidak.
Baca juga: Kumpulan Kata Indah Bahasa Indonesia yang Jarang Diketahui
Mengapa Kasatmata Sering Mengalami Salah Kaprah?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2225825/original/063665200_1527136358-20180524-Alquran-Bertinta-Emas-dengan-Ukuran-Mini-ARBAS-6.jpg)
Perbesar
Kata kasatmata termasuk dalam deretan kata bahasa Indonesia yang paling sering mengalami salah kaprah. Kesalahan bukan hanya soal penulisan (dengan atau tanpa spasi), tetapi juga tentang pemahaman makna. Kita sering abai saat berbahasa Indonesia karena merasa sudah bisa dan biasa menggunakannya, serta malas membuka kamus saat menemukan kata yang artinya belum diketahui atau hanya berdasarkan dugaan semata.
Fenomena ini juga disoroti oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan yang secara aktif memberikan edukasi kebahasaan. Balai Bahasa berupaya memberikan edukasi kebahasaan melalui laman web dengan harapan dapat menjangkau masyarakat lebih luas, mengingat banyaknya salah kaprah yang kerap terjadi. Kasatmata merupakan salah satu contoh yang kerap dibahas dalam berbagai panduan penulisan kata baku.
Kesalahkaprahan kasatmata paling sering terjadi ketika orang menggunakannya untuk merujuk pada sesuatu yang "tidak terlihat." Padahal, kasatmata justru bermakna sebaliknya — "dapat dilihat." Untuk menyatakan sesuatu yang tidak terlihat, harus ditambahkan negasi "tidak" atau "tak" di depannya, menjadi "tidak kasatmata" atau "tak kasatmata." Kekeliruan semacam ini serupa dengan salah kaprah pada kata "acuh" yang sering dikira bermakna "tidak peduli," padahal kata "acuh" sebenarnya bermakna "peduli; mengindahkan" dan kebalikannya adalah cuek atau masa bodoh.
Tidak hanya di level individu, di institusi pemerintah hingga dunia jurnalistik yang seharusnya sangat memperhatikan penggunaan bahasa, salah kaprah banyak terjadi. Ajip Rosidi, seorang bahasawan dan sastrawan tersohor, mengemukakan bahwa salah kaprah berbeda dengan salah paham — salah kaprah berarti sebuah kesalahan atau kekeliruan yang digunakan secara luas dan massal sehingga dianggap lumrah. Karena itu, membiasakan diri untuk selalu merujuk pada penulisan yang tepat menjadi langkah penting agar kasat mata artinya tidak lagi disalahpahami.
Baca juga: 200+ Kata Estetik Bahasa Indonesia Beserta Maknanya
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kasat Mata Artinya
1. Apa arti kasat mata dalam bahasa Indonesia?
Kasat mata artinya adalah dapat dilihat, nyata, dan konkret. Menurut KBBI, kata "kasatmata" (ditulis tanpa spasi) merupakan kata sifat yang menggambarkan sesuatu yang bisa diamati langsung oleh indera penglihatan tanpa memerlukan alat bantu. Sebagai contoh, "bukti kasatmata" berarti bukti yang nyata dan bisa dilihat oleh siapa pun.
2. Bagaimana penulisan yang benar, kasatmata atau kasat mata?
Penulisan yang benar dan baku menurut KBBI adalah "kasatmata" tanpa spasi. Bentuk "kasat mata" yang ditulis terpisah merupakan bentuk tidak baku. Untuk keperluan penulisan resmi dan formal, sangat disarankan menggunakan bentuk baku tanpa spasi agar sesuai kaidah ejaan bahasa Indonesia.
3. Apa perbedaan kasatmata dan tak kasatmata?
Kasatmata merujuk pada hal-hal yang dapat dilihat dan bersifat nyata, seperti objek fisik di sekitar kita. Sebaliknya, tak kasatmata merujuk pada hal-hal yang tidak dapat dilihat secara langsung oleh mata, termasuk konsep abstrak seperti emosi, energi, gelombang suara, atau dalam konteks kepercayaan, hal-hal yang bersifat gaib. Keduanya merupakan lawan kata yang sering digunakan berpasangan dalam berbagai konteks makna bahasa Indonesia.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

2 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578256/original/056286300_1782536565-dvVPydNbiYcqWraLvYl5S6Byfyasvjvq3oDKEv2V.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737988/original/027942000_1707374607-pexels-skip-class-13548721.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510667/original/040509700_1771834944-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_15.08.24.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8586726/original/099343900_1782550609-Semifinal_MLSC_All_Stars_12_Kudus_vs_Surabaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8580864/original/089651700_1782540867-Untitled3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263033/original/087599000_1781856655-8e8pXPK9AyN4YYf2AlR1uuV8t5vee2YnmZ9qXqpD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578311/original/035907600_1782536627-YXBa45vDtdEYzgKRrDlPJUU4I5WCZD2XEQ5nGRNe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4352452/original/085780100_1678353980-20230309-Larangan-Impor-Baju-Bekas-Faizal-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516719/original/098019600_1782442247-MHGSDC1JneBJEvlmsjGcnmbUcFHyI94d1Rwt6nfZ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578483/original/086395300_1782536869-fahmi-fakhrudin-nzyzAUsbV0M-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516172/original/033183300_1782441636-Rvai4Q48YQrgjPsiSRKW4ayMMd7ugRcIb0VAEvLl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4984091/original/066941400_1730181985-pexels-ekaterina-bolovtsova-4051137.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3153154/original/023813700_1592217405-technology-686298_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4440392/original/009825500_1684987474-mathis-jrdl--RIHgVIKjYI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2877942/original/053432500_1565348974-img_BS9CBFo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8575192/original/046209600_1782532042-9144698472429757201.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563984/original/065188900_1776922526-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263031/original/050114800_1781856653-3kzjRNq5KSlJNO4aVyJ2KHC7I5SbM932kp7GYRBa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8573292/original/098492400_1782528470-gendut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472983/original/024742200_1782381700-Ce9Bn1eF3Ngm5Z5T91Xzx3RfRQw4IKburTcffQwz.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315665/original/049375700_1755165938-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__2_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
