Batang Kecombrang Bisa Dimasak? Ini Caranya Agar Tidak Langu

2 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Bagian batang Kecombrang yang digunakan adalah bagian dalam yang berwarna putih pucat dan bertekstur lunak. Biasanya bagian itu didapat dengan mengupas lapisan kulit luar yang keras.

Pakai teknik pengolahan yang tepat, bagian ini dapat memberikan sensasi rasa asam segar yang unik pada masakan seperti tumisan, gulai, hingga sambal.

Pengolahan yang benar sangat penting untuk memastikan aroma langu tidak mendominasi hidangan akhir. Memilih bahan yang berkualitas serta menerapkan metode perendaman atau perebusan singkat menjadi kunci utama dalam menghasilkan cita rasa yang seimbang.

Berikut Liputan6.com ulas lengkap cara memasaknya yang tepat, Jumat (2/1/2026).

Cara Masak Batang Kecombrang Agar Tidak Langu

1. Mengupas Bagian Kulit Luar yang Keras

Langkah awal dalam cara masak batang kecombrang adalah mengupas lapisan kulit terluar hingga menemukan bagian inti yang berwarna putih dan lunak. Bagian kulit luar yang berwarna hijau atau kemerahan biasanya memiliki serat kasar dan aroma langu yang sangat kuat. Pastikan hanya menggunakan bagian hati batang agar tekstur masakan tetap lembut dan aromanya lebih lembut.

2. Merendam dengan Air Garam

Irisan batang yang sudah dibersihkan sebaiknya direndam dalam larutan air garam selama kurang lebih 10 hingga 15 menit. Garam berfungsi untuk menarik keluar cairan getah yang menjadi penyebab utama rasa getir dan bau langu yang menyengat. Setelah direndam, bilas irisan tersebut dengan air mengalir hingga bersih sebelum dicampurkan ke dalam bumbu masakan.

3. Merebus Singkat Sebelum Ditumis

Menerapkan teknik perebusan singkat atau blanching merupakan cara masak batang kecombrang yang sangat efektif untuk mengurangi aroma tajam. Cukup rebus irisan batang dalam air mendidih selama 1-2 menit, lalu segera tiriskan dan masukkan ke dalam air es untuk menghentikan proses pemasakan. Metode ini membantu mempertahankan warna cerah sekaligus menghilangkan sisa-sisa getah yang masih menempel.

Menggunakan bumbu dasar seperti bawang putih, bawang merah, dan terasi yang melimpah menjadi cara masak batang kecombrang agar aromanya lebih menyatu. Pastikan bumbu-bumbu tersebut ditumis hingga benar-benar matang dan harum sebelum memasukkan potongan batang. Aroma dari bumbu tumisan akan menutupi sisa bau langu sehingga tercipta perpaduan rasa yang lebih harmonis.

5. Menambahkan Unsur Asam Alami

Penambahan bahan asam seperti asam jawa, jeruk nipis, atau belimbing wuluh dapat membantu menetralkan rasa getir yang tersisa pada batang. Reaksi kimia dari zat asam akan membuat cita rasa batang menjadi lebih segar dan menonjolkan aroma floral yang lembut. Cara ini sangat direkomendasikan untuk hidangan berkuah seperti sup ikan atau garang asem.

Ciri Kecombrang yang Segar

1. Warna Batang Cerah dan Tidak Kecokelatan

Batang yang masih segar biasanya memiliki warna hijau muda atau kemerahan yang cerah dan tampak mengkilap tanpa adanya bercak hitam. Warna yang kusam atau kecokelatan menandakan bahwa bahan tersebut sudah disimpan terlalu lama dan mulai mengalami proses pembusukan.

2. Tekstur Batang Terasa Padat dan Renyah

Saat ditekan atau dipatahkan, batang yang berkualitas baik akan terasa keras, padat, dan tidak lembek. Kecombrang yang sudah layu akan terasa kenyal atau keriput, yang menandakan kadar air di dalamnya sudah jauh berkurang.

3. Aroma Floral yang Segar dan Tajam

Ciri khas utama dari bahan yang segar adalah terciumnya aroma floral menyerupai jeruk yang kuat namun tetap terasa segar di hidung. Jika tercium bau asam yang tidak sedap atau bau busuk, sebaiknya bahan tersebut tidak digunakan karena akan merusak rasa masakan.

4. Ujung Batang Masih Tertutup Rapat

Apabila membeli bagian bunga yang masih menempel pada batang, pastikan kuncupnya masih tertutup rapat dan tidak mekar sepenuhnya. Kuncup yang masih rapat menandakan bahwa tumbuhan tersebut dipetik pada usia yang tepat dan memiliki kualitas rasa yang optimal.

5. Tidak Ada Lendir pada Bagian Irisan

Bagian bawah batang yang dipotong harus terlihat kering dan bersih tanpa adanya cairan berlendir yang lengket. Lendir yang muncul biasanya merupakan indikasi adanya aktivitas bakteri akibat penyimpanan di tempat yang terlalu lembap atau suhu yang tidak stabil.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apakah batang kecombrang aman dimakan?

Ya, bagian dalam batang yang lunak sangat aman dan umum dikonsumsi dalam berbagai masakan tradisional.

Bagaimana cara masak batang kecombrang agar tidak pahit?

Gunakan teknik perendaman air garam dan kupas bagian kulit luar yang keras sebelum diolah.

Bagian mana dari batang kecombrang yang paling enak?

Bagian dalam atau "hati" batang yang berwarna putih adalah bagian paling lezat dan minim aroma langu.

Bisa dibuat apa saja olahan batang kecombrang?

Batang ini sangat cocok dijadikan tumisan, campuran sambal bongkot, atau penambah aroma pada gulai ikan.

Kenapa masakan kecombrang bisa terasa sangat langu?

Hal tersebut biasanya terjadi karena getah pada batang tidak dibersihkan dengan benar melalui proses pencucian atau perebusan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|