Liputan6.com, Jakarta Bawang putih bukan hanya bumbu dapur yang memperkaya cita rasa masakan, namun juga menjadi perbincangan dalam dunia medis karena potensi manfaat kesehatannya, termasuk pengaruhnya terhadap kadar gula darah. Pertanyaan besar muncul: benarkah bawang putih bisa menurunkan kadar gula darah, khususnya bagi penderita diabetes tipe 2?
Dalam beberapa penelitian, senyawa aktif dalam bawang putih disebut-sebut memiliki efek antidiabetik. Bahkan, konsumsi rutin bawang putih diyakini dapat membantu mengontrol kadar gula darah sekaligus menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung, dua area yang sangat penting bagi penderita diabetes.
Namun, benarkah hasil-hasil tersebut sudah terbukti secara klinis pada manusia? Apa yang sebenarnya dikandung oleh bawang putih dan bagaimana cara konsumsinya agar aman dan bermanfaat? Simak ulasan berikut sebagai salah satu alternatif pengendali diabetes, dirangkum Liputan6, Jumat (28/3).
Benarkah Bawang Putih Bisa Turunkan Gula Darah?
Bawang putih telah lama dikenal sebagai rempah yang kaya manfaat, salah satunya adalah potensinya dalam menurunkan kadar gula darah berkat kandungan allicin yang dimilikinya. Senyawa aktif ini dalam studi laboratorium menunjukkan efek antidiabetik yang berpotensi membantu menstabilkan kadar glukosa darah.
Meskipun masih perlu dukungan ilmiah, beberapa penelitian terhadap manusia menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih secara rutin dapat membantu menurunkan kadar gula darah serta menurunkan risiko aterosklerosis, kondisi yang sering terjadi pada penderita diabetes. Bawang putih juga mengandung vitamin C, yang dikenal mampu berperan dalam menjaga kestabilan kadar gula darah dalam tubuh.
Namun hingga kini, para ahli medis menyarankan agar manfaat bawang putih tetap dianggap sebagai pelengkap terapi, bukan pengganti pengobatan medis utama. Dengan begitu, konsumsinya tetap harus diawasi dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing individu, terutama bila sedang dalam pengobatan tertentu seperti pengencer darah.
“Meski demikian, penelitian bawang putih bisa menurunkan gula darah pada manusia membutuhkan penelitian lebih lanjut. Karena, saat ini baru berhasil pada tikus. Jadi tidak menutup kemungkinan nantinya ada harapan bawang putih bisa jadi alternatif terapi,” kata praktisi kesehatan, dr. Devia Irine Putri, dilansir dari klikdokter.com
Bagaimana Bawang Putih Bisa Memengaruhi Indeks Glikemik Dalam Tubuh
Indeks glikemik (IG) menunjukkan seberapa cepat makanan meningkatkan kadar gula dalam darah, dan bawang putih secara alami memiliki nilai IG yang sangat rendah karena kandungan karbohidratnya yang minimal. Kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif seperti allicin dalam bawang putih dipercaya tidak memicu lonjakan glukosa dalam darah, yang menjadikannya ramah untuk penderita diabetes.
Mekanisme kerja allicin dan antioksidan lain dalam bawang putih dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi resistensi insulin yang menjadi penyebab utama gangguan regulasi gula darah. Efek tersebut dapat membantu tubuh mengatur glukosa dengan lebih baik setelah makan.
Meski begitu, efek penurunan indeks glikemik bukan berarti bawang putih bisa dikonsumsi tanpa batas. Dosis harian tetap perlu dikontrol agar tidak menimbulkan efek samping, terutama bila dikombinasikan dengan obat lain yang memengaruhi gula darah.
Kandungan Nutrisi Pada Bawang Putih
Berikut kandungan nutrisi utama dalam 1 siung bawang putih mentah (sekitar 3 gram):
- Kalori: 4,5 kalori
- Sodium: 5 mg
- Karbohidrat: 1 gram
- Serat: 1 gram
- Protein: 2 gram
- Vitamin C: Mendukung sistem imun dan stabilitas gula darah
- Mangan: Berperan dalam metabolisme glukosa
Dengan profil nutrisi seperti di atas, bawang putih menjadi salah satu bahan alami yang rendah kalori, namun kaya zat aktif yang berpotensi membantu pengelolaan diabetes jika dikonsumsi secara bijak.
Tips Mengonsumsi Bawang Putih
Untuk mendapatkan manfaat optimal dari bawang putih tanpa menimbulkan efek samping, berikut beberapa tips yang direkomendasikan:
- Konsumsi 1–4 siung per hari: Dimulai dari dosis kecil dan pantau respons tubuh
- Hindari konsumsi berlebihan: Dapat memicu sakit maag, sakit kepala, atau reaksi kulit
- Biarkan bawang putih cincang selama 5 menit sebelum dikonsumsi: Untuk meningkatkan kandungan allicin
- Perhatikan interaksi dengan obat lain: Terutama pengencer darah seperti warfarin
- Konsultasi dengan dokter: Jika memiliki kondisi medis lain selain diabetes, terutama gangguan pencernaan
Langkah-langkah tersebut penting agar manfaat dari bawang putih bisa didapatkan secara maksimal tanpa mengganggu kesehatan tubuh secara keseluruhan.
“Coba sedikit-sedikit dulu dan lihat ada efek sampingnya atau tidak. Misalnya, sakit kepala, gatal, atau ruam-ruam merah di kulit. Karena, ada efek samping bawang putih bila dikonsumsi terlalu banyak,” tambahnya.
Apakah Bawang Putih Bisa Membantu Bagi Penderita Diabetes?
Bagi penderita diabetes, bawang putih dapat menjadi tambahan alami dalam pengaturan kadar gula darah, mengingat kandungannya yang mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah. Hal ini sangat penting karena sekitar 80 persen penderita diabetes juga memiliki risiko penyakit jantung.
Efek antidiabetik dari bawang putih berasal dari allicin yang bekerja sebagai agen yang membantu memperbaiki sensitivitas insulin serta menjaga kestabilan metabolisme glukosa dalam tubuh. Kandungan serat dan mikronutrien seperti vitamin C juga turut membantu mencegah lonjakan gula darah.
Namun demikian, hingga kini para ahli masih menekankan bahwa bawang putih bukanlah pengganti terapi medis dan hanya bisa berfungsi sebagai pelengkap pengelolaan diabetes bila digunakan dengan bijak dan sesuai saran medis.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik Ini (People Also Ask)
1. Apakah bawang putih bisa menurunkan gula darah?
Beberapa studi menunjukkan bawang putih berpotensi menurunkan kadar gula darah, namun efeknya masih perlu diteliti lebih lanjut pada manusia.
2. Berapa siung bawang putih yang aman untuk penderita diabetes?
Disarankan mengonsumsi 1–4 siung per hari, diawali dari dosis kecil sambil memantau efek samping.
3. Apakah bawang putih bisa menggantikan obat diabetes?
Tidak. Bawang putih hanya berfungsi sebagai tambahan alami, bukan pengganti pengobatan utama.
4. Kapan waktu terbaik mengonsumsi bawang putih?
Sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan mentah dan setelah dibiarkan selama lima menit usai dicincang agar kandungan allicin optimal.
5. Apakah bawang putih aman untuk semua penderita diabetes?
Tidak selalu. Pasien dengan kondisi medis lain atau yang menggunakan obat tertentu harus konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya secara rutin.