BRI Super League: Franco Ramos, Bek Tengah Modern Andalan PSIM yang Bikin Pelatih Full Senyum

14 hours ago 2

Bola.com, Yogyakarta - Bek PSIM Yogyakarta, Franco Ramos, terus menuai pujian berkat performa apiknya di BRI Super League 2025/2026. Pemain asal Argentina itu menjadi salah satu pilar penting di lini belakang Laskar Mataram.

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, secara khusus menyoroti kontribusi besar Franco Ramos. Menurut dia, sang bek tidak hanya solid dalam bertahan, namun juga memberi dampak signifikan saat tim menguasai bola.

"Saya sangat puas dengan performa Franco Ramos. Dia sangat penting bagi kami, baik saat bertahan maupun saat penguasaan bola," puji pelatih asal Belanda tersebut.

"Jadi saya sangat senang dengan perkembangannya dan Franco sudah mencetak empat gol di kompetisi musim ini," kata Jean-Paul van Gastel.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Bek Tengah Modern

Pemegang lisensi UEFA Pro itu menilai produktivitas Franco Ramos sebagai bek tengah jadi nilai tambah yang sangat penting bagi tim. Ia berujar bahwa seorang bek idealnya bisa berkontribusi lewat gol, terutama dari situasi bola mati.

"Itu sangat penting karena saya percaya seorang bek tengah perlu mencetak antara tiga sampai enam gol dari situasi bola mati. Jadi ya, dia bermain dengan baik," ujar mantan asisten pelatih Besiktas itu.

Franco Ramos menjelma sebagai sosok komplet di lini pertahanan. Selain kokoh dalam duel, pemain berpostur 188 cm itu juga memiliki kemampuan membaca permainan plus distribusi bola yang rapi.

Maka tidak heran kalau bek berusia 28 tahun tersebut kerap dipercaya menjadi pemimpin di jantung pertahanan Laskar Mataram. Musim ini merupakan debut Franco bermain di Liga Indonesia.

Tak Tergantikan

Sejauh ini, Franco telah tampil dalam 23 laga dengan total 2.053 menit bermain di BRI Super League musim ini. Catatan itu menunjukkan betapa vital perannya, sekaligus membuktikan bahwa posisinya nyaris tak tergantikan.

Kehadiran Franco memberikan keseimbangan bagi PSIM, baik saat bertahan maupun membangun serangan dari belakang. Selain menceploskan empat gol, ia juga sudah membuat sebiji assist.

Kontribusinya membawa PSIM bertengger di posisi kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 38 poin. Raihan tersebut didapat dari sembilan kemenangan, 11 imbang, dan enam kekalahan dari 26 laga.

Adaptasi dan Kebersamaan Tim

Di sisi lain, Jean-Paul van Gastel turut menyinggung soal adaptasinya bersama PSIM. Ia mengakui tidak membawa banyak asisten asing seperti pelatih lain, tetapi hal tersebut bukan menjadi kendala berarti.

"Satu-satunya hal adalah secara umum pelatih asing lain membawa empat sampai lima asisten asing bersama mereka, sedangkan saya di sini hanya bersama satu pelatih fisik asing," paparnya.

"Namun, bagi saya itu bukan kesulitan. Ini tentang bagaimana kita bekerja sama. Jika ada keterlibatan, maka ada komitmen. Itulah yang terjadi sekarang, jadi saya merasa baik-baik saja dengan situasinya," tutup Van Gastel.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|