Cara agar Tandon Air Tidak Menjadi Sarang Jentik Nyamuk dan Tetap Bersih

3 days ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Tandon air selama ini sering digunakan sebagai solusi penyimpanan air di banyak rumah tangga. Kapasitasnya pun beragam dan menyesuaikan kebutuhan rumah tangga, mulai dari 250 liter, 500 liter sampai 1.000 dan seterusnya. Karena ukurannya yang besar, seringkali titik ini luput dari perhatian hingga kondisinya kotor dan dipenuhi jentik nyamuk.

Saat kondisi tersebut terjadi, tak dipungkiri jika air di dalamnya akan tercemar hingga berubah warna. Saat itulah, air rumah tangga menjadi tidak layak untuk digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari. Untuk itu, menjaga kebersihan tandon air adalah langkah penting untuk kesehatan keluarga. Air yang jernih dan bebas jentik nyamuk akan memastikan pasokan air bersih untuk berbagai keperluan, dan pemilik rumah terhindar dari penyakit demam berdarah sampai diare.

Jika saat ini anda merasa kesulitan dalam membersihkan tandon, ada baiknya menyimak 10 langkah efektif yang dihadirkan Liputan6 berikut. Anda pun bisa dengan mudah mengikuti langkah-langkahnya, sehingga air untuk kebutuhan sehari-hari bisa layak minum. Simak informasi selengkapnyanya berikut, kami hadirkan kepada pembaca, Senin (9/2).

1. Jangan Lupakan Pemeriksaan Rutin Tandon Air

Pemeriksaan rutin tandon air merupakan langkah awal dalam menjaga kebersihan dan kualitas air. Kegiatan ini melibatkan pengamatan visual terhadap kondisi fisik tandon, baik bagian luar maupun dalam. Frekuensi pemeriksaan disarankan dilakukan seminggu sekali untuk mendeteksi keberadaan jentik atau kotoran yang menumpuk.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk menemukan jentik nyamuk yang biasanya terlihat bergerak di permukaan air. Selain itu, perhatikan adanya lumut, endapan lumpur, atau partikel asing lainnya yang dapat menurunkan kualitas air. Pastikan penutup tandon juga dalam kondisi baik untuk mencegah nyamuk masuk.

Jika ditemukan jentik atau kotoran, segera lakukan pembersihan. Pencatatan hasil pemeriksaan dapat membantu memantau pola kebersihan tandon dan menentukan jadwal pembersihan yang lebih tepat di masa mendatang.

2. Tandon Air Wajib Dikuras Secara Berkala

Pengurasan tandon air secara berkala penting untuk menghilangkan endapan kotoran. Idealnya, tandon perlu dikuras setiap tiga hingga enam bulan. Penentuan jadwal ini dapat disesuaikan dengan kualitas sumber air dan kondisi lingkungan sekitar.

Tanda-tanda seperti air berbau tidak sedap atau berubah warna menunjukkan bahwa pengurasan harus segera dilakukan. Sebelum memulai pengurasan, matikan aliran air menuju tandon untuk menghentikan suplai air selama proses pembersihan.

Kosongkan sebagian air di dalam tandon, sisakan sedikit di bagian dasar untuk membantu melonggarkan endapan. Langkah ini memudahkan proses pembersihan lanjutan agar kotoran tidak mengering dan lebih mudah terangkat.

3. Pembersihan Dinding dan Dasar Tandon Jangan Dilupakan

Setelah air dikuras, langkah selanjutnya adalah membersihkan dinding dan dasar tandon. Gunakan selang air untuk menyemprot bagian dalam tandon dari arah atas. Semprotan diarahkan ke permukaan yang terlihat kusam atau berlumut.

Permukaan dinding tandon yang licin menandakan adanya lapisan lumut atau lendir akibat pertumbuhan alga. Kondisi ini sering terjadi pada tandon yang jarang dikuras dan terpapar cahaya. Seiring waktu, lapisan ini akan semakin tebal dan memengaruhi kualitas air.

Endapan pasir dan lumpur di dasar tandon berasal dari air baku yang mengandung partikel halus. Semakin lama tandon tidak dikuras, endapan akan semakin menebal dan sulit dihilangkan. Pastikan untuk membersihkan endapan ini agar air tetap jernih.

4. Gunakan Sikat dan Sabun Khusus

Untuk membersihkan kotoran yang menempel kuat, gunakan sikat bertangkai panjang. Sikat ini memudahkan pembersihan bagian dalam tandon tanpa perlu masuk ke ruang sempit. Proses penyikatan dilakukan secara perlahan untuk mengangkat lumut dan kerak.

Apabila kotoran sulit dihilangkan, penggunaan cairan pembersih dapat menjadi solusi. Disarankan menggunakan cairan pembersih khusus tandon atau bahan alami seperti larutan air bercampur cuka. Hindari penggunaan bahan kimia keras yang dapat meninggalkan residu berbahaya.

Pilihlah sikat yang cukup panjang dan fleksibel agar dapat menjangkau seluruh bagian dalam tandon. Pastikan sabun yang digunakan aman dan tidak meninggalkan residu yang dapat mencemari air.

5. Bilas Tandon Air Hingga Bersih dan Kotorannya Hilang

Setelah proses penyikatan selesai, tahap pembilasan dilakukan untuk menghilangkan sisa kotoran. Air bersih disemprotkan ke seluruh permukaan tandon untuk memastikan tidak ada sisa bahan pembersih tertinggal. Proses ini perlu dilakukan berulang hingga permukaan tandon tampak bersih.

Pembilasan menyeluruh penting untuk memastikan endapan lumpur dan kotoran benar-benar keluar dari tandon. Air sisa pembersihan yang telah bercampur kotoran harus dibuang melalui saluran pembuangan.

Setelah proses desinfeksi selesai, bilas tangki air sekali lagi dengan air bersih. Pastikan tidak ada sisa larutan desinfektan yang tertinggal sebelum mengisi ulang tandon dengan air bersih dari sumber utama.

6. Pastikan Penutup Tandon Terpasang Rapat Setelah Dibersihkan

Penutup tandon berfungsi mencegah masuknya debu, serangga, dan kotoran dari lingkungan. Penutup yang terpasang rapat menjaga kondisi air di dalam tandon tetap bersih. Pemeriksaan rutin pada kondisi penutup juga diperlukan untuk memastikan tidak ada celah atau kerusakan.

Tandon air yang terbuka dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti. Dengan menutup tandon secara rapat, risiko ini dapat diminimalkan. Penutup tandon juga menghambat perkembangan alga dan lumut.

Paparan sinar matahari langsung pada air dalam tandon dapat memicu pertumbuhan alga. Tutup tandon yang baik akan menghalangi cahaya masuk secara berlebihan, sehingga meminimalkan risiko tumbuhnya organisme yang dapat membuat air menjadi keruh.

7. Jangan Lupa Juga Untuk Mengecek dan Melakukan Perbaikan Jika Menemukan Kerusakan Tandon

Pengecekan kondisi fisik tandon secara berkala perlu dilakukan untuk mengidentifikasi adanya kerusakan. Kerusakan pada tandon dapat menyebabkan air terkontaminasi atau menjadi tempat masuknya nyamuk. Retakan kecil sekalipun dapat menjadi celah bagi nyamuk untuk bertelur.

Apabila ditemukan kerusakan, perbaikan harus segera dilakukan. Material tandon yang retak atau bocor dapat diperbaiki dengan bahan khusus yang sesuai. Perbaikan yang cepat mencegah masalah yang lebih besar di kemudian hari.

Perbaikan juga mencakup pengecekan sambungan pipa dan keran. Sambungan yang longgar atau rusak dapat menyebabkan kebocoran dan menarik perhatian nyamuk. Memastikan semua komponen tandon dalam kondisi baik menjaga integritas sistem penyimpanan air.

8. Bisa Pakai Larvasida Biologis (jika diperlukan dan aman)

Pemanfaatan larvasida biologis dapat dipertimbangkan di daerah dengan risiko tinggi penyebaran demam berdarah. Larvasida biologis adalah agen yang dapat membunuh jentik nyamuk tanpa membahayakan manusia. Salah satu contoh yang umum digunakan adalah bubuk abate.

Penggunaan larvasida harus dilakukan sesuai petunjuk dan dosis yang direkomendasikan. Larvasida biasanya ditaburkan ke dalam tandon air untuk membunuh jentik nyamuk. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan larvasida bukan pengganti pembersihan tandon secara rutin.

Pastikan larvasida yang digunakan aman untuk air yang akan digunakan sehari-hari. Konsultasikan dengan pihak kesehatan setempat untuk mendapatkan rekomendasi produk yang tepat dan cara penggunaan yang benar.

9. Taruh Tandon di Lokasi yang Mudah Dijangkau

Penempatan tandon air mempengaruhi kebersihan dan potensi menjadi sarang nyamuk. Hindari menempatkan tandon di area terbuka yang terpapar sinar matahari langsung. Paparan sinar matahari dapat memicu pertumbuhan lumut dan alga di dalam tandon.

Pilih lokasi yang teduh atau berikan pelindung tambahan untuk mengurangi paparan sinar matahari. Penempatan yang tepat juga harus mempertimbangkan aksesibilitas untuk pemeriksaan dan pembersihan rutin.

Pastikan area sekitar tandon bersih dari genangan air atau barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan. Lingkungan yang kotor dan lembap dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk dewasa.

10. Jaga Agar Tandon Tetap Bersih

Edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan tandon air perlu digalakkan di tingkat rumah tangga. Pemahaman tentang siklus hidup nyamuk dan cara penularan penyakit akan mendorong partisipasi aktif masyarakat. Setiap anggota keluarga dapat berperan sebagai juru pemantau jentik di rumah masing-masing.

Kegiatan pemantauan jentik berkala akan memastikan bahwa setiap rumah bebas dari jentik nyamuk. Apabila ditemukan jentik, tindakan pemberantasan sarang nyamuk dapat segera dilakukan. Pemerintah daerah dapat mengadakan sosialisasi tentang cara membersihkan tandon air yang benar.

Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan membuat mereka lebih proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan demikian, risiko penyebaran penyakit demam berdarah dapat ditekan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Seberapa sering tandon air harus dibersihkan?

A: Idealnya, tandon air perlu dibersihkan setiap tiga hingga enam bulan.

Q: Apa saja tanda-tanda tandon air perlu dikuras?

A: Tanda-tanda termasuk air berbau tidak sedap, keruh, dan adanya endapan di dasar tandon.

Q: Bahan alami apa yang aman digunakan untuk membersihkan tandon air?

A: Larutan air bercampur cuka dan sabun cuci piring adalah bahan alami yang aman.

Q: Mengapa penting memasang saringan pada saluran masuk air ke tandon?

A: Saringan membantu menyaring pasir, lumpur, dan kotoran sebelum air masuk ke tandon.

Q: Apakah fogging efektif untuk mencegah jentik nyamuk di tandon air?

A: Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan bukan cara terbaik untuk memberantas jentik.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|