Liputan6.com, Jakarta - Budidaya tanaman Indigofera menjadi solusi menjanjikan untuk menyediakan pakan ternak berkualitas tinggi. Hal ini penting mengingat biaya pakan konvensional bisa mencapai 70% dari total biaya operasional peternakan, sementara harga biji-bijian dan serealia sering mahal dan sulit dijangkau peternak rakyat.
Sebagai hijauan leguminosa, Indigofera menawarkan alternatif efisien dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Tanaman ini kaya protein kasar, bahan organik, fosfor, kalsium, dan nitrogen, sehingga menjadi pilihan strategis untuk meningkatkan kualitas pakan sekaligus menekan biaya produksi.
Selain nutrisi unggul, Indigofera mudah beradaptasi dan dibudidayakan di berbagai kondisi lahan. Tanaman ini tumbuh baik di dataran tinggi maupun rendah, bahkan di lahan kurang subur atau kering, sehingga minim perawatan dan hemat tenaga, waktu, serta biaya bagi peternak. Lebih lanjut, berikut cara budidaya tanaman Indigofera yang benar untuk pakan ternak, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (9/2).
Pentingnya Indigofera sebagai Solusi Pakan Ternak
Biaya pakan merupakan komponen terbesar dalam operasional peternakan, seringkali menjadi beban berat bagi peternak rakyat. Ketersediaan pakan konsentrat yang fluktuatif dan harganya yang mahal mendorong pencarian alternatif pakan yang lebih terjangkau namun tetap berkualitas. Indigofera hadir sebagai jawaban atas tantangan ini, menawarkan solusi pakan hijauan yang ekonomis dan berkelanjutan.
Tanaman Indigofera dikenal memiliki profil nutrisi yang sangat mengesankan untuk ternak ruminansia. Sebagai contoh, Indigofera berumur satu tahun dengan interval pemotongan tiga bulan dapat memiliki protein kasar rata-rata 23,20%, fosfor 0,83%, dan kalsium 1,23%. Kandungan nutrisi yang melimpah ini menjadikan Indigofera sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak kambing dan sapi sepanjang tahun, mendukung penggemukan dan pertumbuhan optimal ternak.
Keunggulan lain dari Indigofera adalah kemampuannya beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan. Tanaman ini dapat tumbuh subur di dataran tinggi maupun dataran rendah, bahkan pada lahan yang kurang subur atau relatif kering. Adaptasi yang baik ini mempermudah peternak untuk membudidayakan Indigofera di berbagai lokasi, tanpa memerlukan perlakuan khusus yang rumit.
Memilih Varietas Indigofera Unggul
Pemilihan varietas Indigofera yang tepat adalah langkah awal krusial dalam budidaya untuk pakan ternak. Setiap varietas memiliki karakteristik pertumbuhan dan kandungan nutrisi yang berbeda, sehingga pemilihan yang cermat akan memaksimalkan hasil. Varietas Indigofera zollingeriana sering disebut sebagai salah satu jenis legum pakan yang memiliki nutrisi tinggi dan sangat potensial untuk dikembangkan.
Varietas Indigofera zollingeriana dikenal karena kandungan proteinnya yang tinggi, mencapai 27,9%, serta dilengkapi dengan mineral penting seperti kalsium (0,22%) dan fosfor (0,18%). Selain itu, karakteristik varietas unggul Indigofera untuk pakan ternak meliputi pertumbuhan yang cepat, produksi biomassa yang tinggi, serta kemampuan adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan. Varietas yang baik juga memiliki kandungan tannin yang rendah, sehingga zat anti-nutrisinya juga rendah, membuat Indigofera sangat disukai oleh ternak sapi dan kambing karena palatabilitasnya yang tinggi.
Dalam memilih varietas, peternak perlu mempertimbangkan kondisi iklim dan tanah di lokasi budidaya, serta tujuan pemanfaatan Indigofera. Beberapa varietas mungkin lebih cocok untuk daerah kering, sementara yang lain lebih adaptif di daerah dengan curah hujan tinggi. Pemilihan varietas yang sesuai dengan kondisi lokal akan memaksimalkan potensi produksi dan kandungan nutrisi, sehingga memberikan manfaat optimal sebagai pakan ternak.
Persiapan Lahan dan Media Tanam Optimal
Persiapan lahan yang memadai adalah fondasi keberhasilan budidaya Indigofera. Meskipun tanaman ini dikenal adaptif dan mampu tumbuh di berbagai kondisi lahan, termasuk dataran tinggi maupun dataran rendah, serta lahan yang kurang subur, untuk hasil optimal, lahan sebaiknya memiliki unsur hara yang cukup dan terletak dekat dengan sumber air.
Langkah-langkah persiapan lahan meliputi pembersihan lahan dari gulma dan sisa tanaman sebelumnya, serta pengolahan tanah. Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan membajak atau mencangkul untuk menggemburkan tanah, yang akan mempermudah penetrasi akar dan meningkatkan aerasi tanah. Setelah itu, bedengan dapat dibuat jika diperlukan, terutama untuk pembibitan awal, dan dicampur dengan pupuk kandang untuk memperkaya nutrisi tanah.
Kebutuhan nutrisi Indigofera dapat dipenuhi melalui penambahan pupuk organik seperti pupuk kandang pada media tanam. Meskipun Indigofera adalah legum yang mampu memfiksasi nitrogen dari udara, penambahan nutrisi awal akan mendukung pertumbuhan bibit yang kuat. Pastikan pH tanah berada pada kisaran yang sesuai untuk pertumbuhan legum, meskipun Indigofera dikenal toleran terhadap berbagai kondisi tanah.
Teknik Pembibitan dan Penanaman Indigofera
Pembibitan Indigofera dapat dilakukan melalui dua metode utama, yaitu secara generatif menggunakan biji atau secara vegetatif menggunakan stek. Perbanyakan dengan biji memiliki tingkat pertumbuhan sekitar 80%. Untuk perbanyakan biji, biji Indigofera perlu direndam dalam air panas selama 5-10 menit atau air biasa semalaman sebelum disemai untuk mempercepat perkecambahan. Biji kemudian disemai di atas bedengan yang telah diberi pupuk kandang dan naungan.
Metode perbanyakan dengan stek melibatkan pengambilan stek dari batang Indigofera yang sudah berumur lebih dari satu tahun dengan diameter 1-1,5 cm. Dahan dipotong sepanjang 20 cm dan ditanam di polybag yang diisi tanah bercampur pupuk kandang. Polybag harus diletakkan di tempat teduh dan disiram secara rutin untuk memastikan pertumbuhan akar yang baik.
Setelah bibit tumbuh mencapai ketinggian 30-40 cm, biasanya sekitar 3 bulan, bibit siap dipindahkan ke lahan tanam yang telah disiapkan. Jarak tanam yang direkomendasikan untuk Indigofera adalah sekitar 1,5 meter x 2 meter. Penanaman yang tepat dan jarak tanam yang sesuai akan memberikan ruang cukup bagi tanaman untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, serta mempermudah proses pemeliharaan dan panen.
Pemeliharaan Tanaman Indigofera untuk Hasil Maksimal
Pemeliharaan tanaman Indigofera relatif minim, namun tetap penting untuk memastikan pertumbuhan yang optimal dan produksi biomassa yang tinggi. Penyiraman rutin diperlukan, terutama pada fase awal pertumbuhan dan selama musim kemarau, untuk menjaga kelembaban tanah. Meskipun Indigofera dikenal tahan terhadap kondisi kering, pasokan air yang cukup akan mendukung fotosintesis dan penyerapan nutrisi yang lebih baik.
Pengendalian gulma juga merupakan bagian penting dari pemeliharaan, terutama saat tanaman masih muda, untuk menghindari persaingan nutrisi dan cahaya matahari. Gulma dapat diatasi secara manual atau dengan penyiangan berkala. Selain itu, meskipun Indigofera umumnya tahan terhadap hama dan penyakit, pemantauan rutin tetap diperlukan untuk mendeteksi dan mengatasi masalah potensial sejak dini.
Pemupukan tambahan dapat dilakukan untuk mendukung pertumbuhan, meskipun Indigofera adalah legum yang mampu memfiksasi nitrogen. Pupuk organik seperti pupuk kandang dapat diberikan secara berkala untuk menjaga kesuburan tanah dan memastikan ketersediaan nutrisi mikro dan makro yang dibutuhkan tanaman. Pemeliharaan yang baik akan menghasilkan tanaman Indigofera yang sehat dan produktif, siap untuk dipanen sebagai pakan ternak berkualitas.
Panen dan Pasca Panen Indigofera yang Efisien
Pemanenan pertama Indigofera dapat dilakukan pada usia 4 bulan setelah tanam. Setelah panen pertama, tanaman dapat dipanen secara berkala dengan interval 40 hingga 60 hari sekali untuk mendapatkan hijauan dengan kadar protein kasar yang optimal. Interval panen yang lebih lama cenderung meningkatkan kandungan serat kasar, sementara interval yang lebih singkat menghasilkan hijauan dengan kadar air yang tinggi.
Cara pemanenan Indigofera cukup mudah, yaitu dengan memangkas daun dan menyisakan batang dengan tinggi sekitar 80 cm. Pemangkasan ini akan merangsang pertumbuhan tunas baru, sehingga tanaman dapat terus berproduksi secara berkelanjutan. Penting untuk tidak memanen terlalu rendah agar tanaman dapat beregenerasi dengan baik.
Setelah dipanen, hijauan Indigofera dapat langsung diberikan kepada ternak atau diolah lebih lanjut. Untuk penyimpanan jangka panjang, Indigofera dapat dikeringkan menjadi hay atau dibuat silase. Pengolahan ini membantu mempertahankan nilai nutrisi dan mencegah pembusukan, sehingga pakan dapat tersedia sepanjang tahun, terutama saat ketersediaan hijauan segar terbatas.
Manfaat Tanaman Indigofera untuk Ternak
Indigofera merupakan sumber pakan hijauan berkualitas tinggi yang sangat bermanfaat bagi ternak ruminansia seperti sapi dan kambing. Kandungan nutrisinya yang melimpah, terutama protein kasar yang tinggi (rata-rata 23,20% hingga 27,9%), menjadikannya pilihan ideal untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas ternak. Selain protein, Indigofera juga kaya akan mineral penting seperti fosfor (0,83%) dan kalsium (1,23% hingga 3,57%), yang esensial untuk kesehatan tulang dan metabolisme ternak.
Pemberian Indigofera sebagai pakan ternak dapat meningkatkan nilai cerna, yang berarti lebih banyak nutrisi yang terserap oleh tubuh ternak dibandingkan yang terbuang bersama kotoran. Hal ini berkontribusi pada penggemukan ternak yang lebih efektif dan efisien. Selain itu, kandungan mineral yang ideal dalam Indigofera membantu mengoptimalkan kebutuhan nutrisi ternak, mendukung pertumbuhan yang lebih baik.
Dibandingkan dengan pakan hijauan lain, Indigofera memiliki keunggulan karena kandungan tannin-nya yang sangat rendah, sehingga tidak menimbulkan efek anti-nutrisi yang signifikan dan sangat disukai oleh ternak. Pemanfaatan Indigofera dapat mengurangi ketergantungan pada pakan konsentrat yang mahal, sehingga menurunkan biaya produksi pakan secara keseluruhan. Sebagai contoh, hijauan Indigofera dapat diberikan sebanyak 30% dari total pakan hijauan untuk ternak sapi, dengan porsi yang disesuaikan agar tidak menyebabkan diare akibat zat anti-nutrisi jika diberikan berlebihan.
Mengatasi Tantangan Budidaya Indigofera
Meskipun Indigofera memiliki banyak keunggulan, budidaya tanaman ini juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satu tantangan umum adalah ketersediaan bibit yang berkualitas, terutama jika peternak ingin memulai budidaya dalam skala besar. Selain itu, meskipun Indigofera dikenal tahan terhadap kondisi lahan yang kurang subur, kondisi tanah yang ekstrem atau serangan hama dan penyakit tertentu dapat mempengaruhi produktivitas tanaman.
Solusi untuk mengatasi tantangan ketersediaan bibit adalah dengan mengembangkan pembibitan sendiri melalui biji atau stek, serta menjalin kerja sama dengan penyedia bibit terpercaya. Untuk masalah hama dan penyakit, pemantauan rutin dan penerapan praktik pertanian yang baik, seperti rotasi tanaman atau penggunaan agen hayati, dapat membantu mengendalikan masalah tersebut secara efektif.
Prospek Indigofera sebagai pakan ternak sangat cerah, mengingat potensinya untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha peternakan. Penelitian lebih lanjut mengenai varietas unggul, teknik budidaya yang lebih efisien, serta pengolahan pasca panen yang inovatif akan terus memperkuat posisi Indigofera sebagai solusi pakan ternak masa depan. Dengan pengelolaan yang tepat, Indigofera dapat menjadi tulang punggung penyediaan pakan hijauan berkualitas tinggi bagi peternak di Indonesia.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa itu tanaman Indigofera dan mengapa penting untuk pakan ternak?
Indigofera adalah tanaman legum yang kaya nutrisi, terutama protein kasar tinggi (23-27%), menjadikannya alternatif pakan ternak berkualitas untuk mengurangi biaya operasional dan meningkatkan pertumbuhan ternak.
2. Bagaimana cara memilih varietas Indigofera yang tepat untuk budidaya?
Pilih varietas unggul seperti Indigofera zollingeriana yang memiliki protein tinggi, pertumbuhan cepat, produksi biomassa melimpah, adaptasi lingkungan baik, dan kandungan tannin rendah agar disukai ternak.
3. Kapan waktu yang tepat untuk memanen Indigofera dan bagaimana cara mengolahnya?
Pemanenan pertama dapat dilakukan pada usia 4 bulan, kemudian setiap 40-60 hari sekali dengan memangkas daun menyisakan batang 80 cm. Hasil panen bisa langsung diberikan atau diolah menjadi hay/silase untuk penyimpanan.
4. Tantangan apa saja dalam budidaya Indigofera dan bagaimana solusinya?
Tantangan meliputi ketersediaan bibit berkualitas dan potensi serangan hama/penyakit. Solusinya adalah pembibitan mandiri atau kerja sama dengan penyedia bibit terpercaya, serta pemantauan rutin dan praktik pertanian yang baik.

3 days ago
9
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501339/original/080668200_1770894502-C1DX6872.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497136/original/011486900_1770617792-unnamed__34_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501338/original/065898200_1770894342-1000767223.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501306/original/065445400_1770893330-ide_teras_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5438342/original/084461400_1765283146-1000729339.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500438/original/065990200_1770865687-02195dda-c889-485f-8084-7308cdf686a9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501167/original/018318800_1770888705-media_tanam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500177/original/083454500_1770818615-Persib_Bandung_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501108/original/010304200_1770887350-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___21_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500708/original/027883900_1770874159-Menara_Besi_Siku_dengan_Atap_Estetis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5312156/original/028552100_1754906320-1000195600.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501113/original/025238700_1770887500-Gemini_Generated_Image_5lfkx35lfkx35lfk_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501068/original/068566300_1770886596-toren3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501062/original/052192000_1770886539-unnamed__21_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5500141/original/066832800_1770816457-87691.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500540/original/090564600_1770869495-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4869964/original/002787400_1718938306-egg-7345934_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/3565733/original/054429600_1631144940-20210904BL_PSIS_Semarang_vs_Persela_Lamongan_Babak_2_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500487/original/021155800_1770867683-teras_tanaman_gantung_7a.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)