Cara Jernihkan Air Sumur jadi Sebening Kaca, Mudah dan Cepat

2 days ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Cara jernihkan air sumur menjadi kebutuhan penting bagi banyak rumah tangga, terutama di daerah yang masih mengandalkan sumur sebagai sumber air utama. Air sumur yang keruh, berbau, atau berwarna sering menimbulkan kekhawatiran karena dapat memengaruhi kesehatan dan kenyamanan saat digunakan.

Kondisi air sumur yang tidak jernih biasanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti kandungan tanah, limbah di sekitar rumah, hingga usia sumur yang sudah lama. Jika tidak ditangani dengan tepat, air yang tampak kotor bisa membawa bakteri, logam berat, atau zat berbahaya lainnya.

Untungnya, ada berbagai cara jernihkan air sumur yang bisa dilakukan secara bertahap, mulai dari metode sederhana hingga penggunaan alat penyaring. Dengan langkah yang tepat, kualitas air sumur dapat ditingkatkan sehingga lebih layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Berikut informasi selengkapnya dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber pada Selasa (10/2/2026).

1. Menjernihkan Air Sumur dengan Tawas (Aluminium Sulfat)

Tawas atau aluminium sulfat adalah bahan tradisional yang sangat efektif untuk menjernihkan air sumur yang keruh dan mengandung banyak pasir. Bahan ini bekerja sebagai koagulan, yaitu zat yang mampu mengikat partikel-partikel kotoran halus dalam air. Proses pengikatan ini menyebabkan partikel-partikel tersebut menggumpal dan mengendap di dasar wadah.

Penggunaan tawas sangat direkomendasikan untuk mengatasi kekeruhan yang disebabkan oleh partikel tersuspensi. Dengan mengendapkan kotoran, air di bagian atas akan menjadi lebih jernih dan siap digunakan. Metode ini merupakan solusi yang cukup ekonomis dan mudah diaplikasikan untuk cara jernihkan air sumur.

Untuk menggunakannya, siapkan tawas bubuk sekitar 10–15 gram untuk setiap 1.000 liter air. Larutkan tawas dalam air hangat terlebih dahulu agar proses pencampuran lebih cepat dan merata. Setelah larut, tuangkan larutan tawas ini ke dalam sumur atau wadah penampungan air yang ingin dijernihkan.

Diamkan air selama 6–12 jam agar kotoran memiliki waktu yang cukup untuk mengendap sempurna di dasar. Setelah proses pengendapan selesai, ambil air bagian atas yang sudah jernih dengan hati-hati, hindari mengaduk endapan yang sudah terbentuk. Penting untuk diingat agar tidak memasukkan tawas langsung ke dalam sumur karena dapat menyebabkan penumpukan endapan yang berpotensi menyumbat saluran sumur.

2. Menggunakan Filter Air Sederhana

Ijuk, serat alami yang sering digunakan dalam pembuatan sapu, ternyata juga merupakan bahan yang efektif untuk cara jernihkan air sumur bor. Metode ini menawarkan pendekatan alami dan sederhana untuk meningkatkan kualitas air. Ijuk bekerja dengan menyaring partikel-partikel kasar yang menyebabkan air menjadi keruh.

Penggunaan ijuk sebagai filter alami telah lama dikenal dan menjadi pilihan bagi banyak orang yang mencari solusi penjernihan air tanpa bahan kimia. Meskipun hasilnya tidak instan, kesabaran dalam menggunakan metode ini akan membuahkan air yang lebih bersih. Ini adalah cara yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Untuk menerapkan metode ini, bentuk ijuk menjadi lingkaran dengan diameter sekitar satu meter. Tumpuk beberapa lapisan ijuk dengan diameter yang sama, lalu ikat satu sama lain menggunakan tali agar tidak terlepas. Setelah itu, masukkan tumpukan ijuk yang sudah terikat ini ke dalam sumur.

Gunakan sebilah kayu untuk mendorong ijuk agar tidak mengapung di permukaan air, atau Anda bisa menggunakan pemberat seperti batu bata. Proses penjernihan dengan ijuk ini membutuhkan waktu beberapa hari untuk menunjukkan hasil yang signifikan, sehingga kesabaran sangat diperlukan.

3. Memanfaatkan Arang Aktif untuk Menyerap Zat Pencemar

Arang, khususnya arang tempurung kelapa atau arang aktif, sangat ampuh untuk mengatasi air sumur yang berbau dan berasa tidak sedap. Karbon aktif yang terkandung dalam arang memiliki kemampuan luar biasa untuk mengikat kotoran, bau, dan berbagai kontaminan. Ini menjadikannya salah satu cara jernihkan air sumur yang sangat direkomendasikan.

Pori-pori kecil pada arang aktif berperan penting dalam menyerap zat kimia beracun seperti klorin, pestisida, dan logam berat. Selain itu, arang aktif juga efektif menghilangkan bau tidak sedap dan menyaring warna air, sehingga menghasilkan air yang lebih jernih, aman, dan layak konsumsi. Filter dengan arang tempurung kelapa memang dikenal efektif untuk mengatasi masalah bau dan rasa pada air.

Cara penggunaannya cukup mudah. Bakar tempurung kelapa hingga menjadi arang sempurna. Setelah arang mendingin, pecahkan menjadi potongan-potongan kecil. Kemudian, bungkus arang kelapa menggunakan kain bersih, sesuaikan jumlahnya dengan kebutuhan sumur Anda, lalu masukkan ke dalam sumur.

Arang aktif akan bekerja secara perlahan menyerap kontaminan dan bau tak sedap. Penggunaan arang aktif ini tidak hanya menjernihkan, tetapi juga meningkatkan kualitas air secara keseluruhan. Ini adalah solusi alami yang dapat diandalkan untuk mendapatkan air sumur yang lebih baik.

4. Kaporit untuk Disinfeksi Air Sumur

Kaporit (kalsium hipoklorit) atau disinfektan air lainnya dapat digunakan sebagai cara jernihkan air sumur, terutama untuk membunuh bakteri penyebab penyakit. Jika ada kekhawatiran sumber air mengandung bakteri, penambahan kaporit adalah langkah yang tepat. Kaporit bekerja dengan mengoksidasi materi organik dan membunuh mikroba berbahaya.

Meskipun kaporit efektif membunuh bakteri, penting untuk diingat bahwa bahan ini tidak menjernihkan air dari partikel logam atau lumpur. Fungsinya lebih kepada sanitasi dan disinfeksi. Oleh karena itu, kaporit sering digunakan bersamaan dengan metode penjernihan lain untuk hasil optimal.

Takaran standar penggunaan kaporit adalah 1 sendok makan untuk setiap 1.000 liter air. Larutkan kaporit dalam air bersih, misalnya 1 sendok teh kaporit dalam 5 liter air, sebelum menuangkannya ke dalam bak penampungan air. Setelah itu, aduk rata dan diamkan selama beberapa jam agar kotoran dan kaporit mengendap.

Penting untuk tidak berlebihan dalam penggunaan kaporit karena dapat meninggalkan rasa dan bau tidak sedap pada air. Selain itu, penggunaan kaporit yang terlalu banyak juga berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. Selalu patuhi takaran yang dianjurkan untuk keamanan dan efektivitas.

5. Memasang Filter Air Modern

Bagi yang menginginkan hasil lebih maksimal, pemasangan filter air modern bisa menjadi solusi. Filter ini tersedia dalam berbagai jenis, seperti filter sedimen, filter karbon, hingga sistem reverse osmosis.

Cara jernihkan air sumur dengan filter modern lebih praktis karena air langsung bisa digunakan tanpa proses tambahan. Namun, biaya pemasangan dan perawatannya relatif lebih tinggi. Filter modern cocok untuk rumah tangga yang membutuhkan air bersih dalam jumlah besar dan kualitas yang lebih terjamin.

6. Aerasi untuk Mengatasi Bau dan Zat Besi

Aerasi adalah metode penjernihan air yang melibatkan pengisian oksigen ke dalam air. Proses ini sangat efektif dalam mengurangi atau menghilangkan zat-zat yang memengaruhi rasa dan bau air, seperti karbon dioksida, hidrogen sulfida, dan metana. Manfaat aerasi adalah untuk mengurangi bau dan menurunkan kandungan zat besi.

Selain itu, aerasi membantu mengoksidasi partikel mineral terlarut seperti besi dan mangan. Setelah teroksidasi, partikel-partikel ini akan membentuk endapan yang kemudian dapat dihilangkan melalui proses sedimentasi atau filtrasi. Ini adalah salah satu cara jernihkan air sumur yang juga memperbaiki kualitas rasa dan bau air.

Aerasi dapat dilakukan dengan menyemprotkan air ke udara, seperti membuat efek hujan, dan membiarkannya jatuh ke dalam tangki penampungan. Metode ini memungkinkan oksigen berinteraksi langsung dengan air. Untuk air sumur dengan kadar besi tinggi, penggunaan pompa aerator dapat mempercepat proses aerasi dan membuatnya lebih efisien.

Proses aerasi ini tidak hanya menjernihkan air dari zat-zat penyebab bau, tetapi juga membantu dalam proses penghilangan mineral terlarut yang seringkali menjadi penyebab air berwarna atau berkarat. Dengan demikian, aerasi menjadi bagian penting dalam upaya mendapatkan air sumur yang berkualitas.

7. Mengendapkan Air Sebelum Digunakan

Proses pengendapan adalah langkah pertama yang sederhana namun krusial sebelum melakukan penjernihan air lebih lanjut. Air sumur yang keruh akibat partikel halus dapat dijernihkan secara efektif dengan menampungnya dalam wadah besar dan membiarkannya mengendap. Langkah pertama sebelum menjernihkan air adalah mengendapkannya.

Meskipun proses ini memakan waktu, pengendapan sangat penting agar filter atau metode penjernihan lainnya dapat bekerja lebih efektif dan tahan lama. Dengan menghilangkan sebagian besar partikel padat melalui pengendapan, beban kerja filter akan berkurang, sehingga memperpanjang umur pakainya dan meningkatkan efisiensi penjernihan secara keseluruhan. Ini adalah cara jernihkan air sumur yang mendasar.

Untuk melakukan pengendapan, tampung air sumur dalam wadah besar seperti drum atau toren. Biarkan air mengendap selama 6–12 jam. Selama periode ini, partikel-partikel berat akan perlahan-lahan turun dan menumpuk di dasar wadah. Setelah pengendapan selesai, buang bagian atas air secara perlahan agar tidak mengganggu endapan yang sudah terbentuk di dasar.

Proses ini sangat membantu jika kualitas air sumur sedang memburuk akibat faktor cuaca atau musim, di mana kandungan lumpur atau partikel tersuspensi cenderung meningkat. Dengan melakukan pengendapan awal, Anda sudah mengambil langkah besar dalam cara jernihkan air sumur Anda.

8. Membersihkan dan Memperbaiki Struktur Sumur

Salah satu cara jernihkan air sumur yang paling mendasar adalah memastikan kondisi fisik sumur dalam keadaan baik. Dinding sumur yang retak atau tidak dilapisi dengan benar dapat menyebabkan air tanah bercampur lumpur.

Membersihkan sumur secara berkala juga penting, terutama jika sudah lama tidak dikuras. Endapan lumpur di dasar sumur dapat memengaruhi kejernihan air. Selain itu, bibir sumur sebaiknya dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah dan diberi penutup agar air hujan atau limbah tidak mudah masuk ke dalam sumur.

Tak kalah penting, uapaya menjernihkan air sumur tidak akan optimal tanpa menjaga lingkungan sekitarnya. Jarak sumur dengan septic tank, tempat sampah, atau saluran limbah harus diperhatikan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menjernihkan Air Sumur

1. Bagaimana tawas bekerja untuk menjernihkan air sumur?

Tawas (aluminium sulfat) bekerja sebagai koagulan. Ini berarti tawas mengikat partikel-partikel kotoran halus dalam air, menyebabkan partikel-partikel tersebut menggumpal dan mengendap di dasar. Setelah mengendap, air di bagian atas akan menjadi lebih jernih.

2. Apakah arang aktif bisa menghilangkan bau pada air sumur?

Ya, arang aktif, terutama dari tempurung kelapa, sangat efektif dalam menghilangkan bau tidak sedap pada air sumur. Karbon aktif pada arang mampu menyerap kotoran, bau, dan kontaminan, termasuk zat kimia beracun seperti klorin dan pestisida.

3. Mengapa air sumur sering berwarna kuning atau berkarat?

Air sumur sering berwarna kuning atau berkarat karena tingginya kadar zat besi dan mangan yang terlarut di dalam tanah. Mineral ini bereaksi dengan oksigen saat air dipompa keluar, membentuk partikel padat yang menyebabkan perubahan warna.

4. Bagaimana cara melakukan aerasi untuk menjernihkan air sumur?

Aerasi dapat dilakukan dengan menyemprotkan air ke udara, seperti efek hujan, dan membiarkannya jatuh ke tangki penampungan. Untuk air dengan kadar besi tinggi, penggunaan pompa aerator dapat mempercepat proses ini, membantu mengoksidasi zat-zat penyebab bau dan mineral terlarut.

5. Apa solusi paling menyeluruh untuk mendapatkan air sumur yang jernih dan aman?

Menggunakan sistem filtrasi bertingkat yang dikombinasikan dengan aerasi dan pengendapan untuk hasil optimal.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|