Cara Membuat Cangkang Telur Jadi Media Semai Organik yang Praktis dan Ramah Lingkungan

19 hours ago 5

Berikut langkah-langkah cara membuat cangkang telur jadi media semai organik yang bisa Anda praktikkan di rumah, dirangkum dari panduan hortikultura dan praktik berkebun berkelanjutan:

1. Kumpulkan dan Bersihkan Cangkang Telur

Mulailah dengan mengumpulkan cangkang telur bekas dapur. Usahakan memecah telur pada bagian atas sehingga bagian bawah cangkang tetap utuh dan menyerupai mangkuk kecil.

Cuci bersih bagian dalam cangkang untuk menghilangkan sisa putih dan kuning telur. Langkah ini penting untuk mencegah bau serta menghindari pertumbuhan bakteri atau jamur. Setelah dicuci, tiriskan dan keringkan di bawah sinar matahari selama 1–3 hari hingga benar-benar kering.

2. Buat Lubang Drainase

Mengacu pada praktik penyemaian profesional, setiap wadah semai harus memiliki lubang drainase agar air tidak menggenang. Gunakan jarum, paku kecil, atau tusuk gigi untuk membuat satu lubang kecil di bagian bawah cangkang telur.

Lubang ini berfungsi menjaga kelembapan tetap seimbang dan mencegah pembusukan akar akibat kelebihan air.

Isi cangkang telur dengan media semai atau seed starting mix yang steril dan memiliki drainase baik. Media khusus semai umumnya lebih halus dan ringan sehingga memudahkan akar muda berkembang.

Gunakan sendok kecil untuk memasukkan media hingga hampir penuh, sisakan sedikit ruang di bagian atas.

4. Tanam Benih

Letakkan 1–2 benih di atas media, lalu tutup tipis dengan tanah sesuai kedalaman tanam yang dianjurkan untuk jenis tanaman tersebut. Tekan perlahan agar benih tertutup sempurna, namun jangan terlalu padat.

Tanaman yang cocok untuk metode ini antara lain basil, parsley, daun bawang, selada, cabai, tomat, serta berbagai bunga berukuran kecil.

5. Susun di Wadah Penyangga

Agar stabil, susun cangkang telur di dalam karton telur bekas. Karton telur juga bersifat biodegradable dan membantu menjaga posisi tetap tegak.

Tempatkan di area yang hangat dan mendapat cahaya matahari cukup, seperti ambang jendela. Jika perlu, gunakan lampu tanam (grow light) untuk pencahayaan tambahan.

6. Penyiraman dan Perawatan

Gunakan botol semprot untuk membasahi media setiap 2–3 hari sekali atau saat permukaan tanah mulai kering. Hindari menyiram terlalu deras agar benih tidak terganggu.

Jaga kelembapan, sirkulasi udara, dan cahaya agar proses perkecambahan berjalan optimal.

7. Proses Pindah Tanam

Setelah bibit tumbuh setinggi beberapa sentimeter dan memiliki 2–4 helai daun sejati, lakukan proses hardening off (adaptasi bertahap ke lingkungan luar).

Sebelum ditanam di kebun atau pot yang lebih besar, remukkan perlahan bagian luar cangkang telur agar akar lebih mudah menembusnya. Tanam seluruh cangkang ke dalam tanah hingga tertutup sepenuhnya.

Seiring waktu, cangkang akan terurai dan menambah unsur kalsium serta bahan organik pada tanah.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|