:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5424003/original/015149600_1764129367-pexels-fotios-photos-1301856.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat kebun sayur tidak selalu membutuhkan biaya besar untuk membeli media tanam. Banyak bahan yang selama ini dianggap limbah pertanian ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan utama untuk menanam berbagai jenis sayuran di pekarangan rumah. Tentunya, ini menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat yang ingin mulai berkebun dengan biaya murah dan terjangkau.
Limbah pertanian seperti jerami, sekam padi, daun kering, batang jagung, hingga tempurung kelapa memang dapat diolah menjadi media tanam untuk jangka waktu tertentu. Selain mengurangi biaya, pemanfaatan bahan tersebut juga membantu mengurangi penumpukan limbah yang sering dibiarkan di lahan pertanian atau dibakar setelah masa panen selesai.
Melalui pengelolaan yang sederhana, siapapun yang ingin bercocok tanam bisa memperoleh media tanam tanpa harus membeli bahan baru. Berikut Liputan6 hadirkan langkah-langkah memanfaatkan limbah pertanian sebagai media tanam sekaligus membangun kebun sayur yang dapat dilakukan secara bertahap di rumah, Sabtu (20/6).
Pilihan Limbah Pertanian yang Bisa Jadi Media Tanam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8220029/original/053158900_1781079771-Abu_Sekam_Padi.jpeg)
Perbesar
Banyak limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai media tanam subur. Beberapa di antaranya adalah serasah berupa daun kering, jerami padi, sekam padi, kompos limbah pertanian, tempurung kelapa, batang jagung, dan kulit kopi. Semua bahan tersebut masih mudah ditemukan di daerah pertanian maupun lingkungan sekitar rumah.
Jerami dan sekam menjadi bahan yang paling banyak tersedia setelah musim panen padi selesai. Sementara itu, daun kering dapat dikumpulkan dari halaman rumah, taman, atau kebun yang rutin dibersihkan. Kulit kopi juga dapat diperoleh dari pengolah hasil panen kopi, sedangkan batang jagung biasanya tersedia setelah proses panen selesai.
Cara membuat kebun sayur akan lebih mudah jika memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar tempat tinggal. Semakin dekat sumber limbah pertanian, semakin sedikit biaya yang dikeluarkan. Langkah sederhana ini juga membantu memanfaatkan bahan yang sebelumnya tidak lagi digunakan.
Cara Mengumpulkan Jerami dan Sekam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476722/original/067835200_1768796055-utsman-media-tyVcPQfncrg-unsplash.jpg)
Perbesar
Jerami dan sekam dapat diperoleh dengan menghubungi petani secara langsung. Datangi sawah setelah panen atau tanyakan kepada pemilik lahan apakah masih terdapat jerami maupun sekam yang belum dimanfaatkan. Cara ini sering dilakukan karena petani biasanya mengetahui jumlah bahan yang masih tersisa.
Selain datang langsung, masyarakat juga dapat memanfaatkan grup WhatsApp petani, kelompok tani desa, atau bertanya di warung yang menjadi tempat berkumpul warga. Informasi mengenai ketersediaan jerami maupun sekam biasanya mudah diperoleh melalui percakapan sederhana dengan warga sekitar.
Saat menghubungi petani, sampaikan kebutuhan satu karung jerami atau sekam untuk media tanam. Tidak sedikit petani yang bersedia memberikannya tanpa biaya karena bahan tersebut dianggap mengganggu saat proses pengolahan lahan berikutnya. Jika memungkinkan, mintalah diantar atau ambil sendiri sesuai kesepakatan bersama.
Fermentasi Jerami Jadi Kompos
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570812/original/064314600_1777542655-2.jpg)
Perbesar
Jerami yang telah diperoleh dapat diolah menjadi kompos melalui proses fermentasi. Campurkan jerami dengan sekam, tambahkan air secukupnya, lalu masukkan bahan fermentor seperti EM4, lumpur sawah, atau kotoran sapi. Setelah tercampur, aduk hingga merata agar seluruh bagian terkena larutan.
Masukkan campuran tersebut ke dalam wadah atau tumpukan yang dapat ditutup rapat. Proses fermentasi dilakukan selama sekitar dua minggu. Selama masa tersebut, bahan akan mengalami perubahan sehingga lebih mudah digunakan sebagai media tanam.
Setelah fermentasi selesai, jerami berubah menjadi kompos yang dapat langsung dicampurkan dengan tanah. Cara membuat kebun sayur menggunakan kompos jerami membantu menyediakan media tanam tanpa harus membeli pupuk kimia. Langkah ini juga memanfaatkan limbah pertanian yang tersedia setelah masa panen.
Serasah Atau Limbah Daun Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263086/original/029664000_1781857532-Cara_Membuat_Kebun_Sayur_yang_Mendapat_Mulsa_Gratis_dari_Daun_Kering_di_Pekarangan_Model_Menyiapkan_Tanah_Sebelum_Penanaman.jpeg)
Perbesar
Daun kering yang gugur di halaman rumah dapat dimanfaatkan menjadi kompos. Caranya cukup menggali lubang berukuran sekitar 30 x 30 sentimeter, kemudian masukkan daun kering ke dalam lubang hingga penuh. Setelah itu, siram menggunakan air agar kelembapan tetap terjaga.
Tutup kembali tumpukan daun menggunakan tanah. Biarkan selama sekitar satu minggu hingga daun mengalami perubahan menjadi kompos. Cara ini dapat dilakukan secara bertahap setiap kali terdapat daun yang dikumpulkan dari halaman rumah.
Dibandingkan jerami, daun kering membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk menjadi kompos. Oleh karena itu, bahan ini dapat dimanfaatkan lebih cepat sebagai bagian dari media tanam. Cara membuat kebun sayur menggunakan kompos daun juga membantu mengurangi penumpukan sampah organik di sekitar rumah.
Tempurung Kelapa dan Batang Jagung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563975/original/033109900_1776922495-Persiapan_Bahan_dan_Alat.jpg)
Perbesar
Tempurung kelapa dan batang jagung dapat digunakan sebagai campuran media tanam setelah dipotong kecil-kecil. Iris bahan tersebut dengan ukuran sekitar satu hingga dua sentimeter agar lebih mudah tercampur bersama tanah. Potongan kecil juga memudahkan penyusunan media tanam di dalam pot atau bedengan.
Campurkan tempurung kelapa maupun batang jagung dengan tanah menggunakan perbandingan yang sama. Aduk hingga seluruh bahan tercampur sebelum digunakan sebagai tempat menanam berbagai jenis sayuran.
Bahan ini memiliki banyak rongga sehingga membantu pertukaran udara di dalam media tanam. Akar tanaman memiliki ruang yang lebih baik untuk tumbuh sehingga media tanam tidak mudah memadat. Pemanfaatan limbah ini juga mengurangi bahan pertanian yang sebelumnya tidak digunakan.
Campur Kompos Jerami, Tanah, dan Sekam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5679606/original/020755300_1778550163-Membuat_Media_Tanam_Organik_Subur_dalam_Ember_Bekas.jpg)
Perbesar
Setelah seluruh bahan tersedia, langkah berikutnya adalah mencampurkan kompos jerami, tanah, dan sekam. Gunakan perbandingan satu bagian kompos jerami, satu bagian tanah, dan satu bagian sekam. Seluruh bahan diaduk hingga tercampur secara merata.
Campuran tersebut dapat langsung dimasukkan ke dalam polybag, pot, atau bedengan sesuai kebutuhan. Pastikan semua bagian media memiliki komposisi yang sama agar pertumbuhan tanaman berlangsung merata sejak awal penanaman.
Rasio satu banding satu banding satu menjadi cara sederhana dalam menyiapkan media tanam. Cara membuat kebun sayur dengan komposisi tersebut membantu memanfaatkan limbah pertanian tanpa harus membeli media tanam tambahan maupun pupuk kimia pada tahap awal penanaman.
Pilih Sayur yang Cocok
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5445365/original/019227100_1765852698-kebun_bayam_kangkung_7.jpg)
Perbesar
Media tanam dari limbah pertanian dapat digunakan untuk berbagai jenis sayuran. Beberapa tanaman yang sering ditanam adalah pakis, kangkung, bayam, tomat, cabai, selada, dan wortel. Jenis tanaman dapat disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga maupun luas lahan yang tersedia.
Sayuran daun seperti pakis, kangkung, dan bayam umumnya dapat dipanen dalam waktu sekitar 15 hingga 25 hari. Tanaman tersebut sering dipilih oleh pemula karena waktu panennya lebih singkat dibandingkan tanaman lain.
Sementara itu, tomat dan cabai membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan hingga memasuki masa panen. Dengan memilih jenis tanaman sesuai kebutuhan, cara membuat kebun sayur menjadi lebih mudah diterapkan dan dapat dilakukan secara bertahap sepanjang tahun.
Cara Merawat Kebun Sayur agar Media Tanam Tetap Bisa Digunakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2806176/original/006638200_1557907833-20190515-Petani-Kangkung-di-Banjir-Kanal-Timur-IMAM-1.jpg)
Perbesar
Media tanam dari limbah pertanian dapat digunakan lebih dari satu kali apabila dirawat dengan baik. Setelah panen selesai, sisa akar tanaman dibersihkan, kemudian media diaduk kembali agar tidak memadat. Jika volumenya berkurang, tambahkan kompos baru dari jerami atau daun kering.
Penyiraman dilakukan secukupnya agar media tetap lembap tanpa membuat genangan. Penyiangan gulma juga perlu dilakukan secara berkala sehingga tanaman tidak bersaing dengan rumput yang tumbuh di sekitar media tanam.
Perawatan sederhana membuat media tanam dapat dimanfaatkan kembali untuk musim tanam berikutnya. Dengan memanfaatkan limbah pertanian secara berulang, cara membuat kebun sayur menjadi lebih hemat dan membantu mengurangi limbah organik yang ada di lingkungan sekitar.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa saja limbah pertanian yang bisa dijadikan media tanam?
Jerami, sekam padi, daun kering, kompos limbah pertanian, tempurung kelapa, batang jagung, dan kulit kopi dapat dimanfaatkan sebagai media tanam.
2. Apakah jerami harus difermentasi sebelum digunakan?
Ya. Fermentasi membantu mengubah jerami menjadi kompos sehingga dapat digunakan sebagai media tanam.
3. Berapa lama daun kering menjadi kompos?
Daun kering dapat menjadi kompos sekitar satu minggu jika disusun dalam lubang, dibasahi, lalu ditutup tanah.
4. Sayuran apa yang cocok ditanam dengan media dari limbah pertanian?
Kangkung, bayam, pakis, selada, tomat, cabai, dan wortel dapat ditanam menggunakan media tersebut.
5. Apakah media tanam dari limbah pertanian bisa digunakan kembali?
Bisa. Media tanam dapat digunakan kembali setelah dibersihkan dan ditambahkan kompos baru sesuai kebutuhan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

5 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263552/original/006055200_1781938869-HL_ikan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263410/original/059093600_1781927168-2416582189922663154.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263439/original/010318900_1781929610-8187459840617574632.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263501/original/075945700_1781934021-HL_kebun.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559308/original/088113500_1776566293-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4867991/original/079707000_1718793347-Ilustrasi_guru__wali_kelas__mengajar.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263383/original/085957000_1781924042-15272682376038541932.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263514/original/090483700_1781934941-Gemini_Generated_Image_xwd87vxwd87vxwd8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263525/original/006436100_1781936710-Bisnis_Rumahan_yang_Ramai_Tanpa_Promosi_Online.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542341/original/033210600_1774940604-Usaha_Rumahan_untuk_IRT_di_Daerah_Perkotaan_yang_Minim_Risiko_dan_Banyak_Peluang_Model_Jualan_Sayuran_Siap_Masak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7850682/original/021382300_1780673642-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-11.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262247/original/007182100_1781776499-Pilih_Tanaman_dengan_Masa_Panen_Cepat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263464/original/005552400_1781930533-perpisahan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263471/original/038335100_1781931527-Bunga_Hias_Teras_yang_Tidak_Mudah_Mati.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473074/original/010547500_1768386055-Banner_Infografis_BPJS_H.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8055770/original/088500500_1780899522-ChatGPT_Image_Jun_8__2026__01_15_55_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263436/original/058112400_1781929411-Cara_Menata_Dapur_Belakang_Rumah_Sempit_agar_Tidak_Becek_Saat_Hujan_Deras.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263399/original/053656700_1781925475-HL_dapur.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263421/original/051367600_1781927709-Tipe_Rumah_untuk_Gen_Z_yang_Estetik_dan_Ramah_Lingkungan.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513604/original/091062600_1772031776-What_a_goal_from_Gali_Freitas______Persebaya__PersebayaUntukSemua.jpg)