Liputan6.com, Jakarta Cara membuat media tanam cabai yang subur pada dasarnya adalah mencampur tanah gembur, pupuk organik matang, dan bahan pemorus seperti arang sekam. Perbandingan yang umum dipakai adalah 2:1:1 atau 1:1:1 supaya akar leluasa bernapas dan air tidak menggenang.
Media yang ideal harus gembur, kaya bahan organik, berdrainase baik, serta bersifat sedikit asam hingga netral. Dengan racikan yang pas, cara membuat media tanam cabai yang subur akan menentukan tanaman tumbuh sehat atau justru kerdil dan mudah sakit, terutama saat menanam cabai di polybag.
Cabai termasuk tanaman yang cukup rewel terhadap kondisi media. Dilansir dari Ohio State University Extension, cabai tumbuh paling baik pada tanah yang sedikit asam dengan pH 6 hingga 6,8, sehingga campuran media perlu dijaga agar tidak terlalu masam.
Cara Membuat Media Tanam Cabai yang Subur dari Bahan Dasar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334559/original/094566000_1787883370-cc3a0190-2edc-445f-bcdf-176f390baa75.jpg)
Perbesar
Langkah paling awal adalah menyiapkan tiga bahan pokok, yaitu tanah, pupuk organik, dan bahan pemorus. Dengan bahan sederhana di sekitar rumah, siapa pun bisa mempraktikkan cara membuat media tanam cabai yang subur tanpa biaya besar.
-
Pilih Tanah Lapisan Atas yang Gembur: Ambil tanah bagian atas (top soil) yang gembur dan berwarna gelap karena bagian ini paling kaya hara. Hindari tanah liat yang lengket dan becek karena membuat air sulit meresap serta menghambat pertumbuhan akar.
-
Gunakan Pupuk Kandang atau Kompos Matang: Pastikan pupuk sudah benar-benar matang, ditandai dengan tidak panas dan tidak berbau menyengat. Bila masih baru, diamkan dulu beberapa minggu atau manfaatkan cara membuat pupuk kompos sendiri dari sampah dapur.
-
Tambahkan Arang Sekam sebagai Pemorus: Campurkan arang sekam agar media lebih poros sehingga air cepat turun tetapi media tetap lembap. Sedikit pasir kasar juga bisa dipakai bila arang sekam sulit didapat.
-
Tentukan Perbandingan yang Seimbang: Gunakan takaran 2 bagian tanah : 1 bagian pupuk : 1 bagian sekam untuk pemula, atau 1:1:1 bila ingin media lebih ringan. Untuk daerah dengan curah hujan tinggi, porsi sekam boleh diperbanyak agar media tidak becek.
-
Ayak dan Aduk hingga Merata: Ayak tanah dan pupuk supaya halus dan bebas dari bongkahan besar. Aduk seluruh bahan di tempat terbuka sampai tercampur rata agar tidak ada bagian yang terlalu padat maupun terlalu ringan.
-
Diamkan Media Beberapa Hari: Setelah tercampur, diamkan media selama 2 hingga 3 hari agar suhu dan kelembapannya stabil serta bahan organik menyatu. Media siap pakai umumnya berwarna gelap dan tidak berbau tajam.
Sebagaimana dilansir dari laman newswire.caes.uga.edu, pengomposan sangat baik untuk drainase. Bahan organik menambah ruang udara dan memungkinkan air serta udara meresap ke dalam tanah.
Baca juga: cara membuat media tanam organik untuk tanaman sehat dan subur.
Cara Menyeimbangkan pH dan Menambah Nutrisi Media Tanam Cabai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334560/original/098722400_1787883370-adbe7444-460a-41ed-97e0-cad1fc53cf81.jpg)
Perbesar
Setelah bahan dasar tercampur, tahap penting dalam cara membuat media tanam cabai yang subur adalah menyeimbangkan keasaman dan memperkaya hara. Media yang terlalu masam membuat akar sulit menyerap nutrisi meski pupuk sudah banyak diberikan.
-
Kenali Tingkat Keasaman Media: Ukur pH dengan alat sederhana atau kertas lakmus agar penyesuaian lebih tepat. Mengacu pada Oklahoma State University, cabai cukup toleran pada pH serendah 5,5, tetapi tampil paling baik pada kisaran 6,0 hingga 6,8.
-
Tambahkan Dolomit atau Kapur Pertanian: Bila media terasa terlalu masam, taburkan sedikit dolomit lalu aduk merata. Selain menaikkan pH, dolomit turut menyuplai kalsium dan magnesium yang dibutuhkan tanaman.
-
Sisipkan Sumber Kalsium: Tambahkan bubuk cangkang telur atau abu sebagai sumber kalsium tambahan. Kalsium membantu mengurangi bunga rontok dan mencegah gugur bunga cabai serta busuk pada ujung buah.
-
Beri Pupuk Dasar Secukupnya: Campurkan sedikit pupuk NPK atau tambahan pupuk organik sebagai bekal awal, tetapi jangan berlebihan. Sebagaimana disampaikan West Virginia University Extension, pemberian nitrogen berlebihan justru membuat tanaman rimbun berdaun dan lambat berbuah.
-
Sesuaikan Bila Media Terlalu Basa: Jika pH media justru di atas 7, taburkan sedikit belerang (sulfur) untuk menurunkannya secara bertahap. Lakukan penyesuaian beberapa minggu sebelum tanam agar reaksinya sempat berjalan.
Baca juga: cara membuat media tanam di polybag agar tanaman subur.
Cara Mensterilkan dan Merawat Media agar Cabai Tetap Subur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334561/original/002674100_1787883371-97ca19d9-19d9-4526-846e-b269a48055fe.jpg)
Perbesar
Cara membuat media tanam cabai yang subur tidak berhenti saat bahan tercampur, melainkan berlanjut ke sterilisasi dan perawatan. Media yang bersih dari patogen dan ditopang pupuk susulan akan menjaga cabai produktif hingga masa panen yang panjang.
-
Sterilkan Media Sebelum Tanam: Jemur media di bawah sinar matahari atau siram dengan air panas untuk menekan bibit penyakit. Media yang tidak disterilkan rawan membawa jamur dan patogen sejak awal tanam.
-
Aktifkan Mikroba Baik: Siram media dengan larutan bioaktivator seperti EM4, atau tambahkan Trichoderma dan asam humat. Mikroba menguntungkan ini menekan jamur penyebab penyakit sekaligus memperbaiki struktur media.
-
Inkubasi Media Beberapa Hari: Setelah disiram larutan mikroba, tutup dan diamkan media agar organisme baik sempat berkembang. Bibit cabai pun akan lebih cepat beradaptasi saat ditanam.
-
Pastikan Drainase dan Kelembapan: Beri lubang drainase yang cukup pada wadah dan jaga media tetap lembap tanpa becek. Isi polybag jangan terlalu padat supaya masih ada rongga udara untuk akar.
-
Berikan Pupuk Susulan Berkala: Tambahkan kompos, pupuk kandang halus, atau larutan NPK encer secara berkala dan secukupnya. Berdasarkan panduan Michigan State University Extension, pupuk dengan rasio 1-2-2 seperti 5-10-10 lazim digunakan untuk cabai.
-
Ulang Media Bekas: Setelah panen, media lama tetap bisa dipakai dengan cara digemburkan, disterilkan, diperbaiki pH-nya, lalu dicampur kompos dan sekam segar. Langkah ini menghemat biaya sekaligus memulihkan kesuburannya.
Untuk menjaga produktivitas, pilih juga pupuk untuk cabai agar berbuah lebat sesuai fase tanam, dan pahami pola merawat tanaman cabai dalam pot hingga panen. Baca juga: rahasia campuran media tanam murah meriah.
Kesalahan yang Membuat Media Tanam Cabai Tidak Subur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334562/original/006416100_1787883371-6bf142c5-cca7-49ab-9ea6-d183cd87526f.jpg)
Perbesar
Banyak kegagalan menanam cabai justru bukan berasal dari bibit, melainkan dari media yang keliru diracik. Mengenali kesalahan berikut membantu agar usaha membuat media tanam cabai yang subur tidak berakhir sia-sia.
- Tanah terlalu liat dan padat: Media yang lengket membuat akar sesak dan air menggenang, sementara tanah kebun murni cepat memadat dalam hitungan minggu dan menutup pasokan oksigen. Perbaiki dengan menambah arang sekam, kompos, atau pasir kasar ke seluruh media, bukan hanya di lubang tanam.
-
Pupuk kandang belum matang: Pupuk yang masih panas dapat menggosongkan akar sehingga bibit layu setelah pindah tanam. Pastikan pupuk sudah terfermentasi sempurna sebelum dicampur.
-
Wadah tanpa drainase atau terlalu kecil: Tanpa lubang drainase, akar mudah membusuk, sedangkan wadah sempit membatasi pertumbuhan. Cabai berukuran kecil ideal di wadah sekitar 11 liter, sedangkan cabai besar butuh 19 hingga 38 liter agar akar leluasa.
-
Pemberian pupuk berlebihan: Nutrisi terlalu banyak justru menumpuk garam dan merusak akar. Berikan pupuk sesuai kebutuhan fase tanaman, bukan sekadar sebanyak-banyaknya.
-
Mengabaikan rotasi tanam: Media atau lahan bekas kerabat terung-terungan menyimpan penyakit tular tanah. Merujuk Utah State University Extension, hindari menanam cabai di media bekas tomat, terung, atau kentang selama tiga tahun terakhir untuk menekan penyakit tular tanah.
-
Media terlalu basah: Penyiraman berlebihan pada media yang kurang poros memicu jamur dan busuk akar. Karena cabai berakar dangkal dan sensitif terhadap perubahan air, jaga media sekadar lembap dan stabil.
-
Media bekas dipakai ulang tanpa diolah: Media lama sering menyimpan patogen dan miskin hara. Olah, sterilkan, dan perbaiki dulu sebelum dipakai kembali.
-
Melewatkan penyesuaian pH: pH yang meleset mengunci hara meski pupuk melimpah, dan sebaliknya kadar kalium yang cukup ditambah sedikit cekaman justru memicu produksi capsaicin sehingga cabai terasa lebih pedas. Cek pH sebelum menanam agar tidak menebak-nebak.
Racikan yang sama juga bisa diterapkan pada berbagai model kebun cabai dengan media tanam sekam, dari polybag hingga pot galon bekas, bahkan cocok untuk yang ingin menanam cabai agar panen 3 bulan. Media serupa juga membantu membuat tanaman cabai berbuah lebat dan mendukung menanam cabai rawit dari biji. Baca juga: tips agar tanaman cabai subur, berbuah lebat, dan pedas maksimal, serta cara menanam cabe rawit di pot dan polybag untuk pemula.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Media Tanam Cabai
Apa saja bahan campuran media tanam cabai yang subur?
Media tanam cabai yang subur umumnya terdiri dari tiga bahan, yaitu tanah gembur, pupuk kandang atau kompos yang sudah matang, dan bahan pemorus seperti arang sekam. Perbandingan yang umum dipakai adalah 2:1:1 atau 1:1:1 agar media tetap gembur, mampu menyimpan air, sekaligus memiliki drainase yang baik.
Berapa pH ideal untuk media tanam cabai?
Cabai tumbuh paling baik pada media dengan pH sekitar 6,0 hingga 6,8 atau kondisi sedikit asam hingga netral. Jika media terasa terlalu masam, tambahkan dolomit atau kapur pertanian secukupnya untuk menaikkan pH sekaligus menyuplai kalsium dan magnesium.
Apakah tanah bekas bisa digunakan untuk menanam cabai?
Tanah atau media bekas masih bisa digunakan asalkan diolah kembali terlebih dahulu. Gemburkan media, sterilkan dari patogen, perbaiki pH-nya, lalu campur ulang dengan kompos dan arang sekam agar kesuburan dan porositasnya pulih sebelum ditanami cabai baru.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Media Tanam Cabai yang Subur agar Tumbuh Sehat dan Berbuah Lebat
1. Apa media tanam terbaik untuk cabai?
Media yang gembur dan subur dengan campuran tanah, kompos matang, dan sekam.
2. Berapa perbandingan media tanam cabai?
Gunakan perbandingan 2 bagian tanah, 1 bagian kompos, dan 1 bagian sekam bakar.
3. Mengapa media tanam cabai harus gembur?
Agar akar dapat tumbuh dengan leluasa dan mendapatkan udara yang cukup.
4. Apakah cabai bisa ditanam di polybag?
Bisa. Gunakan polybag yang cukup besar dan memiliki lubang drainase.
5. Bagaimana agar cabai tumbuh sehat dan berbuah lebat?
Gunakan media yang subur, berikan cukup sinar matahari, siram sesuai kebutuhan, dan lakukan pemupukan secara rutin.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

1 hour ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334538/original/053109000_1787882349-Model_rumah_di_pinggir_kebun_yang_sederhana_dan_hemat_biaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329495/original/022412600_1787283644-7GegxhnzoQi2tnfP0d3nLnJFRR2DsXnV6O1o13Tr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334539/original/059222500_1787882367-Gemini_Generated_Image_velsukvelsukvels.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8226516/original/031332300_1781086646-timnas_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334504/original/092824700_1787851192-Great_to_see_you___rafaelstruick_____.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329501/original/090069400_1787283650-QE64OMs4t8ejwNjah2virivtUXbKurb5GVgZcVCY.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334364/original/090280700_1787837073-1000131587.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334324/original/019960900_1787832051-1000507372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329499/original/056946000_1787283648-NLnGyYlLfreWHEbt6swgAYJ6uj5C4AqtqANYKDXM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469659/original/035473400_1768147710-AP26011538947384.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334300/original/004557700_1787829271-1000131556.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311674/original/032866500_1785417007-1000485590.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7814202/original/064502900_1780631718-kombinasi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5468787/original/073253700_1768015863-Guseynov_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333422/original/085105500_1787755254-nep6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9276894/original/037754300_1783174369-Timnas-Indonesia-U-17.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334190/original/013730900_1787823787-9b58aff8-0b34-4d19-b65e-3c367c8cfd45.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333747/original/096863400_1787805412-fe258b87-709f-4664-8437-442d6fa3b0ad.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9315656/original/000133300_1785848059-20260804_Alit_Binawan_Persib_vs_Persija_SF_Piala_Presiden_03.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559170/original/057781900_1776523941-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565946/original/060695200_1777098813-lemos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4439357/original/023748200_1684915919-IMG_3716.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531415/original/071066900_1773586899-villa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406767/original/073611600_1762596719-runtukahu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582864/original/078653400_1778130434-7ad81446-6c8d-439a-b9fd-a7f4c5bd1008.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482712/original/018563100_1769240916-klok_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569530/original/005470400_1777445507-Ternak_Ayam_Petelur_Skala_Rumahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570763/original/015593800_1777540240-Cover___Lead__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5296281/original/085419800_1753547299-20250726AA_Persija_Jakarta_VSArema_FC-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5313542/original/006368300_1755009869-ChatGPT_Image_Aug_12__2025__09_37_15_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5312034/original/057920500_1754902026-Persija_Jakarta_vs_Persita_Tangerang-36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5664204/original/074297000_1778334438-20260509_PSS_Sleman_vs_Garudayaksa-03.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574133/original/061152700_1777963929-Gemini_Generated_Image_kegwc5kegwc5kegw.jpeg)