Cara Menanam Biji Alpukat dari Air hingga Media Tanam agar Cepat Tumbuh

3 hours ago 1

Setelah biji berhasil berkecambah, perawatan yang konsisten menentukan apakah bibit tumbuh kuat atau justru layu. Berikut poin-poin penting yang perlu diperhatikan agar tanaman alpukat Anda sehat.

Faktor lingkungan seperti cahaya, air, suhu, dan nutrisi memberi pengaruh besar terhadap laju pertumbuhan. Pemahaman dasar ini membantu pemula menghindari kesalahan yang membuat bibit gagal berkembang.

  • Pencahayaan: Alpukat sangat menyukai cahaya. Tammy Sons, ahli hortikultura sekaligus CEO TN Nursery, dikutip dari Homes & Gardens, menyatakan, "Pohon alpukat membutuhkan enam hingga delapan jam sinar matahari langsung setiap hari dengan suhu sedang agar dapat berbunga sempurna untuk penyerbukan silang dan menghasilkan buah." Senada, Raffaele Di Lallo, pendiri Ohio Tropics, dikutip dari Martha Stewart, menuturkan, "Tanpa cahaya yang cukup, tanaman Anda tidak akan berbunga dan berbuah."

  • Penyiraman: Mengacu pada panduan Tom's Guide, periksa dulu kelembapan tanah dengan jari sebelum menyiram; bila permukaan masih terasa lembap, tunda penyiraman agar akar tidak tergenang.

  • Suhu dan cuaca: Tanaman ini tidak tahan dingin. Dr. Larry Stein, profesor sekaligus ahli hortikultura AgriLife Extension di Universitas Texas A&M, dikutip dari Homes & Gardens, mengungkapkan, "Ketika orang membawa tanamannya ke dalam rumah untuk mencegah kerusakan akibat suhu beku, kondisi rumah biasanya tidak menyediakan cukup cahaya." Lisa Eldred Steinkopf, pendiri The Houseplant Guru, dikutip dari Martha Stewart, menyarankan, "Saya akan mengeluarkannya saat musim panas dan membawanya masuk saat musim dingin untuk membantunya tumbuh dengan potensi terbaiknya."

  • Pemupukan: Berdasarkan panduan Nebraska Extension, bibit alpukat sebaiknya dipupuk setiap tiga bulan sekali menggunakan pupuk tanaman hias standar untuk menjaga ketersediaan nutrisi.

  • Pemangkasan: Pangkas pucuk secara berkala setiap tanaman bertambah tinggi agar tumbuh lebih rimbun dan bercabang; prinsip serupa dipakai dalam cara menanam alpukat agar tidak terlalu tinggi.

  • Penggantian pot: Pindahkan ke pot lebih besar saat akar mulai sesak; pot tanah liat atau terakota membantu sirkulasi udara sehingga mengurangi risiko busuk akar.

  • Waspadai penyakit: Para ahli di University of Florida, dikutip dari Gardeningetc, menyatakan, "Anda tidak bisa membahas pohon alpukat tanpa membahas layu laurel, penyakit mematikan yang membunuh spesies pohon dalam keluarga Lauraceae, tempat alpukat termasuk salah satu anggotanya."

Dengan perawatan yang telaten, peluang pohon alpukat berbuah pun semakin besar, apalagi jika Anda menerapkan trik merangsang alpukat agar cepat berbuah lebat.

Menanam biji alpukat memang menuntut kesabaran, tetapi prosesnya sepadan dengan hasilnya. Sembari menanti, Anda tetap bisa menikmati buahnya sebagai jus alpukat segar atau mengolahnya menjadi jus alpukat yang kental dan creamy.

Pilih pula jenis alpukat yang cocok untuk jus, dan jangan buru-buru membuang biji alpukat karena bagian ini pun menyimpan manfaat.

Baca juga: manfaat jus alpukat untuk kesehatan

Baca juga: manfaat alpukat untuk kesehatan dan kecantikan

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Biji Alpukat

Berapa lama biji alpukat mulai tumbuh?

Umumnya biji mulai retak dalam 2-3 minggu, sedangkan akar dan tunas muncul sekitar dua hingga enam minggu setelah proses perendaman atau penyemaian, tergantung suhu dan kelembapan. Jika sampai enam minggu belum ada tanda kehidupan, sebaiknya ganti dengan biji yang baru.

Apakah pohon alpukat dari biji bisa berbuah?

Bisa, tetapi butuh waktu lama dan hasilnya tidak selalu sama dengan pohon induk. Sebagaimana diungkapkan para ahli UC Riverside, biji merupakan hasil penyerbukan silang sehingga pohon yang tumbuh akan berbeda dari induknya, dan umumnya perlu 5 hingga 13 tahun untuk berbunga serta berbuah. Untuk hasil lebih cepat dan seragam, banyak penanam memilih bibit hasil okulasi atau sambung pucuk.

Lebih baik menanam biji alpukat di air atau langsung di tanah?

Keduanya sama-sama bisa berhasil. Metode air memudahkan kita mengamati akar dan tunas tumbuh, sedangkan menanam langsung di media tanam cenderung memberi hasil lebih cepat dan mengurangi risiko stres saat pemindahan. Pilih sesuai tujuan Anda, apakah untuk edukasi atau ingin langsung membesarkan bibit.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|