Kenapa Rumah Terasa Lebih Pengap setelah Lama Tidak Ditinggali? Berikut 8 Penyebabnya

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Rumah yang lama tidak ditempati seringkali terasa pengap ketika pintu dan jendela kembali dibuka. Suasana lembap serta aroma debu yang kuat langsung menyergap, sehingga membuat penghuni merasa tidak nyaman.

Rasa pengap pun tidak selalu identik karena kondisi kotor. Sebab, di rumah yang terlihat bersih dan tidak memiliki kerusakan, keadaan tersebut juga bisa seketika muncul.

Lantas mengapa rumah yang lama kosong seringkali memunculkan keadaan lebih pengap? Lalu, bagaimana penanganannya? Untuk mengetahuinya, simak informasi selengkapnya, dihadirkan Liputan6, Senin (7/9).

1. Udara Tidak Banyak Berganti

Ketika rumah tidak dihuni, pintu dan jendela biasanya lebih sering tertutup. Akibatnya, udara dari dalam tidak banyak berganti dengan udara dari luar. Kondisi ini membuat bau yang berasal dari perabot, kain, lantai, atau ruangan tertentu tetap berada di dalam rumah.

Hal ini telah dikonfirmasi kebenarannya oleh sebuah penelitian dari jurnal Indoor Air berjudul "Role of ventilation and cleaning for controlling house dust mite allergen infestation: A study on associations of house dust mite allergen concentrations with home environment and life styles in Tianjin area, China."

Di penelitian itu, didapati fakta bahwa kelembapan dalam rumah, pertukaran udara yang rendah, dan kondisi lembap berkaitan dengan meningkatnya alergen tungau debu rumah. Udara yang tidak bergerak ini kemudian membuat ruangan terasa berbeda ketika seseorang pertama kali masuk.

2. Kelembapan Tertahan di Dalam Rumah

Rumah yang kosong tetap bisa menerima uap air dari udara luar. Kelembapan juga bisa masuk melalui celah bangunan, lantai, dinding, atau area yang berdekatan dengan kamar mandi dan tempat mencuci.

Ketika sirkulasi udara terbatas, kelembapan tersebut tidak cepat keluar. Kondisi ini bisa membuat kain, kasur, karpet, tirai, dan bagian rumah tertentu menyimpan bau yang kemudian terasa ketika rumah kembali dibuka.

Kelembapan juga perlu diperhatikan karena penelitian menemukan hubungan antara kelembapan dalam rumah, rendahnya pertukaran udara, dan keberadaan alergen tungau debu. Karena itu, kondisi lembap sebaiknya tidak dibiarkan dalam waktu lama.

3. Debu Menumpuk Saat Rumah Kosong

Rumah yang tidak ditempati bukan berarti bebas dari debu. Partikel dari luar tetap bisa masuk melalui celah pintu, jendela, ventilasi, atau bagian bangunan lain meskipun rumah jarang digunakan.

Debu kemudian bisa menempel pada lantai, meja, lemari, kasur, sofa, tirai, dan berbagai benda yang berada di dalam ruangan. Ketika rumah dibuka atau aktivitas kembali dilakukan, debu yang menempel bisa kembali berpindah ke udara.

Karena itu, membuka pintu dan jendela sebaiknya diikuti dengan kegiatan membersihkan permukaan. Fokuskan pembersihan pada benda yang menyimpan debu, terutama kain, kasur, karpet, tirai, dan bagian rumah yang jarang disentuh.

4. Bau dari Perabot Bisa Bertahan

Perabot rumah menyimpan bau dari lingkungan sekitarnya. Sofa, kasur, karpet, gorden, dan lemari dapat menyimpan bau selama rumah tertutup dalam waktu lama, terutama jika ruangan memiliki kelembapan yang tinggi.

Bau juga bisa berasal dari benda yang tersimpan terlalu lama, seperti pakaian, sepatu, kardus, kain, atau barang yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan makanan. Sumbernya terkadang tidak terlihat sehingga rumah tetap terasa pengap setelah dibuka.

Pemeriksaan sederhana bisa dimulai dari benda yang berbahan kain dan tempat penyimpanan. Jika ditemukan benda yang berbau, keluarkan dari ruangan untuk dicuci, dijemur, atau dibersihkan sebelum rumah kembali digunakan.

5. Saluran Air dan Kamar Mandi Perlu Diperiksa

Kamar mandi yang lama tidak digunakan bisa menjadi salah satu sumber bau. Air yang tidak mengalir dalam waktu lama membuat bagian tertentu pada saluran perlu diperiksa ketika rumah kembali ditempati.

Area sekitar wastafel, lantai kamar mandi, lubang pembuangan, dan bagian yang sering terkena air juga perlu dilihat. Bau dari area tersebut bisa menyebar ke ruangan lain melalui udara.

Sebelum rumah digunakan, bersihkan kamar mandi dan alirkan air pada saluran yang tersedia. Jika muncul bau yang terus kembali setelah dibersihkan, sumbernya perlu dicari lebih lanjut agar tidak hanya ditutup dengan pewangi.

6. Rumah Terasa Pengap karena Jarang Dibersihkan

Rumah yang kosong tetap membutuhkan pemeriksaan dan pembersihan berkala. Debu dapat terkumpul pada permukaan yang tidak disentuh, sementara kotoran lain bisa muncul dari serangga, hewan kecil, atau benda yang disimpan terlalu lama.

Ketika penghuni kembali, aktivitas sehari-hari membuat partikel yang sebelumnya menempel lebih mudah berpindah. Kondisi ini bisa membuat udara terasa berbeda dibandingkan sebelum rumah ditinggalkan.

Membersihkan rumah secara bertahap lebih mudah dilakukan daripada langsung menggunakan banyak pewangi. Bersihkan lantai, permukaan benda, kain, tempat tidur, dan area penyimpanan untuk mengurangi sumber yang membuat ruangan terasa pengap.

7. Cara Mengurangi Pengap di Dalam Rumah

Langkah pertama adalah membuka pintu dan jendela agar terjadi pertukaran udara. Bukaan bisa dilakukan pada beberapa bagian rumah sehingga udara dari dalam memiliki jalan keluar dan udara dari luar bisa masuk.

Setelah itu, bersihkan permukaan rumah dan periksa benda yang menyimpan bau. Kasur, sofa, karpet, tirai, pakaian, serta barang dalam lemari perlu diperiksa karena bahan tersebut bisa menyimpan debu dan bau.

Jika rumah masih terasa pengap, periksa area yang lembap dan sumber bau yang belum ditemukan. Jangan hanya mengandalkan pewangi ruangan karena cara tersebut dapat menutupi bau tanpa menghilangkan sumbernya.

8. Rumah Perlu Disiapkan Sebelum Ditinggalkan

Jika rumah akan kembali kosong dalam waktu lama, persiapan sebelum ditinggalkan bisa membantu mengurangi masalah ketika rumah dibuka kembali. Bersihkan rumah, keluarkan sampah, pastikan makanan tidak tertinggal, dan periksa area yang berpotensi menyimpan air.

Beberapa bagian rumah juga sebaiknya tetap memiliki jalan untuk pertukaran udara sesuai kondisi bangunan dan keamanan rumah. Tujuannya agar udara tidak sepenuhnya terperangkap selama rumah tidak dihuni.

Ketika rumah akan ditinggalkan kembali, buat jadwal pemeriksaan jika memungkinkan. Pemeriksaan berkala membantu menemukan kebocoran, kelembapan, bau, debu, atau masalah lain sebelum kondisinya berkembang menjadi lebih sulit ditangani.

Pertanyaan Seputar Penyebab Rumah Terasa Lebih Pengap setelah Lama Tidak Ditinggali

Kenapa rumah yang lama kosong terasa pengap?

Rumah yang lama kosong cenderung memiliki pertukaran udara yang lebih sedikit sehingga bau, kelembapan, dan debu dapat bertahan di dalam ruangan.

Apakah rumah kosong bisa menjadi lembap?

Bisa. Kelembapan dari udara luar, area basah, atau bagian bangunan tertentu tetap bisa masuk dan tertahan ketika pertukaran udara terbatas.

Apakah membuka jendela bisa menghilangkan udara pengap?

Membuka jendela membantu mengganti udara di dalam rumah dengan udara dari luar. Hasilnya lebih baik jika dilakukan bersamaan dengan pembersihan sumber debu dan bau.

Mengapa rumah kosong tetap berdebu?

Debu dapat masuk melalui celah, pintu, jendela, dan ventilasi meskipun rumah tidak dihuni. Debu juga bisa berasal dari material dan benda yang berada di dalam rumah.

Bagaimana cara membuat rumah tidak pengap setelah lama ditinggalkan?

Buka pintu dan jendela, bersihkan permukaan, cuci atau jemur benda berbahan kain, periksa kamar mandi dan saluran air, lalu cari sumber bau yang masih tersisa.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|