Cara Menanam Buah Naga di Ember, Panduan Lengkap yang Mudah Dicoba Pemula

18 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Menanam buah naga di rumah kini semakin diminati seiring meningkatnya tren berkebun mandiri dan urban farming, terutama di kawasan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan. Salah satu metode yang banyak dipilih karena praktis dan efisien adalah cara menanam buah naga di ember, yaitu teknik budidaya yang memungkinkan siapa saja menanam tanaman buah produktif tanpa harus memiliki kebun luas. Dengan memanfaatkan ember berukuran besar, buah naga tetap dapat tumbuh subur dan bahkan menghasilkan buah berkualitas jika dirawat dengan benar.

Selain mudah diterapkan, menanam buah naga di ember juga menjadi solusi ideal bagi pemula yang ingin belajar bercocok tanam dari nol. Tanaman buah naga dikenal cukup adaptif, tahan terhadap cuaca panas, dan tidak memerlukan penyiraman terlalu sering, sehingga cocok dijadikan tanaman percobaan bagi masyarakat yang baru mulai berkebun.

Berikut Liputan6.com merangkum secara lengkap mulai dari pengenalan tanaman buah naga, keunggulan menanam di ember, persiapan alat dan bahan, langkah penanaman, hingga tips agar buah naga cepat berbuah meski ditanam di wadah terbatas, Jumat (9/1/2026). 

Mengenal Tanaman Buah Naga

Buah naga merupakan tanaman buah tropis yang berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan, kemudian menyebar ke berbagai negara beriklim panas, termasuk Indonesia. Tanaman ini termasuk dalam keluarga kaktus, sehingga memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kering dan sinar matahari yang intens. Ciri khas tanaman buah naga terletak pada batangnya yang berbentuk segitiga atau bersiku, berwarna hijau, dan memiliki duri kecil di bagian tepinya.

Secara umum, terdapat beberapa jenis buah naga yang populer dibudidayakan, seperti buah naga merah (Hylocereus polyrhizus), buah naga putih (Hylocereus undatus), dan buah naga kuning (Selenicereus megalanthus). Untuk metode penanaman di ember, jenis buah naga merah dan putih lebih disarankan karena memiliki pertumbuhan yang relatif cepat, batang yang kuat, serta tingkat keberhasilan berbuah yang lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya. Selain itu, kedua jenis ini juga lebih mudah ditemukan bibitnya di pasaran.

Dalam proses pertumbuhannya, buah naga membutuhkan penopang karena sifatnya yang merambat dan tidak mampu berdiri tegak sendiri. Jika ditanam dengan perawatan yang baik, buah naga biasanya mulai berbunga pada usia 8–12 bulan dan menghasilkan buah pertama pada usia sekitar 12–18 bulan. Setelah memasuki masa produktif, satu tanaman buah naga dapat berbuah beberapa kali dalam setahun, menjadikannya tanaman yang cukup menguntungkan untuk dibudidayakan secara rumahan menggunakan ember.

Keunggulan Menanam Buah Naga di Ember

Menanam buah naga di ember memiliki banyak keunggulan yang membuat metode ini semakin diminati, terutama oleh masyarakat perkotaan dan pemula yang memiliki keterbatasan lahan.

Beberapa keunggulan menanam buah naga di ember antara lain:

  • Tidak memerlukan lahan luas sehingga bisa dilakukan di teras, halaman sempit, atau atap rumah
  • Biaya awal lebih terjangkau karena tidak perlu membuat bedengan atau lahan tanam permanen
  • Media tanam dan nutrisi lebih mudah dikontrol sesuai kebutuhan tanaman
  • Risiko serangan hama tanah dan penyakit tertentu dapat diminimalkan
  • Ember mudah dipindahkan untuk menyesuaikan intensitas cahaya matahari

Dengan berbagai keunggulan tersebut, menanam buah naga di ember tidak hanya menjadi alternatif berkebun, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang menghasilkan buah segar untuk konsumsi sendiri maupun dijual dalam skala kecil.

Selain itu, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan agar tanaman buah naga dapat tumbuh dengan optimal sejak awal. Beberapa perlengkapan dan bahan yang harus dipersiapkan antara lain:

  • Ember berukuran besar, minimal berdiameter 40–50 cm dan tinggi sekitar 50–60 cm, dengan lubang drainase di bagian bawah
  • Media tanam berupa campuran tanah gembur, pupuk kandang matang, dan pasir atau sekam bakar
  • Bibit buah naga dari stek batang yang sehat, berwarna hijau segar, dan berasal dari tanaman induk yang sudah pernah berbuah
  • Tiang penyangga dari kayu, besi, atau pipa paralon setinggi 1,5–2 meter sebagai tempat rambatan
  • Pupuk tambahan seperti kompos, pupuk kandang, atau pupuk NPK untuk menunjang pertumbuhan

Media tanam sebaiknya disiapkan dengan perbandingan yang seimbang agar mampu menahan kelembapan sekaligus memiliki sistem drainase yang baik. Media yang terlalu padat atau terlalu basah berisiko menyebabkan akar membusuk dan menghambat pertumbuhan tanaman.

Setelah semua perlengkapan siap, proses penanaman buah naga di ember dapat dilakukan secara bertahap agar tanaman tidak stres dan mampu beradaptasi dengan baik. Langkah-langkah menanam buah naga di ember adalah sebagai berikut:

  • Isi ember dengan media tanam hingga sekitar tiga perempat bagian
  • Tancapkan tiang penyangga tepat di tengah ember dan pastikan berdiri kokoh
  • Buat lubang tanam sedalam 5–10 cm di sekitar tiang penyangga
  • Tanam bibit buah naga secara tegak dan padatkan media tanam di sekelilingnya
  • Ikat batang bibit ke tiang penyangga menggunakan tali rafia atau kain dengan ikatan longgar
  • Siram secukupnya hingga media tanam lembap, namun tidak tergenang air
  • Letakkan ember di tempat terbuka yang mendapatkan sinar matahari langsung minimal 6 jam per hari

Pada minggu-minggu awal setelah tanam, tanaman sebaiknya tidak terkena hujan berlebihan dan tetap dipantau kondisi media tanamnya agar tidak terlalu kering atau terlalu basah.

Perawatan Buah Naga di Ember agar Tumbuh Subur

Perawatan merupakan kunci utama keberhasilan menanam buah naga di ember. Meski tergolong tanaman yang tidak rewel, buah naga tetap membutuhkan perhatian rutin agar pertumbuhannya optimal.

Penyiraman sebaiknya dilakukan 2–3 kali seminggu atau disesuaikan dengan kondisi cuaca dan media tanam. Pada musim hujan, penyiraman dapat dikurangi untuk mencegah genangan air. Pemupukan dilakukan secara berkala menggunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang setiap 1–2 bulan sekali, serta ditambah pupuk NPK dalam dosis rendah untuk merangsang pertumbuhan batang dan bunga.

Selain itu, batang buah naga perlu diarahkan dan diikat secara rutin ke tiang penyangga agar tumbuh rapi dan kuat. Pemangkasan batang yang terlalu rimbun juga penting dilakukan untuk mengarahkan nutrisi ke batang produktif yang berpotensi menghasilkan bunga dan buah.

Tips Agar Buah Naga Cepat Berbuah di Ember

Agar tanaman buah naga yang ditanam di ember dapat cepat memasuki fase generatif, diperlukan beberapa perlakuan khusus yang konsisten.

Beberapa tips agar buah naga cepat berbuah di ember antara lain:

  • Gunakan bibit stek dari tanaman induk yang sudah pernah berbuah
  • Pastikan tanaman mendapatkan sinar matahari penuh setiap hari
  • Lakukan pemupukan dengan pupuk tinggi fosfor dan kalium saat tanaman mulai dewasa
  • Pangkas batang yang terlalu banyak atau tidak produktif
  • Jaga sirkulasi udara di sekitar tanaman agar tidak lembap berlebihan
  • Dengan perawatan yang tepat, tanaman buah naga di ember tetap mampu berbuah lebat meski ditanam di ruang terbatas.

Pertanyaan dan Jawaban

Apakah buah naga bisa berbuah jika ditanam di ember?

Bisa, asalkan ukuran ember, media tanam, dan perawatannya sesuai.

Berapa ukuran ember ideal untuk buah naga?

Minimal diameter 40 cm agar akar dan batang berkembang optimal.

Berapa lama buah naga mulai berbuah?

Sekitar 12–18 bulan setelah tanam.

Apakah buah naga harus memakai tiang penyangga?

Ya, karena buah naga adalah tanaman merambat.

Seberapa sering buah naga disiram?

Cukup 2–3 kali seminggu tergantung kondisi media tanam.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|