Cara Menanam Jagung Manis dari Benih hingga Panen agar Tongkol Besar dan Manis

9 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta Cara menanam jagung manis sebenarnya cukup sederhana dan bisa diterapkan di lahan kebun maupun pot di pekarangan rumah. Kuncinya terletak pada benih unggul, tanah yang gembur dan subur, serta paparan sinar matahari penuh sepanjang hari.

Jagung manis termasuk tanaman semusim yang cepat panen, umumnya hanya butuh sekitar 60 sampai 75 hari sejak benih ditanam. Dengan mengikuti cara menanam jagung manis secara bertahap, Anda berpeluang memanen tongkol yang besar, penuh, dan terasa manis.

Sebagaimana diungkapkan Utah State University Extension, jagung manis menyukai sinar matahari penuh serta tanah subur dan drainase yang baik untuk memperoleh hasil maksimal. Rasa manis alaminya juga menjadikan jagung ini favorit banyak keluarga, sehingga tak heran jika deretan manfaat jagung manis untuk kesehatan turut menambah alasan untuk membudidayakannya sendiri.

Cara Menanam Jagung Manis dari Pemilihan Benih hingga Penanaman

Langkah awal dalam cara menanam jagung manis dimulai dari menyiapkan benih dan lahan yang tepat. Tanah yang remah, subur, dan kaya bahan organik akan mendukung perakaran sekaligus pembentukan tongkol yang optimal. Berikut tahapan penanamannya secara berurutan.

  1. Pilih benih unggul bersertifikat: Gunakan benih dari varietas unggul seperti bonanza, paragon, sweet boy, atau bicolor sweet yang dibeli di toko pertanian terpercaya. Perhatikan label sertifikasi dan masa kedaluwarsa, serta pastikan biji seragam, tidak keriput, dan tidak berjamur agar daya tumbuhnya tinggi.

  2. Uji dan olah kondisi tanah: Jagung manis tumbuh optimal pada tanah berdrainase baik dengan pH sekitar 5,8 sampai 7,0. Bajak atau cangkul tanah sedalam 15-20 cm, lalu campurkan pupuk kompos atau pupuk kandang matang untuk menambah bahan organik dan menggemburkan struktur tanah.

  3. Tentukan waktu tanam saat tanah hangat: Jagung membutuhkan tanah yang cukup hangat agar benih berkecambah baik. Tanamlah saat cuaca kering dan tanah tidak tergenang, sebaiknya pada pagi hari ketika suhu belum terlalu terik.

  4. Buat bedengan dan lubang tanam: Bentuk bedengan dengan lebar sekitar 75 cm dan buat lubang tanam menggunakan tugal kayu sedalam 3 sampai 5 cm. Atur jarak antar lubang sekitar 70 x 20 cm atau 75 x 20 cm agar tanaman tidak berebut cahaya dan unsur hara.

  5. Kecambahkan benih lebih dulu bila perlu: Untuk mempercepat dan menyamakan pertumbuhan, banyak pekebun mengecambahkan benih di antara lapisan tisu lembap sebelum ditanam.

  6. Tanam membentuk blok, bukan satu baris: Ini rahasia penting yang sering terlewat dalam cara menanam jagung manis. Tanamlah beberapa baris berdekatan hingga membentuk petak persegi supaya serbuk sari mudah jatuh ke rambut tongkol saat diterbangkan angin.

  7. Masukkan benih dan tutup tanah: Isi setiap lubang dengan satu sampai dua benih, lalu tutup tipis dengan tanah atau kompos dan siram secukupnya. Menutup lubang dengan menekan tanah di sekelilingnya membantu menghindari benih dicuri semut atau burung.

Jagung manis sebaiknya ditanam dalam blok minimal empat baris; jika hanya ditanam satu baris memanjang, sebagian besar serbuk sari akan terbawa angin keluar barisan sehingga tongkol berisi rongga tanpa biji. Prinsip ini berlaku baik di lahan luas maupun saat Anda mencoba cara menanam jagung di rumah dengan lahan terbatas.

Bila lahan sempit, Anda tetap bisa menanam jagung di pot dengan media campuran tanah, sekam, dan kompos. Untuk pemenuhan bahan organik, siapkan lebih dulu pupuk kompos berkualitas. Baca juga: cara membuat media tanam dari daun kering tanpa beli pupuk.

Cara Merawat Jagung Manis agar Tongkol Besar dan Manis

Setelah benih tumbuh, tahap perawatan menjadi penentu keberhasilan cara menanam jagung manis. Perawatan mencakup penyiraman, pemupukan, penyiangan, membantu penyerbukan, hingga menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit. Lakukan langkah-langkah berikut secara konsisten.

  1. Siram secara teratur dan mendalam: Jagung manis berakar dangkal sehingga peka terhadap kekeringan, terutama saat muda dan saat pembungaan. Siram langsung ke zona akar, bukan ke daun, dan hindari menyiram pada siang hari yang terik agar air tidak cepat menguap.

  2. Berikan pemupukan susulan: Jagung merupakan rumput yang rakus nitrogen selama fase pertumbuhan daun dan batang. Ketika mulai membentuk tongkol, kebutuhan bergeser ke fosfor dan kalium, sehingga imbangi pemberian pupuk sesuai fase pertumbuhan.

  3. Bersihkan gulma secara rutin: Rumput liar bersaing merebut air dan hara sekaligus menjadi sarang hama. Cabut gulma secara manual atau dangir tanah secara dangkal agar tidak melukai akar penopang di pangkal batang.

  4. Lakukan pembumbunan: Timbun kembali tanah di pangkal batang yang tererosi untuk memperkuat berdirinya tanaman. Langkah ini menahan jagung agar tidak mudah roboh diterpa angin atau hujan deras.

  5. Bantu proses penyerbukan: Bila cuaca terlalu tenang tanpa angin atau tanaman sedikit, bantu penyerbukan dengan menggoyang batang atau menaburkan serbuk sari dari bunga jantan ke rambut tongkol. 

  6. Kendalikan hama dan penyakit: Waspadai ulat tongkol, ulat daun, penggerek, kutu daun, hingga penyakit bulai dan hawar daun. Pemasangan perangkap kuning berperekat serta penyemprotan pestisida nabati bisa menjadi solusi awal yang ramah lingkungan.

Perlu diperhatikan bahwa membuang tunas samping atau sucker yang muncul di pangkal batang tidak meningkatkan hasil panen, sehingga tenaga sebaiknya difokuskan pada penyiraman yang cukup saat keluar malai dan rambut tongkol. Untuk teknik penyiraman yang benar, simak panduan cara menyiram tanaman sayur yang tepat, serta trik menyiram tanaman agar hemat air.

Untuk urusan pupuk, Anda bisa memanfaatkan bahan organik di sekitar rumah, mulai dari pupuk organik cair dari sisa makanan hingga memahami manfaat kompos bagi kesuburan tanah. Sementara untuk perlindungan tanaman, pelajari cara pengendalian hama dan penyakit tanaman, kenali ragam hama tanaman organik, dan coba berbagai cara menghilangkan hama tanaman dengan bahan alami.

Kunci Sukses agar Panen Jagung Manis Melimpah dan Manis

Ada sejumlah faktor yang membedakan panen jagung manis biasa dengan panen yang benar-benar melimpah dan legit. Menerapkan detail kecil berikut dalam praktik cara menanam jagung manis akan meningkatkan bobot tongkol sekaligus kualitas rasanya. 

Mengacu pada Bonnie Plants, jagung membutuhkan ruang yang cukup karena menyerap banyak nutrisi tanah dan penyerbukannya sepenuhnya bergantung pada angin yang membawa serbuk sari dari malai ke rambut tongkol. Pemahaman dasar inilah yang mendasari poin-poin berikut.

  • Kenali tipe jagung manis: Merujuk publikasi University of Georgia Extension, jagung manis terbagi menjadi tiga tipe genetik, yaitu normal sugary (su), sugary enhanced (se), dan supersweet (sh2). Tipe supersweet paling tahan manis, sedangkan tipe biasa lebih cepat berubah menjadi bertepung.

  • Tanam dalam pola blok rapat: Susun tanaman dalam petak persegi berisi beberapa baris agar setiap rambut tongkol berpeluang terserbuki. Pola ini mencegah tongkol "ompong" atau berlubang karena biji yang gagal terbentuk.

  • Coba pola tanam Three Sisters: Dilansir dari Almanac, teknik Three Sisters menanam jagung, kacang, dan labu secara berdampingan; jagung menopang kacang, kacang mengikat nitrogen di tanah, dan labu menjadi mulsa hidup penekan gulma. Mardi Dodson, salah satu penulis buku Companion Planting & Botanical Pesticides yang dikutip dari History, menuturkan jika jagung menyediakan struktur bagi kacang untuk merambat. Kacang, pada gilirannya, membantu mengembalikan nutrisi ke tanah. Dan daun labu yang lebar menyediakan mulsa hidup yang menghemat air serta mengendalikan gulma.

  • Tanam secara bertahap: Menanam benih baru setiap sekitar 10 hari membantu memperoleh panen berkelanjutan, dan penanaman sebaiknya dilakukan pada tanah hangat di atas 60 derajat Fahrenheit atau sekitar 16 derajat Celcius. Cara ini menghindarkan Anda dari panen menumpuk dalam waktu bersamaan.

  • Jaga jarak dari jenis jagung lain: Karena penyerbukan silang bisa merusak rasa, tanam jagung manis terpisah dari jagung pakan, popcorn, maupun tipe manis yang berbeda. Pemisahan jarak atau selisih waktu tanam menjaga kemurnian rasa manisnya.

  • Panen pada saat yang tepat: Mengutip University of Maryland Extension, tongkol jagung matang sekitar 17 sampai 24 hari setelah rambut pertama muncul, lebih cepat saat cuaca panas. Uji kematangan dengan menekan biji memakai kuku; bila cairannya seperti susu, tongkol siap dipetik.

  • Segera olah setelah panen: Setelah dipetik gula pada biji berangsur berubah menjadi pati sehingga jagung menjadi lebih keras dan kurang manis.

Jarak antarbiji jagung manis sebaiknya berkisar 23 sampai 30 cm dalam barisan dengan pH tanah di atas 6,0 untuk hasil terbaik. Setelah menguasai cara menanam jagung manis, Anda bisa memperkaya wawasan lewat 6 cara menanam jagung ala rumahan maupun cara menanam jagung ketan ungu di pot untuk variasi tanaman.

Hasil panen yang manis akan lebih maksimal jika Anda juga cermat memilih dan mengolahnya. Pelajari cara memilih jagung manis terbaik, lalu kreasikan menjadi aneka resep olahan jagung manis, mulai dari bakwan jagung yang renyah hingga sekadar jagung rebus yang menyehatkan. Konsumsi rutin pun mendatangkan beragam manfaat jagung bagi kesehatan tubuh.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Jagung Manis

Berapa lama jagung manis bisa dipanen?

Jagung manis umumnya dapat dipanen pada umur sekitar 60 sampai 75 hari setelah tanam, lebih cepat dibanding jenis jagung lain karena dipetik saat biji masih muda pada fase susu. Waktu pastinya bergantung pada varietas, cuaca, dan perawatan, dengan tanda utama berupa rambut tongkol yang mengering dan berwarna cokelat serta biji penuh yang mengeluarkan cairan seperti susu saat ditekan.

Berapa jarak tanam ideal untuk jagung manis?

Jarak tanam yang umum digunakan adalah sekitar 70 x 20 cm atau 75 x 20 cm, dengan satu sampai dua benih per lubang sedalam 3 sampai 5 cm. Yang tidak kalah penting, tanamlah dalam beberapa baris berdekatan membentuk blok, bukan satu baris memanjang, agar penyerbukan oleh angin berlangsung sempurna dan tongkol terisi penuh.

Apakah jagung manis bisa ditanam di pot atau polybag?

Bisa, jagung manis dapat ditanam di pot atau polybag berukuran besar dengan media campuran tanah, sekam, dan kompos, asalkan mendapat sinar matahari penuh minimal 6 sampai 8 jam sehari. Karena penyerbukannya bergantung pada angin, letakkan beberapa wadah berdekatan dan bila perlu bantu penyerbukan secara manual agar tongkol tetap berisi penuh.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|