Liputan6.com, Jakarta - Ternak bebek petelur dapat menghasilkan pemasukan harian dari penjualan telur, tetapi banyaknya telur yang terkumpul belum tentu menunjukkan bahwa usaha sudah menghasilkan keuntungan. Biaya pakan, perawatan kandang, obat atau vitamin, tenaga kerja, hingga penyusutan peralatan tetap perlu diperhitungkan agar kondisi usaha dapat terlihat secara lebih objektif.
Karena itu, cara menghitung keuntungan ternak bebek petelur sebaiknya tidak berhenti pada pengurangan sederhana antara hasil penjualan telur dan pembelian pakan. Peternak perlu mengetahui total pendapatan, biaya tetap, biaya operasional, laba bersih, hingga keuntungan per ekor agar dapat menilai apakah usaha layak dipertahankan, diperbesar, atau justru perlu diperbaiki dari sisi efisiensi.
Kenali Komponen Pendapatan Ternak Bebek Petelur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5494885/original/067165400_1770347594-telur_bebek.jpg)
Perbesar
Langkah pertama dalam menghitung keuntungan adalah mencatat seluruh pemasukan yang benar-benar diperoleh dari kegiatan peternakan. Sumber pendapatan utama biasanya berasal dari penjualan telur bebek, sehingga jumlah telur yang dihasilkan dan harga jualnya menjadi dua angka penting yang perlu dicatat secara rutin.
Rumus dasar pendapatan dari telur sebenarnya cukup sederhana:
Pendapatan telur = jumlah telur yang terjual × harga jual per butir
Sebagai ilustrasi, sebuah peternakan menghasilkan 70 butir telur yang dapat dijual setiap hari dengan harga Rp2.500 per butir. Pendapatan kotor dari telur berarti:
70 × Rp2.500 = Rp175.000 per hari
Apabila tingkat produksi dan harga jual tersebut diasumsikan sama selama 30 hari, pendapatan kotornya menjadi:
Rp175.000 × 30 = Rp5.250.000 per bulan
Angka tersebut hanya contoh perhitungan, bukan patokan harga maupun produktivitas bebek petelur. Kondisi produksi serta harga telur bisa berbeda bergantung pada daerah, umur ternak, kualitas pemeliharaan, musim, dan saluran penjualan.
Selain telur konsumsi, beberapa peternakan mungkin mempunyai sumber pemasukan lain, misalnya penjualan bebek afkir, kotoran ternak sebagai pupuk, atau telur dengan tujuan tertentu. Apabila memang terdapat pemasukan tambahan tersebut, catat secara terpisah sebelum kemudian dijumlahkan ke dalam total pendapatan usaha.
Hitung Seluruh Biaya Operasional
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8204163/original/039848000_1781062941-4471ebc4-fdde-4133-b6b0-649dd33acc73.jpg)
Perbesar
Setelah mengetahui pendapatan, tahap berikutnya adalah menghitung biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan peternakan. Bagian ini sering menentukan apakah usaha yang terlihat menghasilkan pemasukan besar sebenarnya benar-benar memberikan laba yang memadai.
Pakan umumnya menjadi salah satu pos yang perlu diperhatikan karena pembeliannya dilakukan secara rutin. Perhitungannya dapat menggunakan rumus:
Biaya pakan = jumlah pakan yang digunakan × harga pakan
Misalnya, peternakan dalam sebuah ilustrasi menghabiskan pakan senilai Rp100.000 per hari. Dalam periode 30 hari, biaya pakannya menjadi:
Rp100.000 × 30 = Rp3.000.000 per bulan
Jangan hanya memasukkan pakan sebagai pengeluaran. Catatan biaya operasional sebaiknya juga mencakup kebutuhan lain yang benar-benar dikeluarkan selama periode perhitungan, antara lain:
- Pakan utama dan pakan tambahan
- Vitamin, mineral, atau suplemen
- Obat dan kebutuhan kesehatan ternak
- Air dan listrik
- Bahan pembersih kandang
- Transportasi pembelian pakan atau pengiriman telur
- Upah tenaga kerja
- Kemasan telur
- Biaya perawatan kandang
- Biaya lain yang berkaitan langsung dengan kegiatan produksi
Sebagai contoh sederhana, jika biaya pakan mencapai Rp3.000.000 per bulan, vitamin dan kebutuhan kesehatan Rp150.000, listrik serta air Rp100.000, transportasi Rp200.000, dan pengeluaran lain Rp150.000, total biaya operasional mencapai Rp3.600.000.
Nominal tersebut kembali hanya digunakan sebagai ilustrasi cara berhitung. Catatan biaya aktual milik peternaklah yang seharusnya digunakan ketika mengevaluasi keuntungan usaha.
Biaya Tetap dan Penyusutan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328641/original/046158500_1787203192-Model_kandang_bebek_dengan_area_air_mini_yang_bikin_sehat_dan_produktif_bertelur_desain_lorong_panjang_dengan_kolam_jalur_air.jpg)
Perbesar
Salah satu kesalahan ketika menghitung keuntungan ternak adalah hanya mencatat uang yang keluar setiap hari. Padahal, pembangunan kandang dan pembelian berbagai peralatan merupakan bagian dari modal usaha yang nilainya digunakan selama periode tertentu.
Contohnya adalah kandang, tempat pakan, tempat minum, wadah penyimpanan telur, pompa air, dan peralatan lainnya. Barang-barang tersebut memang tidak perlu dibeli setiap bulan, tetapi secara bertahap mengalami penurunan nilai atau membutuhkan penggantian.
Untuk pencatatan sederhana, penyusutan dapat dihitung dengan pendekatan:
Penyusutan per bulan = biaya pembelian aset ÷ perkiraan masa penggunaan dalam bulan
Misalnya, peralatan peternakan dibeli seharga Rp2.400.000 dan diperkirakan digunakan selama 24 bulan tanpa memasukkan nilai sisa. Beban penyusutan sederhananya menjadi:
Rp2.400.000 ÷ 24 = Rp100.000 per bulan
Cara tersebut membantu memberikan gambaran biaya usaha yang lebih lengkap. Tanpa memperhitungkan penyusutan, laba yang terlihat dalam catatan bisa lebih tinggi dibandingkan kondisi ekonomi usaha sebenarnya.
Modal pembelian bebek juga dapat diperlakukan secara terpisah dari biaya operasional rutin. Peternak sebaiknya memiliki pencatatan modal awal agar dapat mengetahui berapa lama keuntungan usaha diperlukan untuk menutup investasi yang telah dikeluarkan.
Cara Menghitung Keuntungan Ternak Bebek Petelur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3642619/original/089181100_1637732940-pexels-olia-danilevich-5466806.jpg)
Perbesar
Setelah seluruh pendapatan dan biaya tercatat, cara menghitung keuntungan ternak bebek petelur dapat dilakukan dengan menggunakan laba bersih sebagai indikator utamanya. Rumus sederhananya adalah:
Laba bersih = total pendapatan − total biaya
Total biaya dapat terdiri dari biaya operasional ditambah biaya tetap atau penyusutan yang dibebankan pada periode tersebut.
Kita dapat menggunakan contoh sebelumnya:
Pendapatan telur per bulan: Rp5.250.000
Kemudian diasumsikan terdapat biaya:
- Pakan: Rp3.000.000
- Vitamin dan kesehatan ternak: Rp150.000
- Air dan listrik: Rp100.000
- Transportasi: Rp200.000
- Pengeluaran operasional lainnya: Rp150.000
- Penyusutan peralatan: Rp100.000
Total biaya:
Rp3.000.000 + Rp150.000 + Rp100.000 + Rp200.000 + Rp150.000 + Rp100.000 = Rp3.700.000
Maka laba bersih ilustratifnya adalah:
Rp5.250.000 − Rp3.700.000 = Rp1.550.000 per bulan
Dari perhitungan tersebut terlihat bahwa omzet Rp5,25 juta tidak sama dengan keuntungan Rp5,25 juta. Setelah seluruh pengeluaran diperhitungkan, laba yang tersisa dalam contoh tersebut adalah Rp1,55 juta.
Perbedaan antara omzet dan laba ini sangat penting dipahami. Omzet menunjukkan nilai penjualan, sedangkan keuntungan menunjukkan uang yang tersisa setelah biaya usaha dikurangi.
Hitung Keuntungan per Ekor Bebek
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480274/original/022632600_1769051323-ilustrasi_peternakan_bebek__2_.jpg)
Perbesar
Mengetahui laba total saja terkadang belum cukup, terutama jika peternak ingin membandingkan efisiensi antara dua periode atau berencana menambah jumlah ternak. Salah satu ukuran sederhana yang dapat digunakan adalah keuntungan per ekor.
Rumusnya:
Keuntungan per ekor = laba bersih ÷ jumlah bebek yang dipelihara
Misalnya laba bersih dalam contoh sebelumnya sebesar Rp1.550.000 per bulan dan jumlah ternak sebanyak 100 ekor. Maka:
Rp1.550.000 ÷ 100 = Rp15.500 per ekor per bulan
Angka keuntungan per ekor memberikan sudut pandang berbeda dibandingkan sekadar melihat laba total. Sebuah peternakan dengan laba Rp3 juta belum tentu lebih efisien daripada peternakan dengan laba Rp2 juta apabila jumlah ternaknya berbeda jauh.
Perhitungan ini juga dapat digunakan untuk membuat simulasi ketika ingin memperbesar usaha. Namun, jangan langsung mengalikan keuntungan per ekor dengan jumlah ternak baru karena penambahan populasi dapat ikut meningkatkan kebutuhan kandang, tenaga kerja, air, peralatan, dan berbagai biaya lainnya.
Menghitung Persentase Keuntungan Usaha
Peternak juga dapat menghitung margin keuntungan untuk mengetahui seberapa besar laba yang diperoleh dibandingkan dengan nilai penjualan. Perhitungan ini berguna ketika ingin membandingkan kinerja usaha dari bulan ke bulan meskipun omzet berubah.
Rumus margin laba:
Margin laba = laba bersih ÷ pendapatan × 100%
Menggunakan ilustrasi sebelumnya:
Rp1.550.000 ÷ Rp5.250.000 × 100% = sekitar 29,5%
Artinya, dalam contoh tersebut, sekitar 29,5 persen dari nilai penjualan tersisa sebagai laba setelah biaya yang dihitung dikurangkan.
Margin keuntungan bisa berubah meskipun produksi telur relatif sama. Kenaikan harga pakan, berkurangnya produksi, perubahan harga jual telur, peningkatan biaya transportasi, atau adanya kebutuhan perawatan kandang dapat membuat laba menurun.
Karena itu, akan lebih berguna apabila peternak membandingkan margin selama beberapa periode daripada hanya melihat satu bulan. Dari sana dapat terlihat apakah efisiensi usaha membaik atau justru terus menurun.
Hitung Titik Impas atau Break-Even Point
Selain keuntungan, peternak dapat memperkirakan titik impas atau break-even point (BEP). Secara sederhana, titik impas menunjukkan kondisi ketika pendapatan yang diperoleh sama dengan biaya yang dikeluarkan sehingga usaha belum menghasilkan laba maupun kerugian.
Salah satu pendekatan praktis adalah menghitung berapa banyak telur yang perlu dijual untuk menutup biaya dalam periode tertentu:
BEP jumlah telur = total biaya ÷ harga jual telur per butir
Menggunakan ilustrasi biaya sebesar Rp3.700.000 dan harga jual Rp2.500 per butir:
Rp3.700.000 ÷ Rp2.500 = 1.480 butir telur
Artinya, berdasarkan contoh tersebut, peternakan harus menjual sekitar 1.480 butir telur dalam satu bulan untuk mencapai nilai penjualan yang setara dengan biaya yang dihitung.
Namun, rumus sederhana tersebut terutama berguna sebagai gambaran awal. Perhitungan BEP bisnis yang lebih rinci biasanya memisahkan biaya tetap dan biaya variabel karena sebagian pengeluaran akan berubah mengikuti volume produksi.
Dengan mengetahui titik impas, peternak mempunyai target minimum yang lebih jelas. Apabila produksi jauh berada di bawah kebutuhan untuk menutup biaya, persoalannya dapat dicari dari tingkat produksi, struktur biaya, harga jual, atau kombinasi beberapa faktor tersebut.
Buat Simulasi Sebelum Menambah Jumlah Bebek
Perhitungan keuntungan juga dapat digunakan sebelum modal tambahan dikeluarkan. Daripada langsung membeli puluhan atau ratusan ekor bebek, buat terlebih dahulu beberapa simulasi berdasarkan kondisi terbaik, normal, dan kurang menguntungkan.
Sebagai contoh, peternak dapat membuat tiga skenario berdasarkan perubahan jumlah telur yang berhasil dijual. Harga jual dan biaya pakan juga dapat dibuat dalam beberapa kemungkinan sehingga terlihat seberapa kuat usaha menghadapi perubahan kondisi.
Format sederhananya bisa seperti berikut:
Skenario optimistis
- Produksi telur meningkat
- Harga jual stabil atau lebih tinggi
- Biaya pakan terkendali
Skenario normal
- Produksi mengikuti pencatatan rata-rata usaha sendiri
- Harga telur tidak banyak berubah
- Pengeluaran sesuai anggaran
Skenario konservatif
- Produksi telur menurun
- Harga jual lebih rendah
- Biaya pakan atau operasional meningkat
Tidak diperlukan angka yang terlalu rumit. Tujuan simulasi adalah mengetahui apakah usaha masih mampu menutup pengeluaran ketika kondisi tidak berjalan sesuai rencana.
Jika bisnis hanya memberikan keuntungan ketika menggunakan asumsi paling optimistis, rencana ekspansi perlu dipertimbangkan lebih hati-hati. Sebaliknya, usaha yang tetap mampu menutup biaya dalam skenario konservatif mempunyai ruang yang lebih besar untuk menghadapi perubahan.
Catat Produksi Telur dan Pengeluaran Setiap Hari
Perhitungan keuntungan akan sulit akurat apabila angka yang digunakan hanya berdasarkan ingatan. Kebiasaan mencatat jumlah telur, pakan yang digunakan, telur yang terjual, harga jual, serta pengeluaran harian membuat evaluasi usaha jauh lebih mudah dilakukan.
Tidak harus menggunakan aplikasi akuntansi yang rumit. Buku catatan, spreadsheet sederhana, atau aplikasi pencatatan keuangan dapat digunakan selama data dicatat secara konsisten.
Beberapa informasi yang sebaiknya dicatat meliputi:
- Jumlah bebek yang dipelihara
- Jumlah telur yang diproduksi
- Jumlah telur yang berhasil dijual
- Harga jual telur
- Pemakaian dan biaya pakan
- Bebek yang sakit atau mati
- Biaya kesehatan ternak
- Pengeluaran listrik dan air
- Biaya tenaga kerja
- Biaya transportasi
- Pengeluaran tambahan lainnya
Data tersebut dapat direkap setiap minggu dan bulan. Setelah beberapa periode, catatan akan membantu melihat pola, misalnya kapan biaya pakan meningkat, kapan produksi turun, serta periode ketika keuntungan berada pada tingkat terbaik.
Bedakan Uang Usaha dengan Uang Pribadi
Kesalahan lain yang dapat membuat perhitungan keuntungan menjadi kabur adalah mencampurkan uang hasil penjualan telur dengan keuangan rumah tangga. Ketika uang usaha langsung digunakan untuk berbagai kebutuhan pribadi tanpa pencatatan, peternak akan kesulitan mengetahui berapa laba sebenarnya.
Cara paling sederhana adalah membuat kas khusus usaha. Seluruh hasil penjualan telur masuk ke kas tersebut, sedangkan pembelian pakan dan kebutuhan peternakan juga dikeluarkan dari sumber yang sama.
Apabila pemilik mengambil sebagian laba untuk kebutuhan pribadi, catat sebagai pengambilan pemilik, bukan biaya produksi. Dengan begitu, laporan usaha tetap menunjukkan apakah kegiatan peternakan menghasilkan keuntungan sebelum uang tersebut digunakan.
Pemisahan semacam ini menjadi semakin penting ketika skala peternakan bertambah. Catatan keuangan yang rapi membantu peternak mengetahui kebutuhan modal kerja, kemampuan membeli ternak baru, serta kemampuan usaha membiayai operasional bulan berikutnya.
Faktor yang Dapat Membuat Keuntungan Naik atau Turun
Hasil perhitungan keuntungan tidak selalu sama setiap bulan karena produksi peternakan dan kondisi pasar dapat berubah. Karena itu, angka laba perlu dibaca bersama faktor-faktor yang memengaruhinya.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain:
- Jumlah telur yang dihasilkan. Ketika jumlah telur yang dapat dijual turun sementara biaya pemeliharaan tetap berjalan, pendapatan dapat ikut berkurang.
- Harga jual telur. Selisih harga yang terlihat kecil per butir dapat memberikan dampak lebih besar ketika dikalikan dengan jumlah penjualan selama sebulan.
- Biaya pakan.Perubahan harga maupun jumlah pakan yang digunakan dapat memengaruhi total biaya operasional.
- Persentase telur yang berhasil dijual. Telur yang rusak, pecah, atau tidak terjual membuat jumlah produk yang menghasilkan pendapatan lebih kecil daripada total produksi.
- Kesehatan dan kondisi ternak. Gangguan kesehatan dapat menambah pengeluaran sekaligus memengaruhi produksi sehingga perlu ikut masuk dalam evaluasi usaha.
- Biaya distribusi. Penjualan kepada pembeli yang berbeda bisa membutuhkan ongkos transportasi, pengemasan, atau penanganan yang berbeda pula.
Karena banyaknya faktor tersebut, cara menghitung keuntungan ternak bebek petelur yang paling berguna adalah menggunakan data aktual dari peternakan sendiri. Data nyata membuat keputusan usaha lebih relevan dibandingkan menggunakan perkiraan keuntungan peternakan lain yang struktur biayanya belum tentu sama.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menghitung Keuntungan Ternak Bebek Petelur
1. Apakah omzet penjualan telur sama dengan keuntungan ternak bebek?
Tidak. Omzet merupakan seluruh nilai penjualan, sedangkan keuntungan adalah pendapatan yang tersisa setelah biaya usaha dikurangi.
2. Biaya apa saja yang harus dihitung dalam ternak bebek petelur?
Biaya dapat meliputi pakan, kesehatan ternak, tenaga kerja, air, listrik, transportasi, perawatan kandang, kemasan, serta penyusutan peralatan.
3. Bagaimana rumus sederhana menghitung laba ternak bebek petelur?
Rumus sederhananya adalah total pendapatan dikurangi seluruh biaya yang dikeluarkan dalam periode perhitungan.
4. Berapa ekor bebek petelur agar bisa untung?
Tidak ada jumlah yang otomatis menjamin keuntungan karena hasil usaha bergantung pada produksi telur, harga jual, biaya pakan, biaya operasional, dan efisiensi pengelolaan.
5. Kapan keuntungan ternak bebek sebaiknya dihitung?
Pencatatan sebaiknya dilakukan setiap hari, kemudian direkap secara mingguan dan bulanan agar perubahan pendapatan, biaya, dan laba lebih mudah dibandingkan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

11 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9331213/original/098579800_1787506421-WhatsApp_Image_2026-08-23_at_23.39.40-Thailand_juara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329603/original/026065100_1787285477-chAhLv07MkNqD1BMxvuqIj96Hkvl5s2no4ve84zk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9294015/original/011064100_1783773960-1000468926.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327273/original/057541200_1787090211-Foto_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331063/original/071889300_1787475786-9f21426e-4916-4a0c-b008-f12b368ecfceHL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331031/original/012365900_1787471182-46397103-51ad-41c9-b637-353cf48ad399.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329606/original/068708600_1787285481-Q3GSVm7WCY6aoSkSp1EcQRIHCZlvWRGRQQxFDW9R.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329605/original/012060500_1787285480-3EZZ8b0Xw0yKSYES3whYYVHLtxoU4Zeck68vW51Z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260438/original/055587800_1781593616-HL_ikan_nila.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9331132/original/084809100_1787485316-WhatsApp_Image_2026-08-23_at_18.27.53-Malaysia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331005/original/041619800_1787469226-c3867df9-0ecc-4a65-a166-bb883bea94fb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330921/original/036002700_1787461250-thomas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331006/original/093404400_1787469331-4d54e190-9535-4f58-8412-95264491dd00.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329608/original/093375700_1787285520-1000964543.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4800603/original/002466100_1712984425-pexels-krizjohn-rosales-761297.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9331049/original/087222300_1787473134-jordan-2-.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9331081/original/061168000_1787479638-WhatsApp_Image_2026-08-23_at_16.45.25.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331055/original/091324900_1787474834-Riswan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329607/original/091022700_1787285482-tJHwAoQm8LQlJ1kwCMCqwiHtRk2BiOHjIF3al8nd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330962/original/013333000_1787466400-Pohon_Jambu_Bol_Kerdil_di_Halaman_Rumah.jpeg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559170/original/057781900_1776523941-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565946/original/060695200_1777098813-lemos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5270828/original/086549500_1751442535-library_upload_21_2025_01_996x664_toca-1_3b9cc58.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5313554/original/014193100_1755011665-GyJ5c66aEAIeZPd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5567666/original/075634000_1777303637-20260427AA_Persija_Jakarta_vs_Persis_Solo-13_2.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5553217/original/014314300_1775916634-20260411BL_Persija_Vs_Persebaya___BRI_Super_League_-28.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4439357/original/023748200_1684915919-IMG_3716.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531415/original/071066900_1773586899-villa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582864/original/078653400_1778130434-7ad81446-6c8d-439a-b9fd-a7f4c5bd1008.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566651/original/058612900_1777206179-AP26116396136621.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406767/original/073611600_1762596719-runtukahu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569530/original/005470400_1777445507-Ternak_Ayam_Petelur_Skala_Rumahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566459/original/099990000_1777186387-Cara_Cepat_Bersihkan_Kulkas_Tanpa_Bongkar_Semua_Isi_dan_Tetap_Bersih_Maksimal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482712/original/018563100_1769240916-klok_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4482605/original/038108800_1687839159-356628882_649873363846025_1238592168932116034_n.jpg)