Cara Menanam Markisa Merambat di Tembok agar Tidak Rusak dan Berbuah Lebat

10 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam markisa merambat di tembok menjadi solusi menarik bagi Anda yang ingin menghadirkan tanaman produktif sekaligus estetis di area rumah. Tanaman markisa dikenal sebagai tanaman merambat yang tumbuh cepat dan mampu menutupi dinding dengan rapi jika diarahkan dengan benar.

Dengan teknik yang tepat, Anda bisa mendapatkan buah segar sekaligus tampilan hijau yang menyejukkan.

Selain mempercantik hunian, metode ini juga efisien untuk lahan sempit. Banyak orang mulai menerapkan cara menanam markisa di tembok karena tidak membutuhkan pekarangan luas. Dengan memanfaatkan dinding sebagai media rambat, pertumbuhan tanaman bisa lebih terarah dan mudah dirawat.

Ikuti petunjuk dari Liputan6.com, Jumat (27/03/2026) berikut jiika tertarik mulai menanam markisa.

1. Siapkan Benih Terbaik

Langkah awal dalam menanam markisa merambat di tembok adalah memilih benih berkualitas. Anda bisa menggunakan biji dari buah matang dengan diameter sekitar 5–8 cm atau membeli bibit siap tanam dengan tinggi 20–30 cm. Bibit sehat biasanya memiliki batang hijau segar dan tidak layu.

Secara biologis, benih berkualitas memiliki tingkat viabilitas tinggi, biasanya di atas 80 persen. How it works, ketika benih menyerap air, enzim di dalamnya aktif dan memicu pertumbuhan embrio menjadi akar dan tunas. Jika benih tidak sehat, proses ini bisa gagal atau tumbuh tidak optimal.

Untuk meningkatkan keberhasilan, rendam biji selama 12–24 jam sebelum disemai. Gunakan media semai dengan kedalaman sekitar 5 cm dan jaga kelembapan pada kisaran 60–70 persen agar proses perkecambahan berlangsung stabil.

2. Siapkan Penyangga untuk Menahan Pertumbuhan Markisa

Markisa membutuhkan struktur rambatan yang kuat. Dalam praktik menanam markisa di dinding rumah, Anda bisa membuat penyangga dari pipa PVC, kawat, atau bambu dengan tinggi 2–2,5 meter dan lebar mengikuti area tembok.

Penyangga sebaiknya memiliki jarak antar rangka sekitar 20–30 cm. How it works, sulur markisa akan melilit struktur ini untuk naik ke atas dan mencari cahaya. Dengan jarak yang ideal, tanaman mendapatkan ruang tumbuh tanpa saling menumpuk, sehingga fotosintesis berjalan optimal.

Pastikan penyangga mampu menahan beban hingga 10–15 kg karena tanaman akan semakin berat saat berbuah. Gunakan pengikat tambahan agar struktur tetap stabil saat terkena angin.

3. Siapkan Media Tanam yang Subur

Media tanam berperan penting dalam cara menanam markisa merambat di tembok. Gunakan campuran tanah, kompos, dan pasir dengan perbandingan 1:1:1. Volume media minimal 20–30 liter per tanaman agar akar memiliki ruang cukup untuk berkembang.

Secara ilmiah, akar membutuhkan pori tanah untuk menyerap oksigen. How it works, struktur tanah yang gembur meningkatkan aerasi sehingga akar bisa bernapas dan menyerap nutrisi secara maksimal. Kompos juga menyediakan unsur hara seperti nitrogen sekitar 1–2 persen yang penting untuk pertumbuhan daun.

Jika menggunakan pot, pilih diameter minimal 40 cm dengan lubang drainase 3–5 titik. Hal ini mencegah air menggenang yang dapat menyebabkan akar membusuk.

4. Proses Penanaman dan Pengarahan Rambat

Bibit yang sudah mencapai tinggi 25–30 cm bisa dipindahkan ke lokasi tanam. Tanam dengan kedalaman sekitar 10–15 cm dan jarak dari tembok sekitar 30–50 cm agar akar tidak terlalu terhimpit.

Dalam teknik menanam markisa agar merambat di tembok, pengarahan batang sangat penting. How it works, batang muda memiliki sifat fleksibel dan akan mengikuti arah yang diberikan. Jika diarahkan sejak awal, pertumbuhan akan lebih teratur dan merata di permukaan tembok.

Gunakan tali rafia atau kain dengan jarak ikatan setiap 15–20 cm. Ikatan tidak boleh terlalu kencang agar tidak menghambat aliran nutrisi dalam batang.

5. Perawatan Rutin untuk Pertumbuhan Optimal

Perawatan rutin meliputi penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan. Penyiraman ideal dilakukan 1–2 kali sehari dengan volume sekitar 500–700 ml per tanaman, tergantung kondisi cuaca.

Tanaman markisa membutuhkan pupuk setiap 2–3 minggu sekali. How it works, unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium bekerja dalam siklus metabolisme tanaman untuk membentuk daun, bunga, dan buah. Kekurangan nutrisi dapat menurunkan produktivitas hingga 30 persen.

Pemangkasan dilakukan setiap 1–2 bulan untuk membuang cabang yang tidak produktif. Hal ini membantu distribusi energi ke bagian tanaman yang lebih potensial menghasilkan buah.

6. Panen Buah Markisa

Markisa mulai berbuah dalam waktu sekitar 6–9 bulan setelah tanam. Dalam satu tanaman, produksi bisa mencapai 20–50 buah per musim jika perawatan optimal.

Proses pematangan terjadi ketika kandungan gula meningkat hingga 10–15 persen. How it works, hasil fotosintesis dari daun dialirkan ke buah sehingga rasa menjadi lebih manis dan aromanya kuat.

Panen dilakukan saat buah berubah warna dan mulai jatuh sendiri. Frekuensi panen bisa 2–3 kali per minggu untuk menjaga kualitas buah tetap segar.

FAQ

Berapa jarak ideal antara tanaman markisa dan tembok?

Jarak ideal berkisar antara 30–50 cm dari tembok. Ini memberikan ruang bagi akar untuk berkembang dan mencegah kelembapan berlebih di dinding. 

Seberapa kuat penyangga yang dibutuhkan?

Penyangga harus mampu menahan beban hingga 10–15 kg. Hal ini karena tanaman akan semakin berat saat berbuah. Gunakan bahan yang kokoh seperti pipa PVC atau besi ringan. Pastikan juga pemasangan stabil agar tidak mudah roboh.

Berapa sering markisa harus disiram?

Penyiraman dilakukan 1–2 kali sehari tergantung cuaca. Volume air sekitar 500–700 ml per tanaman sudah cukup. Saat musim hujan, frekuensi bisa dikurangi.

Kapan waktu terbaik untuk panen markisa?

Panen dilakukan saat buah berubah warna dan matang sempurna. Biasanya terjadi 6–9 bulan setelah tanam. Buah yang jatuh sendiri menandakan tingkat kematangan optimal. Rasa buah pada kondisi ini cenderung lebih manis dan segar.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|