Liputan6.com, Jakarta - Pakcoy, atau sawi sendok, merupakan salah satu jenis sayuran daun yang populer dan memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandingkan sawi biasa di pasaran. Banyak orang menghadapi kendala seperti lahan terbatas, kondisi tanah yang kurang subur, atau keinginan untuk menghasilkan sayuran yang lebih bersih dan bebas pestisida.
Solusi inovatif untuk mengatasi tantangan ini adalah dengan memanfaatkan paralon bekas sebagai instalasi hidroponik. Metode ini memungkinkan Anda untuk menanam pakcoy di ruang terbatas dengan hasil yang optimal, serta menjamin sayuran yang lebih bersih dan bebas pestisida.
Dengan nutrisi yang tepat, seperti AB Mix, dan penyinaran matahari langsung minimal 6 jam sehari, pakcoy dapat tumbuh subur dan siap panen hanya dalam waktu 30 hingga 45 hari. Cara menanam pakcoy hidroponik di paralon bekas supaya daun besar dan renyah ternyata tidak sulit, bahkan bisa dilakukan tanpa pompa listrik. Jadi simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (22/5/2026).
1. Siapkan Bahan & Alat
Untuk memulai budidaya pakcoy hidroponik di paralon bekas, persiapan bahan dan alat yang tepat adalah kunci keberhasilan. Memastikan semua komponen tersedia sebelum memulai proses penanaman akan sangat membantu kelancaran proses.
Bahan utama yang dibutuhkan meliputi paralon bekas berdiameter 2,5 hingga 3 inci, penutup pipa (end cap) untuk kedua ujung paralon, netpot atau gelas bekas air mineral yang sudah dimodifikasi, rockwool sebagai media semai, benih pakcoy, dan nutrisi khusus hidroponik AB Mix Sayuran. Rockwool dapat diganti dengan busa atau spons sebagai alternatif media semai.
Sementara itu, alat-alat yang diperlukan antara lain bor hole saw untuk melubangi paralon, gergaji untuk memotong paralon, serta TDS meter dan pH meter yang bersifat opsional namun sangat direkomendasikan untuk memantau kualitas air nutrisi. Penggunaan alat-alat ini akan mendukung keberhasilan cara menanam pakcoy hidroponik di paralon bekas.
2. Buat Instalasi Paralon
Pembuatan instalasi paralon yang tepat akan mendukung pertumbuhan pakcoy secara maksimal. Desain instalasi harus mempertimbangkan sirkulasi nutrisi dan ruang tumbuh bagi tanaman agar pakcoy dapat berkembang dengan baik.
Langkah pertama adalah melubangi paralon menggunakan hole saw dengan jarak antar lubang sekitar 15 hingga 20 cm. Jarak ini penting agar daun pakcoy bisa mekar lebar dan tidak berdesakan satu sama lain, sehingga mendapatkan sinar matahari yang cukup. Setelah itu, pasang end cap (penutup pipa) di kedua ujung paralon untuk mencegah air nutrisi keluar.
Untuk rangka penyangga, Anda bisa menggunakan beberapa batang baja ringan atau kayu bekas sebagai rak paralon. Ada dua sistem hidroponik utama yang bisa dipilih: sistem pompa (NFT/DFT) yang menggunakan pompa akuarium untuk mensirkulasi air dari tandon bawah ke paralon, atau sistem tanpa pompa (Kratky) di mana air nutrisi digenangi di dalam paralon, yang cocok untuk pemula dan lebih hemat listrik.
3. Semai Benih Pakcoy
Penyemaian benih adalah tahap awal yang krusial untuk mendapatkan bibit pakcoy yang sehat dan kuat. Pemilihan media semai dan penanganan benih yang benar akan mempengaruhi tingkat keberhasilan pertumbuhan pakcoy.
Sebagai media semai, gunakan rockwool yang dipotong kecil-kecil, sekitar 2x2 cm. Basahi rockwool tersebut, lalu buat lubang kecil di bagian tengahnya. Masukkan satu benih pakcoy ke dalam setiap lubang rockwool yang sudah disiapkan.
Untuk proses perkecambahan, simpan rockwool yang sudah disemai di tempat gelap selama satu hari hingga benih berkecambah. Setelah berkecambah, segera kenalkan bibit ke sinar matahari pagi agar tidak tumbuh kurus dan tinggi (kutilang). Bibit siap dipindah tanam ketika sudah memiliki 3 hingga 4 helai daun sejati, biasanya sekitar 7 hingga 10 hari setelah semai.
4. Pindah Tanam ke Paralon
Setelah bibit pakcoy cukup umur, langkah selanjutnya adalah memindahkannya ke instalasi paralon. Proses ini harus dilakukan dengan hati-hati agar bibit tidak stres dan dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya, mendukung cara menanam pakcoy hidroponik di paralon bekas yang sukses.
Persiapkan netpot dengan memasukkan rockwool berisi bibit pakcoy ke dalamnya. Jika menggunakan gelas bekas air mineral, pastikan sudah diberi lubang kecil di bagian bawah dan sumbu flanel agar air nutrisi dapat terserap. Kemudian, masukkan netpot ke dalam lubang tanam pada paralon.
Pengaturan air nutrisi berbeda tergantung sistem yang digunakan. Untuk sistem pompa, pastikan air nutrisi mengalir dan menyentuh dasar netpot. Sementara untuk sistem Kratky (tanpa pompa), atur ketinggian air nutrisi agar menyentuh bagian bawah netpot saat pertama kali tanam, dan akar akan tumbuh mengikuti permukaan air yang menurun seiring waktu. Takaran nutrisi AB Mix yang umum digunakan adalah 5 ml A ditambah 5 ml B untuk setiap 1 liter air baku, atau setara dengan 1000–1200 ppm, dan kepekatannya dapat ditingkatkan secara bertahap seiring pertumbuhan tanaman.
5. Perawatan Harian
Perawatan harian yang konsisten sangat penting untuk memastikan pakcoy tumbuh sehat, besar, dan renyah. Perhatian terhadap faktor lingkungan dan kesehatan tanaman akan membuahkan hasil yang optimal dalam cara menanam pakcoy hidroponik di paralon bekas ini.
Pastikan tanaman mendapatkan minimal 6 jam sinar matahari langsung per hari. Selain itu, jaga tingkat keasaman air (pH) di angka 5,5 hingga 6,5 agar nutrisi dapat terserap sempurna oleh akar tanaman.
Lakukan pengecekan hama secara rutin, terutama di bagian bawah daun. Hama umum yang menyerang pakcoy adalah leafminer (larva lalat buah), yang ditandai dengan garis putih seperti peta pada daun. Segera buang daun yang terserang untuk mencegah penyebaran. Periksa juga kondisi akar; akar yang putih bersih menandakan tanaman sehat, sedangkan akar cokelat atau berlendir bisa menjadi tanda kebusukan.
6. Panen
Momen panen adalah puncak dari seluruh upaya budidaya pakcoy hidroponik Anda. Memanen pada waktu yang tepat akan menghasilkan pakcoy dengan kualitas terbaik, yaitu daun yang besar dan renyah.
Waktu panen pakcoy hidroponik bervariasi tergantung pada ukuran yang diinginkan. Untuk baby pakcoy, biasanya siap dipanen sekitar 30 hari setelah pindah tanam. Sedangkan untuk pakcoy dewasa, waktu panen ideal adalah 40 hingga 45 hari setelah semai.
Waktu terbaik untuk memanen pakcoy adalah pada pagi atau sore hari. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan daun yang paling renyah dan segar. Anda bisa memanen dengan mencabut seluruh tanaman atau memotong bagian pangkal batang, meskipun metode potong pangkal untuk panen berulang tidak selalu berhasil pada pakcoy.
Tips Agar Daun Pakcoy Besar & Renyah
Untuk mendapatkan daun pakcoy yang besar, tebal, dan renyah dari sistem hidroponik paralon bekas, ada beberapa tips penting yang perlu Anda perhatikan. Kunci utamanya terletak pada kombinasi faktor lingkungan dan nutrisi yang optimal.
Pertama, perhatikan jarak tanam ideal. Pastikan ada minimal 15–20 cm antar lubang tanam. Jarak yang cukup ini akan mencegah daun pakcoy saling tumpang tindih, memastikan setiap tanaman mendapatkan ruang yang cukup untuk tumbuh dan menerima sinar matahari secara merata.
Kedua, gunakan nutrisi yang tepat guna. Selalu gunakan AB Mix khusus untuk sayuran daun, bukan untuk buah. Nutrisi ini diformulasikan untuk mendukung pertumbuhan vegetatif yang kuat, menghasilkan daun yang lebar dan tebal, sesuai tujuan cara menanam pakcoy hidroponik di paralon bekas.
Ketiga, pastikan pakcoy mendapatkan cukup sinar matahari. Idealnya, tanaman membutuhkan 6–8 jam sinar matahari langsung setiap hari. Jika paparan sinar matahari alami kurang, pertimbangkan untuk menambahkan lampu growlight LED dengan spektrum merah-biru selama minimal 12 jam sehari.
Keempat, hindari paparan hujan langsung. Meskipun pakcoy tahan hujan, melindungi tanaman dengan atap plastik transparan atau paranet 50% dapat membantu menjaga konsistensi nutrisi dan mencegah kerusakan fisik pada daun.
Kelima, jangan menanam terlalu rapat. Idealnya, satu lubang tanam hanya diisi dengan satu bibit pakcoy. Penanaman ganda atau terlalu banyak bibit dalam satu lubang akan menyebabkan kompetisi nutrisi dan cahaya, sehingga menghasilkan daun yang kecil dan kurang optimal.
Keenam, panenlah pada waktu yang tepat. Jangan biarkan pakcoy terlalu tua karena batangnya bisa menjadi keras dan daunnya terasa pahit. Panen saat daun masih muda dan segar akan memberikan tekstur yang paling renyah.
Dengan menerapkan tips-tips ini secara konsisten, Anda akan meningkatkan peluang untuk menghasilkan pakcoy hidroponik dengan daun yang besar, tebal, dan renyah, siap untuk dinikmati di rumah.
Pertanyaan Seputar Cara Menanam Pakcoy
Q: Apakah paralon bekas aman untuk hidroponik?
A: Ya, paralon bekas aman untuk hidroponik asalkan dicuci bersih dari sisa lem, minyak, atau kotoran. Paralon PVC bekas aman karena tidak bereaksi dengan nutrisi AB Mix.
Q: Berapa PPM nutrisi untuk pakcoy hidroponik?
A: Kebutuhan nutrisi untuk pakcoy berkisar antara 1000–1200 ppm. Pada minggu pertama setelah pindah tanam, Anda bisa memulai dengan 600–800 ppm, lalu dinaikkan secara bertahap seiring pertumbuhan tanaman.
Q: Bisakah menanam pakcoy hidroponik tanpa pompa?
A: Bisa. Anda dapat menggunakan sistem Kratky, di mana air nutrisi digenangi di dalam paralon tanpa sirkulasi pompa. Pastikan ketinggian air nutrisi menyentuh akar bagian bawah saat awal tanam.
Q: Mengapa daun pakcoy saya kecil-kecil?
A: Daun pakcoy yang kecil-kecil kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor. Ini bisa karena jarak tanam terlalu rapat, nutrisi yang kurang (ppm terlalu rendah), sinar matahari yang tidak mencukupi, atau pH air yang tidak sesuai (ideal 5,5–6,5).
Q: Bagaimana cara mengatasi hama leafminer pada pakcoy hidroponik?
A: Untuk mengatasi hama leafminer, segera buang daun pakcoy yang terserang. Jika serangan parah, Anda bisa menggunakan perangkap kuning atau menyemprotkan pestisida organik seperti ekstrak daun pepaya atau bawang putih.

1 week ago
17
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7426998/original/091167900_1780204185-12569351406163426630.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7426037/original/000581100_1780203193-sirkulasi_angin_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7426061/original/054327000_1780203198-4905252162272708791.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7425324/original/018117000_1780202603-desain_rumah_kecil_semi_kayu_yang_hemat_biaya_namun_tetap_menawan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7423184/original/073623100_1780200365-5231383419982115563.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7423542/original/009273000_1780200793-galon_kandang_ayam.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7336618/original/055797600_1780120424-20260530_105918.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3467247/original/065831600_1622184466-hand-drawn-pancasila-day-illustration_23-2148926556.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382087/original/055220000_1760528668-Screenshot_2025-10-15_184230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4371315/original/023919400_1679730830-20230324BL_BRI_Liga_1_2022-2023_Persib_Bandung_vs_Bhayangkara_FC_31.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7418800/original/094347000_1780196574-timun_rak_bekas_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7265619/original/008675700_1780051544-ChatGPT_Image_May_29__2026__05_44_26_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7339649/original/083452800_1780123190-20260530_105743.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4433382/original/015390100_1684481529-7421948.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7417398/original/086212500_1780195005-LOGO_HARI_LAHIR_PANCASILA_2026_REVISED-04.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7238602/original/030350800_1780023159-Screenshot_2026-05-29_094215.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7240605/original/055243500_1780025562-Caption_Hari_Pancasila_2026_Penuh_Makna.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522175/original/069914600_1772723013-IMG-20260305-WA0074.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1205209/original/090598600_1460793334-_20151024NH_Jajang_Sukmara_02.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495693/original/051356400_1770394579-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_10.19.48_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5290596/original/029365500_1753150307-unnamed__88_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463879/original/035379600_1767673067-Jualan_es_buah_di_bulan_Ramadhan__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491533/original/041240700_1770098853-roti_tawar.jpg)