Liputan6.com, Jakarta - Menanam sayuran di rumah kini makin populer, salah satunya pare. Dengan mengetahui cara menanam pare di pot, Anda bisa memanfaatkan ruang terbatas seperti balkon atau teras untuk menanam sayuran segar.
Pemilihan pot, media tanam subur, dan pencahayaan yang tepat menjadi kunci sukses. Cara menanam pare di pot yang benar membuat tanaman sehat, batang kuat, dan buah mudah dipanen.
Selain praktis, metode ini memudahkan perawatan dan panen. Dengan menerapkan cara menanam pare di pot, tanaman tetap subur, bebas penyakit, dan siap dinikmati kapan saja.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara menanam pare di pot, Senin (5/1/2026).
Alat dan Bahan untuk Menanam Pare di Pot
Mengutip buku berjudul Taman Sayur oleh Ida Nuriela, Yati S, Yuyu Yulia, menanam sayuran di pot memiliki beberapa keuntungan yaitu pot mudah dipindahkan sesuai dengan kebutuhan estetika dan paparan sinar matahari sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik, hasil panen dapat membantu memenuhi kebutuhan sayuran sehari-hari, terutama bagi rumah yang lokasinya jauh dari pasar atau tempat penjualan sayur, dan kegiatan menanam di pot juga dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan sejak dini untuk mengenal berbagai jenis sayuran.
Masih mengutip buku yang sama, media tanam untuk menanam sayuran harus mengandung unsur mineral dan bahan organik. Oleh sebab itu, media tanam perlu disiapkan dengan baik agar memiliki unsur hara yang dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan tanaman.
Saat menanam sayuran di dalam pot, sebaiknya jangan menggunakan tanah murni 100%. Tanah saja cenderung padat dan berat, serta bisa memiliki tingkat keasaman yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Kondisi tersebut juga sering menjadi tempat berkembangnya patogen tanah dan biji gulma.
Berikut ini alat dan bahan untuk menanam pare:
1. Pemilihan Pot
Gunakan pot berukuran besar dan dalam, minimal diameter 30 cm dan kedalaman 30–40 cm agar akar pare dapat tumbuh kuat. Pastikan pot memiliki lubang drainase di bagian bawah untuk mencegah genangan air yang bisa merusak akar. Pot bisa terbuat dari plastik tebal atau drum bekas yang telah dilubangi.
2. Media Tanam
Media tanam yang subur dan gembur sangat penting untuk pertumbuhan pare. Campuran ideal adalah tanah, pupuk kandang yang telah difermentasi, dan sekam bakar atau mentah dengan perbandingan 1:1:1.
Alternatif lain adalah campuran tanah gembur, pupuk kompos, dan sekam padi dengan perbandingan 2:1:1, atau tanah dicampur kompos 3:1. Biarkan media tanam stabil selama 5–7 hari sebelum digunakan dan tambahkan kapur dolomit jika tanah terlalu asam.
3. Pemilihan Benih
Pilih benih pare yang berkualitas, sehat, bebas hama atau penyakit, dan memiliki daya tumbuh tinggi. Benih bisa diperoleh dari toko pertanian atau dari buah pare matang yang dikeringkan.
4. Penopang Tanaman
Karena pare adalah tanaman merambat, siapkan turus atau penopang dari bambu, kawat, atau tali rafia agar batang dapat merambat dengan baik dan tumbuh optimal.
5. Peralatan Tambahan
Siapkan air untuk penyiraman serta sekop kecil atau cetok untuk memudahkan proses menanam dan mengatur media tanam agar semuanya lebih praktis.
Langkah-Langkah Proses Penanaman Pare di Pot
Mengutip buku berjudul Budidaya Tanaman Obat di Indonesia (2021) oleh Tsamrotul Ilmi, budidaya tanaman pare tergolong mudah dilakukan. Tanaman ini dapat ditanam di pekarangan rumah maupun di lahan yang luas. Adapun langkah-langkah menanam pare adalah sebagai berikut:
1. Pilih biji pare yang berkualitas
Gunakan biji pare sehat, bebas hama dan penyakit, serta berasal dari buah pare yang sudah tua atau dari toko pertanian terpercaya. Biji yang berkualitas akan memperbesar kemungkinan tumbuhnya tanaman yang kuat dan produktif.
2. Siapkan wadah tanam
Gunakan pot, polybag, atau wadah lain yang cukup besar untuk menampung akar. Pastikan wadah memiliki lubang drainase di bagian bawah agar air tidak menggenang dan merusak akar.
3. Masukkan pupuk ke media tanam
Tambahkan pupuk humus atau pupuk kandang yang sudah difermentasi ke dalam media tanah. Campuran ini akan membuat tanah subur, gembur, dan kaya nutrisi, sehingga mendukung pertumbuhan tanaman pare.
4. Tanam biji pare
Buat lubang tanam sedalam 2–3 cm di media yang sudah disiapkan. Masukkan satu biji pare ke setiap lubang, lalu tutup dengan tanah secara perlahan. Jangan menanam lebih dari satu biji per pot agar pertumbuhan akar dan batang optimal.
5. Penyiraman rutin
Sirami tanaman secukupnya untuk menjaga kelembapan media. Hindari terlalu banyak air karena dapat menyebabkan akar busuk. Siram secara rutin terutama saat cuaca panas atau tanah mulai kering.
6. Perawatan hingga panen
Tempatkan pot di lokasi yang mendapat sinar matahari cukup, minimal 6 jam sehari. Pantau pertumbuhan tanaman, pastikan merambat dengan baik jika diberi penopang, dan tunggu hingga pare matang sebelum dipanen untuk mendapatkan hasil terbaik.
Waktu dan Cara Panen Pare
Berikut ini waktu dan cara panen pare:
1. Masa Panen Pare
Pare biasanya mulai berbuah 2–3 bulan setelah tanam. Waktu panen yang ideal adalah saat buah masih hijau, agak pucat, dan berukuran sekitar 3–6 inci, tergantung varietas. Memanen pare saat muda memastikan tekstur tetap renyah, rasa pahit lebih rendah, dan buah lebih disukai untuk konsumsi.
2. Teknik Panen
Gunakan pisau atau gunting tajam untuk memotong buah dari tangkai tanpa merusak tanaman. Panen dilakukan secepat mungkin sebelum buah matang sepenuhnya untuk menjaga kualitas rasa dan tekstur. Memetik buah muda juga mendorong tanaman untuk terus berproduksi.
3. Panen Berulang dan Persiapan Masak
Setelah panen pertama, tanaman masih dapat dipanen kembali sekitar 3 bulan kemudian, menunjukkan produktivitas berkelanjutan. Untuk mengurangi rasa pahit, irisan pare dapat direndam dalam air garam 15–30 menit, kemudian dibilas dengan air bersih. Pare siap diolah menjadi berbagai hidangan sehat dan lezat.
Q & A Seputar Topik
Apakah tanaman pare bisa ditanam dalam pot?
Ya, tanaman pare sangat cocok ditanam dalam pot terutama untuk lahan terbatas. Gunakan pot berukuran besar dengan diameter minimal 40 cm dan kedalaman 40 cm, pastikan memiliki lubang drainase yang baik, dan isi dengan media tanam campuran tanah, kompos, dan sekam bakar.
Pupuk apa yang bagus untuk tanaman pare?
Tanaman pare membutuhkan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang yang sudah matang sebagai pupuk dasar. Untuk pupuk susulan, gunakan pupuk NPK dengan dosis 5-10 gram per tanaman setiap 2 minggu sekali atau pupuk organik cair yang diencerkan sesuai anjuran.
Bagaimana cara mengatasi buah pare yang pahit?
Rasa pahit pada pare adalah karakteristik alami. Untuk mengurangi rasa pahit, panen pare saat masih muda dan berwarna hijau cerah. Sebelum dimasak, rendam irisan pare dalam air garam selama 15-30 menit kemudian bilas dengan air bersih.

1 day ago
23
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455659/original/004422000_1766723384-Desain_Teras_Sederhana_Tanpa_Terlihat_Sempit__Cocok_untuk_Santai_Sambil_Ngeteh_di_Rumah_Model_Teras_dengan_Lantai_Keramik_Dingin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460394/original/001974700_1767248776-Lakukan_Perawatan_Rutin___Pantau_Perilaku_Ikan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464982/original/077886900_1767756157-rumah_tanpa_pagar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465242/original/081309400_1767762336-tutup_nasi7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464969/original/008578100_1767755732-kandang_ayam_anti_bau_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464968/original/016879100_1767755700-Gemini_Generated_Image_hilnz3hilnz3hiln.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458635/original/039673400_1767085708-Ide_Jualan_Takjil_Bulan_Puasa_2026_yang_Paling_Laris_Es_Buah_Segar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465106/original/011990100_1767759193-cincin_tunangan1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464891/original/058811700_1767753850-Penyebab_Bau_Apek_di_Rumah_yang_Bukan_dari_Sampah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465060/original/053786600_1767757822-Membersihkan_Nat_Keramik_yang_Menghitam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464885/original/021242200_1767753466-kandang_bebek_anti_hujan_4a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464948/original/013494500_1767755381-253bc926-7bd1-47bd-975a-dd759cddf095.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464863/original/089342600_1767752256-unnamed__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437451/original/014334700_1765253535-Ide_Jualan____Receh____tapi_Banyak_Dicari_dan_Cepat_Laris_di_Dalam_Gang_Usaha_Camilan_dan_Jajanan_Ringan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4319270/original/062686100_1675950105-WhatsApp_Image_2023-02-09_at_20.24.28.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4317754/original/028876200_1675852194-TV_Panasonic_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464855/original/057151700_1767750985-BabySafe_Digital_Slow_Cooker_1_5_L_babysafe_coid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464930/original/092456600_1767754315-Model_Gamis_Terbaru_Anak_Remaja_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464849/original/012469300_1767750711-Model_Roster_yang_Kurang_Cocok_untuk_Rumah_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4772480/original/082625300_1710408770-front-view-brown-wooden-desk_140725-79250.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346547/original/050266700_1757611715-1000212638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345226/original/041083400_1757522822-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_21.04.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348384/original/003877900_1757825996-b7f6d9ca-e00f-4e00-9787-25786983c949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342863/original/048679300_1757402585-Andrew_Patrick_Jung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352977/original/026381200_1758162791-FOTO_ASLI__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358973/original/097683800_1758617071-Gemini_Generated_Image_182xmm182xmm182x.jpg)