Cara Mencuci Pakaian Agar Tidak Bau Apek, Tetap Segar Lebih Lama

6 days ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Bau apek pada pakaian sering menjadi masalah, terutama saat cuaca lembap atau ketika pakaian tidak kering sempurna. Meski sudah dicuci dan diberi pewangi, aroma tidak sedap tetap bisa muncul jika cara mencuci atau menjemurnya kurang tepat. Kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan dan bisa membuat pakaian terasa kurang bersih saat dipakai.

Agar pakaian tetap segar lebih lama, diperlukan teknik mencuci yang benar, mulai dari pemilihan deterjen, cara perendaman, hingga proses pengeringan. Dengan langkah yang tepat, bau apek bisa dicegah sejak awal tanpa harus mencuci ulang. Artikel ini akan membahas cara mencuci pakaian agar tidak bau apek sehingga pakaian bersih, wangi, dan nyaman digunakan setiap hari.

1. Jangan Menunda Mencuci Pakaian Kotor

Pakaian yang sudah basah oleh keringat atau air hujan sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di keranjang. Kelembapan pada kain menjadi tempat ideal bagi bakteri dan jamur berkembang, yang akhirnya menimbulkan bau apek meski pakaian sudah dicuci. Semakin lama pakaian dibiarkan menumpuk, semakin besar risiko bau tidak sedap menempel pada serat kain.

Jika belum sempat mencuci, pastikan pakaian dikeringkan terlebih dahulu dengan cara diangin-anginkan. Hindari menyimpan pakaian lembap dalam keadaan tertutup rapat. Kebiasaan sederhana ini sangat membantu mencegah bau apek sebelum proses pencucian dimulai.

2. Gunakan Deterjen Secukupnya dan Sesuai Kebutuhan

Banyak orang mengira semakin banyak deterjen maka pakaian akan semakin bersih dan wangi. Padahal, penggunaan deterjen berlebihan justru bisa meninggalkan residu di serat kain. Residu ini dapat menjebak kotoran dan bakteri sehingga pakaian mudah bau apek setelah kering.

Gunakan deterjen sesuai takaran dan tingkat kekotoran pakaian. Untuk pakaian yang sangat kotor atau berbau, pilih deterjen dengan formula antibakteri. Deterjen yang tepat akan membersihkan serat kain secara menyeluruh tanpa meninggalkan sisa yang memicu bau.

3. Rendam Pakaian dengan Benar, Jangan Terlalu Lama

Merendam pakaian memang membantu mengangkat kotoran dan bau, tetapi jika dilakukan terlalu lama justru bisa menimbulkan bau apek baru. Perendaman yang terlalu lama, terutama lebih dari 30 menit, dapat membuat bakteri berkembang di air rendaman.

Idealnya, rendam pakaian selama 10–20 menit saja, lalu segera cuci hingga bersih. Jika ingin hasil lebih maksimal, tambahkan sedikit baking soda atau cuka putih untuk membantu menetralisir bau tanpa merusak kain.

4. Pastikan Proses Pembilasan Benar-Benar Bersih

Sisa deterjen yang tidak terbilas sempurna menjadi salah satu penyebab utama pakaian bau apek. Deterjen yang tertinggal akan mengikat kelembapan dan menjadi tempat berkembangnya bakteri. Karena itu, proses pembilasan sama pentingnya dengan pencucian itu sendiri.

Bilas pakaian hingga air benar-benar jernih dan tidak berbusa. Jika mencuci dengan mesin, gunakan mode bilas tambahan bila perlu, terutama untuk pakaian tebal seperti handuk dan jaket.

5. Peras dan Keringkan Pakaian dengan Maksimal

Pakaian yang masih terlalu basah saat dijemur membutuhkan waktu lama untuk kering, sehingga berisiko menimbulkan bau apek. Pastikan pakaian diperas atau diputar dengan baik sebelum dijemur agar kadar airnya berkurang secara signifikan.

Semakin cepat pakaian kering, semakin kecil peluang bau apek muncul. Untuk hasil terbaik, jemur pakaian di tempat dengan sirkulasi udara baik meskipun tanpa sinar matahari langsung.

6. Jemur di Tempat dengan Sirkulasi Udara Baik

Sinar matahari memang membantu membunuh bakteri, tetapi jika tidak memungkinkan, sirkulasi udara yang baik tetap menjadi kunci utama. Menjemur pakaian di ruangan tertutup tanpa aliran udara akan membuat proses pengeringan lambat dan memicu bau apek.

Gunakan kipas angin atau buka jendela agar udara mengalir. Pastikan pakaian tidak saling menumpuk saat dijemur agar udara bisa masuk ke seluruh permukaan kain.

7. Simpan Pakaian dalam Keadaan Benar-Benar Kering

Menyimpan pakaian yang masih sedikit lembap akan membuat bau apek muncul kembali meski sebelumnya sudah wangi. Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum dilipat dan dimasukkan ke lemari.

Gunakan pewangi lemari, silica gel, atau arang aktif untuk menjaga lemari tetap kering dan bebas bau. Lemari yang bersih dan kering akan membantu pakaian tetap segar lebih lama setelah dicuci.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Kenapa pakaian cepat bau apek meski sudah dicuci?

Biasanya karena pakaian masih lembap saat disimpan atau residu deterjen menempel di serat kain.

2. Apakah semua deterjen bisa mencegah bau apek?

Tidak. Pilih deterjen dengan formula antibakteri atau campuran baking soda untuk hasil lebih efektif.

3. Berapa lama pakaian sebaiknya direndam?

Idealnya 10–20 menit saja; terlalu lama bisa membuat bakteri berkembang.

4. Apakah menjemur di dalam rumah bisa membuat pakaian tetap segar?

Bisa, asalkan ruangan memiliki sirkulasi udara baik agar pakaian cepat kering.

5. Bagaimana cara menyimpan pakaian agar tetap wangi?

Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum dilipat, dan gunakan pewangi lemari atau silica gel untuk menjaga kesegaran.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|