:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350310/original/036737900_1789610963-5b04aa10-4451-4572-86b7-7986a38ac1a5.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Handuk yang berubah kaku dan kasar setelah beberapa kali dicuci memang menyebalkan, apalagi saat berharap sensasi lembut seperti waktu baru dibeli. Kabar baiknya, ada cara mengatasi handuk kaku dengan bahan dapur yang murah, mudah, dan tidak perlu bahan kimia keras, yaitu memakai cuka putih dan soda kue.
Penyebab utama handuk kaku sebenarnya sering datang dari kebiasaan yang dianggap solusi, yaitu terlalu sering memakai pelembut kain. Pelembut dan deterjen cair meninggalkan lapisan lilin tipis pada loop serat katun. Seiring waktu, lapisan ini bercampur dengan mineral air keras, memadatkan bulu-bulu handuk sekaligus menjebak minyak tubuh dan bau di dalam anyaman kain, sehingga handuk terasa kasar dan daya serapnya menurun drastis.
Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber cara mengatasi handuk kaku dengan bahan dapur beserta tips yang bisa langsung diterapkan, Kamis (17/9/2026).
Cuci dengan Cuka Putih untuk Bilasan Pertama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350311/original/060261200_1789610963-2fd733f7-c1b6-4caa-8b19-3db1010b0eb6.jpg)
Perbesar
Langkah pertama adalah memasukkan handuk yang kaku ke mesin cuci tanpa deterjen, pod, atau pelembut apa pun. Tuang satu cup cuka putih suling ke dalam wadah deterjen, lalu jalankan siklus cuci standar dengan air panas.
Cuka putih mengandung sekitar 5% asam asetat yang efektif menurunkan pH air cucian, sehingga mampu melarutkan endapan mineral alkali dan memecah residu lilin dari pelembut yang menempel bertahun-tahun di serat katun.
Perlu diperhatikan, jangan pernah mencampur cuka dengan pemutih berbasis klorin karena kombinasi ini bisa menghasilkan gas klorin yang berbahaya. Cuka dipakai sendiri di siklus ini, terpisah dari bahan pembersih lain.
Lanjutkan dengan Bilasan Soda Kue
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350312/original/075389000_1789610963-1047f800-0dd5-42c7-b0d6-87d22d2d2b48.jpg)
Perbesar
Setelah siklus pertama selesai, jangan keluarkan handuk dari mesin cuci. Tambahkan setengah cup soda kue langsung ke dalam drum, lalu jalankan siklus cuci panas kedua tanpa deterjen sama sekali.
Soda kue bertugas menuntaskan apa yang belum selesai dikerjakan cuka, yaitu menetralkan asam-asam penyebab bau apek dan jamur yang sudah mengendap dalam. Kombinasi dua tahap ini membuat lapisan residu benar-benar terangkat dari serat.
Penting dicatat, cuka dan soda kue tidak boleh dicampur dalam satu siklus karena keduanya akan bereaksi dan saling menetralkan sebelum sempat bekerja maksimal terhadap kotoran di handuk. Karena itu kedua bahan ini wajib dijalankan bergantian, bukan bersamaan.
Kurangi Takaran Deterjen untuk Cucian Selanjutnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350313/original/091477100_1789610963-b0257556-3dbf-4708-bc72-a0b9fa91584d.jpg)
Perbesar
Setelah handuk kembali lembut lewat metode strip-wash, kebiasaan mencuci sehari-hari perlu disesuaikan agar kekakuan tidak datang lagi. Salah satu caranya adalah memangkas takaran deterjen standar menjadi setengah dosis khusus untuk cucian handuk.
Deterjen berlebih jarang terbilas tuntas dari serat handuk yang tebal, terutama jika mesin cuci diisi penuh. Sisa deterjen inilah yang lama-lama menumpuk dan memicu kekakuan yang sama seperti sebelumnya.
Dengan dosis yang lebih sedikit, proses pembilasan jadi lebih maksimal dan risiko residu menumpuk di serat katun pun berkurang signifikan dari waktu ke waktu.
Ganti Pelembut Kain dengan Cuka Putih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350315/original/009156300_1789610964-f2b003f3-3039-421e-8064-8a2cf26a6379.jpg)
Perbesar
Selain dipakai untuk strip-wash sesekali, cuka putih juga bisa jadi pengganti permanen pelembut kain cair dan lembar pewangi (dryer sheet) pada cucian handuk rutin. Caranya, tuang setengah cup cuka putih ke kompartemen pelembut setiap kali mencuci handuk seperti biasa.
Berbeda dari pelembut komersial yang meninggalkan lapisan lilin, cuka tidak meninggalkan residu yang menempel di serat, sehingga daya serap dan kelembutan handuk tetap terjaga dalam jangka panjang.
Sebagai bonus, penggunaan cuka secara rutin juga membantu mengurangi penumpukan endapan mineral di dalam mesin cuci itu sendiri, jadi manfaatnya tidak hanya dirasakan handuk saja.
Keringkan dengan Suhu Sedang dan Bola Pengering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4763558/original/096259600_1709703494-pexels-rdne-stock-project-5591460.jpg)
Perbesar
Tahap pengeringan sama pentingnya dengan tahap mencuci. Setelah dua siklus strip-wash selesai, keringkan handuk di mesin pengering dengan suhu sedang, lalu masukkan dua bola wol pengering atau bola tenis bersih ke dalam drum untuk membantu mengembangkan serat kapas selama proses berputar.
Hindari pengaturan suhu tinggi karena panas berlebih berisiko membuat ujung-ujung serat katun yang halus justru gosong dan mengeras, alih-alih menjadi lembut seperti yang diharapkan.
Jika tidak punya mesin pengering, handuk tetap bisa dijemur di luar ruangan selama cuaca memungkinkan, asalkan dikibaskan dengan kuat terlebih dahulu untuk membuka anyaman serat sebelum digantung.
Beri Ruang Cukup di Mesin Cuci dan Kibas Sebelum Dijemur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350317/original/035057100_1789610964-b49e3ecf-438a-45f7-818b-4dd8baebf68d.jpg)
Perbesar
Kesalahan yang sering luput diperhatikan adalah memasukkan terlalu banyak handuk sekaligus ke dalam satu putaran cuci. Padahal, handuk membutuhkan cukup ruang dan air untuk bergerak bebas agar residu sabun benar-benar terbilas tuntas dari serat.
Jika mesin cuci sudah tua atau kurang optimal membilas, menambahkan satu siklus bilas ekstra di awal pencucian juga membantu memastikan seluruh deterjen benar-benar terangkat, terutama untuk cucian dengan banyak handuk sekaligus.
Saat handuk dikeluarkan dari mesin cuci, kibaskan dengan kuat beberapa kali sebelum dijemur atau dimasukkan ke pengering. Kebiasaan sederhana ini efektif mencegah serat mengeras dan menjaga tekstur tetap mengembang selama proses pengeringan.
Tips Tambahan Jangan Terlalu Kering dan Cek Label Perawatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5111732/original/033881100_1738057829-Depositphotos_467595478_S.jpg)
Perbesar
Selain enam langkah di atas, ada kebiasaan kecil yang sering jadi biang keladi kekakuan tanpa disadari, yaitu membiarkan handuk terlalu lama di bawah panas saat dikeringkan. Begitu handuk terasa kering, segera angkat dan lipat, karena sedikit sisa kelembapan justru membantu menghindari kekakuan berlebih akibat over-drying.
Selalu periksa label perawatan sebelum mencuci, karena tidak semua handuk katun tahan terhadap air panas atau siklus cuci agresif tergantung jenis dan kualitas bahannya. Mengikuti petunjuk pada label membantu menjaga tekstur handuk tetap optimal dalam pemakaian jangka panjang.
Sebagai investasi jangka panjang, memilih handuk berbahan 100% katun berkualitas baik dengan tekstur tebal sejak awal juga membuatnya lebih tahan lama dan lebih mudah dikembalikan kelembutannya dibanding handuk berbahan tipis atau berkualitas rendah.
Tanya Jawab Seputar Cara Mengatasi Handuk Kaku
1. Kenapa handuk jadi kaku dan kasar setelah beberapa kali dicuci? Residu deterjen dan pelembut menumpuk di serat katun, lalu bercampur mineral air keras hingga membentuk lapisan yang membuat handuk kaku dan menjebak bau.
2. Apakah pelembut kain aman dipakai untuk handuk? Pelembut justru sering jadi penyebab utama handuk kaku karena meninggalkan lapisan lilin pada serat yang mengurangi kelembutan dan daya serap.
3. Berapa banyak cuka putih yang dipakai untuk mencuci handuk? Sekitar satu cup untuk siklus strip-wash, atau setengah cup di kompartemen pelembut untuk pemakaian rutin sebagai pengganti softener.
4. Bolehkah mencampur cuka dan soda kue dalam satu siklus cuci? Tidak disarankan, karena keduanya akan saling menetralkan sebelum sempat bekerja maksimal. Jalankan di siklus cuci yang terpisah.
5. Bagaimana cara mengeringkan handuk tanpa mesin pengering agar tetap lembut? Kibaskan handuk kuat-kuat sebelum dijemur, pilih tempat dengan sirkulasi udara baik, dan segera lipat begitu kering.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

4 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350616/original/025125000_1789624658-6e8dd285-8fee-4c54-a50d-5a08db3ce520.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350627/original/010968100_1789625156-d1ff0a2c-8120-4e06-bb2d-44e4b9a31c74.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350737/original/005118800_1789629563-pexels-anat-landa-2162599192-38445979.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350619/original/086546900_1789625068-Gemini_Generated_Image_4zt7ep4zt7ep4zt7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350598/original/089168800_1789623572-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__12.37.36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3060656/original/069937600_1582687623-download-2-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350377/original/014849000_1789614372-Gemini_Generated_Image_wvet0qwvet0qwvet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311092/original/034764100_1785387455-pexels-timur-weber-9186159.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350551/original/057837500_1789621413-8977355_4014317.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9342434/original/039155100_1788769978-d413b7cf-e68c-4113-b0fe-3f4885d84ca2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5207262/original/006848800_1746189698-1000079167.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350323/original/013262800_1789611086-478b53cf-df04-4c2e-8564-34a83d59a004__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335958/original/089988400_1788080246-1000509112.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4773529/original/064757400_1710488181-elena-mozhvilo-TtWWdYRFS2Y-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4705662/original/001851700_1704333030-Ilustrasi_resign__pindah_kerja__mengundurkan_diri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303849/original/051397200_1784695890-Ide_Desain_Rumah_Rimbun_untuk_Perumahan_Panas_yang_Teduh_dan_Tetap_Rapi_Nyaman_Model_Penempatan_Taman_Gantung_di_Plafon_Depan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346841/original/014270200_1789210778-0L5A2435.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350281/original/030196100_1789609000-56c33ec1-c9db-4d05-8cbf-a378eb8128f1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9317829/original/019472700_1786073603-9813716355975729685.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350109/original/048964600_1789560606-balsa.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336541/original/057810300_1788165256-2150700358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325772/original/012824000_1786935429-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_09.51.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340881/original/091999400_1788528140-borneo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336388/original/070866500_1788159552-051f86cb-0545-4991-a7f1-c5730be5aaaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242270/original/090051000_1669625532-043199800_1645433192-kevin-wolf-LgZfYaH6OAU-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336595/original/083266200_1788167124-f7575cef-c1ce-4105-bb37-74f1cfe3b27c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193002/original/077128400_1745210638-Dean_Zandbergen_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335997/original/062436600_1788086219-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340694/original/096958400_1788514411-rotan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337890/original/028721700_1788261978-edfxzx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922986/original/030767500_1724131220-WhatsApp_Image_2024-08-19_at_11.21.08_af746275.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335142/original/082058400_1787912714-ASDFGHGFDDFCDX.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336522/original/062149400_1788164466-2.jpg)