Liputan6.com, Jakarta - Mengonsumsi makanan yang sudah tidak layak dapat berakibat fatal bagi kesehatan. Mengetahui cara mengetahui makanan di kulkas masih aman dimakan adalah kunci untuk mencegah keracunan makanan yang berpotensi menimbulkan gejala serius seperti mual, muntah, diare, demam, dan sakit perut yang parah.
Meskipun lemari es dirancang untuk memperlambat pertumbuhan bakteri dan menjaga kesegaran, bukan berarti makanan akan awet selamanya. Mikroorganisme seperti bakteri, virus, atau parasit tetap dapat berkembang biak, terutama jika penyimpanan tidak tepat atau makanan sudah melewati masa amannya.
Oleh karena itu, penting untuk selalu memeriksa kondisi pangan sebelum dikonsumsi. Beberapa indikator utama yang perlu diperhatikan meliputi label tanggal kedaluwarsa, perubahan aroma, tampilan fisik, tekstur, kondisi kemasan, hingga durasi serta suhu penyimpanan yang ideal.
Memahami Perbedaan Label Tanggal Kedaluwarsa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566459/original/099990000_1777186387-Cara_Cepat_Bersihkan_Kulkas_Tanpa_Bongkar_Semua_Isi_dan_Tetap_Bersih_Maksimal.jpg)
Perbesar
Salah satu langkah pertama yang krusial untuk memastikan makanan masih aman dikonsumsi adalah dengan memeriksa label tanggal pada kemasan produk. Terdapat dua jenis label tanggal yang umum ditemukan, yaitu "Expired Date" (EXP) atau tanggal kedaluwarsa dan "Best Before" (BB) atau baik digunakan sebelum.
Tanggal kedaluwarsa atau Expired Date (EXP) menunjukkan batas akhir di mana suatu produk dijamin aman untuk dikonsumsi atau digunakan. Setelah tanggal ini, produk berisiko kehilangan khasiat atau bahkan membahayakan kesehatan karena kualitas dan keamanannya tidak lagi terjamin. Produk dengan label EXP biasanya mencakup obat-obatan, kosmetik, serta beberapa makanan dan minuman yang mudah rusak.
Sementara itu, label "Best Before" (BB) mengindikasikan batas waktu di mana kualitas suatu produk, seperti rasa, aroma, tekstur, dan nutrisi, masih dalam kondisi optimal. Setelah tanggal ini, produk umumnya masih aman dikonsumsi, tetapi kualitasnya mungkin sudah menurun, misalnya biskuit menjadi lembek atau aroma kopi memudar.
Mengenali Aroma Makanan yang Berubah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5149698/original/056670500_1741003888-medium-shot-man-looking-fridge.jpg)
Perbesar
Aroma merupakan salah satu indikator paling mudah dikenali untuk mengetahui apakah makanan di kulkas masih aman dimakan. Jika makanan mengeluarkan bau asam, tengik, atau tidak sedap, ini adalah tanda bahwa makanan tersebut mulai rusak.
Pakar keamanan pangan Krizella Pascua menjelaskan bahwa perubahan aroma terjadi ketika bakteri atau jamur mulai menguraikan protein, lemak, dan karbohidrat dalam makanan, menghasilkan senyawa berbau tidak sedap.
Apabila aroma makanan terasa berbeda ketika wadah dibuka, sebaiknya jangan dikonsumsi meskipun makanan baru disimpan beberapa hari. Deteksi dini melalui indra penciuman seringkali cukup untuk mencegah konsumsi makanan berisiko.
Mengamati Tampilan Fisik Makanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4991430/original/026975300_1730778453-pexels-polina-tankilevitch-5418581.jpg)
Perbesar
Perubahan visual juga menjadi petunjuk penting dalam menentukan apakah makanan di kulkas masih aman dimakan. Warna makanan yang mulai kehijauan, kehitaman, atau tampak kusam biasanya menunjukkan adanya reaksi kimia atau pertumbuhan mikroba pada bahan pangan.
Selain itu, munculnya bercak jamur, baik itu bintik putih atau hijau, merupakan alasan kuat untuk segera membuang makanan tersebut. Jamur juga dapat ditandai dengan lapisan berlendir.
Terutama pada makanan yang lunak dan memiliki banyak kandungan air, jangan hanya memotong bagian yang berjamur karena jamur dapat menghasilkan racun yang membahayakan hati atau sistem kekebalan tubuh.
Mengevaluasi Tekstur Makanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566461/original/054784500_1777186419-Cara_Cepat_Bersihkan_Kulkas_Tanpa_Bongkar_Semua_Isi_dan_Tetap_Bersih_Maksimal_Model_Memilah_Area_yang_Ingin_Dibersihkan.jpg)
Perbesar
Perubahan tekstur dapat menjadi tanda bahwa makanan sisa sudah tidak layak dikonsumsi. Permukaan makanan yang terasa berlendir, lengket, atau lembek dari biasanya dapat menunjukkan adanya pertumbuhan mikroorganisme.
Kondisi ini sering terjadi pada makanan seperti ayam, ikan, daging olahan, serta buah dan sayuran. Jika tekstur makanan terasa licin atau meninggalkan jejak lengket di tangan, sebaiknya segera buang.
Daging yang basi, misalnya, akan terasa asam atau pahit. Perubahan tekstur juga dapat terlihat pada makanan kering yang menjadi lembek atau roti yang tidak lagi renyah.
Mewaspadai Kemasan yang Menggembung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4274862/original/073458900_1672208845-food_in_refrigerator.jpg)
Perbesar
Wadah makanan yang tiba-tiba menggembung atau makanan yang mengeluarkan gelembung dan buih secara tidak wajar juga merupakan tanda penting bahwa makanan sudah basi. Kondisi ini patut diwaspadai karena tidak semua kemasan menggembung aman.
Menggembungnya kemasan menunjukkan adanya mikroorganisme berbahaya yang menghasilkan gas, seperti karbondioksida, selama berkembang biak di dalam wadah tertutup.
Penumpukan gas ini dapat membuat kemasan atau tutupnya terlihat menonjol. Makanan tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi karena dapat mengandung racun yang sangat berbahaya.
Menjaga Suhu Penyimpanan yang Ideal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479918/original/096308900_1768996093-ilustrasi_isi_kulkas__2_.jpg)
Perbesar
Untuk memastikan cara mengetahui makanan di kulkas masih aman dimakan, menjaga suhu kulkas yang tepat sangat krusial. Suhu ideal untuk ruang pendingin (chiller) adalah antara 0°C hingga 4°C, atau bisa juga diatur di kisaran 2°C–5°C.
Sementara itu, suhu ideal untuk freezer adalah -18°C atau lebih rendah, bahkan cold storage freezer bisa mencapai -40°C hingga -60°C. Rentang suhu ini penting untuk memperlambat pertumbuhan bakteri dan mikroba penyebab makanan cepat rusak.
Jika suhu chiller melebihi 5°C, bakteri berbahaya seperti Listeria, Salmonella, dan E. coli dapat mulai berkembang biak. Oleh karena itu, penting untuk memantau suhu kulkas secara berkala.
Hindari meninggalkan makanan di suhu ruangan terlalu lama, terutama di "zona bahaya" yaitu antara 5°C hingga 60°C, di mana bakteri dapat berkembang biak dengan cepat. Selain itu, jangan memasukkan makanan panas langsung ke dalam kulkas karena dapat meningkatkan suhu di dalamnya dan memengaruhi makanan lain. Pastikan juga untuk tidak mengisi kulkas terlalu penuh agar sirkulasi udara dingin tetap optimal.
Memahami Batas Waktu Penyimpanan Makanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478377/original/050434200_1768899431-unnamed__18_.jpg)
Perbesar
Meskipun disimpan di kulkas, setiap jenis makanan memiliki batas waktu aman penyimpanan yang berbeda. Mengetahui batas waktu ini membantu Anda menentukan apakah makanan di kulkas masih aman dimakan atau tidak.
Makanan matang sisa umumnya aman disimpan di kulkas selama 3 hingga 4 hari. Jika tidak yakin akan dikonsumsi dalam jangka waktu tersebut, sebaiknya segera simpan di freezer, di mana makanan beku dapat bertahan 3-4 bulan. Ayam dan kalkun mentah aman disimpan 1-2 hari di kulkas, sementara daging sapi mentah (steak atau daging cincang) juga bertahan 1-2 hari.
Untuk ikan mentah seperti salmon, batas amannya adalah 1-3 hari di kulkas. Telur mentah dapat disimpan selama 3-5 minggu, sedangkan telur matang/rebus hanya sekitar satu minggu. Produk susu seperti yogurt dapat disimpan selama 1-2 minggu, dan susu segar selama 1 minggu. Untuk membantu melacak masa simpan, disarankan untuk memberi label tanggal penyimpanan pada setiap wadah makanan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengetahui Makanan di Kulkas Masih Aman Dimakan
1. Apa perbedaan antara "Expired Date" dan "Best Before"?
"Expired Date" (tanggal kedaluwarsa) adalah batas akhir produk aman dikonsumsi, setelah itu tidak lagi aman. "Best Before" (baik digunakan sebelum) adalah batas waktu produk mempertahankan kualitas terbaiknya, masih aman dikonsumsi setelahnya tetapi kualitasnya mungkin menurun.
2. Tanda-tanda apa saja yang menunjukkan makanan di kulkas sudah basi?
Tanda-tanda makanan basi meliputi aroma asam atau tidak sedap, perubahan warna (kehijauan, kehitaman, kusam), munculnya bercak jamur, tekstur berlendir atau lengket, serta wadah yang menggembung.
3. Berapa suhu ideal kulkas untuk menyimpan makanan?
Suhu ideal untuk ruang pendingin (chiller) adalah antara 0°C hingga 4°C, sedangkan untuk freezer adalah -18°C atau lebih rendah.
4. Berapa lama makanan matang sisa aman disimpan di kulkas?
Makanan matang sisa umumnya aman disimpan di kulkas selama 3 hingga 4 hari.
5. Apa bahaya mengonsumsi makanan basi?
Mengonsumsi makanan basi dapat menyebabkan keracunan makanan dengan gejala seperti mual, muntah, diare, demam, dan sakit perut, serta berisiko kontaminasi bakteri berbahaya seperti Salmonella atau E. coli.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

1 hour ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350627/original/010968100_1789625156-d1ff0a2c-8120-4e06-bb2d-44e4b9a31c74.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350737/original/005118800_1789629563-pexels-anat-landa-2162599192-38445979.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350619/original/086546900_1789625068-Gemini_Generated_Image_4zt7ep4zt7ep4zt7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350598/original/089168800_1789623572-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__12.37.36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3060656/original/069937600_1582687623-download-2-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350377/original/014849000_1789614372-Gemini_Generated_Image_wvet0qwvet0qwvet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311092/original/034764100_1785387455-pexels-timur-weber-9186159.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350551/original/057837500_1789621413-8977355_4014317.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9342434/original/039155100_1788769978-d413b7cf-e68c-4113-b0fe-3f4885d84ca2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5207262/original/006848800_1746189698-1000079167.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350323/original/013262800_1789611086-478b53cf-df04-4c2e-8564-34a83d59a004__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335958/original/089988400_1788080246-1000509112.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4773529/original/064757400_1710488181-elena-mozhvilo-TtWWdYRFS2Y-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350310/original/036737900_1789610963-5b04aa10-4451-4572-86b7-7986a38ac1a5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4705662/original/001851700_1704333030-Ilustrasi_resign__pindah_kerja__mengundurkan_diri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303849/original/051397200_1784695890-Ide_Desain_Rumah_Rimbun_untuk_Perumahan_Panas_yang_Teduh_dan_Tetap_Rapi_Nyaman_Model_Penempatan_Taman_Gantung_di_Plafon_Depan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346841/original/014270200_1789210778-0L5A2435.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350281/original/030196100_1789609000-56c33ec1-c9db-4d05-8cbf-a378eb8128f1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9317829/original/019472700_1786073603-9813716355975729685.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350109/original/048964600_1789560606-balsa.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336541/original/057810300_1788165256-2150700358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325772/original/012824000_1786935429-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_09.51.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340881/original/091999400_1788528140-borneo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336388/original/070866500_1788159552-051f86cb-0545-4991-a7f1-c5730be5aaaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242270/original/090051000_1669625532-043199800_1645433192-kevin-wolf-LgZfYaH6OAU-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336595/original/083266200_1788167124-f7575cef-c1ce-4105-bb37-74f1cfe3b27c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193002/original/077128400_1745210638-Dean_Zandbergen_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335997/original/062436600_1788086219-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340694/original/096958400_1788514411-rotan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337890/original/028721700_1788261978-edfxzx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922986/original/030767500_1724131220-WhatsApp_Image_2024-08-19_at_11.21.08_af746275.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335142/original/082058400_1787912714-ASDFGHGFDDFCDX.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336522/original/062149400_1788164466-2.jpg)