Cara Mengolah Cangkang Telur untuk Pakan Ayam yang Efektif dan Ekonomis

1 day ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Cangkang telur yang biasanya dianggap limbah dapur, ternyata menyimpan potensi besar sebagai suplemen pakan bernutrisi untuk ayam. Kandungan kalsiumnya tinggi sehingga membantu meningkatkan kesehatan dan produktivitas ayam, terutama ayam petelur, sekaligus mengurangi sampah.

Proses pengolahan cangkang telur menjadi pakan ayam relatif sederhana, meliputi pembersihan, pengeringan, dan penghalusan. Metode ini dapat diterapkan oleh peternak skala kecil maupun besar untuk menghasilkan suplemen kalsium yang aman, efektif, dan ekonomis.

Pengolahan cangkang telur bisa dilakukan kapan saja setelah telur dikonsumsi, memanfaatkan limbah dapur sehari-hari. Praktik ini cocok untuk berbagai lokasi peternakan, baik di pedesaan maupun perkotaan, sehingga limbah dapur berubah menjadi sumber daya berharga.

Pembersihan Cangkang Telur

Langkah awal dalam mengolah cangkang telur untuk pakan ayam adalah pembersihan menyeluruh. Cangkang sering masih mengandung sisa putih, kuning telur, atau kotoran yang dapat menjadi sumber bakteri berbahaya, sehingga pembersihan penting untuk memastikan keamanan pakan.

Metode pembersihan yang efektif meliputi pencucian di bawah air mengalir hingga bersih dari sisa organik. Untuk sterilisasi tambahan, cangkang dapat direndam dalam air panas sekitar 80°C selama 15–30 menit guna membunuh bakteri yang menempel, meminimalkan risiko kontaminasi pakan ayam.

Setelah perendaman, cangkang dibilas kembali dengan air bersih untuk menghilangkan sisa membran atau kotoran. Membran tipis sebaiknya dihapus agar tekstur akhir tepung lebih baik dan mencegah bau tak sedap, sehingga pembersihan yang cermat menghasilkan suplemen aman dan berkualitas bagi ayam.

Pengeringan Cangkang Telur

Setelah proses pembersihan, cangkang telur harus dikeringkan secara menyeluruh. Pengeringan bertujuan menghilangkan kadar air sisa, mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri, serta membuat cangkang lebih rapuh agar mudah dihaluskan. Kelembaban tinggi pada cangkang dapat menyebabkan pembusukan dan mengurangi kualitas nutrisinya.

Ada beberapa metode pengeringan yang bisa dipilih yaitu pengeringan alami di bawah sinar matahari atau menggunakan oven. Pengeringan di bawah sinar matahari adalah metode ekonomis, namun membutuhkan waktu lebih lama dan bergantung pada kondisi cuaca. Pastikan cangkang benar-benar kering dan tidak ada kelembaban tersisa sebelum melanjutkan tahap berikutnya.

Jika menggunakan oven, suhu sekitar 100°C direkomendasikan karena dapat membantu meningkatkan kadar kalsium dalam cangkang telur. Pengeringan dengan suhu tinggi ini juga memastikan cangkang menjadi sangat kering dan steril. Setelah kering sempurna, cangkang telur akan terasa ringan dan mudah hancur, menandakan siap untuk proses penghalusan.

Penghalusan Cangkang Telur

Tahap selanjutnya setelah cangkang telur kering sempurna adalah penghalusan. Cangkang yang sudah kering dan rapuh perlu dihaluskan menjadi bentuk tepung atau bubuk agar mudah dicerna ayam dan dapat tercampur rata dengan pakan utama. Ukuran partikel halus penting untuk mencegah ayam memilih-milih pakan atau mengembangkan kebiasaan buruk memakan telurnya sendiri.

Cangkang telur dapat dihaluskan menggunakan berbagai alat, mulai dari cara tradisional seperti menumbuk dengan alu dan lesung, hingga menggunakan blender atau mesin penggiling khusus. Untuk hasil optimal, disarankan menggiling cangkang hingga menjadi bubuk sangat halus, menyerupai tepung. Semakin halus teksturnya, semakin mudah cangkang tercampur dengan pakan dan diserap sistem pencernaan ayam.

Penyaringan bubuk cangkang telur setelah digiling dapat membantu memastikan konsistensi dan kehalusan yang seragam. Bubuk yang terlalu kasar mungkin tidak disukai ayam atau dapat menyebabkan masalah pencernaan. Dengan menghasilkan tepung cangkang telur yang halus, peternak dapat memastikan ayam mendapatkan manfaat kalsium secara maksimal tanpa risiko efek samping tidak diinginkan.

Pencampuran dan Pemberian Pakan

Setelah cangkang telur diolah menjadi tepung halus, langkah terakhir adalah mencampurkannya ke dalam pakan ayam. Pencampuran yang tepat penting agar nutrisi tersebar merata dan ayam tidak hanya mengonsumsi sebagian suplemen, baik dengan pakan komersial maupun racikan sendiri.

Dosis tepung cangkang telur perlu disesuaikan dengan jenis, usia, dan tujuan pemberian ayam. Secara umum, dosis 1–2 gram per ekor per hari atau 1–2 sendok makan dalam pakan harian disarankan, terutama untuk ayam petelur guna meningkatkan kualitas cangkang telur.

Diketahui pemberian tepung cangkang telur hingga 6% dalam pakan dapat meningkatkan produksi dan kualitas ayam serta telur. Tepung sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara di tempat kering dan sejuk agar tetap berkualitas dan bebas kontaminasi, sehingga menjadi suplemen kalsium yang efektif dan ekonomis.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Mengapa cangkang telur baik untuk pakan ayam?

Cangkang telur sangat kaya akan kalsium karbonat (sekitar 95%) dan mineral mikro lainnya, yang esensial untuk pembentukan tulang kuat dan produksi telur berkualitas pada ayam.

2. Bagaimana cara membersihkan cangkang telur sebelum diolah menjadi pakan?

Cangkang telur harus dicuci bersih dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran, lalu direndam dalam air panas 80°C selama 15-30 menit untuk sterilisasi dan membunuh bakteri.

3. Berapa dosis tepung cangkang telur yang direkomendasikan untuk pakan ayam?

Dosis yang direkomendasikan adalah sekitar 1-2 gram per ekor per hari, atau 1-2 sendok makan ke dalam pakan setiap hari, terutama untuk ayam petelur.

4. Apakah pengeringan cangkang telur dengan oven lebih baik?

Pengeringan dengan oven pada suhu sekitar 100°C direkomendasikan karena dapat membantu meningkatkan kadar kalsium dalam cangkang telur dan memastikan sterilisasi optimal.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|