Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran tikus di lingkungan rumah tangga sering menimbulkan masalah serius, mulai dari kerusakan properti hingga penyebaran penyakit. Hewan pengerat ini berkembang biak secara cepat dan mudah beradaptasi, sehingga sulit dikendalikan tanpa tindakan yang tepat.
Berbagai metode digunakan untuk mengatasi infestasi, termasuk perangkap fisik, umpan beracun, dan pengusir elektronik. Namun, meningkatnya kesadaran akan keamanan dan lingkungan membuat banyak orang memilih metode alami yang lebih aman bagi manusia, hewan peliharaan, dan ekosistem.
Salah satu metode alami yang populer adalah kapur barus, dengan memanfaatkan indra penciuman tikus untuk mengusir mereka. Berikut Liputan6.com akan membahas mekanisme kerja kapur barus, cara penggunaannya, serta potensi risiko dan alternatif lain untuk menjaga rumah bebas hama. Dilansir dari berbagai sumber pada Jumat (6/2/2026).
Apa itu Kapur Barus?
Kapur barus atau naftalena adalah senyawa organik kristal berwarna putih yang mudah menguap dan memiliki bau yang kuat serta khas. Senyawa ini secara alami dapat ditemukan pada beberapa jenis pohon, seperti pohon kamper (Cinnamomum camphora), namun juga dapat diproduksi secara sintetis dari minyak bumi. Kapur barus telah lama digunakan dalam berbagai aplikasi karena sifatnya yang mudah menguap dan aromanya yang kuat.
Secara kimia, kapur barus memiliki rumus molekul C10H8 dan termasuk dalam golongan hidrokarbon aromatik polisiklik. Ia dapat menyublim pada suhu kamar, yang berarti dapat langsung berubah dari padat menjadi gas tanpa melewati fase cair. Sifat sublimasi inilah yang memungkinkan kapur barus melepaskan aromanya ke udara secara terus-menerus.
Selain sebagai pengusir hama, kapur barus memiliki berbagai kegunaan lain dalam kehidupan sehari-hari dan industri. Secara tradisional, kapur barus digunakan sebagai pengawet pakaian untuk mencegah ngengat dan serangga lain. Ia juga dipakai sebagai bahan dalam beberapa produk obat-obatan topikal karena sifat antiseptiknya. Dalam industri, kapur barus digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis berbagai bahan kimia lain, seperti ftalat anhidrida.
Mekanisme Kerja Kapur Barus dalam Mengusir Tikus
Mekanisme utama kapur barus dalam mengusir tikus adalah melalui indra penciuman mereka yang sangat sensitif. Tikus memiliki sistem penciuman yang jauh lebih berkembang dibandingkan manusia, lebih tepatnya mereka gunakan untuk mencari makanan, mengenali predator, dan berkomunikasi dengan sesamanya. Aroma kuat dari kapur barus dianggap sangat tidak menyenangkan dan mengganggu bagi tikus.
Senyawa naftalena yang menguap dari kapur barus menciptakan lingkungan tidak nyaman bagi tikus. Bau yang menyengat ini dapat mengiritasi saluran pernapasan dan selaput lendir tikus, menyebabkan mereka merasa terancam atau tidak aman di area tersebut. Akibatnya, tikus cenderung menghindari tempat-tempat yang terpapar aroma kapur barus, mencari lokasi lain yang lebih tenang dan tidak berbau menyengat.
Meskipun kapur barus dapat mengusir tikus karena baunya yang kuat, penting untuk dicatat bahwa efeknya lebih bersifat pengusir (repellent) daripada pembunuh (pesticide). Kapur barus tidak membunuh tikus secara langsung, melainkan hanya membuat mereka menjauh dari area tertentu. Efektivitasnya mungkin bervariasi tergantung pada tingkat infestasi, ventilasi area, dan konsentrasi kapur barus yang digunakan.
Cara Menggunakan Kapur Barus untuk Mengusir Tikus
Untuk menggunakan kapur barus secara efektif dalam mengusir tikus, penempatan strategis sangat penting. Kapur barus harus diletakkan di area-area yang sering dilalui tikus atau di tempat-tempat yang dicurigai sebagai sarang mereka. Ini termasuk di belakang lemari, bawah wastafel, loteng, gudang, atau di dekat lubang masuk yang mungkin digunakan tikus. Pastikan area tersebut tidak terlalu berventilasi agar aroma kapur barus dapat terkonsentrasi.
Kapur barus tersedia dalam berbagai bentuk, seperti bola-bola kecil (mothballs) atau serpihan. Bola-bola kapur barus lebih umum digunakan karena mudah ditempatkan dan memiliki waktu penguapan yang lebih lama. Anda bisa meletakkan beberapa bola kapur barus di piring kecil atau kantong kain tipis untuk mencegah kontak langsung dengan permukaan dan memudahkan pembersihan. Hindari menempatkannya di tempat yang mudah dijangkau anak-anak atau hewan peliharaan.
Efektivitas kapur barus akan berkurang seiring waktu karena senyawa naftalena menguap. Oleh karena itu, penting untuk secara rutin mengganti kapur barus yang telah menguap atau kehilangan aromanya. Frekuensi penggantian tergantung pada ventilasi area dan jumlah kapur barus yang digunakan, namun umumnya disarankan untuk menggantinya setiap beberapa minggu atau ketika baunya sudah tidak tercium lagi. Kombinasikan metode ini dengan menjaga kebersihan dan menutup akses masuk tikus untuk hasil lebih optimal.
Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Kapur Barus
Penggunaan kapur barus sebagai pengusir tikus memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya populer di kalangan masyarakat. Salah satu kelebihan utamanya adalah ketersediaannya yang luas dan harganya yang relatif terjangkau. Kapur barus mudah ditemukan di sebagian besar toko kelontong atau supermarket, menjadikannya pilihan yang praktis dan ekonomis untuk penanganan hama awal.
Selain itu, kapur barus dianggap sebagai metode yang relatif "alami" dibandingkan dengan perangkap atau racun kimia yang lebih agresif. Ia tidak membunuh tikus, melainkan hanya mengusirnya, yang mungkin menjadi pilihan bagi mereka yang tidak ingin melukai hewan. Baunya yang kuat juga dapat memberikan indikasi keberadaannya, sehingga pengguna dapat mengetahui area mana yang sedang dilindungi.
Namun, penggunaan kapur barus juga memiliki beberapa kekurangan signifikan. Efektivitasnya seringkali terbatas, terutama pada infestasi tikus yang parah, karena tikus mungkin akan beradaptasi dengan bau atau mencari jalur lain. Bau kapur barus yang menyengat juga bisa sangat mengganggu bagi manusia dan dapat menyebabkan iritasi pernapasan jika digunakan di area tertutup tanpa ventilasi yang memadai. Selain itu, kapur barus berpotensi beracun jika tertelan oleh anak-anak atau hewan peliharaan.
Potensi Bahaya Kapur Barus bagi Manusia dan Hewan Peliharaan
Meskipun sering digunakan, kapur barus mengandung senyawa naftalena yang berpotensi berbahaya jika terpapar dalam jumlah besar atau tertelan. Bagi manusia, terutama anak-anak, menelan kapur barus dapat menyebabkan keracunan serius. Gejala keracunan kapur barus pada manusia meliputi mual, muntah, sakit perut, diare, sakit kepala, kebingungan, dan dalam kasus yang parah, kejang atau kerusakan hati.
Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing juga sangat rentan terhadap keracunan kapur barus. Kucing sangat sensitif terhadap naftalena karena mereka kekurangan enzim tertentu untuk memetabolisme senyawa tersebut. Gejala keracunan pada hewan peliharaan bisa meliputi muntah, diare, lesu, tremor, dan dalam kasus yang parah, anemia hemolitik atau kerusakan organ. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjauhkan kapur barus dari jangkauan hewan peliharaan.
Mengingat potensi bahayanya, penggunaan kapur barus harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Pastikan kapur barus ditempatkan di lokasi yang tidak dapat dijangkau oleh anak-anak kecil atau hewan peliharaan. Gunakan sarung tangan saat menanganinya untuk menghindari kontak langsung dengan kulit, dan pastikan area yang diberi kapur barus memiliki ventilasi yang baik untuk mengurangi risiko inhalasi berlebihan. Jika terjadi keracunan, segera cari bantuan medis atau dokter hewan.
Alternatif Alami Lain untuk Mengusir Tikus
Selain kapur barus, ada beberapa alternatif alami lain yang dapat digunakan untuk mengusir tikus dan mungkin lebih aman atau memiliki bau yang lebih disukai manusia. Salah satu yang paling populer adalah minyak peppermint. Tikus tidak menyukai bau mint yang kuat, sehingga meneteskan minyak esensial peppermint pada bola kapas dan menempatkannya di area strategis dapat membantu mengusir mereka.
Minyak cengkeh juga merupakan pengusir alami lain yang efektif. Aroma pedas dan kuat dari minyak cengkeh dapat mengganggu indra penciuman tikus, mirip dengan cara kerja minyak peppermint. Anda bisa menggunakan minyak cengkeh murni yang diteteskan pada kapas atau membuat semprotan dengan mencampurkan minyak cengkeh dengan air. Tempatkan di dekat lubang masuk atau area aktivitas tikus.
Beberapa bumbu dapur dan tanaman juga dipercaya memiliki efek pengusir tikus. Cabai rawit atau bubuk cabai, daun salam, dan bawang putih adalah contoh bahan alami yang baunya tidak disukai tikus. Menaburkan bubuk cabai di area yang sering dilalui tikus atau menempatkan daun salam di lemari makanan dapat menjadi cara non-toksik untuk mencegah mereka mendekat. Namun, efektivitas metode ini mungkin bervariasi dan memerlukan aplikasi yang konsisten.
Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?
Meskipun metode alami seperti penggunaan kapur barus atau minyak esensial dapat membantu mengatasi masalah tikus ringan, ada kalanya infestasi sudah terlalu parah untuk ditangani sendiri. Tanda-tanda infestasi parah meliputi penampakan tikus di siang hari, suara-suara pengerat yang konstan, bau urin tikus yang kuat, atau penemuan banyak kotoran tikus di berbagai area rumah. Jika Anda melihat tanda-tanda ini, kemungkinan besar populasi tikus sudah sangat besar.
Metode DIY (Do It Yourself) seringkali memiliki keterbatasan dalam mengatasi akar masalah infestasi tikus. Pengusir alami mungkin hanya memindahkan tikus dari satu area ke area lain, bukan menghilangkan mereka sepenuhnya. Selain itu, tikus dapat bersembunyi di tempat-tempat yang sulit dijangkau, seperti di dalam dinding atau di bawah lantai, yang memerlukan peralatan dan keahlian khusus untuk diatasi.
Dalam kasus infestasi yang parah atau persisten, mencari bantuan dari profesional pengendali hama adalah langkah terbaik. Pembasmi hama profesional memiliki pengetahuan, peralatan, dan produk yang lebih efektif untuk mengidentifikasi sumber infestasi, menghilangkan tikus secara menyeluruh, dan mencegah kembalinya mereka. Mereka juga dapat memberikan saran tentang cara menutup titik masuk dan menjaga kebersihan untuk pencegahan jangka panjang.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apakah kapur barus efektif untuk mengusir tikus?
Kapur barus efektif sebagai pengusir tikus karena baunya yang kuat mengganggu indra penciuman tikus, membuat mereka tidak nyaman dan menjauh dari area tersebut. Namun, efeknya lebih bersifat pengusir daripada pembunuh dan efektivitasnya dapat bervariasi tergantung tingkat infestasi dan ventilasi area.
2. Apa saja bahaya kapur barus bagi manusia dan hewan peliharaan?
Kapur barus mengandung naftalena yang beracun jika tertelan. Pada manusia, terutama anak-anak, dapat menyebabkan mual, muntah, sakit perut, hingga kejang. Bagi hewan peliharaan, khususnya kucing, sangat rentan terhadap keracunan yang bisa mengakibatkan muntah, diare, lesu, hingga kerusakan organ serius.
3. Bagaimana cara aman menggunakan kapur barus untuk mengusir tikus?
Tempatkan kapur barus di area yang sering dilalui tikus namun tidak terjangkau anak-anak atau hewan peliharaan. Gunakan sarung tangan saat menanganinya dan pastikan area memiliki ventilasi yang baik untuk mengurangi risiko inhalasi berlebihan. Ganti kapur barus secara rutin setiap beberapa minggu.
4. Adakah alternatif alami lain yang lebih aman untuk mengusir tikus?
Ya, beberapa alternatif alami yang lebih aman meliputi minyak peppermint dan minyak cengkeh, yang baunya tidak disukai tikus. Bumbu dapur seperti bubuk cabai, daun salam, dan bawang putih juga dapat digunakan sebagai pengusir tikus non-toksik.

6 days ago
9
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501570/original/057955000_1770948262-Ibu_Affiliate_Marketer_Shopee.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501553/original/051639400_1770945643-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501542/original/079907500_1770944858-Cara_mencegah_kucing_BAB_di_pot_tanaman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499405/original/093066300_1770785294-Gemini_Generated_Image_1qm8nj1qm8nj1qm8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453029/original/065841900_1766465685-abon1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500930/original/051150600_1770881669-ilustrasi_berkebun_di_depan_kos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500751/original/044774700_1770875898-Gemini_Generated_Image_vr41vuvr41vuvr41_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3271648/original/098569700_1603099779-cute-3284412_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496100/original/098913200_1770469203-Sergio_Castel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501381/original/099452000_1770898641-Kurzawa_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5135912/original/087399200_1739797826-WhatsApp_Image_2025-02-17_at_19.57.43.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501339/original/080668200_1770894502-C1DX6872.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497136/original/011486900_1770617792-unnamed__34_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501338/original/065898200_1770894342-1000767223.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501306/original/065445400_1770893330-ide_teras_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5438342/original/084461400_1765283146-1000729339.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500438/original/065990200_1770865687-02195dda-c889-485f-8084-7308cdf686a9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501167/original/018318800_1770888705-media_tanam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500177/original/083454500_1770818615-Persib_Bandung_2.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)