Liputan6.com, Jakarta - Beternak ayam petelur rumahan kini semakin diminati, terutama oleh masyarakat perkotaan dan pemilik lahan sempit. Selain mampu memenuhi kebutuhan telur harian keluarga, usaha ini juga berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan dengan modal yang relatif terjangkau.
Salah satu solusi yang banyak diterapkan adalah penggunaan kandang vertikal. Desain kandang bertingkat memungkinkan pemeliharaan ayam petelur dalam jumlah lebih banyak tanpa memerlukan lahan luas, sekaligus memudahkan pengelolaan pakan, kebersihan, dan pengambilan telur.
Artikel Liputan6.com ini akan membahas cara ternak ayam petelur rumahan dengan kandang vertikal hemat tempat secara sistematis dan mudah dipahami, mulai dari persiapan kandang hingga evaluasi harian, sehingga cocok untuk pemula yang ingin memulai dengan risiko minimal.
1. Persiapan dan Perencanaan Kandang Vertikal
Langkah awal dalam cara ternak ayam petelur rumahan dengan kandang vertikal hemat tempat adalah menentukan skala ternak. Jumlah ayam akan memengaruhi ukuran kandang, kebutuhan pakan, serta biaya awal. Untuk pemula, 10–25 ekor ayam petelur sudah cukup ideal untuk belajar tanpa beban operasional besar.
Kandang vertikal dapat dibuat dari bahan sederhana seperti bambu, kayu, atau galvalum. Yang terpenting, rangka kandang harus kuat menopang beban ayam dan tahan terhadap kelembapan. Setiap tingkat kandang sebaiknya memiliki ruang gerak cukup agar ayam tidak stres.
Desain bertingkat umumnya terdiri dari dua hingga tiga tingkat dengan sistem baterai atau umbaran terbatas. Jarak antar tingkat perlu diperhitungkan agar kotoran dari atas tidak langsung mengenai ayam di bawah, biasanya dengan talang penampung atau alas miring.
2. Pemilihan Lokasi yang Tepat
Lokasi kandang sangat menentukan keberhasilan ternak ayam petelur rumahan. Idealnya, kandang menghadap ke arah timur agar ayam mendapatkan sinar matahari pagi yang membantu metabolisme dan kesehatan tulang.
Sirkulasi udara yang baik wajib diperhatikan, terutama pada kandang vertikal. Udara yang mengalir lancar akan mengurangi bau amonia dan mencegah penyakit pernapasan. Pastikan kandang tidak terlalu tertutup dan memiliki celah ventilasi.
Hindari lokasi yang lembap, gelap, atau mudah tergenang air. Lingkungan yang kering akan mengurangi risiko jamur dan bakteri. Menurut buku Manajemen Ternak Unggas (Rasyaf, 2011), kelembapan kandang ideal ayam petelur berada di kisaran 60–70%.
3. Pemilihan Bibit Ayam Petelur Unggul
Pemilihan bibit menjadi fondasi penting dalam cara ternak ayam petelur rumahan dengan kandang vertikal hemat tempat. Bibit ayam petelur yang sehat umumnya aktif, berbulu rapi, dan tidak cacat fisik.
Jenis ayam petelur yang cocok untuk skala rumahan antara lain ayam petelur cokelat (layer), ayam Arab, atau ayam petelur lokal unggul. Ayam Arab, misalnya, dikenal lebih tahan penyakit dan cocok untuk pemeliharaan intensif di kandang vertikal.
Sebaiknya bibit dibeli dari penjual atau pembibit terpercaya yang sudah memberikan vaksin dasar. Data dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menyebutkan bahwa ayam dengan vaksin dasar lengkap memiliki tingkat mortalitas lebih rendah hingga 30% dibanding yang tidak divaksin.
4. Manajemen Pakan dan Air
Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam ternak ayam petelur, bisa mencapai 60–70% dari total biaya produksi. Oleh karena itu, manajemen pakan harus dilakukan dengan cermat agar efisien dan tetap bernutrisi.
Ayam petelur membutuhkan pakan dengan kandungan protein sekitar 16–18% untuk mendukung produksi telur optimal. Kombinasi jagung giling, dedak, dan pelet khusus layer dapat digunakan, dengan penyesuaian sesuai usia ayam.
Pemberian pakan sebaiknya dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore, dalam jumlah terukur. Air minum bersih harus tersedia sepanjang hari. Penggunaan tempat minum anti tumpah sangat dianjurkan pada kandang vertikal untuk menjaga kebersihan.
5. Perawatan Kesehatan dan Kebersihan
Kebersihan kandang adalah kunci utama dalam cara ternak ayam petelur rumahan dengan kandang vertikal hemat tempat. Alas kandang bisa menggunakan sekam padi atau serutan kayu yang mampu menyerap kelembapan dan bau.
Alas kandang perlu diganti secara rutin, minimal satu hingga dua minggu sekali, tergantung kondisi. Kotoran yang menumpuk dapat menghasilkan gas amonia yang berbahaya bagi kesehatan ayam dan manusia.
Vaksinasi dan pemberian vitamin juga tidak boleh diabaikan. Vaksin yang umum diberikan pada ayam petelur antara lain ND (Newcastle Disease), IB (Infectious Bronchitis), dan EDS. Menurut FAO, program vaksinasi yang baik dapat meningkatkan produktivitas telur hingga 10–15%.
6. Pengelolaan Telur dan Limbah
Setiap tingkat kandang vertikal perlu dilengkapi tempat bertelur yang nyaman dan agak gelap agar ayam merasa aman saat bertelur. Telur sebaiknya diambil secara rutin, minimal dua kali sehari, untuk mencegah pecah atau dimakan ayam.
Pengelolaan limbah juga menjadi bagian penting dari sistem kandang vertikal. Kotoran ayam yang terkumpul dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik setelah melalui proses pengomposan sederhana.
Menurut jurnal Asian Journal of Agriculture and Biology, kotoran ayam mengandung nitrogen tinggi yang baik untuk tanaman, sehingga dapat menjadi nilai tambah dari ternak ayam petelur rumahan.
7. Monitoring dan Evaluasi Harian
Monitoring harian membantu peternak mendeteksi masalah sejak dini. Perhatikan kondisi fisik ayam, seperti bulu, mata, aktivitas, dan nafsu makan. Ayam yang lesu atau menyendiri perlu segera dipisahkan untuk observasi.
Pencatatan produksi telur juga sangat disarankan. Dengan mencatat jumlah telur per hari, Anda dapat mengetahui apakah produksi stabil atau menurun, serta mengevaluasi faktor penyebabnya, seperti pakan atau kondisi kandang.
Evaluasi rutin membuat sistem ternak lebih terkontrol dan memudahkan pengambilan keputusan, terutama jika ingin menambah jumlah ayam atau meningkatkan skala usaha.
Cara ternak ayam petelur rumahan dengan kandang vertikal hemat tempat merupakan solusi produktif bagi pemilik lahan sempit yang ingin beternak secara efisien. Dengan perencanaan matang, manajemen pakan yang tepat, serta perawatan kesehatan yang konsisten, usaha ini dapat berjalan berkelanjutan.
Kunci keberhasilan terletak pada disiplin perawatan, kebersihan kandang, dan pemantauan rutin. Jika dikelola dengan baik, ternak ayam petelur rumahan tidak hanya mencukupi kebutuhan sendiri, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan.
FAQ Seputar Ternak Ayam Petelur Rumahan
Q: Apakah ayam petelur rumahan perlu divaksin?
A: Ya, sangat dianjurkan. Untuk skala kecil, vaksin dasar dari pembibit biasanya sudah cukup, namun vaksin lanjutan tetap disarankan sebagai pencegahan penyakit.
Q: Bagaimana cara mengatasi bau kandang vertikal?
A: Gunakan alas sekam atau serutan kayu, ganti secara rutin, dan pastikan ventilasi udara baik. Kotoran juga bisa langsung dikumpulkan untuk pupuk.
Q: Berapa modal awal ternak ayam petelur rumahan?
A: Modal awal bervariasi, namun untuk 10–25 ekor ayam biasanya berkisar antara Rp1–3 juta, termasuk kandang, bibit, dan pakan awal.
Q: Apakah kandang vertikal bisa ditempatkan di teras rumah?
A: Bisa, selama mendapat sinar matahari pagi, sirkulasi udara baik, dan tidak mengganggu kenyamanan tetangga.

22 hours ago
7
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425298/original/063734000_1764220674-Camilan_pedas_kemasan_bertema_natal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468168/original/002527300_1767942851-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468096/original/009926300_1767941918-Taman_Gantung_di_Railing_Mezzanine__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468141/original/090262900_1767942510-Gemini_Generated_Image_vlyqnavlyqnavlyq_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4647405/original/021478500_1699921826-young-woman-using-home-technology.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468448/original/054808600_1767950967-unnamed_-_2026-01-09T162824.673.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468393/original/055330000_1767949011-Gemini_Generated_Image_h50cyrh50cyrh50c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468060/original/050521800_1767940801-Teras_terasa_lapang_dengan_Penerapan_Cermin_Dinding_Outdoor__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434026/original/021848500_1764909430-unnamed_-_2025-12-05T112718.671.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467985/original/090479700_1767939578-Gamis_Rompi_Lepas_Kerah_Sanghai__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467996/original/087988900_1767939643-Gemini_Generated_Image_reah22reah22reah_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463710/original/077328100_1767668817-ilustrasi_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467952/original/027714200_1767937940-Gemini_Generated_Image_grueubgrueubgrue_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1352023/original/042981900_1474457725-youtube.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467649/original/079820400_1767926279-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468116/original/033157100_1767942039-bersihkan_rambut_rontok3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467739/original/025612700_1767929070-Ibu_anggota_Kelompok_Wanita_Tani_berjualan__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467938/original/050070500_1767936717-kebun_modal_0_1a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307861/original/026520700_1754487526-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467697/original/078364900_1767927866-Toples_lebaran_bahan_Kristal__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346547/original/050266700_1757611715-1000212638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345226/original/041083400_1757522822-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_21.04.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348384/original/003877900_1757825996-b7f6d9ca-e00f-4e00-9787-25786983c949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342863/original/048679300_1757402585-Andrew_Patrick_Jung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352977/original/026381200_1758162791-FOTO_ASLI__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358973/original/097683800_1758617071-Gemini_Generated_Image_182xmm182xmm182x.jpg)