Liputan6.com, Jakarta - Beternak udang kini tidak lagi memerlukan kolam besar atau lahan luas. Dengan memanfaatkan ember bekas dan sedikit kesabaran, Anda bisa memulai cara ternak udang di ember di rumah. Metode ini sangat populer di kalangan pegiat urban farming karena hemat tempat, modal kecil, dan hasilnya dapat dinikmati sendiri atau bahkan dijual.
Budidaya udang di ember menawarkan berbagai keuntungan, terutama efisiensi dalam penggunaan lahan dan peralatan. Media yang digunakan pun mudah didapat serta praktis berupa ember. Pemeliharaan udang di ember juga lebih mudah karena Anda dapat mengontrol perkembangannya dengan lebih teliti, sehingga tingkat kematian udang bisa diminimalisir.
Artikel ini akan membahas langkah-langkah lengkap cara ternak udang di ember, mulai dari persiapan hingga panen. Kami juga akan menyertakan tips sukses agar udang tumbuh sehat dan terhindar dari kanibalisme. Jadi simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (16/5/2026).
1. Pilih dan Siapkan Ember yang Tepat
Langkah pertama dalam cara ternak udang di ember adalah memilih wadah yang sesuai. Anda disarankan menggunakan ember plastik berukuran besar, minimal kapasitas 20–40 liter. Ukuran ini ideal untuk udang konsumsi seperti udang vaname atau udang galah, sementara ember 10–20 liter mungkin cukup untuk udang hias.
Pastikan ember yang digunakan benar-benar bersih dari sisa bahan kimia atau sabun yang dapat membahayakan udang. Modifikasi ember dengan membuat saluran pembuangan di bagian bawah, sekitar 5 cm dari dasar. Saluran ini akan mempermudah Anda menguras air dan saat panen nanti.
Pasang pipa paralon kecil dan keran penutup pada lubang tersebut agar air tidak bocor dan memudahkan proses pengurasan air serta panen. Ember berwarna gelap lebih baik karena udang menyukai suasana redup dan bersifat nokturnal, sehingga akan merasa lebih nyaman.
2. Kondisikan Air dengan Benar
Kualitas air merupakan kunci keberhasilan utama dalam cara ternak udang di ember. Isi ember dengan air bersih, bisa menggunakan air sumur atau air PDAM yang telah diendapkan selama minimal 24–48 jam untuk menghilangkan kaporit. Air sungai juga dapat digunakan, asalkan dipastikan bebas dari hama.
Pastikan pH air berada di angka 6 hingga 7 dan suhu air stabil di 28–30°C. Untuk budidaya udang vaname, yang merupakan udang air payau, Anda perlu menambahkan garam. Sebagai panduan, tambahkan sekitar 1 kg garam per 40–50 liter air untuk mencapai salinitas yang sesuai.
Penting untuk tidak langsung memasukkan benih ke air mentah. Endapkan air dalam ember minimal satu hari untuk menghilangkan kaporit dan menstabilkan suhu. Ini akan membantu udang beradaptasi lebih baik dengan lingkungan barunya.
3. Pasang Aerator (Pompa Udara) untuk Oksigen
Sirkulasi udara sangat penting dalam cara ternak udang di ember karena volume air yang terbatas. Udang membutuhkan pasokan oksigen terlarut yang cukup, dan air di dalam ember yang terbatas akan lebih cepat kekurangan oksigen.
Pasang aerator kecil di dalam ember dengan satu hingga dua batu aerasi. Atur gelembung agar tidak terlalu keras, karena udang bisa stres jika air terlalu bergolak. Aerator yang berfungsi baik akan menjaga kadar oksigen terlarut tetap optimal, mendukung kesehatan udang.
Jika Anda tidak memiliki aerator, penggantian air harus dilakukan lebih sering, misalnya dua kali sehari. Namun, penggunaan aerator sangat disarankan untuk menjaga kualitas air dan kesehatan udang secara konsisten.
4. Berikan Tempat Sembunyi (Habitat)
Udang memiliki sifat teritorial dan sensitif terhadap cahaya, sehingga membutuhkan tempat berlindung. Pada siang hari, udang cenderung bersembunyi. Menyediakan tempat sembunyi sangat krusial untuk mengurangi stres dan mencegah kanibalisme.
Masukkan dekorasi seperti potongan paralon (pipa PVC), batu-batuan, atau tanaman air seperti cabomba atau java moss ke dalam ember. Anda juga bisa menggunakan jaring ikan bekas yang aman. Bahan-bahan ini akan menciptakan lingkungan yang lebih alami dan aman bagi udang.
Semakin banyak tempat sembunyi yang disediakan, semakin kecil risiko kanibalisme, karena udang memiliki ruang pribadi untuk berlindung. Ini memungkinkan mereka untuk tumbuh dengan lebih tenang dan sehat.
5. Pilih dan Tebarkan Benih dengan Benar
Pemilihan dan penebaran benih yang tepat adalah langkah krusial dalam cara ternak udang di ember. Jenis udang yang cocok untuk media ini antara lain lobster air tawar, udang hias (seperti red cherry atau amano shrimp), udang vaname, dan udang galah.
Jangan menebar terlalu banyak udang dalam satu ember agar mereka tidak saling kanibal. Untuk ember ukuran 40 liter, batasi maksimal 5–10 ekor agar pertumbuhannya optimal.
Saat membeli benih, jangan langsung memasukkannya ke dalam ember. Apungkan kantong plastik berisi benih di permukaan air ember selama 15–30 menit untuk proses adaptasi (aklimatisasi). Setelah itu, masukkan air ember sedikit demi sedikit ke dalam plastik sebelum melepaskan udang. Pilih benih yang sehat, bergerak lincah, responsif, dan berukuran sama untuk menghindari kanibalisme.
6. Beri Pakan secara Teratur (Pagi & Sore)
Pemberian pakan yang tepat adalah faktor penting dalam cara ternak udang di ember. Berikan pakan khusus udang atau pelet ikan yang tenggelam. Anda juga bisa memberikan potongan sayuran rebus seperti wortel atau bayam. Pakan ikan nila juga terbukti bisa digunakan untuk udang vaname.
Udang adalah hewan nokturnal yang lebih aktif mencari makan di malam hari. Beri pakan pada sore atau malam hari dengan porsi sedikit namun rutin agar sisa pakan tidak mengotori air. Anda bisa mengatur jumlah pemberian pakan udang 40% di pagi hari dan 60% di sore hari.
Berikan pakan secukupnya, jangan sampai bersisa, karena sisa pakan akan mengotori air dan memicu penyakit. Jangan sampai udang kehabisan pakan, karena kondisi ini akan memicu kanibalisme antar udang.
7. Rawat Kualitas Air dan Panen
Perawatan air yang konsisten dan panen yang tepat adalah akhir dari siklus cara ternak udang di ember. Air di dalam ember terbatas, sehingga lebih cepat keruh akibat kotoran dan sisa pakan. Lakukan sifon untuk menyedot kotoran di dasar ember dan ganti 20–30% air secara berkala setiap minggu.
Jika air sudah terlalu keruh, Anda dapat menguras sebagian air kotor dan menambahkan air bersih. Tanda-tanda air perlu diganti meliputi air keruh, berbau, atau muncul busa di permukaan. Jika udang mulai besar dan ember terasa padat, pisahkan sebagian ke ember baru untuk mencegah kanibalisme.
Masa panen bervariasi tergantung jenis udang. Udang vaname siap panen sekitar 70–90 hari. Sementara udang galah membutuhkan waktu sekitar 3–4 bulan. Untuk panen, buka keran saluran pembuangan di dasar ember, air akan keluar dan udang akan tertinggal di dasar.
Tips Sukses Ternak Udang di Ember
Untuk memastikan keberhasilan cara ternak udang di ember Anda, perhatikan tips-tips berikut. Budidaya udang dalam ember adalah hal yang masih baru, namun dengan pemberian pakan dan pemeliharaan air yang tepat, udang dapat berkembang pesat.
- Jangan Terlalu Banyak Benih: Kanibalisme adalah penyebab utama kegagalan. Batasi jumlah benih sesuai kapasitas ember untuk mencegah udang saling makan.
- Pastikan Aerator Menyala 24 Jam: Udang sangat sensitif terhadap kadar oksigen rendah. Aerator yang menyala terus-menerus akan menjaga pasokan oksigen terlarut tetap optimal.
- Beri Tempat Sembunyi yang Cukup: Pipa paralon bekas adalah solusi murah dan efektif untuk menyediakan tempat berlindung, mengurangi stres, dan mencegah kanibalisme.
- Kontrol Pakan Setiap Hari: Beri pakan secukupnya dan pastikan tidak ada sisa pakan yang mengendap. Sisa pakan akan menjadi racun bagi udang dan mempercepat kekeruhan air.
- Jangan Letakkan Ember di Bawah Sinar Matahari Langsung: Suhu air akan naik drastis jika ember terkena sinar matahari langsung secara terus-menerus, yang dapat menyebabkan udang mati.
- Gunakan Air yang Sudah Diendapkan: Kaporit dari air PDAM bisa membunuh udang dalam hitungan jam. Selalu endapkan air minimal 24 jam sebelum digunakan.
- Pisahkan Udang Berdasarkan Ukuran: Jika Anda melihat perbedaan ukuran yang signifikan, pisahkan udang yang lebih besar ke ember lain. Udang besar cenderung memangsa udang yang lebih kecil.
Dengan menerapkan tips-tips ini, Anda dapat meningkatkan peluang keberhasilan dalam cara ternak udang di ember dan menikmati hasil panen yang optimal.
Pertanyaan Seputar Ternak Udang di Ember
Q: Apa itu cara ternak udang di ember?
A: Cara ternak udang di ember adalah metode budidaya udang dalam wadah ember plastik, cocok untuk lahan sempit, dengan jenis udang seperti udang galah, udang vaname, lobster air tawar, dan udang hias.
Q: Berapa ukuran ember yang ideal untuk ternak udang?
A: Ukuran ember yang ideal adalah minimal 20–40 liter untuk udang konsumsi, sedangkan ember cat 20–25 liter sudah cukup untuk 5–10 ekor udang.
Q: Berapa lama udang siap panen jika diternak di ember?
A: Masa panen bervariasi; udang vaname sekitar 70–90 hari, udang galah 3–4 bulan, dan udang hias bisa dijual saat sudah dewasa (2–3 bulan).
Q: Bagaimana cara mencegah udang saling makan (kanibal) di ember?
A: Untuk mencegah kanibalisme, berikan pakan yang cukup, sediakan banyak tempat sembunyi seperti potongan pipa paralon, dan jangan menebar terlalu banyak benih dalam satu ember.

14 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6101384/original/090576000_1778987246-Cara_Menata_Tempat_Cuci_dan_Jemur_di_Rumah_Kecil_agar_Tidak_Terlihat_Penuh_Serta_Cocok_untuk_Rumah_KPR.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552087/original/091088000_1775798637-ventilasi_rumah_subsidi_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497865/original/012477300_1770692716-Ternak_Ayam_KUB__Kampung_Unggul_Balitbangtan___Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5692884/original/075410800_1778569424-kerajinan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516545/original/078504600_1772327457-persik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483286/original/071983500_1769357625-1000351485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6019920/original/020871000_1778911639-desain_rumah_desa_gaya_Korean_House_aesthetic_yang_nyaman_untuk_lansia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5666309/original/018592100_1778358715-20260509AA_Final_Pegadaian_Championship-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6033685/original/043645400_1778924574-Gemini_Generated_Image_tzyqgstzyqgstzyq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400184/original/044015200_1762068222-InShot_20251102_134540718.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515887/original/090122300_1772204204-ramos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572234/original/027431600_1777782675-MILOMIR.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5468586/original/085332500_1767959556-0S6A9150.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315768/original/045151800_1755170609-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__26_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539801/original/013389400_1774621206-Timnas_Indonesia_vs_Saint_Kitts_and_Nevis-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518107/original/009843500_1772463822-Persebaya_vs_Persib_Bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6048693/original/057703200_1778938171-mlt_vs_ptr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6041655/original/065787700_1778931913-Herdman.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482632/original/065966700_1769234277-buah_bisbul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5414733/original/056595300_1763347294-Ivar_Jenner_Timnas_U-22-5.jpg)