Liputan6.com, Jakarta Di era digital yang diwarnai ledakan data, kemampuan mengenali pola menjadi fondasi penting bagi perkembangan teknologi kecerdasan buatan maupun pemecahan masalah secara umum. Berbagai contoh pengenalan pola kini dapat dijumpai mulai dari sistem pengenalan wajah di ponsel hingga analisis citra medis yang membantu dokter mendiagnosis penyakit lebih dini.
Pengenalan pola atau pattern recognition berpijak pada gagasan bahwa proses pengambilan keputusan manusia pada dasarnya berkaitan erat dengan kemampuan mengenali pola. Konsep ini menjadi salah satu pilar utama dalam computational thinking yang kini diterapkan di berbagai sektor industri dan pendidikan.
Ragam contoh pengenalan pola dalam kehidupan nyata menunjukkan betapa luasnya penerapan konsep ini, dari laboratorium riset hingga ruang kelas sekolah dasar. Dengan menguasai prinsip dasarnya, siapa pun dapat melatih kemampuan berpikir analitis yang sangat dibutuhkan di abad ke-21.
Marshall McLuhan, teoretikus media asal Kanada, dikutip dari QuoteMaster menyatakan, "Dihadapkan pada kelebihan informasi, kita tidak punya alternatif lain selain pengenalan pola."
Apa Itu Pengenalan Pola ( Pattern Recognition )
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262155/original/008029700_1781773124-Pola_Hexagon.jpeg)
Perbesar
Dalam ranah machine learning, pengenalan pola didefinisikan sebagai proses pemberian label terhadap nilai masukan tertentu. Secara lebih luas, pengenalan pola merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi keteraturan, kesamaan, atau struktur tersembunyi di dalam sekumpulan data, lalu mengkategorikannya ke dalam kelompok yang bermakna. Salah satu contoh pengenalan pola yang paling mendasar adalah klasifikasi, yakni upaya menetapkan setiap data masukan ke dalam satu kelas tertentu, misalnya menentukan apakah sebuah email termasuk "spam" atau bukan.
Dilansir dari Wikipedia, pengenalan pola berakar dari disiplin statistika dan rekayasa, sementara pendekatan modernnya kini memanfaatkan machine learning berkat ketersediaan big data dan melimpahnya daya komputasi. Konsep ini pada hakikatnya meniru cara kerja otak manusia yang secara alami mampu mengenali wajah, membedakan suara, atau membaca tulisan tangan, kemudian mentransformasikan kemampuan tersebut ke dalam mesin melalui algoritma tertentu.
Sergio Theodoridis, pakar pengenalan pola dan penulis buku Pattern Recognition (2003), dikutip dari viso.ai menyatakan, "Pengenalan pola adalah disiplin ilmiah yang bertujuan mengklasifikasikan objek ke dalam sejumlah besar kategori atau kelas, serta merupakan bagian integral dari sebagian besar sistem kecerdasan mesin yang dibangun untuk pengambilan keputusan."
Sebagai gambaran, langkah selanjutnya dalam permainan catur ditentukan oleh pola papan saat itu, sementara keputusan membeli atau menjual saham didasarkan pada pola kompleks informasi keuangan. Tujuan utama pengenalan pola adalah memperjelas mekanisme rumit di balik proses pengambilan keputusan tersebut, lalu mengotomatisasi fungsi-fungsi itu menggunakan komputer. Inilah yang menjadikan pengenalan pola sebagai pondasi bagi perkembangan kecerdasan buatan modern.
Baca juga: Tujuan AI dan Manfaat Kecerdasan Buatan di Berbagai Bidang Kehidupan
Tiga Model Utama dalam Pengenalan Pola
Sebelum membahas contoh pengenalan pola secara spesifik, penting untuk memahami tiga model dasar yang mendasari cara kerja sistem ini. Pengenalan pola mengenal dua klasifikasi pembelajaran utama, yakni terawasi (supervised) dan tak terawasi (unsupervised). Mengacu pada Coursera, dalam pembelajaran terawasi, manusia memberi label pada sekumpulan data latih terstruktur untuk menemukan hubungan antar-data, sedangkan pembelajaran tak terawasi memungkinkan komputer menemukan korelasi dalam data tanpa label secara mandiri. Ketiga model berikut menjelaskan pendekatan teknis yang digunakan.
- Model Statistik — Model ini menentukan penempatan suatu data ke dalam kategori tertentu, misalnya menentukan apakah sebuah objek termasuk kategori tertentu atau bukan. Pendekatan ini mengandalkan supervised machine learning untuk menghasilkan keluarannya dan banyak digunakan di sektor keuangan untuk memprediksi harga saham berdasarkan data historis.
- Model Sintaktik atau Struktural — Model ini dirancang untuk membangun hubungan kompleks antar-elemen dan sering diterapkan pada tugas seperti identifikasi bagian-bagian ujaran (parts of speech). Pendekatan sintaktik bekerja dengan memecah pola kompleks menjadi sub-pola hierarkis yang lebih sederhana, sehingga berguna untuk mengenali jalan, sungai, atau manusia dalam citra.
- Template Matching — Model ini mencocokkan fitur suatu objek dengan templat yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga objek dapat diidentifikasi melalui perbandingan langsung. Dalam pencitraan medis, misalnya, teknik template matching digunakan untuk mendeteksi nodul pada hasil pemindaian.
Baca juga: Mengenal Algoritma sebagai Langkah Logis Penyelesaian Masalah
Tahapan Proses Pengenalan Pola
Pengenalan pola bukan sekadar memasukkan data lalu mendapatkan hasil secara instan. Terdapat serangkaian tahapan sistematis yang harus dilalui agar sistem mampu mengidentifikasi pola secara akurat. Sebagaimana dikutip dari TechTarget, pengenalan pola sangat penting bagi berbagai bidang teknologi informasi yang saling tumpang tindih, termasuk analitik big data, autentikasi biometrik, keamanan, dan kecerdasan buatan. Berikut tahapan utama dalam proses pengenalan pola.
- Pengumpulan Data (Data Acquisition) — Tahap awal di mana data dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti kamera, mikrofon, sensor, atau basis data digital. Kualitas data yang diperoleh pada tahap ini sangat menentukan keberhasilan keseluruhan proses.
- Ekstraksi Fitur (Feature Extraction) — Data mentah biasanya sangat besar dan kompleks, sehingga perlu diambil fitur relevan seperti tepi dan tekstur pada gambar, frekuensi pada suara, atau kata kunci pada teks. Tahap ini menjadi jembatan antara data kasar dan informasi yang bermakna.
- Seleksi Fitur (Feature Selection) — Tidak semua fitur yang diekstrak memiliki nilai signifikan. Pada tahap ini, dipilih fitur yang paling berpengaruh terhadap proses klasifikasi agar komputasi berjalan lebih efisien dan menghindari overfitting.
- Klasifikasi atau Pengelompokan — Algoritma kecerdasan buatan tertentu digunakan untuk menggolongkan data ke dalam kategori yang telah ditentukan. Dalam pembelajaran terawasi, model dilatih menggunakan dataset berlabel sehingga ideal untuk tugas klasifikasi seperti pengenalan wajah dan diagnosis medis.
- Evaluasi dan Validasi — Hasil akhir dibandingkan dengan data aktual untuk mengukur tingkat akurasi. Pendekatan koreksi secara real-time juga diterapkan untuk mencegah penyimpangan data (data drift), sehingga model tetap dinamis dan adaptif tanpa memerlukan pelatihan ulang secara menyeluruh.
Tabetha S. Boyajian, astrofisikawan dari Louisiana State University, dikutip dari BrainyQuote menyatakan, "Otak manusia memiliki kemampuan luar biasa dalam pengenalan pola, kadang bahkan lebih baik dari komputer."
Baca juga: Memahami Dekomposisi sebagai Konsep Penting dalam Computational Thinking
Contoh Pengenalan Pola di Bidang Teknologi dan Industri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450772/original/035094900_1766166638-Ilustrasi_face_recognition.jpg)
Perbesar
Penerapan pengenalan pola telah merambah hampir seluruh sektor industri modern. Sebagaimana disampaikan ATRIA Innovation, kecerdasan buatan membantu sistem pengenalan pola mengidentifikasi pola secara lebih presisi dan efisien dibandingkan metode tradisional. Berikut adalah berbagai contoh pengenalan pola di bidang teknologi dan industri yang paling berdampak saat ini.
- Pengenalan Wajah (Face Recognition) — Sistem pengenalan wajah digunakan untuk mengidentifikasi seseorang dalam citra maupun video, dan bermanfaat dalam berbagai aplikasi seperti keamanan, kontrol akses, dan pemasaran. Di Indonesia, teknologi ini telah diterapkan untuk registrasi kartu SIM berbasis biometrik guna menekan kejahatan digital.
- Pengenalan Suara (Speech Recognition) — Sistem ini mengidentifikasi seseorang berdasarkan suaranya dan dimanfaatkan oleh asisten virtual, sistem kontrol suara, serta aplikasi pengenalan panggilan. Asisten seperti Apple Siri dan Amazon Alexa merupakan contoh pemanfaatan AI yang sangat bergantung pada pengenalan pola suara.
- Pengenalan Karakter Optik (OCR) — Teknologi OCR memungkinkan komputer membaca teks dari dokumen fisik atau gambar lalu mengubahnya menjadi data digital yang dapat diedit. Penerapannya sangat luas, mulai dari digitalisasi arsip perkantoran hingga ekstraksi data faktur secara otomatis.
- Deteksi Penipuan Keuangan (Fraud Detection) — Dalam statistika, pengenalan pola digunakan untuk mengidentifikasi kecenderungan dan tren dalam data historis berskala besar, sehingga membantu bisnis membentuk prediksi untuk keputusan keuangan di masa depan. Bank dan lembaga keuangan memanfaatkan teknologi ini untuk mendeteksi transaksi mencurigakan secara real-time.
- Diagnosis Medis Berbasis Citra — Teknik pengenalan pola diterapkan dalam pencitraan medis dan semakin berguna untuk mengidentifikasi tumor serta menganalisis pemindaian seperti X-ray, MRI, dan CT scan. Penerapan ini membantu dokter mendeteksi penyakit lebih dini dengan tingkat akurasi yang terus meningkat, seperti diulas dalam laporan tentang machine learning untuk prediksi penyakit langka.
- Kendaraan Otonom — Pengenalan pola digunakan secara luas dalam industri otomotif, baik untuk kendaraan otonom yang memerlukan deteksi tabrakan maupun untuk inspeksi kendaraan yang didukung AI. Sistem ini memungkinkan mobil tanpa pengemudi mengenali pejalan kaki, rambu lalu lintas, dan jalur kendaraan.
- Prakiraan Cuaca — Algoritma pengenalan pola dalam perangkat lunak meteorologi mampu mendeteksi hubungan berulang di antara data cuaca yang kemudian digunakan untuk memperkirakan kemungkinan peristiwa cuaca di masa depan. Teknologi ini menjadi contoh pengenalan pola yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat luas.
- Keamanan Siber dan Deteksi Intrusi — Sistem deteksi intrusi (IDS) dan perangkat lunak intelijen ancaman menggunakan aturan yang mendeskripsikan pola perilaku dan peristiwa yang mengindikasikan lalu lintas jaringan tidak sah. Kemampuan ini menjadi garis pertahanan utama melindungi data digital di berbagai organisasi.
- Pemrosesan Bahasa Alami (NLP) — NLP merupakan salah satu bidang paling menonjol tempat pengenalan pola diterapkan, di mana algoritma mengenali pola dalam data teks sehingga mesin dapat memahami dan menghasilkan bahasa manusia. Aplikasinya meliputi chatbot, terjemahan mesin, dan analisis sentimen.
- Pengenalan Pola pada Perangkat Edge — Mengutip sam-solutions.com, untuk memenuhi kebutuhan pengambilan keputusan instan, model pengenalan pola kini diterapkan pada perangkat edge seperti kamera, sensor, dan ponsel pintar yang memproses data secara lokal. Hal ini sangat penting dalam situasi yang memerlukan keputusan cepat, seperti mendeteksi masalah keselamatan di lantai pabrik atau mengidentifikasi wajah untuk kontrol akses.
Adam Grant, psikolog organisasi dari Wharton School, dikutip dari Daily-Ink menyatakan, "Kelimpahan informasi membutuhkan pengenalan pola. Tidak cukup hanya mengumpulkan fakta. Masa depan milik mereka yang mampu menghubungkan titik-titik."
Baca juga: Machine Learning Diyakini Membuat Kualitas Hidup Semakin Baik
Contoh Pengenalan Pola dalam Pendidikan dan Kehidupan Sehari-hari
Pengenalan pola bukan semata urusan mesin dan algoritma canggih. Dalam dunia pendidikan, kemampuan ini telah lama menjadi strategi pembelajaran lintas kurikulum. Merujuk Learning.com, pengenalan pola dalam computational thinking terjadi ketika siswa mempelajari masalah yang telah didekomposisi, lalu menganalisis dan menemukan pola atau koneksi di antara bagian-bagian masalah yang lebih besar. Pendekatan ini melampaui sekadar mengenali pola dalam urutan angka atau simbol.
Dalam pelajaran matematika, pengenalan pola menjadi pondasi dari rumus dan algoritma, mulai dari tabel perkalian dasar hingga kalkulus. Siswa dilatih mengenali pola khusus untuk menghitung kemiringan dan titik potong. Di bidang sains, siswa belajar mengklasifikasikan hewan berdasarkan karakteristiknya dan mengartikulasikan ciri-ciri umum setiap pengelompokan. Bahkan dalam pelajaran bahasa asing, siswa memanfaatkan pengenalan pola untuk memahami konjugasi kata kerja dan membangun kosakata melalui akar kata. Pengenalan coding dan AI di sekolah dasar merupakan langkah strategis yang semakin memperkuat pembiasaan pola pikir ini sejak dini.
Di luar ruang kelas, contoh pengenalan pola hadir dalam aktivitas sehari-hari yang mungkin tidak disadari. Saat menyortir kaus kaki yang baru dicuci, otak secara otomatis mencocokkan pola warna dan ukuran untuk memasangkan masing-masing pasangan. Ketika seorang ibu membuat brownies berulang kali, otaknya membentuk pola urutan bahan dan langkah pembuatan sehingga proses menjadi semakin efisien. Bahkan kemampuan membedakan resep nasi goreng dengan kwetiau, meskipun pola pembuatannya serupa tetapi bahan dasarnya berbeda, merupakan bentuk abstraksi dan pengenalan pola yang berlangsung alami.
Berdasarkan MathWorks, dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan deep learning menjadi lebih populer dibandingkan machine learning tradisional, dengan perbedaan utama bahwa model deep learning memerlukan dataset latih lebih besar dan waktu pelatihan lebih lama, tetapi menghasilkan akurasi yang lebih tinggi. Seiring kemajuan ini, kemampuan mengenali pola akan semakin mudah diintegrasikan ke dalam sistem kecerdasan buatan yang menyentuh kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi film di platform streaming hingga sistem keamanan berbasis pengenalan wajah. Mengacu pada labelyourdata.com, transfer learning menjadi pendekatan yang sangat efektif untuk tugas dengan data berlabel terbatas karena memanfaatkan pengetahuan dari dataset umum berskala besar guna meningkatkan performa. Inovasi semacam ini membuka peluang bagi lebih banyak sektor, termasuk pendidikan dan usaha kecil, untuk memanfaatkan pengenalan pola tanpa memerlukan sumber daya komputasi yang masif.
Baca juga: Teknologi Pengenalan Wajah SAFR 2.0 Bantu Korporasi Hadapi Tantangan Baru
Pertanyaan Seputar Contoh Pengenalan Pola
Apa saja contoh pengenalan pola yang paling umum dalam teknologi?
Contoh pengenalan pola yang paling umum meliputi pengenalan wajah (face recognition) pada ponsel dan sistem keamanan, pengenalan suara pada asisten virtual berbasis AI seperti Siri dan Alexa, pengenalan karakter optik (OCR) untuk digitalisasi dokumen, serta deteksi penipuan keuangan yang menganalisis pola transaksi mencurigakan. Semua contoh tersebut memanfaatkan algoritma klasifikasi dan machine learning untuk mengidentifikasi keteraturan di dalam data secara otomatis.
Bagaimana pengenalan pola diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?
Dalam kehidupan sehari-hari, pengenalan pola terjadi secara alami setiap kali seseorang mengenali wajah teman, membedakan suara orang tua, atau memasangkan kaus kaki berdasarkan warna dan ukuran. Dalam konteks yang lebih terstruktur, pengenalan pola membantu seseorang mengenali tren harga saat berbelanja, memahami pola pengeluaran bulanan untuk mengelola keuangan, atau mengenali resep masakan yang mirip tetapi memiliki bahan berbeda.
Apa perbedaan pengenalan pola terawasi dan tak terawasi?
Pengenalan pola terawasi (supervised) menggunakan data yang telah diberi label oleh manusia, sehingga sistem belajar dari contoh yang sudah diketahui kategorinya, seperti mengenali foto kucing yang telah dilabeli "kucing." Sebaliknya, pengenalan pola tak terawasi (unsupervised) tidak memerlukan label dan bertugas menemukan pola tersembunyi di dalam data secara mandiri, misalnya mengelompokkan pelanggan berdasarkan perilaku belanja tanpa kategori yang ditentukan sebelumnya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

3 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4624967/original/025145000_1698310947-simon-berger-tXXIo3aQASg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4024432/original/020051500_1652764690-josh-hild-KRBrb8vRdKs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516321/original/014431000_1782441750-Hv154c1eKJqZXp4aSMu81jM1Ccu9JdNpyhQqEN5V.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516280/original/030213000_1782441717-WTKDqOtvfEcLfIb3w9pxE9YJhWOZCOXECaaPv4YB.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516230/original/028282800_1782441681-km3rvtixXfXUdCKof8CgrjeNpW8BDiLkiWPLGJe9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472960/original/011760200_1782381658-9vqBwqX4a59MigvNEC3nV5MF9Hg3Ndj2VWjPYyHx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516309/original/019103200_1782441743-kTHQNW30wLdLj36CHRlyfcON9h0qzf1ETl0rC3Pf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396245/original/097674000_1782277287-ocpLPtRKdNPdmlTlEkrifEZHQpgs7RPl74pz3PA4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/994625/original/005148900_1442691401-Penurunan_Bendera_Hotel_Yamato.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516253/original/066713300_1782441699-ziuMFG5nkPuUXSqBvqzyVr1jL0OLfpTGtVt0su4l.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516184/original/017434700_1782441646-V4pep2Oi2c7SFo1mkN7wxiW6vq0f8fNkxLpd5ywn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516254/original/089030500_1782441700-JDLTczfsFxI2JY2rCbLkaRmMpXnm9vHXdjLbiy9n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516216/original/077409600_1782441661-klFenKaf8zla9WW64rGV3wvjg8UoEfHv5HdI9f1q.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3141646/original/018952800_1591080964-animals-avian-beaks-birdhouse-1156507.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3523373/original/068734600_1627444692-asean-4692563_1280_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516271/original/024616500_1782441713-3W3JsXJgkEaC7Bq3hB6macYz3i86t44FpS763RLk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8522911/original/065307300_1782451627-de109ca4-11b8-472b-8baf-0cb049b14ab5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516210/original/059996400_1782441657-zRzhPw0w2Ar4eoTEwq7w4dPHhDLa8ATHyV13HwMD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472952/original/083002300_1782381647-DAXMbjPMa9gaMriKVpehjA3dykOuLZFy9vVCcB3q.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315665/original/049375700_1755165938-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__2_of_75_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)