Liputan6.com, Jakarta Kehidupan bermasyarakat tidak pernah benar-benar statis karena selalu ada dinamika yang mengubah tatanan lama menjadi tatanan baru. Berbagai contoh perubahan sosial budaya dapat dengan mudah ditemukan dalam keseharian kita, mulai dari cara berkomunikasi hingga pola konsumsi makanan.
Dilansir dari Sociology Institute, perubahan sosial merujuk pada pergeseran signifikan dalam pola perilaku, nilai, norma, dan institusi di tengah masyarakat. Transformasi ini bisa berlangsung lambat nyaris tak terasa selama satu generasi, atau justru terjadi secara cepat dan mendisrupsi tatanan yang telah mapan.
Indonesia sebagai negara dengan keragaman etnis, agama, dan tradisi yang luar biasa kaya tentu menjadi laboratorium hidup bagi contoh perubahan sosial budaya yang nyata. Memahami fenomena ini membantu kita menghargai proses adaptasi masyarakat sekaligus menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus arus zaman. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Jumat (26/6/2026).
Pengertian Perubahan Sosial Budaya Menurut Para Ahli
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3340736/original/063318500_1609832067-pexels-photo-4098152.jpeg)
Perbesar
Sebelum menelaah beragam contoh perubahan sosial budaya, penting untuk memahami terlebih dahulu definisinya secara konseptual. Mengacu pada Britannica sebagaimana dikutip oleh Sociology Institute, perubahan sosial diartikan sebagai perubahan mekanisme dalam struktur sosial yang mencakup simbol budaya, aturan perilaku, organisasi sosial, dan sistem nilai.
Perubahan sosial merujuk pada transformasi struktur sosial, institusi, dan hubungan di dalam sebuah masyarakat dari waktu ke waktu. Perubahan ini biasanya melibatkan modifikasi struktural seperti kebijakan pemerintah baru, restrukturisasi korporat, atau reformasi sistem pendidikan.
Berikut beberapa pengertian perubahan sosial budaya menurut para ahli sosiologi yang bisa memperkaya pemahaman kita:
- Kingsley Davis – Dalam buku Human Society, perubahan sosial budaya didefinisikan sebagai modifikasi yang terjadi pada pola kehidupan manusia, baik oleh sebab internal maupun eksternal.
- Selo Soemardjan – Perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga kemasyarakatan yang memengaruhi sistem sosial, termasuk nilai, sikap, dan pola perilaku antarkelompok.
- Max Weber – Perubahan sosial budaya adalah situasi yang terjadi di masyarakat akibat ketidaksesuaian unsur-unsur di dalamnya.
- William Kornblum – Perubahan sosial budaya merupakan perubahan suatu budaya yang berlangsung secara bertahap dalam jangka waktu lama.
- J.L. Gillin dan J.P. Gillin – Perubahan sosial adalah variasi dari cara hidup yang telah diterima masyarakat, yang bisa terjadi karena perubahan kondisi geografis, komposisi penduduk, ideologi, maupun kebudayaan material.
Baca juga: Ciri-Ciri Perubahan Sosial dan Definisinya Menurut Para Ahli
10 Contoh Perubahan Sosial Budaya di Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4608324/original/059413700_1697099625-john-schnobrich-yFbyvpEGHFQ-unsplash.jpg)
Perbesar
Indonesia telah mengalami berbagai transformasi sosial dan kultural yang membentuk wajah masyarakat seperti yang kita kenal hari ini. Sebagaimana disampaikan Frontiers in Psychology, di era urbanisasi yang pesat, masyarakat di seluruh dunia—termasuk Indonesia—menghadapi pergeseran mendalam dalam dinamika sosial dan budaya, mulai dari perubahan demografis hingga perubahan pola perilaku dan proses psikologis.
Berikut contoh perubahan sosial budaya yang signifikan dan mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari:
- Transformasi Cara Berkomunikasi – Penemuan mesin cetak, internet, atau perangkat seluler telah secara mendalam mengubah kebiasaan komunikasi, pendidikan, dan interaksi sosial. Di Indonesia, masyarakat yang dahulu mengandalkan surat dan komunikasi langsung kini berpindah ke platform digital seperti WhatsApp, TikTok, dan Instagram.
- Pergeseran Struktur Keluarga – Tradisi keluarga besar yang dahulu dominan mulai bergeser ke keluarga inti. Urbanisasi dan mobilitas sosial mendorong generasi muda meninggalkan pola hidup tradisional demi mengejar kesempatan kerja di kota besar.
- Modernisasi Sektor Pertanian – Dua dekade lalu, pertanian Indonesia masih dominan menggunakan cara manual. Kini, mesin otomotif dan teknologi canggih telah mengubah cara menanam hingga memanen, meskipun sebagian petani masih mempertahankan metode tradisional.
- Perubahan Pola Konsumsi Makanan – Masyarakat semakin terbuka terhadap masakan internasional. Pengaruh globalisasi membuat restoran asing dan makanan cepat saji semakin populer, berdampingan dengan kuliner tradisional.
- Perubahan Gaya Berpakaian – Dari pakaian adat, masyarakat bertahap beralih ke busana modern. Tren busana muslim modis juga menjadi fenomena perubahan sosial budaya yang terlihat jelas dalam satu generasi terakhir.
- Akulturasi Arsitektur Masjid – Masjid-masjid tua di Indonesia seperti Masjid Menara Kudus dan Masjid Demak menampilkan perpaduan arsitektur Islam dengan gaya bangunan Hindu-Budha Jawa, menjadi bukti nyata akulturasi yang telah berlangsung berabad-abad.
- Lunturnya Permainan Tradisional – Bangkitnya internet dan media sosial telah mentransformasi cara orang berkomunikasi dan membentuk komunitas, dengan implikasi terhadap identitas, privasi, aktivisme, dan bagaimana budaya diproduksi serta dikonsumsi secara global. Anak-anak yang dahulu bermain congklak dan petak umpet kini lebih sering menghabiskan waktu dengan gawai.
- Perubahan Bahasa Sehari-hari – Generasi muda di daerah urban mulai jarang menggunakan bahasa daerah dan lebih terbiasa berbahasa Indonesia atau bahkan mencampurkan istilah asing. Akulturasi linguistik ini membuat bahasa Indonesia menyerap kosakata dari bahasa Arab, Sanskerta, Portugis, Belanda, hingga Inggris.
- Urbanisasi dan Pergeseran Gaya Hidup – Urbanisasi bukan sekadar fenomena modern, tetapi merupakan transformasi cepat dan historis dari akar sosial manusia dalam skala global, di mana budaya pedesaan secara pesat digantikan oleh budaya perkotaan. Di Indonesia, migrasi besar-besaran dari desa ke kota mengubah pola konsumsi, hubungan sosial, dan orientasi pekerjaan.
- Meningkatnya Kesadaran terhadap Isu Sosial – Gerakan sosial terkait lingkungan, kesetaraan gender, dan hak asasi manusia semakin mendapat perhatian publik, didorong oleh kemudahan akses informasi digital.
Baca juga: Mengapa Globalisasi Dapat Memengaruhi Budaya Bangsa
Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Sosial Budaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3083365/original/036306200_1584941608-iot-3404892_1920.jpg)
Perbesar
Mengacu pada Sociology Institute, terdapat empat kategori besar faktor yang menjadi mesin utama transformasi sosial: biologis, geografis, teknologi, dan sosio-kultural. Keempat faktor ini saling berinteraksi dan tidak bekerja secara terpisah satu sama lain.
Berdasarkan ScienceDirect, perubahan sosioekonomi yang didorong oleh urbanisasi, industrialisasi, globalisasi, dan modernisasi dapat secara radikal mengubah hubungan masyarakat dengan lingkungannya, bahkan menyebabkan hilangnya memori kolektif terhadap tradisi dan pengetahuan leluhur.
Berikut faktor-faktor utama penyebab perubahan sosial budaya:
- Kemajuan Teknologi – Teknologi selalu menjadi katalis perubahan. Penemuan mesin cetak, internet, atau perangkat seluler secara mendalam mengubah kebiasaan komunikasi, pendidikan, dan interaksi sosial. Inovasi ini memengaruhi nilai budaya dan membentuk ulang norma sosial.
- Globalisasi – Proses integrasi internasional membawa arus informasi, budaya, dan gaya hidup dari berbagai belahan dunia. Dampak globalisasi mencakup perubahan tata nilai, pola pikir, dan cara hidup masyarakat Indonesia.
- Dinamika Kependudukan – Di antara faktor biologis manusia, dinamika populasi berperan sangat kuat dalam mendorong pergeseran sosio-kultural. Pertambahan atau penurunan jumlah penduduk mengubah struktur masyarakat secara keseluruhan.
- Penemuan Baru (Discovery dan Invention) – Inovasi dalam ilmu pengetahuan menghasilkan alat, gagasan, atau rangkaian ciptaan baru yang mengubah pola hidup masyarakat secara bertahap.
- Konflik dan Pertentangan Sosial – Konflik selalu menghasilkan perubahan sosial. Ketidaksetaraan berdasarkan gender, ras, kelas, dan agama cenderung memunculkan kemarahan dan ketidakpuasan, sehingga orang bersatu dan berjuang untuk mewujudkan perubahan.
- Akulturasi dan Asimilasi – Pertemuan dua kebudayaan yang saling memengaruhi tanpa menghilangkan identitas budaya masing-masing menghasilkan unsur budaya baru yang unik. Akulturasi di Indonesia terlihat jelas dalam arsitektur, kuliner, hingga perayaan tradisional.
- Sistem Pendidikan – Semakin tinggi kualitas pendidikan, semakin terbentuk pola pikir maju, rasional, dan analitis yang mendorong masyarakat lebih terbuka terhadap perubahan.
- Perubahan Lingkungan dan Bencana Alam – Bencana alam, perubahan iklim, dan perpindahan penduduk akibat perang atau migrasi menyebabkan masyarakat harus beradaptasi secara kultural dan sosial.
Baca juga: Cara Melestarikan Budaya Indonesia, Lengkap Contoh Penerapannya
Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3216960/original/073156000_1598244769-Ilustrasi_Internet__Digital__Gaya_Hidu_Digital.jpg)
Perbesar
Perubahan sosial budaya tidak hadir dalam satu wajah tunggal. Berdasarkan kajian sosiologi, transformasi masyarakat mengambil beragam bentuk yang bisa diklasifikasikan dari beberapa perspektif. Namun, psikologi dapat menyediakan sarana untuk mewujudkan perubahan personal dan sosial."
Berikut pengelompokan bentuk perubahan sosial budaya:
A. Berdasarkan Kecepatan Waktu
- Evolusi (Perubahan Lambat) – Berlangsung bertahap dalam jangka panjang. Perubahan sosial merujuk pada proses di mana masyarakat berevolusi dan bertransformasi dari waktu ke waktu, mencakup perubahan norma sosial, nilai, kepercayaan, institusi, dan teknologi. Perubahan ini bisa terjadi secara bertahap dalam kurun waktu lama atau terjadi mendadak dan dramatis.
- Revolusi (Perubahan Cepat) – Terjadi secara drastis dalam waktu singkat, contohnya Revolusi Industri yang mengubah sistem produksi dari tradisional ke mesin.
B. Berdasarkan Perencanaan
- Perubahan yang Direncanakan – Dirancang secara sengaja oleh agent of change, misalnya program Keluarga Berencana atau pembangunan infrastruktur digital.
- Perubahan yang Tidak Direncanakan – Terjadi di luar kendali dan tanpa perencanaan, seperti dampak pandemi COVID-19 yang mengubah budaya kerja secara drastis. Pandemi COVID-19 adalah contoh kontemporer yang nyata: sebuah peristiwa biologis yang memicu perubahan besar-besaran dalam budaya kerja, sistem kesehatan, dan norma sosial sehari-hari di seluruh dunia.
C. Berdasarkan Skala Pengaruh
- Perubahan Kecil – Tidak memengaruhi struktur sosial secara luas, contohnya tren fashion atau gaya rambut.
- Perubahan Besar – Menyangkut unsur struktur sosial yang berdampak luas, seperti pergeseran dari masyarakat agraris ke masyarakat industri yang mengubah pola keluarga, pekerjaan, dan relasi sosial.
D. Berdasarkan Arah Perkembangan
- Perubahan Progresif – Mengarah pada kemajuan dan memberikan keuntungan bagi masyarakat, seperti pemerataan akses internet hingga ke pelosok desa.
- Perubahan Regresif – Mengarah pada kemunduran dan merugikan masyarakat, seperti meningkatnya individualisme yang mengikis semangat gotong royong.
Baca juga: 5 Contoh Asimilasi Budaya di Indonesia, Ketahui Jenis-jenis dan Dampaknya
Dampak Perubahan Sosial Budaya bagi Masyarakat Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1576254/original/002150400_1493108078-Ilustrasi_Situs_Web__Internet__Website_Kredit_FirmBee_via_Pixabay.jpg)
Perbesar
Setiap perubahan sosial budaya membawa konsekuensi yang bersifat ganda: ada sisi positif yang mendorong kemajuan dan sisi negatif yang perlu diantisipasi. Perubahan sosial bisa memiliki konsekuensi positif maupun negatif bergantung pada konteks dan perubahan spesifik yang tengah terjadi. Sebagian perubahan sosial mengarah pada kebebasan, kesetaraan, dan keadilan sosial yang lebih besar, sementara yang lain justru memicu konflik, ketidaksetaraan, dan penindasan.
Di Indonesia, arus globalisasi yang deras membawa dampak positif berupa peningkatan etos kerja, kemandirian, dan kemajuan teknologi. Namun di sisi lain, terdapat ancaman terhadap nilai-nilai budaya asli seperti lunturnya semangat gotong royong, memudarnya kesenian tradisional, dan kecenderungan gaya hidup konsumtif.
Perubahan sosioekonomi yang didorong oleh urbanisasi, industrialisasi, globalisasi, dan modernisasi dapat secara radikal mengubah hubungan manusia dengan alam, sehingga menyebabkan hilangnya memori kolektif. Fenomena ini terlihat jelas dalam masyarakat Indonesia di mana pengetahuan obat tradisional, teknik bercocok tanam warisan leluhur, dan kearifan lokal perlahan tergantikan oleh pendekatan modern.
Kunci untuk menghadapi perubahan sosial budaya terletak pada sikap selektif dan kritis. Masyarakat perlu mampu menyerap hal-hal positif dari pertemuan antarbudaya tanpa kehilangan jati diri dan nilai luhur yang telah diwariskan selama berabad-abad. Pendidikan, penguatan identitas kultural, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendokumentasikan warisan budaya menjadi langkah strategis agar transformasi yang terjadi tetap membawa kemajuan yang bermakna.
Baca juga: Akulturasi adalah Hasil Interaksi Antar Budaya, Pahami Apa Saja Bentuknya
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Contoh Perubahan Sosial Budaya
1. Apa saja contoh perubahan sosial budaya yang paling mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari?
Contoh perubahan sosial budaya yang paling mudah diamati antara lain pergeseran cara berkomunikasi dari surat ke pesan digital, perubahan gaya berpakaian dari pakaian adat ke busana modern, serta beralihnya permainan tradisional anak-anak ke permainan berbasis gawai dan internet. Perubahan pola konsumsi makanan dari masakan tradisional ke makanan cepat saji internasional juga menjadi contoh nyata yang dirasakan hampir seluruh lapisan masyarakat.
2. Mengapa masyarakat senantiasa mengalami perubahan sosial budaya?
Masyarakat senantiasa mengalami perubahan sosial budaya karena merupakan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu menginginkan adanya perbaikan dan penyesuaian terhadap kondisi baru. Faktor internal seperti pertambahan penduduk, penemuan baru, dan konflik sosial berpadu dengan faktor eksternal seperti globalisasi, bencana alam, dan pengaruh kebudayaan asing, sehingga mendorong terjadinya perubahan secara terus-menerus sepanjang masa.
3. Bagaimana cara menyikapi perubahan sosial budaya agar tetap positif?
Sikap selektif dan kritis menjadi kunci utama dalam menghadapi perubahan sosial budaya. Masyarakat perlu menyaring pengaruh budaya asing dengan tetap memegang teguh nilai-nilai luhur dan kearifan lokal. Penguatan pendidikan karakter, pelestarian tradisi melalui teknologi digital, serta partisipasi aktif generasi muda dalam menjaga warisan budaya merupakan langkah konkret agar perubahan yang terjadi membawa dampak kemajuan tanpa mengorbankan identitas bangsa.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

2 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4024432/original/020051500_1652764690-josh-hild-KRBrb8vRdKs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516321/original/014431000_1782441750-Hv154c1eKJqZXp4aSMu81jM1Ccu9JdNpyhQqEN5V.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516280/original/030213000_1782441717-WTKDqOtvfEcLfIb3w9pxE9YJhWOZCOXECaaPv4YB.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516230/original/028282800_1782441681-km3rvtixXfXUdCKof8CgrjeNpW8BDiLkiWPLGJe9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472960/original/011760200_1782381658-9vqBwqX4a59MigvNEC3nV5MF9Hg3Ndj2VWjPYyHx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516309/original/019103200_1782441743-kTHQNW30wLdLj36CHRlyfcON9h0qzf1ETl0rC3Pf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396245/original/097674000_1782277287-ocpLPtRKdNPdmlTlEkrifEZHQpgs7RPl74pz3PA4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/994625/original/005148900_1442691401-Penurunan_Bendera_Hotel_Yamato.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516277/original/000800800_1782441716-YwElV78wISg99L3gMHLVEKbJoQEjT31wHsQYrmmJ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516253/original/066713300_1782441699-ziuMFG5nkPuUXSqBvqzyVr1jL0OLfpTGtVt0su4l.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516184/original/017434700_1782441646-V4pep2Oi2c7SFo1mkN7wxiW6vq0f8fNkxLpd5ywn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516254/original/089030500_1782441700-JDLTczfsFxI2JY2rCbLkaRmMpXnm9vHXdjLbiy9n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516216/original/077409600_1782441661-klFenKaf8zla9WW64rGV3wvjg8UoEfHv5HdI9f1q.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3141646/original/018952800_1591080964-animals-avian-beaks-birdhouse-1156507.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3523373/original/068734600_1627444692-asean-4692563_1280_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516271/original/024616500_1782441713-3W3JsXJgkEaC7Bq3hB6macYz3i86t44FpS763RLk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8522911/original/065307300_1782451627-de109ca4-11b8-472b-8baf-0cb049b14ab5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516210/original/059996400_1782441657-zRzhPw0w2Ar4eoTEwq7w4dPHhDLa8ATHyV13HwMD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472952/original/083002300_1782381647-DAXMbjPMa9gaMriKVpehjA3dykOuLZFy9vVCcB3q.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315665/original/049375700_1755165938-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__2_of_75_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)